Lebih bagus analisis fundamental vs teknikal untuk trading komoditi? Yuk, simak pembahasan berikut!

 

Sponsored Article

ICDX Group PNG

 

Analisis Trading: Analisis Fundamental vs Teknikal

Trading komoditi melalui kontrak spot dan berjangka memiliki peluang yang besar untuk memberikan keuntungan bagi Anda. Namun, tentunya keuntungan tersebut dapat diperoleh dengan strategi dan perencanaan yang matang.

Salah satunya adalah Anda perlu melakukan analisis agar bisa memberikan keuntungan yang optimal. Dalam trading, umumnya ada dua jenis analisis yang digunakan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

 

Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan analisis yang menggunakan informasi atau berita. Misalnya laporan ekonomi, isu politik, dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi nilai suatu aset.

Dalam trading komoditi, analisis fundamental mengevaluasi suatu komoditi melalui observasi terhadap nilai-nilai intrinsik dari komoditi tersebut.

 

Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala KARYAWAN

Download Sekarang, GRATISSS!!!

4 Ebook Panduan Sukses Mengatur Gaji Ala Karyawan

 

Contoh:

Berikut contoh analisis fundamental untuk komoditi emas.

 

#1 Memahami Pasar Emas

Kelangkaan dan sifat emas tahan terhadap bahan kimia dan cuaca, membuat emas bisa digunakan sebagai alat penyimpanan nilai (aset finansial), bahan baku untuk suku cadang elektronik, dan perhiasan.

Emas sudah mengalami kenaikan harga yang signifikan dalam rentang tahun 2000-2017. Selain itu, emas juga sudah terbukti mampu untuk mengalahkan inflasi. Di sisi lain, emas juga memiliki nilai tak berwujud, yaitu sebagai simbol status sosial seseorang.

Pasar emas sudah teruji waktu atas permintaannya yang muncul terus menerus. Komoditi ini memberikan pasar yang besar dan likuid bagi pihak-pihak yang memanfaatkannya baik sebagai aset finansial ataupun yang mencari keuntungan dari perubahan harga emas.

Analisis Fundamental vs Teknikal Untuk Trading Komoditi 02 Emas - Finansialku

[Baca Juga: Pahami Dulu Spesifikasi Kontrak Spot Emas (Gold) Yuk!]

 

Dari berbagai karakteristik emas yang disebutkan sebelumnya, maka bisa membantu menganalisis pergerakan harga emas itu sendiri. Hal ini dikarenakan karakteristik emas tersebut juga mempengaruhi permintaan dan penawaran komoditi emas.

Dikarenakan sebagian besar emas yang diproduksi masih ada di pasar, maka pergerakan harga emas lebih dipengaruhi oleh permintaan daripada penawaran.

 

#2 Permintaan Emas

Berdasarkan data World Gold Council tahun 2016, permintaan emas dunia terdiri dari 47% untuk perhiasan, 37% untuk tujuan investasi, 9% untuk bank sentral, dan 7% untuk teknologi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa di era modern ini permintaan utama dari emas adalah untuk digunakan sebagai perhiasan dan alat manajemen keuangan.

 

#1 Permintaan emas sebagai perhiasan

Berdasarkan historis, China dan India berkontribusi secara signifikan (lebih dari 50%) dalam permintaan perhiasan emas di dunia. Dikarenakan pentingnya peran China dan India atas permintaan perhiasan dunia, membuat investor emas memperhatikan berita-berita dari kedua negara tersebut.

Sebab perkembangan kedua negara tersebut bisa memiliki dampak yang signifikan terhadap harga emas global.

 

#2 Permintaan emas untuk kebutuhan investasi

Salah satu hal yang membuat emas menarik perhatian investor adalah kekuatannya terhadap krisis.

Berdasarkan dana historis, menunjukkan bahwa dari setiap krisis, investor beralih ke emas sebagai aset bebas risiko. Harga emas akan menguat karena didorong oleh permintaan terutama dari negara-negara berkembang.

 

#3 Permintaan emas untuk kebutuhan bank sentral

Kebutuhan bank sentral merupakan salah satu faktor makro ekonomi penggerak harga emas. Ketika ekonomi mengalami resesi, maka biasanya bank sentral melakukan perubahan suku bunga untuk menahan atau mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada dasarnya, apabila suku bunga naik, maka suku bunga dasar bank swasta dan interbank ikut naik. Kenaikan tersebut akan berdampak pada bunga pinjaman perorangan dan perusahaan yang ikut naik.

Dengan begitu, perusahaan akan meminjam uang yang lebih sedikit karena biaya pinjaman yang mahal sedangkan pertumbuhan ekonomi menjadi turun karena proyek-proyek yang tertunda. Kenaikan dari suku bunga juga membuat nilai aset jatuh seperti nilai obligasi dan proyek investasi.

Analisis Fundamental vs Teknikal Untuk Trading Komoditi 03 Emas - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui 5 Poin Pentingnya Legal Trading di Bursa Teregulasi!]

 

Situasi tersebut berpengaruh pada emas, dimana perubahan pada kurs mata uang asing akan mempengaruhi harga emas. Di pasar internasional, emas dihargai dalam mata uang USD. Jadi, ketika USD melemah, emas menjadi lebih murah untuk negara-negara lain. Sebagai hasilnya, maka permintaan untuk emas menjadi meningkat.

Oleh karena itu, investor emas perlu memperhatikan berita yang berhubungan dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Misalnya tingkat pengangguran, suku bunga, kebijakan moneter serta kebijakan fiskal.

 

#3 Penawaran/Pasokan Emas

Pasokan emas utama berasal dari produksi tambang, dimana 2/3 – 3/4 pasokan emas berasal dari tambang. Walaupun pertambangan emas tidak mempengaruhi harga emas secara signifikan (untuk jangka pendek dan jangka menengah), namun proses daur ulang emas cukup mempengaruhi harga komoditi emas.

90% dari emas yang didaur ulang berasal dari perhiasan. Dua hal penggerak untuk menjual perhiasan adalah harga emas yang tinggi dan krisis ekonomi. Contohnya, krisis yang terjadi di tahun 2008-2009 sudah mendorong daur ulang emas dunia sebesar 25%.

Rantai pasokan emas dari proses produksi sampai barang jadi, kondisi geopolitik, serta kondisi ekonomi dunia akan berpengaruh terhadap perdagangan emas.

 

Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan analisis yang menggunakan beberapa jenis chart dan melihat pola yang terjadi. Misalnya candlesticks, trend line, dan lainnya.

Analisis teknikal yang akan dibahas kali ini adalah penjelasan sederhana tentang candlesticks dan analisis tren.

 

#1 Analisis Candlesticks

Candlesticks merupakan alat analisis paling dasar dalam analisis teknis.

Setiap candlestick mewakili kekuatan permintaan dan penawaran (supply and demand) yang menggerakkan harga suatu komoditi. Seperti namanya, model grafik candlestick menyerupai batangan lilin.

Anda bisa melihat penawaran dan permintaan suatu komoditi yang cukup jelas di pasar. Berikut cara membacanya.

  • Candle naik

Candle naik biasanya berwarna hijau, biru, atau putih. Apabila candle naik, maka open akan lebih rendah dari close.

 

  • Candle turun

Candle turun biasanya berwarna merah atau hitam. Apabila candle turun, maka open akan lebih tinggi dari close

Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick - Finansialku

Note: jarak antara open-close biasanya disebut sebagai body. Sedangkan high atau low biasanya disebut sumbu (wick).

 

#2 Analisis Tren

Analisis tren merupakan analisis yang berguna untuk mengikuti arah gerak harga suatu komoditi. Pada umumnya ada 3 jenis tren, yaitu:

 

  • Tren naik (bullish trend)

Analisis Fundamental vs Teknikal Untuk Trading Komoditi 04 - Finansialku

 

  • Tren turun (bearish trend)

Analisis Fundamental vs Teknikal Untuk Trading Komoditi 05 - Finansialku

 

  • Tren datar (ranging)

Analisis Fundamental vs Teknikal Untuk Trading Komoditi 06 - Finansialku

 

Analisis Yang Baik

Teknik analisis yang cocok untuk setiap orang bisa berbeda-beda. Baik analisis fundamental ataupun analisis teknikal, keduanya sama-sama bagus. Namun, akan lebih baik jika analisis fundamental dan teknikal dikombinasikan.

Dengan mengombinasikan kedua analisis tersebut, maka hasil analisisnya akan jauh lebih akurat. Hal ini tentunya akan berdampak baik untuk memperoleh keuntungan dari trading yang Anda lakukan, termasuk kalau Anda trading komoditi.

Nah, di Indonesia ada produk GOFX yang cocok bagi Anda jika Anda ingin trading komoditi. GOFX adalah produk instrumen derivatif yang terdiri dari Kontrak Spot Emas, Kontrak Berjangka Minyak Mentah, dan Kontrak Spot Forex berukuran mini (1/10 dari kontrak standar).

Produk-produk ini diperdagangkan secara multilateral di bursa komoditi ICDX, dimana pada praktiknya, perdagangan multilateral terjadi antara banyak penjual dan pembeli. Tentunya, hal ini akan membuat Anda dapat trading dengan aman dan mudah!

 

Jadi, Anda pilih analisis fundamental, teknikal, atau pilih kombinasi keduanya? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Gofx.official. 5 November 2020. Fundamental vs Teknikal. Instagram.com – https://bit.ly/39pg4qo
  • ICDX Group, Mahir. Ebook: Perdagangan Komoditi Di Bursa Berjangka II.

 

Sumber Gambar:

  • ICDX Group, Mahir. E-book: Perdagangan Komoditi Di Bursa Berjangka II.
  • Analisis Fundamental vs Teknikal – https://bit.ly/3gBzWIj
  • Emas – https://bit.ly/341EpiE
  • Komoditi Emas – https://bit.ly/3a0R74X