Apakah Anda mengetahui tentang kredit Pendidikan? Apa saja sih curhatan milenial terhadap kredit biaya kuliah ini?

Biaya pendidikan tinggi memang masih menjadi sebuah beban dikarenakan biayanya dari tahun ke tahun semakin tinggi.

Dengan kemunculan kredit Pendidikan diharapkan mampu membantu masyarakat untuk menikmati Pendidikan tinggi. Benarkah begitu? Lalu, apa kata curhatan milenial terhadap kredit biaya kuliah?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Kredit Pendidikan

Jika Anda sering membaca tentang kredit Pendidikan pasti banyak sekali yang mereferensi kredit Pendidikan di Amerika Serikat. Ya betul, di Amerika Serikat sendiri kredit Pendidikan ini dinamakan student loan.

Tidak jarang kita menemukan informasi mengenai student loan jika kita sedang browsing mengenai pinjaman pendidikan.

Tidak jarang juga menemukan artikel bahwa student loan ini memiliki dampak yang luar biasa terhadap mahasiswa yang sudah lulus.

Kredit Pendidikan Begini Curhat Milenial Terhadap Kredit Biaya Kuliah 02 Dana Pendidikan 2 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Terlambat Lagi! Begini Cara Menyiapkan Dana Pendidikan di Awal Tahun]

 

Alih-alih ingin menikmati gaji pertama, malah kebanyakan mahasiswa yang mengandalkan student loan untuk biaya pendidikannya ini dipusingkan untuk membayar pinjaman biaya pendidikannya saat mulai kerja.

Memang di satu sisi, student loan ini bisa menjadi penyelamat, apalagi ketika Anda ingin melanjutkan sekolah Anda ke tingkat yang lebih tinggi tetapi tidak memiliki dananya.

Tetapi, jika Anda sesudah lulus ternyata gaji Anda tidak mampu membayar student loan atau kredit Pendidikan ini.

Malah akan menjadi beban untuk Anda, belum lagi kalau ternyata setelah lulus Anda masih harus menganggur terlebih dahulu.

Iklan Banner Perencanaan Dana Kuliah Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Pinjaman dana untuk biaya kuliah ini sendiri, di Indonesia, baru sebatas untuk mahasiswa S2 dan S3. Perbankan diminta menerapkan bunga rendah dalam program kredit Pendidikan tersebut.

Desakan pemberian bunga rendah ini berdasarkan peraturan yang disebutkan bahwa pemerintah seharusnya memberikan kredit tanpa bunga untuk biaya Pendidikan.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, mengatakan bahwa dalam UU No 12/2012 pasal 76 menjelaskan bahwa:

“Pinjaman dana tanpa bunga adalah pinjaman yang diterima oleh mahasiswa tanpa bunga untuk mengikuti dan atau menyelesaikan Pendidikan tinggi dengan kewajiban membayar kembali setelah lulus dan mendapatkan pendapatan yang cukup.”

 

Oleh karena itu, Mohammad Nasir menyampaikan permintaannya kepada perbankan agar dapat memberikan pinjaman dengan bunga yang rendah.

Jika memang terpaksa, pinjaman ini diberikan dengan bunga, maka diusulkan kepada Menteri koordinator (menko) perekonomian agar suku bunga yang dikenakan sesuai dengan economy growth, sekitar 0,42% hingga 0,45% flat.

Dengan rendahnya bunga ini, diharapkan supaya mahasiswa kita ini siap menghadapi bonus demografi dan juga supaya angkatan kerja kita bisa mendapat Pendidikan yang lebih baik, ujar Mohammad Nasir.

Menristekdikti sendiri mengapresiasi langkah cepat Bank BRI yang sudah meluncurkan kredit Pendidikan meski program ini baru digagas oleh Presiden Joko Widodo pekan lalu.

Mohammad Nasir berharap akan semakin banyak perbankan yang memberikan pinjaman kepada mahasiswa.

Selain itu, pinjaman ini akan menjadi suatu harapan baru untuk meningkatkan kualitas sumber daya Indonesia dalam menghadapi sustainability development goals.

Presiden Jokowi sendiri telah memberikan mandat langsung kepada menko perekonomian untuk segera membuat pedoman pinjaman lunak bagi mahasiswa kepada kalangan perbankan.

Nasir pun mengakui memang pasti akan ada potensi kredit macet dari suatu program kredit perbankan. Karena itu, pihaknya selalu menyampaikan pinjaman yang low risk-high return bagi bank.

Menristek-Dikti mengaku optimistis dengan peluncuran pertama program kredit biaya kuliah ini, karena kredit menyasar mahasiswa S2 dan S3, sebab untuk mahasiswa S1 masih memiliki risiko yang tinggi terhadap produk pinjaman.

Iklan Banner Perencanaan Dana Kuliah Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Bagaimana Tanggapan Para Milenial Terhadap Kredit Pendidikan ?

Pemerintah menyambut kredit biaya Pendidikan ini dengan sambutan hangat dengan harapan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menikmati Pendidikan tinggi.

Dengan adanya kredit biaya pendidikan ini, lalu bagaimana tanggapan dari para milenial sendiri sebagai konsumen yang akan menggunakannya?

 

#1 Kredit Biaya Pendidikan Berpotensi Disalahgunakan

Dengan kemudahan akses untuk meminjam uang ke bank dengan alasan untuk biaya Pendidikan dan dengan bunga yang kecil ini, membuat kemungkinan kredit biaya Pendidikan ini memiliki potensi untuk disalahgunakan.

Beli Kue di China Pakai Cicilan Kartu Kredit 3 Tahun Begini Perilaku Milenial Di Sana 02 Generasi Milenial - Finansialku

[Baca Juga: Moms, Dana Pendidikan Itu Penting, Tapi Jangan Boros Dengan 5 Hal Berikut Ya!]

 

Mahasiswi Universitas Negeri Malang, Serli Evidiasari, berpendapat bahwa kredit Pendidikan ini bisa disalahgunakan, ia mengatakan:

“Kalau bagi yang mampu sih ga ada pengaruh sama sekali, malah ada kemungkinan yang mampu pakai sistem kredit itu jadi lahan buat pinjam duit lain-lain.”

 

Ya memang, kemungkinan kredit biaya Pendidikan disalahgunakan ini perlu dikaji lagi oleh pemerintah dan perbankan. Supaya nantinya penggunaan kredit Pendidikan ini menjadi tepat guna.

 

#2 Kredit Pendidikan Untuk Melatih Tanggung Jawab Mahasiswa

Pembebanan kredit ini tentu saja menjadi tanggung jawab yang baru bagi mahasiswa. Sinungharjo, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengatakan:

“Mungkin pemerintah mulai keras ya sebar-sebar beasiswa agak menguras kas negara? Jadi sekarang dipinjami, bukan diberikan.”

 

Sinungharjo mengatakan bahwa dia cenderung setuju dengan program kredit Pendidikan, karena mahasiswa diwajibkan untuk mengembalikan apa yang dipinjam. Sinungharjo mengatakan:

“Ya kayak pinjam buku di perpustakaan gitu lah. Selama ini beasiswa kaya diberi aja, kita gak secara terang-terangan mampu ‘mengembalikan’ apa yang kita pinjam.”

Iklan Banner Perencanaan Dana Kuliah Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#3 Kredit Pendidikan Dinilai Tidak Efektif

Seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran, Gimnastiar Darmawan berpendapat bahwa program kredit Pendidikan tidak efektif, apalagi jika harus dikembalikan.

Akan lebih baik, jika uang tersebut digunakan untuk memodali anak-anak terpilih di tempat terpencil untuk mengakses Pendidikan dan menjadi orang yang bermanfaat di tempat tinggalnya.

Gimnastiar pun menambahkan:

“Mengingat banyak saya lihat anak-anak kampus yang kalau dapat duit beasiswa malah dipakai belanja di luar konteks studi mereka alias hedon.”

 

#4 Kredit Pendidikan dianggap Menambah Beban Pemerintah

Seorang alumni Universitas Indonesia, Ardesita mengatakan bahwa program kredit Pendidikan mengesankan betapa susahnya rakyat kurang mampu untuk memenuhi hak pendidikannya. Ardesita menjelaskan:

“Sepertinya rakyat Indonesia semakin terbebani dan ini pun tidak efektif. Mungkin yang berani ngutang bukan yang kurang mampu tapi kelas menengah ke atas.”

 

Namun di sisi lain, hal ini juga akan menambah beban pemerintah jika tanpa ada jaminan tersendiri pada kredit ini. Apalagi, Pendidikan tinggi juga sebenarnya belum tentu menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan.

Ardesita pun menambahkan:

“Dengan Pendidikan tinggi tapi gak ada effort untuk bekerja ya sama saja.”

 

#5 Kredit Pendidikan Seperti Dua Sisi Mata Uang

Menurut Rizki Maretia Barus, seorang mahasiswi Kasetsart University Thailand mengatakan bahwa:

“Ini ibarat dua sisi mata uang. Tergantung dari sang pengaju kreditnya. Kalau dia dari kelas menengah, ya mungkin bisa lunas tepat waktu. Tapi kalau kelas bawah, mungkin agak berat.”

 

Selain meraup keuntungan, lanjut Tia, kredit Pendidikan ini juga bertujuan agar setiap anak bisa meraih Pendidikan lebih tinggi. Ia mengatakan:

“Sisi lain, ya biaya makin berat karena beban bunga. Kan Pendidikan ialah hak segala bangsa di pembukaan UUD.”

 

Tentunya selain kredit pendidikan ini masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menanggapi dana pendidikan.

Anda dapat membaca ebook di bawah ini secara gratis untuk mengantisipasi kesalahan fatal yang membuat anak terancam tidak dapat sekolah hingga kuliah serta solusi yang dapat Anda lakukan.

Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Download ebook-nya, GRATIS!!!

Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup

Download Sekarang

 

Yuk Rencanakan Biaya Pendidikan Mulai Dari Sekarang

Kredit Pendidikan ini memang disambut hangat oleh pemerintah dan masyarakat, namun kita harus sudah mengetahui keuntungan dan kerugian dari kredit Pendidikan ini.

Jika Anda tidak ingin terlilit utang untuk Pendidikan, maka akan lebih baik jika Anda mulai merencanakan dana Pendidikan sebelum anak Anda sekolah.

Jangan sampai, saat waktu sekolah datang, anak Anda harus tertunda sekolahnya karena Anda belum mempersiapkan dananya.

Anda bisa mempersiapkan biaya Pendidikan dengan bantuan aplikasi finansialku. Anda cukup download Aplikasi Finansialku dengan cara klik link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Setelah membaca artikel ini, saya yakin Anda telah mengetahui curhat milenial terhadap biaya kuliah.

Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara Anda yang belum mengetahui curhat milenial terhadap biaya kuliah. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 12 April 2018. Begini Tanggapan Millenial Soal Program Kredit Pendidikan. Idntimes.com – https://goo.gl/e4vRTT
  • Neneng Zubaidah. 22 Maret 2018. Kredit Pendidikan, Mahasiswa Mulai Bisa Pinjam Biaya Kuliah. Okezone.com – https://goo.gl/9GK6A1

 

Sumber Gambar:

  • Dana Pendidikan – https://goo.gl/DGGYCx
  • Dana Pendidikan 2 – https://goo.gl/z2dQWx