Selain kemampuan menganalisis, ternyata psikologi trading juga penting dilakukan bagi seorang trader.

Lantas, bagaimana cara mengelolanya?

 

Summary

  • Terdapat 3 Key Points yang harus dimiliki oleh trader, yaitu: Kemampuan Analisis, Money Management, dan Psikologi Trading.
  • Perkiraan persentase kesuksesan trading berdasarkan key point: kemampuan analisis  10%, money management 40%, dan psikologi trading 50%.
  • Profil Risiko (Risk Profile) adalah seluruh risiko yang diperlukan (Risk Required) + Toleransi Risiko (Risk Tolerance) + Kapasitas Risiko (Risk Capacity).

 

Key Points dalam Trading

Ketika memulai berinvestasi, pertimbangan awal yang harus kita pikirkan adalah mengenai risiko dari setiap instrumen investasi yang akan kita pilih.

Setiap produk investasi pasti ada tolak ukur untuk melihat potensi risiko yang dapat kita ketahui dan harus pahami sebagai investor. Namun, dalam trading akan sangat berbeda. Setiap trader memiliki toleransi risiko yang berbeda.

Permasalahan yang selalu dihadapi oleh seorang trader adalah jika mereka terlalu yakin dengan posisi mereka saat ini yang terkadang membutakan dan membuat salah mengambil keputusan.

Jika kita ingin tetap sehat terutama secara mental, yang harus kita lakukan adalah memiliki trading plan kita sendiri.

Ketidakmampuan kita dalam mengelola risiko akan menjadi perangkap terbesar dalam trading. Begitu banyak trader pemula yang sangat dengan mudahnya mengambil profit yang kecil dan membiarkan loss yang semakin dalam dan menunggu sampai kembali profit.

Pada kenyataanya, bisa saja semakin dalam kerugian yang dimiliki dan sudah sulit untuk mengembalikan keadaan.

[Baca Juga: Simak Strategi Trading Otomatis dengan MQL5]

Berikut ini Key Points yang harus dimiliki dalam melakukan trading adalah:

  1. Kemampuan Analisis
  2. Money Management
  3. Psikologi Trading

 

Ketika memulai trading, banyak yang hanya fokus untuk mendalami bagaimana cara analisis seorang expert agar selalu konsisten mendapatkan profit, padahal nyatanya tidak selalu hasil analisis itu benar.

Tapi, memang wajib untuk kita menganalisis chart, pattern, volume, candle stick dan lain-lain di awal kita memulai trading.

Money management adalah hal kedua yang harus diperhatikan. Psikologi kita akan terganggu jika money management tidak sesuai.

Pastikan Anda mengetahui persentase alokasi portfolio yang boleh digunakan untuk melakukan trading dan memiliki trading plan yang benar. Sehingga, sebagai seorang trader kita masih mampu tidur pulas dan tidak menjadi pemarah saat portfolio sedang minus.

[Baca juga: Money Management, Lakukan Ini Sebelum dan Setelah Investasi]

 

Pentingnya Psikologi Trading

Jika saya memberikan sebuah persentase kesuksesan trading secara ideal dalam ketiga poin yang sudah disampaikan di atas, kemampuan analisis  mungkin akan membantu sebesar 10%, money management 40%, dan psikologi trading 50%.

Mengapa psikologi berpengaruh tinggi?

Karena, setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda dan tujuan keuangan yang berbeda. Jika kita terjatuh dan terluka, besar kemungkinan kita dapat melihat proses healing yang terjadi sampai luka menutup dan hilang rasa sakit itu.

Akan tetapi jika ada luka dalam psikologi kita, luka tersebut tidak terlihat dan kita tidak tahu apakah kita sudah sembuh dan berdamai dengan kondisi saat ini atau belum.

tradeciety

 

Berdasarkan statistik yang dilakukan oleh Tradeciety, setiap trader pasti ingin kaya secara instan, tapi nyatanya banyak yang tidak bisa konsisten dan 80% trader tidak melanjutkan di tahun ke 2.

Hanya 7% trader yang masih bertahan sampai 5 tahun, akan tetapi kurang dari 1% trader yang bisa konsisten mendapatkan profit.

[Baca Juga: Forex Rebate, Bonus yang Tetap Diterima Meski Loss Trading]

 

Kenapa ini bisa terjadi?

Semua kembali ke faktor psikologi trading. Ketidakpedulian dan keserakahan karena tidak memiliki sistem trading yang baik membuat orang melakukan trading dengan mengedepankan faktor emosi mereka.

Contohnya, overposition dan tidak mau melakukan cut loss. Overposition yang menyebabkan loss besar dan karena tidak melakukan cut loss bisa memberikan unlimited loss.

Baik dalam investasi ataupun trading, fokus utamanya bukan hanya seberapa banyak profit yang kita dapat, tapi seberapa banyak uang yang tidak hilang.

Jadi, bagaimana agar kita dapat mengatur psikologi trading kita? Caranya, pahami profil risiko yang dimiliki. Risk Profile adalah penggabungan dari:

Risiko yang Diperlukan (Risk Required) + Toleransi Risiko (Risk Tolerance) + Kapasitas Risiko (Risk Capacity) = Profil Risiko (Risk Profile)

 

Produk investasi dibuat berdasarkan profil risiko seorang investor. Jika kita urutkan dari profil risiko konservatif sampai agresif, urutannya adalah: Deposito, Obligasi, Reksa dana, dan Saham.

Jika kita fokus trading dalam produk, investasi saham pun ada juga pengelompokan risiko dari konservatif sampai agresif. Kita mulai dari Bluechips atau Big Caps LQ45 + IDX 30, medium caps, dan small caps.

Sekarang, Anda sebagai investor sudah mengetahui mengapa profil risiko begitu penting untuk diketahui agar posisi Anda saat trading tidak membuat stress yang berlebih.

Bagian paling penting dalam membuat trading plan adalah mengetahui batasan stop loss dan trade sizing. Penting untuk memiliki sebuah sistem trading yang diterapkan secara disiplin.

Bagaimana jika Anda sudah melakukan trading dan sekarang terjerembab dalam kerugian yang sangat besar? Apa yang hilang? Tentu saja modal, tetapi modal dapat kita kover dalam beberapa waktu jika Anda masih memiliki pemasukan dan jumlah alokasi portfolio trading Anda tidaklah besar.

Akan tetapi, ada faktor psikologi yang terganggu yaitu hilangnya kepercayaan diri kita sebagai trader.

Ketika kita sudah kalah dengan jumlah portfolio yang besar, anggap saja sudah hilang lebih dari 30% dari total portfolio, hal yang harus kita lakukan adalah tingkatkan profil risiko kita dan lakukan trading dengan jumlah sedikit.

Fokus kita untuk mengembalikan kepercayaan diri kita terlebih dahulu agar tetap rasional dalam mengambil keputusan, mulai secara perlahan kembali, dan berhenti sejenak jika mengalami kerugian beruntun.

[Baca Juga: Mengetahui Pola Chart Pattern dan Kegunaannya dalam Trading]

 

Banyak yang sudah kalah dan menerapkan sistem “balas dendam” dan berujung kehilangan lebih besar dari yang sebelumnya. Karena mengedepankan emosi bukan logika, jadi mereka cenderung melakukan spekulasi bukan trading.

Jadi, bukan lagi menentukan mau beli seperti apa, tidak mementingkan risk and reward ratio, tidak mengetahui posisi untuk cut loss dan tidak tahu kapan mau taking profit.

Lalu, bagaimana caranya agar Anda dapat mengevaluasi perjalanan Anda sebagai seorang trader agar tetap waras secara psikologi?

Sama seperti melakukan perencanaan keuangan, kita harus melakukan jurnal rutin untuk mencatat bagaimana perasaan kita dalam trading yang dilakukan, review hasil trading yang sudah didapat, dan review portfolio kita secara keseluruhan.

Dalam trading, psikologi trader memiliki peranan sangat besar dan menentukan kesuksesan kita ketika menjalaninya.

Money management adalah benteng awal ketika kita menentukan berapa persentase yang kita masukan agar tidak terlalu over confidence di awal serta menghindari kekalahan besar karena tidak melakukan diversifikasi posisi dalam trading.

Dan terakhir kemampuan menganalisis atau skill trading yang kita miliki menjadi pengetahuan dasar kita agar tetap berfikir rasional menghindari faktor emosi yang bisa mengambil alih trading plan yang telah dibuat.

[Baca Juga: Cara Membaca Candlestick dan Polanya dalam Trading]

 

Jika Anda masih tidak percaya diri dalam ber-trading, saya ajak Anda untuk mengikuti “Traders Lab” Cara Menambah Pemasukan Dalam Waktu 3 Bulan/ Kurang!

Dalam pelatihan ini, Anda akan paham bagaimana cara kerja seorang professional trader dalam meningkatkan potensi keuntungan.

Full day workshop ini akan dipandu oleh professional trader yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia trading. Jadi, kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.

Jika Anda berminat, daftar sekarang juga karena ada diskon 90%. Untuk informasi pendaftaran, Anda bisa klik gambar di bawah ini.

Homepage - Traders Lab - Nov 21 - Desktop

 

Sobat Finansialku, sudah tahu kan mengapa psikologi trading itu sangat penting bagi seorang trader? Semoga informasi di atas bisa Anda praktikkan dalam trading Anda.

Jangan lupa bagikan informasi ini pada rekan-rekan traders lainnya. Terima kasih.

 

Editor: Ratna SH