Tahukah Anda mengapa bank mewajibkan kita (debitur), membeli Asuransi Jiwa KPR? Apa saja keuntungan kita setelah membeli Asuransi Jiwa KPR?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Kredit Pemilikan Rumah dan Risiko yang Mungkin Terjadi

Rumah adalah kebutuhan pokok dan boleh dikategorikan sebagai prioritas utama. Permasalahan klasik adalah biaya rumah yang sangat mahal. Bagaimana cara mendanai pembelian rumah? Salah satu solusinya adalah dengan pembiayaan melalui utang atau kredit. Istilah kerennya dalam perbankan adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Mengapa Kita Wajib Membeli Asuransi Jiwa untuk KPR - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Hal-Hal yang Wajib Diketahui Saat Mengajukan KPR]

 

Sesorang, namanya berutang pasti ada risiko kan? Kira-kira apa saja risiko yang mungkin dihadapi oleh orang yang utang (debitur)?

  1. Kerusakan barang (asset) yang dibeli. Dalam kasus ini kerusakan (kebakaran, kerusakan karena adanya kerusuhan) atau kehilangan rumah.
  2. Terjadinya kondisi-kondisi yang menyebabkan kita (debitur) tidak dapat membayar utang KPR.

 

Dalam ilmu perencanaan keuangan, dikenal istilah “Mengelola Risiko” atau “Risk Management”. Jika dilihat dua risiko tersebut memang jarang terjadi (low frequency), tetapi jika terjadi dampaknya akan sangat besar (high severity). Oleh sebab itu solusinya adalah memindahkan risiko (risk transfer) ke perusahaan asuransi.

[Baca Juga: Cara Mengelola Risiko dalam Perencanaan Keuangan]

 

Apa Akibatnya Jika Kita Tidak Melunasi KPR?

Pertanyaan berikutnya, misal nasabah yang mengajukan KPR (debitur) mengalami sakit keras dan tidak dapat membayar KPR. Apakah Bank akan memaklumi dan memberikan kemudahan kepada debitur?

Jawabannya tentu saja tidak, karena semua kewajiban dan hak sudah tertuang dalam akad kredit (perjanjian kredit). Sebagai nasabah yang mengajukan KPR (debitur), kita perlu menjalankan kewajiban kita. Jika sampai kesulitan untuk membayar KPR, Bank akan berusaha mencari solusi melalui mediasi.

 

[Baca Juga: Istilah-Istilah Kredit yang Perlu Diketahui]

 

Kondisi paling jelek, jika seseorang tidak dapat melunasi KPR adalah:

  1. Nama orang tersebut akan masuk ke dalam daftar hitam (black list) Bank Indonesia. Hal ini berurusan dengan kredibilitas Anda. Kedepannya Anda akan sulit untuk mendapat pembiayaan dari bank manapun.
  2. Kedua, rumah atau agunan dapat disita oleh bank.

 

Keuntungan Kita, Jika Membeli Asuransi Jiwa KPR

Sekarang kita diskusikan apa saja keuntungan seseorang, jika membeli Asuransi Jiwa KPR? Keuntungan utama adalah jika terjadi sesuatu dengan orang tersebut (meninggal dunia), maka perusahaan asuransi  jiwa akan melunasi utang KPR tersebut. Singkat kata: Orang tersebut tidak mewarisi utang, tetapi mewarisi rumah (yang sudah lunas).

[Baca Juga: Bagaimana Caranya Agar Tidak Mewarisi Utang]

 

Selain itu apakah ada keuntungan lain, jika seseorang membeli Asuransi Jiwa KPR? Tentu saja ada, tetapi Anda harus membeli asuransi tambahan. Perusahaan asuransi umumnya akan menawarkan asuransi tambahan yaitu pembayaran cicilan KPR, jika nasabahnya sakit keras.

Ow ya berbicara mengenai Asuransi Jiwa KPR, Anda perlu memperhatikan jenis asuransi jiwa yang Anda beli. Ingat pesan Finansialku:

Jangan pilih asuransi yang paling murah. Belilah asuransi yang benar-benar Anda butuhkan.

 

Contoh beberapa penawaran saat Anda akan membeli Asuransi Jiwa KPR:

  1. Fitur pengembalian premi jika tidak terjadi klaim. Fitur asuransi ini memang tampak menarik, tetapi premi yang harus dibayarkan bias lebih mahal.
  2. Jika ada menggunakan kredit join income (menggabungkan pendapatan Anda dan pasangan), cek pilihan first to die atau the last survivor. Opsi first to die biasanya lebih preminya mahal dibandingkan opsi the last survivor.
  3. Jarang ada bank yang menawarkan polis unitlink untuk asuransi jiwa KPR. Ingat ya 2 risiko saat mengajukan KPR (baca penjelasan di atas). Anda membeli asuransi jiwa KPR dan asuransi rumah BUKAN untuk INVESTASI.

 

[Baca Juga: Jangan Remehin Asuransi Jiwa KPR Rumah]

 

Sebagai catatan:

  • Opsi First to die: perusahaan asuransi jiwa akan melunasi utang KPR, jika salah satu debitur atau pasangan meninggal dunia.
  • Opsi The last survivor adalah perusahaan asuransi jiwa akan melunasi utang KPR, jika kedua debitur meninggal dunia.

 

[Baca Juga: Kenapa Saya Perlu Membeli Asuransi Jiwa?]

 

Kebanyakan orang akan bertanya: “Pak mana yang lebih bagus?” Sebenarnya pertanyaan yang lebih tepat adalah: “Pak mana yang lebih cocok untuk saya?” Jawabannya:

  • Jika Anda dan pasangan percaya diri, mampu membiayai KPR tanpa bantuan pasangan ya pilihlah The Last Survivor.
  • Sebaliknya jika Anda dan pasangan ragu dapat membayar cicilan rumah tanpa bantuan pasangan, pilihlah First to Die.

 

Selain Asuransi Jiwa, Apakah ada Asuransi Lainnya?

Selain membeli asuransi jiwa KPR, Anda juga perlu memperhatikan asuransi rumah. Anda perlu mengasuransikan rumah dari risiko kerusakan. Di Indonesia kejadian yang mungkin terjadi adalah: kebakaran, kebanjiran atau bencana alam lainnya. Asuransi rumah adalah solusi untuk membiayai kerugian secara finansial, jika terjadi hal-hal tersebut.

[Baca Juga: 5 Tips Memilih Asuransi Rumah yang Bagus]

 

Jangan Remehin Risiko, Lakukan Antisipasi!

Setiap bank akan mewajibkan debitur KPR (nasabah yang mengajukan KPR) untuk membeli polis asuransi jiwa KPR dan asuransi rumah. Hal tersebut adalah hal yang sangat wajar, karena bank juga dituntut untuk mengelola risiko. Anda tidak perlu bingung atau repot mencari perusahaan asuransi, karena bank sudah memiliki rekanan perusahaan asuransi jiwa dan asuransi rumah. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah: Belilah produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Apakah Anda pernah memperhatikan biaya asuransi jiwa KPR dan asuransi rumah yang harus dibayarkan saat mengajukan KPR?

 

Sumber Gambar:

  • Mortgage Insurance – http://goo.gl/BDc7wa

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku