Apa itu position sizing? Bagaimana menghitung banyaknya lot dalam tiap transaksi yang aman risiko?

Trading merupakan seni mengelola peluang dan risiko. Manajemen risiko bertujuan meminimalisasi risiko dalam bertransaksi dan memaksimalkan profit sehingga portofolio bertumbuh.

Position sizing merupakan strategi dari manajemen risiko yang sangat penting. Simak pembahasan berikut selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Definisi Position Sizing

Banyak yang beranggapan bahwa strategi trading dengan tingkat akurasi tinggi adalah segalanya untuk profit konsisten.

Padahal manajemen risiko adalah faktor yang paling menentukan seseorang antara menjadi trader berprofit konsisten ataupun malah justru rugi konsisten.

Sebagai gambaran, jika Anda memiliki modal US$ 10.000 (setara dengan Rp140 juta, jika kurs Rp14.000) untuk trading forex.

Apakah dalam 1 transaksi akan menggunakan seluruh modal tersebut sekaligus? Atau mungkin US$5.000 (setara dengan Rp70 juta) per transaksi? Atau berapa alokasi modal yang tepat?

Position Sizing Tips Membuat Porsi Trading Anti Ribet nan Profitable 01 - Finansialku

[Baca Juga: Langkah Membuat Trading System yang Sederhana dan Profitable]

 

Banyak yang beranggapan, semakin besar modal yang digunakan maka semakin besar profit yang bisa didapat asalkan akurasi trading system tinggi (anggaplah 80%).

Namun bagaimana jika kebetulan bertepatan dengan porsi 20% nya? Tentu kerugian juga besar bahkan bisa menguras habis modal lho!

Konon menurut para profesional trader, position sizing sangatlah berdekatan dengan “holy grail” alias rahasia sakti nan canggih untuk profit konsisten.

Position sizing adalah strategi untuk menentukan banyaknya alokasi modal per transaksi yang aman dan risiko terkendali.

Supaya tidak bingung dalam menghitungnya, mari kita ulas beberapa hal yang berkaitan saat perhitungan nanti:

 

#1 Nilai Per Pip

Pip merupakan singkatan dari “Price Interest Point” yang merupakan unit satuan dalam mengukur perubahan nilai tukar antara dua mata uang. Pip terkadang ditulis juga pips dalam Bahasa Inggris.

Pip menggambarkan seberapa banyak profit maupun loss yang terjadi.

Untuk menghitungnya membutuhkan 3 hal yaitu pasangan mata uang yang di-trading-kan (sebab beda mata uang beda pula nilainya), satuan dasar mata uang yang digunakan (USD umumnya), jumlah nilai yang di-trading-kan.

Bagi mata uang yang nilainya ditampilkan dalam 4 angka desimal maka satu pip setara dengan nilai 0,0001. Contohnya EUR/USD dari harga 1,1230 naik ke 1,1237, berarti ada kenaikan 7 pips.

Sedangkan bagi mata uang yang nilainya ditampilkan dengan dua angka desimal, satu pip sama dengan nilai 0,01. Misalnya USD/JPY dari harga 100,09 turun ke 100,01, berarti terjadi penurunan 8 pips.

Umumnya seluruh pasangan mata uang terdiri dari 4 desimal, kecuali yang melibatkan JPY.

Contoh perhitungan:

Anda menggunakan mata uang USD dalam akun trading dan melakukan buy pada EUR/GBP senilai 500.000. Jika EUR/GBP bergerak 1 pip, berapa nilainya dalam USD?

EUR/GBP artinya EUR sebagai mata uang utama atau 1 EUR setara dengan berapa banyak GBP. Maka jika Anda melakukan posisi buy senilai 500.000 unit, artinya 1 pip sama dengan 50 GBP.

Sedangkan akun Anda dalam satuan mata uang USD, maka sekarang menghitung nilai 1 pip tersebut dalam USD.

Asumsi GBP/USD = 1,25.

Maka 50 dikali 1,25= US$62,5,

Artinya 1 pips dalam transaksi ini senilai US$62,5.

Contoh perhitungan jika satuan mata uang dasar akun Anda bukanlah USD melainkan SGD:

Seandainya Anda bertransaksi posisi buy terhadap EUR/USD senilai 100.000 unit. Apa yang terjadi jika EUR/USD naik 1 pip? Berapa nilai 1 pip dalam SGD?

Dalam hal pasangan mata uang EUR/USD berarti EUR merupakan mata uang dasar atau 1 EUR bisa mendapatkan sekian jumlah USD. Maka jika nilai EUR/USD setara 100.000 artinya 1 pipnya sama dengan US$10.

Selanjutnya tinggal mengubah USD menjadi SGD yang merupakan dasar mata uang di akun Anda. Jika USD/SGD 1,4 maka SG$10 dikali 1,4 = SG$14.

Artinya 1 pip setara dengan SG$14.

Namun, saat ini banyak juga broker yang menyajikan berbagai pasangan mata uang dalam bentuk lima desimal (tiga desimal untuk JPY). Contohnya EUR/USD 1,13354 atau USD/JPY 100,015.

Nah, dalam kuotasi seperti itu, digit terakhir bukanlah Pips, melainkan Fractional Pips atau Pipettes. Untuk mengukur pergerakan harga, Fractional Pips tidak dihitung sebagai satu Pip utuh, melainkan hanya sepersepuluh Pip (1 Fractional Pip = 1/10 Pip).

 

#2 Alokasi Risiko dalam USD

Artinnya berapa banyak uang yang akan dirisikokan dalam 1 kali transaksi. Biasanya besarannya bervariasi ada yang dari 1%, 2% atau 5% untuk trader berpengalaman, namun jika Anda pemula disarankan 1%.

Hal ini bertujuan melindungi akun dari kerugian telak hanya dari beberapa transaksi.

Untuk bisa profit konsisten dan tidak hanya profit sesekali maka penting untuk melindungi akun jangan sampai rugi besar dalam beberapa kali transaksi saja.

Karena tiap kali merugi, Anda memerlukan persentase profit yang lebih besar dari sebelumnya untuk mengembalikan ke modal utama.

 

Contoh:

Jika modal US$10.000 dan alokasi sebesar 1% maka tiap kali bertransaksi Anda hanya menggunakan modal sebesar US$100. Sehingga risikonya tidak lebih dari US$100.

 

#3 Menentukan Jumlah Stop Loss

Penentuan jumlah nilai stop loss menunjukkan berapa besar risiko yang bisa Anda terima dan tidak mengancam kesehatan portofolio Anda. Prinsipnya dalam penentuan stop loss adalah nilainya harus lebih kecil daripada porsi target profit.

Beberapa perbandingan loss dan profit yang disarankan adalah 1:2 ataupun 1:3. Artinya stop loss 1, target profit 2, dan seterusnya.

 

Menghitung Jumlah Lot Transaksi

Pada pembahasan sebelumnya kita telah menghitung alokasi dana yang digunakan dalam tiap transaksi yaitu 1%, 2% atau 5%. Untuk pemula disarankan menggunakan 1% alokasi modal.

Pertanyaan selanjutnya adalah 1% dari modal setara dengan berapa banyak lot?

Berikut ini rumusnya:

Position size= jumlah alokasi modal / (stop loss * nilai per pip)

 

Maka contoh perhitungannya:

  • Position size= 100 / (200*10) = 0,05 lot.
  • Asumsi: nilai per pip US$10
  • Stop loss= 200 pips
  • Jumlah alokasi modal= US$100.

 

Maka dengan alokasi dana US$100 memungkinkan untuk transaksi 0,05 lot.

 

Namun tenang saja, Anda tidak perlu pusing menghitung seperti ini sebelum transaksi. Untuk lebih menghemat waktu dan simpel, gunakanlah kalkulator forex.

Dengan perhitungan yang otomatis maka Anda hanya perlu memasukkan angka-angka sesuai kebutuhan.

 

Berikut ini beberapa contoh kalkulator forex yang bisa digunakan dengan baik:

  • MyFxBook – untuk trader forex
  • Daniels Trading – untuk kontrak berjangka (futures).

 

Position sizing merupakan unsur penting dalam kesuksesan trading. hal ini menjaga akun dan portofolio menjadi panjang umur dan sehat. Selamat mencoba 😊

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda ya, semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Walker England. 18 November 2014. How to Determine Lot Size for Day Trading. Dailyfx.com – http://bit.ly/2V8xQDD

 

Sumber Gambar:

  • Position Trading – http://bit.ly/2Veu4Zj