Sobat Finansialku, apakah kamu ingin jadi seorang pebisnis, tapi terkendala modal?

Kamu ada di artikel yang tepat. Simak informasi seputar kredit investasi yang menjadi solusi untuk menggapai keinginanmu jadi seorang pebisnis.

 

Summary:

  • Kredit investasi bisa menjadi alternatif suntikan modal untuk seseorang yang ingin membuka atau mengembangkan bisnis.
  • Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan kredit investasi supaya disetujui pihak bank.
  • Mengajukan kredit investasi berarti menambah utang, Sehingga kedisiplinan medingatur keuangan sangat perlukan.

 

Menjadi Pebisnis: Tekad dan Modal yang Kuat

Sobat Finansialku, saat ini semakin banyak orang yang ingin mendirikan bisnis di berbagai bidang yang menjanjikan. Alasannya pun beragam, entah bosan jadi pegawai, ingin menambah pemasukan bulanan, hingga dorongan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Ketika akan mendirikan bisnis, tidak hanya diperlukan tekad tapi juga modal yang kuat. Seringkali, inilah yang menjadi kendala. Betul?

Kabar baiknya, modal yang digunakan tidak harus dari kantong pribadi, lho. Karena kamu bisa manfaatkan pinjaman berupa kredit.

 

Sekilas Tentang Kredit

Kredit adalah salah satu layanan perbankan atau lembaga keuangan lain yang sering diincar masyarakat. Kamu bisa menggunakan kredit untuk kebutuhan, keperluan membeli sesuatu dengan jumlah uang yang relatif besar.

Khusus untuk kamu yang berencana mendirikan bisnis dengan modal kredit, maka kredit non-konsumsi bisa menjadi jawaban yang tepat untuk saat ini.

Mengenai kredit non-konsumsi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kredit modal kerja dan kredit investasi. Lalu, apa perbedaan keduanya?

 

#1 Kredit Modal Kerja

Kredit modal kerja adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada debiturnya untuk membiayai kebutuhan modal kerja suatu perusahaan. Jangka waktu kredit ini biasanya dalam jangka pendek.

 

#2 Kredit Investasi

Kredit investasi adalah kredit yang diberikan bank kepada debiturnya untuk membiayai proyek baru atau ekspansi suatu perusahaan.

Jangka waktu kredit ini biasanya dalam jangka menengah dan jangka panjang. Dengan kata lain, jangka waktu kredit investasi lebih panjang daripada kredit modal kerja. Sehingga jika kamu ingin mendirikan bisnis, solusinya yaitu kredit investasi.

Mengenai kedua jenis kredit ini, bisa kamu baca di artikel Perbedaan Kredit Modal Kerja dengan Kredit Investasi.

 

Pengertian Kredit Investasi

Kredit investasi adalah utang yang diberikan kepada nasabah untuk membantu usahanya, dimana nasabah tersebut dapat melunasi utang bersangkutan dalam jangka waktu menengah hingga panjang.

Tenor yang ditawarkan setiap bank berbeda-beda. Umumnya, bank di Indonesia memberikan waktu cicilan mulai dari 10-15 tahun.

Jika ternyata belum mampu melunasi hingga tenor yang ditetapkan, biasanya akan ada  masa tenggang pelunasan maksimal 4 tahun.

Selain tenor yang berbeda, suku bunga kredit investasi yang disediakan setiap bank juga berbeda. Secara umum, persentase bunganya berkisar antara 10%-14% per tahun.

Kredit ini dapat digunakan untuk membeli aset yang sesuai dengan jenis usaha. Misalnya, jika bisnis di bidang makanan berskala kecil, kamu bisa meminjam dana ke bank dan membeli mesin sebagai modal usaha.

 

Syarat Pengajuan Kredit Investasi

Sobat Finansialku, kamu mulai tertarik mengajukan kredit investasi? Catat beberapa poin berikut ini yang menjadi syarat pengajuannya:

 

#1 Studi Kelayakan (Feasibility Study)

Studi kelayakan digunakan untuk memberikan proyeksi kepada bank terkait besaran potensi keuntungan yang mampu dihasilkan oleh bisnis atau usaha kita. Studi ini harus berdasarkan riset yang dijalankan oleh tim perbankan yang ada dan hasilnya harus mencerminkan kemampuan melunasi cicilanmu.

 

#2 Kelengkapan Dokumen

Selanjutnya, kamu perlu mempersiapkan dokumen yang dipersyaratkan sebagai bukti usaha. Persyaratan dokumen terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

 

Perorangan

  • Mengisi permohonan kredit;
  • KTP / Passport;
  • NPWP;
  • Surat referensi.

 

Perusahaan

  • Mengisi permohonan kredit;
  • KTP/Passport;
  • NPWP;
  • Surat referensi;
  • Akta pendirian dan perubahannya;
  • SIUP, SITU, dan TDP;
  • SK Menteri Kehakiman;
  • SK Domisili;
  • Laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi.

 

#3 Jumlah Pinjaman yang Sebanding Dengan Jaminan/Kemampuan Membayar

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pastikan dana yang kamu pinjam dapat dicicil hingga lunas. Pahami juga limit dana yang boleh dipinjam dari bank penyedia kredit investasi bersangkutan.

 

#4 Tidak Sedang Mengajukan Permohonan di Bank Lain

Tidak disarankan untuk mengajukan pinjaman ke lebih dari satu bank. Karena bank akan mengukur kemampuanmu untuk membayar. Ketika kamu punya tanggungan di bank lain, kemungkinan besar permohonanmu akan ditolak.

 

Cara Pembayaran Kredit Investasi

Setelah mengajukan, kamu pun harus tahu cara pembayarannya. Setidaknya terdapat 3 cara pembayaran kredit investasi yang dapat dijadikan referensi:

 

#1 Term Loan

Pembayaran yang dilakukan secara bertahap atau dengan kata lain berupa cicilan atau angsuran.

 

#2 Term Loan Grace Period (TLG)

Pembayaran yang dilakukan dengan cara membayar bunganya saja. Sementara untuk pokok kreditnya mulai dibayarkan ketika sudah memasuki Grace Period.

 

#3 Term Loan Principal (TLP)

Pembayaran berupa cicilan dimana jumlah setiap bulannya selalu sama. Lalu untuk besaran bunganya ditetapkan berdasarkan besaran outstanding.

[Baca Juga: Lebih Baik Ambil Utang Melalui KTA atau Kartu Kredit?]

 

Jika kamu bingung mempertimbangkan pengajuan kredit investasi ini, kamu bisa ngobrol bareng saya maupun perencana keuangan Finansialku lainnya dengan cara membuat janji melalui whatsapp ke nomor 0851 5866 2940.

Banner Konsultasi WA

 

Simulasi Kredit Investasi

Sobat Finansialku supaya lebih jelas mengenai kredit investasi ini. Berikut contoh simulasi dan perhitungannya.

Misalnya kamu mengajukan kredit investasi sebesar Rp 100 juta selama 120 bulan pada bank swasta nasional. Dengan bunga sebesar 8,55%. Maka, cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah:

Besaran pinjaman dibagi jangka waktu:

Rp100 juta/120 bulan = Rp 833.333

Bunga yang harus dibayarkan tiap bulan:

Rp100 juta x 8,55% = Rp 8.550.000 /12 bulan = Rp 712.500

Angsuran setiap bulannya:

Rp 833.333 + Rp 712.500 = Rp 1.545.833

 

Tips dan Trik Pengajuan Kredit Investasi

Apakah kamu sudah paham tentang kredit investasi?

Mengakhiri pembahasan ini, saya ingin membagikan tips dan trik dalam proses pengajuan kredit investasi, diantaranya:

 

#1 Tentukan Tujuan Pinjaman

Sebelum mengajukan kredit investasi, pastikan kamu punya tujuan yang jelas, rinci, dan dapat dipahami oleh pihak bank. Tujuannya agar bank bisa menghitung kebutuhan kredit yang sesungguhnya.

 

#2 Studi Kelayakan (Feasibility Study)

Selain memberikan tingkat kelayakan kepada bank, kamu bisa lebih dulu menghitung seberapa besar kemampuan untuk membayar cicilan hingga waktu pelunasan tiba.

 

#3 Limit Kredit

Jika kamu sudah menentukan bank yang akan dipilih untuk pengajuan kredit ini, maka ketahui limit kredit yang ditetapkannya. Kalau ternyata melebihi limit, kamu pun harus menyesuaikannya.

 

#4 Bandingkan Bank Satu dengan Bank Lainnya

Tidak ada salahnya mencari perbandingan antara bank satu dengan yang lainnya. Pastikan kamu tidak salah memilih bank, ya!

Ketepatan memilih bank penyedia kredit investasi akan menguntungkan nasabah. Mulai dari suku bunga yang rendah hingga fleksibilitas pembayaran pinjaman.

 

#5 Timeline Pembayaran

Jika sudah melakukan beberapa poin di atas, kamu akan dapat gambaran timeline pembayaran cicilan bersama pihak bank. Hal ini diperlukan agar proses cicilan tidak menyimpang dari rencana dan tujuan yang dimiliki.

 

#6 Risiko

Terakhir, perhatikan potensi risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Pastikan kamu telah menyiapkan solusi untuk setiap risiko yang akan dihadapi, termasuk kepemilikan terhadap asuransi jiwa, ya!

 

Ayo, Wujudkan Mimpimu Jadi Pebisnis!

Sobat Finansialku, itulah informasi seputar kredit investasi yang perlu dipahami apabila kamu berencana mengajukan pinjaman untuk bisnis atau usaha yang dimiliki.

Kredit investasi bisa menjadi alternatif untuk membangun atau melebarkan sayap bisnismu. Meski berutang, mengatur keuangan dengan bijak tetap diperlukan.

Kamu bisa cek dan atur pengeluaranmu secara teratur di menu Catatan Keuangan pada Aplikasi Finansialku.

Jika ada kendala seputar keuangan, kamu juga bisa konsultasi dengan perencana keuangan Finansialku melalui aplikasi tersebut. Salam semangat!

 

Semoga informasi yang disampaikan kali ini bermanfaat, ya!

Jangan lupa bagikan artikel kepada rekan, saudara atau teman terdekat kamu supaya mereka bisa memahami kredit investasi dan juga melebarkan bisnis mereka.

 

Editor: Ismyuli Tri Retno

Sumber Referensi:

  • Prospeku. 10 Desember 2021. Mengenal Apa itu Kredit Investasi, Bunga dan Cara Pengajuan – https://bit.ly/3JGW0ih
  • Gina Valerina. 08 Agustus 2021. Kredit Investasi, Apa dan Bagaimana Cara Pengajuannya. Koinworks – https://bit.ly/3HZMSEX
  • Niko Ramadhani. 02 Oktober 2018. 5 Syarat dan Pengertian Kredit Investasi!. Akseleran – https://bit.ly/3sT5MXE
  • Yodie Hardiyan. 10 Februari 2021. Memahami Perbedaan Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja 2021. Big Alpha – https://bit.ly/3I4zMGk