Sobat Finansialku… kepoin yuk apa itu yield farming, katanya sih cara baru hasilkan cuan. Simak selengkapnya yah… Finansialku akan bahas.

 

Summary:

  • Yield farming adalah suatu cara untuk memperoleh reward dari aset kripto. Yield farming memiliki nama lain yaitu liquidity mining yang berarti penambangan likuiditas.
  • Bisa jadi cara untuk cari cuan, tetapi tetap memiliki risiko. Risikonya adalah bug yang memungkinkan dana user hilang. 

 

Pengertian Yield Farming

Apa itu yield farming?

Apa saja keuntungan yang bisa diperoleh? Di bawah ini Finansialku siapkan bahan mengenai yield farming.

Pengertian yield farming adalah suatu cara untuk memperoleh reward dari aset kripto. Yield farming memiliki nama lain yaitu liquidity mining yang berarti penambangan likuiditas.

Pada saat Liquidity Provider berjalan sebagai user yang menempatkan aset kripto miliknya ke Liquidity Pools, maka liquidity mining ini baru akan bekerja. Liquidity Providers bertindak sebagai pemberi pinjaman kripto kepada user lain. 

 

Hal Penting Tentang Yield Farming

Saat kripto memasuki Liquidity Pools maka user yang memberikan pinjaman akan mendapatkan reward atau hadiah.

Biasanya jumlahnya sesuai dengan jumlah kripto yang dipinjamkan kepada user lain dan lebih lanjut lagi akan dijelaskan pada informasi berikut ini. 

 

Informasi Awal

Token ERC-20 pada jaringan Ethereum biasanya digunakan untuk melakukan liquidity mining.

Keuntungan bunga yang diberi dari hasil meminjamkan kripto dapat berupa token ERC-20 ini.

Sobat Finansialku baca juga, artikel terkait berikut, Mengenal Internal Liquidity dan Operating Perfomance Dalam Laporan Keuangan

 

Hubung Yield Farming dengan DeFi

DeFi atau Decentralized Finance adalah sistem keuangan desentralisasi. Decentralized Finance sekarang ini semakin berkembang pesat. Dengan perkembangan Decentralized Finance tersebut, muncullah yield farming atau liquidity mining. 

DeFi menawarkan kesempatan untuk bisa meminjamkan aset kripto pada user lain dengan mengubah smart contact. Di mana bekerja tanpa perantara asalkan masih selalu terhubung dengan jaringan internet.

Liquidity mining ini membuat para yield farmer dapat memiliki kripto dan mendapatkan keuntungan dari kepemilikan kripto tersebut. Atau bisa juga dikatakan mendapatkan kripto dari kripto yang dimilikinya. Dengan cara menghibahkan kripto tersebut kepada user yang lain.

 

Kenali Cara Kerja Yield Farming

Liquidity Providers bekerja sebagai aset pemilik kripto yang mengumpulkan dana miliknya ke Liquidity Pools. Liquidity Pools tersebut juga berfungsi sebagai pasar atau tempat bagi user untuk melakukan aset kripto kepada user lain.

Selain itu Liquidity Pools juga menjadi tempat untuk menukarkan aset kripto kepada token ERC-20. User tersebut akan dikenakan tagihan biaya yang memiliki jumlah tertentu.

Tagihan biaya tersebut akan diberikan pada penyedia likuiditas. Jumlahnya sesuai dengan bagian yang diberikan kepada Liquidity Pools. Distribusi token baru yang telah masuk ke dalam protokol akan membantu liquidity Pools mendapatkan perputaran dana.

Semakin banyak token yang masuk dalam protokol, maka Liquidity Pools akan semakin kaya raya. Hal tersebut juga akan sangat menguntungkan bagi semua pihak.

 

Penyimpanan Dana 

Penyimpan dana yang diperoleh dari masuknya token ke dalam protokol biasanya kan di simpan dalam rupa stablecoin. Stablecoin tersebut dipatok dengan USD, misalnya saja seperti USDC, BUSD, DAI, dan lainnya.

Misalnya Anda mempunyai ETH lalu masuk ke dalam protokol Coumpond, maka TEH tersebut kan berubah menjadi cETH yang telah dipatok USD. Untuk DAI pun akan melalui proses yang sama dengan USD dan akan berubah menjadi cDAI.

Selain itu koin-koin tersebut juga bisa berpindah dan mampu mencetak koin baru yang dapat mewakili koin itu.

 

Apa Saja Keuntungan Yield Farming?

ROI atau Return of Invesment dapat diperoleh oleh investor jauh lebih besar dengan menggunakan strategi liquidity mining. Apalagi investor yang telah melakukannya sejak awal peluncuran, pasti akan berpeluang mendapatkan profit yang lebih besar.

Sejumlah platform Liquidity Pools akan mengambil dan menghibahkan sebagian aset kripto milik Anda untuk menjaga perputaran dana agar tetap stabil dan meningkat. Peminjaman ini dilakukan secara otomatis dengan platform lainnya.

 

Risiko yang Ditimbulkan Yield Farming

Risiko yang ada pada liquidity mining terletak pada kontraknya. DeFi dikembangkan oleh pengembang dengan dana yang minim, sehingga peluang munculnya bug pada pemrograman smart komputer bisa meningkat.

Ketika perubahaan audit melakukan pengecekan, maka biasanya akan ditemukan bug. Hal tersebut bisa mengancam dana user yang sudah terkunci dalam protokol bisa hilang.

Selain itu ekosistem DeFi yang bergantung pada penyusunnya, membuat protokol mudah error kapan saja. Jika ada satu blog penyusun yang error, maka seluruh ekosistem jaringan akan mengalami kerusakan.

Lebih parahnya lagi hal tersebut menimbulkan kerugian bagi para user yang telah memberikan pinjaman dan return yang akan didapatkan.

Sobat Finansialku, bila Anda ingin belajar dengan cara yang praktis, Finansialku telah menyediakan cara tersebut, yaitu dengan mendengarkan audiobook berikut.

Anda bisa belajar banyak hal hanya dengan mendengarkan. Contohnya belajar investasi, dengan mendengar audiobook berikut:

Selamat mendengarkan.

banner -mudah cara memilih reksa dana yang tepat

 

Perhitungan Return Liquidity Mining

Hasil dari Return Liquidity Mining biasanya kan dihitung secara tahunan. Jenis matriks yang biasa digunakan adalah matriks Annual Precentage Rate dan Annual Precentage Yield

Ke dua jenis matriks tersebut memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut ada di penggabungan token. Annual Precentage Rate menghitung nilai dari coumplouding token, sedangkan Annual Precentage Yield tidak menghitung hal tersebut. 

Matriks tersebut alangkah baiknya jika dihitung per minggu bahkan per hari. Mengingat hasil perhitungan Annual Precentage Rate dan Annual Precentage Yield tidak bisa diprediksi dengan tepat.

Sehingga jika dilakukan per hari atau per minggu akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan menghitungnya tiap tahun.

 

Bagaimana Cara Melakukannya?

Melakukan liquidity mining atau yield farming, memang hal yang susah-susah gampang. Karena Anda diharuskan memiliki strategi yang matang untuk melakukan hal ini. Anda juga harus meroket dan mencari tahu tentang platform yang menyediakan liquidity mining, token, imbalan yang cocok. 

Memperhatikan risiko dan mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko yang akan terjadi perlu untuk menghindari dampak yang buruk. Hal ini sangat perlu dilakukan, terutama untuk user yang melakukan peminjaman dengan strategi tersebut. 

Waspada pula dengan volatilitas yang seringkali terjadi dalam liquidity mining ini. Sehingga sering membuat Anda untuk mengorbankan aset sebanyak dan sering mungkin untuk mendapatkan bunga dari kegiatan liquidity mining tersebut.

Maka dari itu berhati-hatilah saat melangkah dalam aktivitas liquidity mining tersebut.

 

Gunakan Yield Farming Sesuai Kebutuhan

Yield Farming memang sangat untuk bisa menghasilkan cuan. Namun, Anda juga dituntut untuk selalu bijak menggunakannya. Tidak menggunakan liquidity mining atau yield farming ini sebagai satu-satunya sumber pencarian.

 

Nah Sobat Finansialku, bagaimana? Sudah tahu sekarang tentang yield farming. Apakah Sobat Finansialku tertarik untuk melakukan yield farming? Yuk berikan tanggapan di kolom komentar ya…

 

Editor: Rincani Sinaga

Sumber Referensi: 

  • Werner Vermaak. 2021. What Is Yield Farming?. Coinmarketcap.com – https://bit.ly/3uzqMW7

Sumber Gambar:

  • Cover – https://bit.ly/3GfCpmZ