Bagaimana cara mengatur keuangan bagi karyawan kontrak atau karyawan tidak tetap? Menjadi seorang karyawan dengan sistem kontrak memiliki tantangan tersendiri. Mari kita bahas bagaimana cara mengatur keuangan yang sesuai bagi Anda para karyawan tidak tetap.  

 

Rubrik Finansialku

rubrik-ask-the-financial-planner

 

Menjadi Karyawan Tidak Tetap

Menjadi seorang karyawan adalah cara yang dipilih kebanyakan orang setelah lulus kuliah. Dengan menjadi karyawan harapannya Anda bisa mendapatkan gaji yang tetap setiap bulannya, melanjutkan kehidupan, dan berusaha mencapai seluruh tujuan keuangan dengan gaji yang didapatkan dari pekerjaan sebagai karyawan. Hanya saja tidak semua perusahaan langsung menjadikan karyawannya sebagai pegawai tetap. Seringkali perusahaan memberikan kontrak bekerja tertentu, terutama bagi para karyawan baru.

Konsultasi Bagaimana Cara Mengatur Keuangan bagi Karyawan Kontrak atau Tidak Tetap 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Cara Sederhana untuk Mendapatkan Uang Secara Online]

 

Perusahaan tidak menjamin bahwa Anda dapat seterusnya bekerja setelah kontrak kerja yang telah ditandatangani habis. Jika Anda memiliki kinerja yang baik maka perusahaan mungkin akan meneruskan kontrak tersebut. Tetapi jika Anda dianggap tidak memberikan kinerja yang baik maka kemungkinan besar kontrak tidak akan diperpanjang. Terkadang bahkan ketika Anda sudah bekerja dengan baik sekalipun, perusahaan belum tentu memperpanjang kontrak tersebut karena berbagai alasan. Bisa jadi karena posisi tersebut sudah tidak efektif atau tidak sesuai kebutuhan perusahaan ke depannya, atau perusahaan ingin menggunakan tenaga kerja yang lebih muda, dan berbagai alasan lainnya yang membuat perkembangan karier Anda tidak bisa dijamin.

 

Salah seorang teman kami di Facebook bertanya mengenai hal ini:

Konsultasi Bagaimana Cara Mengatur Keuangan bagi Karyawan Kontrak atau Tidak Tetap 03 - Finansialku

[Baca Juga: 3 Cara Mendapatkan Uang dan Penghasilan Tambahan untuk First Jobber dan Karyawan]

 

Pertanyaan: Bagaimana cara mengatur keuangan bagi karyawan yang tidak tetap?

 

Jika Anda memiliki pertanyaan silakan like Facebook Finansialku dan kirimkan pertanyaan Anda.

 

Jawab:

Setiap orang membutuhkan perencanaan keuangan pribadi. Baik Anda seorang pengusaha, karyawan tetap, freelance, karyawan tidak tetap atau bahkan ibu rumah tangga. Dengan perencanaan keuangan yang baik Anda dapat mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Kali ini saya akan membahas cara mengatur keuangan khususnya untuk para karyawan tidak tetap yang bekerja berdasarkan kontrak kerja.

Sebelum masuk ke langkah apa saja yang perlu Anda lakukan, penting untuk mengenal beberapa fakta mengenai pekerjaan sebagai karyawan tidak tetap:

 

#1 Tidak Ada Kepastian Jangka Panjang

Saat ini Anda mungkin sudah diterima bekerja dengan sebuah kontrak kerja untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Jangan lupa bahwa Anda belum menjadi karyawan tetap, karena itu belum ada kepastian karier dalam jangka panjang untuk Anda di perusahaan tersebut.

Konsultasi Bagaimana Cara Mengatur Keuangan bagi Karyawan Kontrak atau Tidak Tetap 04 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Menghasilkan Uang dari Blog?]

 

#2 Penghasilan Lebih Kecil

Umumnya gaji seorang karyawan kontrak tidak akan sama dengan mereka yang sudah menjadi karyawan tetap. Ini adalah hal yang wajar karena tentunya untuk seseorang bisa menjadi karyawan tetap dibutuhkan usaha yang lebih daripada karyawan kontrak. Tetapi penghasilan ini harus dijadikan pertimbangan dalam merencanakan keuangan Anda.

 

#3 Seringkali ‘Dianaktirikan”

Karyawan kontrak biasanya dianggap sebagai junior atau ‘anak baru’ oleh mereka yang sudah menjadi karyawan tetap. Walaupun hal ini tidak selalu terjadi di setiap perusahaan. Hanya saja di sejumlah perusahaan karyawan kontrak biasanya akan merasa ‘dianaktirikan’ oleh mereka yang sudah menjadi karyawan tetap.

 

#4 Sarat Persaingan

Jangan lupa bahwa ketika menjadi karyawan kontrak Anda harus bersaing dengan karyawan kontrak lainnya untuk mendapatkan posisi karyawan tetap. Penting untuk memperhatikan kinerja Anda selama berada dalam masa kontrak kerja di sebuah perusahaan.

 

Merencanakan Keuangan Karyawan Tidak Tetap

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk merencanakan keuangan seorang karyawan tidak tetap atau karyawan kontrak:

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Membuat Bisnis Plan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Anda Perlu Membuat Bisnis Plan]

 

#1 Mengenal Arus Kas Pribadi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenal arus kas pribadi Anda setiap bulannya. Walaupun Anda adalah seorang karyawan yang tidak tetap, tetapi Anda bisa tetap mendapatkan penghasilan yang pasti setiap bulannya. Karena itu tidak terlalu sulit untuk mengatur arus kas Anda setiap bulannya. Cobalah membuat laporan keuangan sederhana yang berisi pemasukan dan pengeluaran Anda setiap bulannya. Untuk memudahkan Anda mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap hari, Anda dapat mencoba menggunakan aplikasi Finansialku.

Aplikasi Finansialku Iklan 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Pastikan Anda mencatat seluruh pengeluaran dengan teliti. Dengan begitu akan semakin mudah mengetahui berapa banyak dana yang dapat Anda investasikan untuk memenuhi tujuan-tujuan keuangan yang diinginkan. Selain itu, mencatat seluruh pengeluaran secara teliti juga dapat membantu Anda untuk mengendalikan pengeluaran. Tanpa disadari Anda akan lebih menahan diri untuk tidak membeli sesuatu yang tidak diperlukan ketika mengetahui berapa tepatnya jumlah uang yang Anda miliki saat ini.

Untuk Dana Pensiun Nanti Pilih Mana Reksa Dana, BPJS Ketenagakerjaan atau DPLK 01 - Finansialku

[Baca Juga: Untuk Dana Pensiun Nanti Pilih Mana: Reksa Dana, BPJS Ketenagakerjaan atau DPLK?]

 

#2 Membuat Perencanaan Keuangan

Setelah mengenali arus kas pribadi Anda setiap bulannya, mulailah membuat perencanaan keuangan yang lengkap. Tentukan tujuan-tujuan keuangan yang ingin Anda capai dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dengan mempertimbangkan berapa besar dana yang dapat diinvestasikan saat ini untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan tersebut.

Namun seperti yang sudah saya sebutkan dalam beberapa pertimbangan sebelumnya, Anda perlu mempertimbangkan bahwa pekerjaan yang Anda miliki saat ini belum tentu akan bertahan untuk jangka panjang. Ketika akan menentukan tujuan-tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang, sebaiknya Anda menetapkan harapan seminimal mungkin. Memang ada kemungkinan Anda bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar jika diangkat menjadi karyawan tetap, tetapi ada juga kemungkinan kontrak kerja tersebut tidak diperpanjang. Secara jangka panjang ada ketidakpastian dalam penghasilan Anda. Karena itu hindari ekspektasi yang terlalu tinggi agar tujuan keuangan benar-benar dapat tercapai sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

 

#3 Evaluasi Perencanaan

Jangan lupa untuk selalu mengevaluasi perencanaan keuangan serta kemajuan investasi Anda setiap tahunnya. Jangan sampai dana yang diinvestasikan sebenarnya tidak mencukupi kebutuhan untuk mencapai tujuan keuangan sesuai jangka waktu yang telah ditentukan. Begitu Anda mendapatkan kepastian mengenai karier dan penghasilan setelah kontrak kerja habis maka Anda harus segera menyesuaikan kembali besarnya dana yang dapat diinvestasikan. Dengan begitu tujuan keuangan yang sebelumnya telah ditentukan tetap dapat tercapai sesuai rencana.

Para HR Terlalu Berisiko Lho Mengadakan Masa Persiapan Pensiun (MPP) dengan Pelatihan Kewirausahaan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Para HR Terlalu Berisiko Lho Mengadakan Masa Persiapan Pensiun (MPP) dengan Pelatihan Kewirausahaan]

 

Beradaptasi dengan Karier

Ketika menjadi seorang karyawan yang tidak tetap, Anda harus siap beradaptasi dengan perkembangan karier. Sebaiknya Anda tidak menetapkan harapan yang terlalu tinggi agar Anda siap menghadapi risiko terburuk sekalipun. Setiap kali ada perubahan pendapatan Anda harus memperhitungkan kembali berapa besar dana yang dapat diinvestasikan. Dengan begitu setiap perencanaan keuangan dapat tetap tercapai sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

 

Apa kesulitan terbesar dalam merencanakan keuangan? Silakan beri komentar dan pendapat Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Asian Employee – https://goo.gl/iE2a3m dan https://goo.gl/JGrkZW

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang