Banyak mitos asuransi jiwa yang masih dipercayai oleh masyarakat Indonesia. Penasaran, apa saja mitosnya? Jangan-jangan Anda juga salah satu orang yang percaya akan mitos ini?

Yuk langsung saja kita simak pembahasannya lewat artikel di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Asuransi Jiwa, Pentingkah?

Bila Anda mendengar istilah “asuransi jiwa”, apa yang ada di kepala Anda?

Saya pribadi merasa produk asuransi jiwa penting untuk dimiliki setiap keluarga, terutama kepala keluarga.

Kenapa saya bisa bilang begitu?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus memahami dulu fungsi dari asuransi jiwa.

Asuransi jiwa adalah sebuah produk asuransi yang mana jika tertanggung mengalami risiko penyakit atau kecelakaan yang menyebabkan kematian, maka keluarga tertanggung dapat menerima sejumlah uang pertanggungan yang telah disepakati di awal perjanjian.

Selain itu asuransi jiwa juga dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki utang jangka panjang, misalnya KPR, kredit kendaraan bermotor, utang modal usaha, dan utang lainnya.

So, sudah terbayang ‘kan betapa pentingnya asuransi ini?

Punya-Asuransi-Penyakit-Kritis-Perlukan-Asuransi-Jiwa-04-Finansialku

[Baca Juga: Kenali dan Pahami 6 Tanda Anda Tidak Perlu Asuransi Jiwa]

 

Meski begitu, seperti dilansir oleh Okezone.com, OJK mencatat pengguna asuransi di Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya mencapai angka 10 persen.

Artinya, masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya memiliki asuransi sebagai proteksi diri. 

Mengapa begitu ya? Terdapat berbagai faktor yang melatarbelakanginya, salah satunya mitos soal asuransi yang muncul karena kurangnya pemahaman masyarakat akan kebutuhan dalam bertindak preventif.

Yuk kita simak mitos-mitos tentang asuransi jiwa di bawah ini, supaya Anda bisa menghindari pemikiran yang salah tentang asuransi jiwa!

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

#1 Asuransi Tidak Bisa Dirasakan Manfaatnya

Banyak nasabah asuransi yang berhenti bayar premi bulanan setelah beberapa tahun karena tidak bisa merasakan langsung manfaatnya.

Itulah alasan yang seringkali membuat orang-orang skeptis untuk membeli produk perlindungan asuransi, khususnya asuransi jiwa.

Apakah Anda termasuk dalam salah satu orang yang masih skeptis tentang pentingnya asuransi jiwa?

Jika iya, saya ingin berbagi sepercik kisah nyata tentang almarhum paman saya yang menyepelekan kepemilikan asuransi jiwa.

Tiga tahun lalu, beliau menikah dengan wanita idamannya dan memiliki seorang anak.

Paman saya itu seorang pekerja keras, ia setiap hari banting tulang dari pagi hingga malam demi menabung dan menafkahi keluarga kecilnya.

Kehidupan keluarganya harmonis dan adem-adem saja, sampai paman saya terserang penyakit jantung di tahun 2017 silam.

Tidak ada satu orangpun yang menyangka hari itu adalah hari terakhir paman saya bisa mengecup kening anaknya sebelum berangkat ke kantor. Pasalnya, tidak ada riwayat penyakit jantung di keluarga saya.

Kami sekeluarga sangat prihatin dan iba dengan istrinya (tante ipar saya) dan anaknya yang masih batita. Masalahnya, tabungan paman saya mungkin hanya cukup untuk menghidupi keluarga yang ditinggalkan selama 3-4 bulan saja.

Setelah melewati masa duka beberapa bulan, sekarang tante ipar saya harus kerja banting tulang, dagang barang online, menyiapkan katering untuk sekolah di siang hari, serta ngojek online di malam hari, demi menghidupi putri semata wayangnya yang sudah yatim.

Kenali Mitos Asuransi Jiwa 2 Finansialku

[Baca Juga: Apakah Status Single Perlu Memiliki Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan?]

 

Saya yakin, almarhum paman saya tidak pernah menyangka akan meninggalkan keluarganya seperti itu. Setiap kepala keluarga pasti ingin anak dan istrinya untuk hidup nyaman dan tenang setelah dirinya pergi, bukan?

Tapi, kembali lagi, umur siapa yang tahu? Untuk itu, demi meminimalisasi risiko dan melindungi keluarga Anda dari kejadian yang tidak diinginkan.

Perlindungan yang diberikan oleh asuransi jiwa memang tidak bisa Anda rasakan saat ini, tapi Anda pasti akan bersyukur karena sudah memilikinya di kemudian hari.

 

#2 Masih Muda dan Single Belum Butuh Asuransi

Sebelumnya, saya ingin tanya, apakah Anda punya utang jangka panjang seperti kredit kendaraan, KPR, kredit usaha, atau utang lainnya?

Jika iya, Anda tentu perlu mempertimbangkan untuk membeli asuransi jiwa.

Masalahnya, tidak ada yang tahu berapa panjang usia seseorang. Bila Anda berutang namun tidak bisa melunasinya, siapa yang bakal terbebani? Tentunya keluarga Anda. Orangtua, jika masih ada, atau saudara kandung Anda.

Anda tentu tidak mau ‘kan merepotkan keluarga Anda dengan utang-utang Anda?

Untuk itulah, Anda juga harus mempertimbangkan kepemilikan asuransi jiwa dari usia muda.

Di sisi lain, semakin muda Anda membeli asuransi, semakin murah premi yang perlu dibayar, dan semakin banyak pula akumulasi dana yang dapat dikumpulkan.

 

#3 Agen Asuransi Hanya Cari Untung

Tidak dapat dipungkiri, para agen asuransi mendapatkan komisi dari premi yang kita bayarkan pada perusahaan asuransi. Namun, bukan berarti produk yang dijualnya hanya bermanfaat bagi kantong pribadinya.

Agen asuransi memiliki tugas penting untuk memberikan literasi dan membimbing klien membeli produk yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan klien itu sendiri.

WASPADA! 5 Ciri Agen Asuransi Jiwa yang Bakal Merugikan Klien 2 Finansialku

[Baca Juga: Sudah Punya Asuransi Penyakit Kritis, Perlukah Asuransi Jiwa?]

 

Tapi kita juga tak bisa naif, banyak oknum-oknum nakal yang demi mengejar bonus dan target, akhirnya merugikan kliennya.

Untuk itu, supaya Anda tidak tertipu dan termakan rayuan agen yang tak bertanggung jawab, Anda wajib mengetahui kebutuhan Anda.

Cari tahu melalui Google, tanya pada rekan atau kerabat, dan berkonsultasi dengan perencana keuangan mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jika Anda tahu proteksi apa saja yang Anda butuhkan, maka agen akan menyesuaikan produk dengan kebutuhan itu.

Untuk mengetahui lebih lanjut cara menghindari tipu daya agen asuransi nakal, silakan baca artikel Finansialku terdahulu: WASPADA! 5 Ciri Agen Asuransi Jiwa yang Bakal Merugikan Klien

 

#4 Untuk Apa Beli Sendiri? Asuransi dari Perusahaan Sudah Cukup!

Memang ada perusahaan yang memberikan benefit berupa fasilitas asuransi kepada karyawannya.

Umumnya, besar uang pertanggungan asuransi perusahaan setara dengan gaji selama satu tahun.

Awalnya, nominal tersebut memang terlihat cukup besar. Tapi, apakah cukup untuk meng-cover tanggungan yang harus dibayarkan jika hanya mengandalkan asuransi dari kantor?

 

#5 Asuransi Jiwa Mahal, Ini Produk Keuangan Khusus Orang Kaya

Nah, kalau mitos ini sih biasanya dipercayai sama orang-orang generasi zaman old.

Please, deh! Zaman sekarang, sudah banyak asuransi jiwa dengan premi mulai dari Rp50.000 per bulan.

Mitos ini masih dipercaya lantaran banyak orang yang tak memperhatikan perjanjian pada polis asuransi secara cermat, sehingga memilih produk asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial seseorang.

Padahal, kita bisa kok menyesuaikan jenis asuransi yang sesuai dengan kondisi finansial pribadi.

 

 

Asuransi jiwa mahal biasanya karena Anda membeli pula manfaat tambahan (rider) yang ditawarkan agen asuransi. Di sinilah Anda harus memilih secara cermat rider yang sudah Anda butuhkan dan belum Anda butuhkan.

Dan semakin mahal premi yang Anda bayar, semakin besar pula uang pertanggungan yang akan Anda dapat.

Perhatikan juga biaya-biaya tambahan yang disertakan saat jatuh tempo pembayaran premi ya. Cermat dan teliti dalam membaca polis asuransi, karena Anda bisa saja merasa dirugikan jika tak cermat memahami perjanjiannya.

 

#6 Proses Pembelian Asuransi Jiwa Sangat Rumit

Sama seperti poin nomor 4, mitos ini juga kebanyakan dipercayai oleh generasi zaman old.

Memang, dulu saat kita ingin membeli asuransi jiwa, kita harus datang ke perusahaan asuransi dan bertatap muka dengan agennya.

Namun, di era modern ini, proses asuransi jiwa sudah tersentuh inovasi digital. Artinya, kita bisa beli asuransi jiwa hanya bermodalkan gadget yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Setelah itupun, kita tidak perlu beranjak dari tempat duduk kita, nantinya agen asuransi yang akan menghampiri kita jika ada keperluan lainnya.

Bahkan, saat ini sudah ada yang namanya e-polis atau polis elektronik, lho!

So, mitos yang satu ini jelas terbantahkan.

 

Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Beli Asuransi Jiwa

Itulah tadi mitos-mitos asuransi jiwa yang masih dipercayai hingga saat ini. Seluruhnya terjadi semata-mata karena masyarakat Indonesia masih minim edukasi terkait produk-produk asuransi.

Tentu, sekarang Anda telah mengetahui manfaat-manfaat asuransi jiwa, ‘kan? Supaya Anda bisa memilih produk asuransi jiwa yang oke punya, saya akan kasih tau apa saja yang harus Anda lakukan sebelum beli asuransi jiwa:

 

#1 Ketahui Kebutuhan Anda

  • Berapa jumlah orang yang menjadi tanggungan?
  • Berapa besar uang pertanggungan yang diperlukan di kemudian hari?
  • Apa manfaat tambahan yang saya butuhkan?

 

#2 Ketahui Kemampuan Finansial Anda

  • Berapa besar premi yang harus dibayarkan tiap periode?
  • Apakah saya mampu membayar biaya untuk manfaat tambahan?

 

#3 Ketahui Syarat dan Prosedur Klaim Asuransi Jiwa

  • Apa persyaratan untuk mengklaim asuransi jiwa tersebut?
  • Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk mengklaim asuransi jiwa?
  • Bagaimana prosedur untuk mengklaim asuransi jiwa tersebut?

 

Yuk Hitung Uang Pertanggungan dengan Aplikasi Finansialku!

Dalam poin #1 di atas, saya menyarankan Anda untuk mengetahui terlebih dulu berapa besaran uang pertanggungan asuransi yang Anda perlukan di kemudian hari.

Jika Anda melakukan perhitungan manual, tentu cukup ribet. Tapi Anda bisa lho menggunakan Aplikasi Finansialku untuk melakukan perhitungan dengan praktis dan cepat!

 

Ini dia langkah-langkahnya:

  1. Buka menu aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”.
  2. Klik tanda (+) pada bagian bawah kanan, kemudian pilih fitur “Dana Asuransi Jiwa
  3. Isi nama tertanggung, umur saat ini dan perkiraan usia sampai menjadi tertanggung. Untuk menambah tanggungan klik tanda tambah (+) di ujung kanan formulir. Untuk menghapus klik tanda silang (x).
  4. Masukkan pengeluaran bulanan: besarnya pengeluaran Anda setiap bulan
  5. Masukkan pengeluaran bulanan pribadi: besarnya pengeluaran bulanan Anda secara pribadi.
  6. Masukkan inflasi: perkiraan kenaikan biaya hidup (dalam satuan persen % per tahun).
  7. Masukkan estimasi hasil investasi: perkiraan hasil investasi setiap tahunnya (dalam satuan persen % per tahun).

 

Nantinya akan keluar perhitungan seperti di bawah ini:

Studi Kasus Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa 06 - Finansialku

 

Anda juga bisa tonton langsung langkah-langkahnya di video berikut:

 

Mudah, bukan? Maka dari itu, segera unduh Aplikasi Finansialku melalui Google Play Store, atau akses langsung aplikasinya di browser Anda dengan mengklik tautan berikut ini.

Nikmati fitur-fitur lainnya, seperti kemudahan dalam merencanakan dana liburan atau membeli barang.

Ingat, lebih cepat membeli asuransi, akan lebih ringan premi yang perlu Anda bayarkan. Pilihlah produk asuransi yang terbaik dan sesuai untuk melindungi diri dan keluarga Anda.

 

Sekarang, Anda telah memahami pentingnya produk asuransi jiwa. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada rekan dan kerabat Anda yang masih skeptis akan pentingnya produk asuransi jiwa! Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Ulfa Sekar. 14 Agustus 2018. Mitos-mitos Asuransi Jiwa yang Masih Diyakini Banyak Orang. Moneysmart.id – https://goo.gl/Bues2Z

 

Sumber Gambar:

  • Mitos asuransi jiwa – https://goo.gl/wVnozS
  • Mitos asuransi jiwa 2 – https://goo.gl/48W9mw
Summary
Kenali Mitos Asuransi Jiwa yang Masih Dipercaya Sampai Saat Ini
Article Name
Kenali Mitos Asuransi Jiwa yang Masih Dipercaya Sampai Saat Ini
Description
Banyak mitos asuransi jiwa yang masih dipercayai oleh masyarakat Indonesia. Penasaran, apa saja mitosnya? Jangan-jangan Anda juga salah satu orang yang percaya akan mitos ini?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo