Ketahui Definisi Stop Loss melalui pembahasan artikel berikut ini! Karena Finansialku akan membahasnya hingga tuntas untuk Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik-Finansialku-Finansialku-Dictionary

Stop Loss

Dalam dunia investasi, jika investor melakukan trading, kondisi rugi atau Loss biasanya akan mewarnai perjalanan investasinya.

Namun, dalam perjalanan pengalaman berinvestasi, seorang investor dapat meminimalkan kerugian atau loss dengan cara memasang STOP LOSS atau SL.

Selain itu, investor yang berpengalaman juga akan melakukan batasan keuntungan yang ingin didapat atau yang biasa disebut Take Profit atau TP.

Melalui pembahasan artikel berikut ini, kita akan membahas tentang Stop Loss, Take Profit dan juga Trailing Stop yang biasa dilakukan dalam Trading.   

Definisi Stop Loss adalah 01 Finansialku

[Baca Juga: Apakah Edukasi Keuangan di Tempat Kerja Dapat Meningkatkan Employee Engagement?]

 

Definisi Stop Loss Adalah

Definisi Stop Loss adalah suatu batasan untuk membatasi kerugian yang akan diterima oleh seorang trader.

Dalam hal ini berarti saat harga bergerak tidak sesuai dengan harapan trader, lalu menyentuh batasan tersebut (Stop Loss), maka otomatis order yang dilakukan akan berhenti.

Dan trader akan menerima loss sesuai dengan yang telah ditentukan sebagai batasan. Meskipun Stop Loss dirancang untuk membatasi kerugian, namun tidak semua trader menyukainya.

Mengapa demikian?

Jawabannya adalah karena dengan memasang Stop Loss, itu artinya trader berisiko untuk menutup posisi dalam keadaan loss ketika harga masih dalam keadaan koreksi.

Definisi Stop Loss adalah 02 Finansialku

[Baca Juga: Apa itu TradingView? Ketahui Manfaatnya bagi Trader]

 

Namun itu semua kembali kepada diri kita. Jika kita menggunakan Stop Loss dengan benar, maka kita tidak akan mengalami loss ketika harga sedang koreksi.

Sedangkan Take Profit adalah suatu batasan untuk membatasi keuntungan yang ingin diterima oleh seorang trader.

Hal ini berarti ketika harga bergerak menyentuh batas Take Profit tersebut, secara otomatis order yang dilakukan trader akan berhenti.

Dengan demikian trader akan mendapatkan profit sesuai dengan yang telah dibatasi sebelumnya.

Mengapa profit harus diberi batasan? Bukankah itu sama saja membatasi kita untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar?

Banyak investor atau trader yang salah paham dengan hal ini. Take Profit selain memberikan batasan juga memiliki fungsi untuk mengamankan profit sang trader itu sendiri.

Namun tentunya, take profit yang telah ditentukan sebelumnya harus berdasarkan analisis yang telah dibuat dengan cermat, bukan asal pasang saja tanpa analisis yang presisi.

 

Cara Menggunakan Take Profit dan Stop Loss

Berikut ini adalah cara menggunakan take profit dan stop loss!

 

#1 Stop Loss Secara Manual

Stop Loss secara manual artinya, trader menutup posisi dengan cara sendiri. Misalnya, ketika melakukan open posisi, lalu melihat harga bergerak tidak sesuai yang diharapkan, maka trader segera menghentikannya.

Stop Loss secara manual membutuhkan ketelitian. Jika trader sudah melihat dan merasa yakin kalau melakukan kesalahan dalam open posisi, maka segera melakukan Stop.

Karena jika tidak, maka trader akan berisiko mengalami kerugian yang lebih besar

 

#2 Stop Loss Secara Otomatis

Stop Loss secara otomatis artinya trader menutup posisi dengan otomatis. Caranya adalah dengan memasang Stop Loss (SL) pada platform trading.

Tulis angka yang ingin dibatasi pada kolom Stop Loss. Nantinya ketika harga bergerak menyentuh angka yang telah tuliskan tadi, order yang dilakukan akan berhenti secara otomatis.

Dengan demikian, trader sudah membatasi loss sesuai dengan angka yang telah menjadi batas sebelumnya.

 

#3 Stop Loss Dengan Trailing Stop

Selain Stop Loss dengan cara otomatis, trader juga bisa menggunakan fitur Trailing Stop. Namun, fitur ini hanya tersedia di platform trading pada PC/computer, tidak ada di handphone.

Cara menggunakannya adalah sebagai berikut. Ketika trader melakukan open posisi misalnya di harga 1,5000. Lalu dipasang Trailing Stop di angka 50 poin.

Nantinya ketika harga bergerak naik ke angka 1,5051, secara otomatis Trailing Stop akan memasang Stop Loss atau SL di harga 1,5001.

Begitu harga naik lagi menjadi 1,5061, Stop Loss SL secara otomatis naik lagi menjadi 1,5011. dan begitu seterusnya.

Semakin banyak kenaikan harganya, semakin besar pula peluang profit yang dikunci oleh Trailing Stop.

Ketika harga nantinya turun sampai melewati angka 1,5000, maka order tetap aman karena sudah tertutup secara otomatis oleh Stop Loss atau SL tadi di angka 1,5011.

Dengan demikian, trader mendapatkan profit sebesar 10 Pip, dan tidak mengalami kerugian.

Definisi Stop Loss adalah 04 Finansialku

[Baca Juga: Analisis Fundamental vs Teknikal Untuk Trading Komoditi: Mana yang Lebih Bagus?]

 

#4 Menggunakan Perhitungan Risk Reward Ratio

Dalam trading, Risk Reward Ratio ini memiliki peran yang sangat penting dalam manajemen keuangan (Money Management).

Trader yang menerapkan perhitungan Risk Reward Ratio secara disiplin, biasanya akan mendapatkan profit yang konsisten.

Intinya adalah sebelum trader mengatur strategi trading, trader harus memperhitungkan risiko yang berani ditanggung.

Dengan kata lain, trader harus menentukan stop loss atau SL terlebih dahulu sebelum menentukan take profit, sesuai dengan Risk Reward Ratio yang telah direncanakan sebelumnya.

Misalnya level stop loss yang ditetapkan adalah sebesar 50 pip, maka dengan rasio 1:2, level Take Profit yang ditentukan adalah sebesar 100 pip.

 

#5 Menentukan Take Profit Berdasarkan Kondisi Harga

Menentukan Take Profit bisa saja saat kondisi harga sedang Trending atau pun Ranging (sideways).

Dengan catatan, Trending yang sedang berlangsung sedang kuat. Saat Trending sedang kuat, trader berpeluang mendapatkan profit yang signifikan dengan cara menggeser Stop Loss (Trailing Stop).

Sedangkan saat kondisi pasar sedang Ranging, level Take Profit dapat ditentukan dengan melihat formasi Pin Bar yang terbentuk pada kedua batas range (batas atas dan batas bawah).

 

Strategi Cut Loss Saham

Bagi para trader yang ingin melakukan investasi saham jangka panjang dengan strategi “cut loss” saham, simak beberapa strateginya berikut ini!

 

#1 Momen Melakukan Putus Jual

Jika posisi saham masuk dalam area batas bawah, trader dapat segera saja melakukan stop and sell.

Dalam memutuskan cut ada cara dan pertimbangannya, tidak bisa sekedar melakukan pemutusan.

Berikut adalah poin-poin strategi cut loss saham agar terhindar dari kerugian, yang tentunya perlu dipastikan sebelum menerapkan strategi cut loss.

 

Salah Membeli Saham

Semua investor termasuk para trader andal tentu akan melakukan analisis, yang memungkinkan mereka untuk membeli saham yang tidak sesuai kebutuhan.

Namun, jika hal ini terjadi, tidak ada salahnya mengambil tindakan jual. Kalau sudah salah membeli, lebih baik sedini mungkin dijual untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Tindakan seperti ini tergolong wajar, karena termasuk bagian dari risiko membeli saham.

 

Situasi yang Memaksa Harga Saham Turun

Kondisi pasar modal memang tidak terprediksi. Bisa saja saat ini investor memiliki saham dari perusahaan yang saat analisis teknik dan fundamental tercatat berpotensi profit. Namun karena satu dan dua hal perusahaan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Di tengah berjalannya fundamental, perusahaan masih memiliki kemungkinan untuk berubah, dari yang sebelumnya berpotensi memberi profit menjadi tidak memiliki daya kompetitor.

Hal ini membuat saham perusahaan tersebut terpaksa jatuh. Langkah yang tepat yang bisa dilakukan seorang investor adalah cut loss.

Mempertahankan saham dari perusahaan yang bermasalah justru bisa berimbas kehilangan dana investasi yang dimiliki.

Bisa saja seorang investor dapat kehilangan 100% dari dana yang masuk. Fakta tersebut harus siap dihadapi sebagai pemegang saham, dalam hal ini adalah investor.

 

HSG Terkoreksi

Jika indeks saham mengalami koreksi atau melemah, setidaknya ada dua hal yang perlu dicermati oleh seorang investor.

Apakah pelemahan ini adalah pelemahan yang berulang atau bukan? Biasanya, dalam situasi melemahnya indeks saham, keadaan ini akan dimanfaatkan oleh sejumlah investor untuk membeli.

Hal yang kerap kali mempengaruhi indeks saham adalah kerusuhan, krisis, isu dalam negeri. Isu-isu yang bisa melemahkan pergerakan harga.

Sudah jelas itu adalah waktu untuk para investor memilih keluar alias jual. Saat IHSG mulai bangkit, investor bisa kembali masuk ke dalam pasar.

 

Persentase Memutuskan Cut Loss

Pertanyaan yang kerap muncul adalah pada level berapa persenkah saham harus di jual? Bagi sebagian investor saat melihat sahamnya menurun lebih dari 2%, mereka sudah memutuskan untuk menjualnya kembali.

Mereka tidak mau menunggu atau mencari tahu duduk permasalahannya. Ini adalah tipe investor growth yang mengejar nilai grafik. Sehingga tidak ada alasan bagi investor tersebut menahan saham lebih lama.

Namun bagi investor yang mengejar nilai (value investor), mereka akan menunggu dan mencari informasi yang menyebabkan harga saham turun.

Mereka biasanya akan menjual saham saat menurun lebih dari 4%. Setelah saham berada dalam level aman, biasanya value investor akan masuk dan membeli lagi.


 

#2 Tidak Ceroboh Menjual Saham

Siapa yang bisa menebak ke mana arah harga saham akan bergerak? Investor hanya bisa memprediksi ke mana pergerakan harga saham akan mengarah.

Namun tetap saja harga saham bisa berubah haluan dari prediksi. Hal ini dikarenakan saham sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar.

Strategi di atas tidak bisa diterapkan untuk semua kasus saham yang masuk zona batas bawah. Sebaiknya investor tidak melakukan cut loss sebelum saham menyentuh batas bawah.

Memutuskan menjual saham lantaran merasa harga saham akan terus jatuh tanpa ada alasan logis yang bisa divalidasi adalah tindakan investasi yang sembrono.

Pada waktunya kelak, masih ada kemungkinan saham mengalami rebound walau sudah meluncur jatuh, asalkan tidak melewati batas yang sudah di setting sebelumnya.

Bisa saja saham yang jatuh dan mengalami rebound masuk menjadi tren pasar saat itu.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Itu dia definisi stop loss adalah telah Finansialku jelaskan di atas, kini Anda telah paham bukan?

Anda dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan Anda yang membutuhkan!

Jika Anda memiliki saran, tanggapan atau pertanyaan, Anda dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

 

Sumber Referensi:

  • Pelatihan Profit 16 November 2019. Mengenal Stop Loss, Take Profit dan Trailing Stop Dalam Trading. Pelatihanprofitinternasional.com – https://bit.ly/2LgH7dv
  • Dosen Investor. 4 Strategi Cut Loss Saham Agar Tidak Rugi. Doseninvestor.com – https://bit.ly/2L3CS59

Sumber Gambar:

  • Definisi Stop Loss adalah 01 Finansialku – http://bit.ly/3shar4t
  • Definisi Stop Loss adalah 02 Finansialku – http://bit.ly/3nDLBZ0
  • Definisi Stop Loss adalah 03 Finansialku – http://bit.ly/3nGh5h7
  • Definisi Stop Loss adalah 04 Finansialku – http://bit.ly/39kwS06
  • Definisi Stop Loss adalah 05 Finansialku – http://bit.ly/3btCkAw
  • Definisi Stop Loss adalah 06 Finansialku – http://bit.ly/2XxFdIh
  • Definisi Stop Loss adalah 07 Finansialku – http://bit.ly/3oGvV8P
  • Definisi Stop Loss adalah 08 Finansialku – http://bit.ly/3sfj2ER
  • Definisi Stop Loss adalah 09 Finansialku – http://bit.ly/3shYhbF