Menyiapkan dana pensiun untuk hari tua akan lebih baik jika dimulai dari usia muda. Selain itu Anda harus pandai memilih portofolio investasi dan beragam alternatif perusahaan dana pensiun.

Agar lebih jelas, Mari simak penjelasannya berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Menyiapkan Dana Pensiun

Berdasarkan hasil proyeksi kependudukan tahun 2010 hingga 2035, Indonesia akan memasuki periode lanjut usia atau lansia (ageing). Sekitar 10% penduduk Indonesia pada 2020 akan berusia 60 tahun ke atas.

Di Indonesia sendiri jumlah dan persentase lansia pada tahun 2010 ada 18 juta jiwa atau sekitar 7,56%.

Tahun 2019 ada 25,9 juta atau sekitar 9,7%, tahun 2020 ada 27,1 juta jiwa dengan persentase 9,99%. Tahun 2030 ada 42 juta jiwa 13,82% dan 15,77% pada 2035 dengan jumlah jiwa 48,2 juta.

Struktur ageing population merupakan cerminan semakin tingginya rata-rata Usia Harapan Hidup Penduduk Indonesia. Naik dari 68,6 tahun menjadi 70,8 tahun dan proyeksi tahun 2030-2035 di 72,7 tahun.

Meningkatnya jumlah lansia ini menjadi tantangan agar dapat mempersiapkan mereka sehat dan mandiri. Sehingga tidak menjadi beban masyarakat maupun negara dan justru jadi aset sumber daya manusia yang potensial.

Salah satu sarana yang menjadi sejahtera di hari tua adalah menyiapkan dana pensiun dari PT Taspen (persero).

Kapan Saya Bisa Pensiun Dini Cari Tahu Jawabannya Disini! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Patut Ditiru! Begini Cara Freelance Menyiapkan Dana Pensiun]

 

Bahkan BUMN ini menyiapkan alternatif lainnya jika pensiunan ingin berbisnis melalui program Wirausaha Pintar.

Manajer Taspen, Anne Rosfianti mengatakan:

“Program ini terdiri dari seminar dan talkshow yang menghadirkan narasumber pensiunan ASN yang memiliki usaha, narasumber dari e-commerce dan franchise serta financial planner.”

 

Dengan begitu para pegawai bisa mengikuti program dana pensiun milik perbankan atau asuransi.

Jadi meskipun masih muda, tidak ada salahnya mempersiapkan dana pensiun sejak dini. Ketika mempersiapkan secara matang maka masa tua bisa dinikmati dengan tenang tanpa memusingkan biaya hidup ke depan.

Dalam menyiapkan dana pensiun ini diperlukan perhitungan yang matang. Merujuk pada data Manulife Investor Sentiment Index (MISI) tahun 2017, sebagian besar masyarakat Indonesia optimistis akan hari tua.

Ada sebanyak 57% memiliki ekspektasi akan gaya hidup lebih baik dari saat ini. Hanya 19% investor yang khawatir kehabisan uang pada masa pensiun nanti.

Meski pensiun ada dalam tiga besar prioritas keuangan utama, mayoritas investor hanya menyiapkan dana pensiun kurang dari Rp100 juta yang notabene akan akan habis dalam 2 sampai 3 tahun.

Berikut ini adalah ilustrasi portofolio investasi:

  1. Usia 30-39 tahun: Reksadana Saham/Saham 80%, Reksadana Pasar Uang 20%.
  2. Usia 40-49 tahun: Reksadana Saham/Saham 40%, Reksadana pasar Uang atau Reksadana Penyertaan Terbatas 60%.
  3. Usia 50-55 tahun: Reksadana Saham 20%, Reksadana Penyertaan Terbatas 80%.
  4. Usia di atas 55 tahun: Obligasi Negara atau Deposito 100%.

 

Setelah menyiapkan portofolio, masyarakat juga harus pandai memilah perusahaan pengelola dana pensiun.

Wakil Ketua Umum Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Nur Hasan Kurniawan mengatakan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam memilih perusahaan pengelola dana pensiun, yaitu:

  1. Pilihlah perusahaan yang mempunyai sistem teknologi informasi andal dan mendukung kecepatan dalam keakuratan data, karena sistem teknologi yang belum maksimal perlu menjadi perhatian agar industri dana pensiun tumbuh
  2. Ada sertifikasi direksi, karyawan maupun tenaga pemasar.
  3. Perusahaan mempunyai strategi pemasaran yang cukup kompetitif.

 

Pekan lalu PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia meluncurkan produk MiFuture Income Protector (MiFIP), untuk nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang dan tidak terpengaruh pergerakan pasar.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Byan Charland mengatakan:

“Dengan MiFIP, masyarakat tidak perlu khawatir soal income terutama ketika mereka sudah tidak lagi bekerja.”

 

Ilustrasi Pertumbuhan Investasi Persiapan Pensiun

Persiapan pensiun dimulai pada usia 30 tahun. Maka porsi investasi sebanyak 12% dari penghasilan dengan return 10%-12% per tahun secara konsisten.

Jika Anda bergaji Rp20 juta harus menyisihkan penghasilan ke dana pensiun 12% dari gaji atau setara Rp2,4 juta.

Anda harus rutin berinvestasi tiap bulan selama 25 tahun hingga usia 55 tahun. Jika imbal hasil 10% per tahun maka uang pensiun Anda Rp3,1 miliar. Jika return 12% per tahun, maka hasilnya adalah Rp4,5 miliar.

Jika diambil contoh lagi dengan return 10% dari jumlah Rp3,1 miliar jika diinvestasikan ke obligasi atau deposito, maka hasil bulanannya sekitar Rp16 juta.

Jika Anda sudah memasuki masa pensiun, investasikan dana yang tadi diperoleh ke obligasi atau deposito.

Imbal hasil yang Anda dapat sekitar Rp16 juta per bulan atau hampir setara dengan gaji saat memulai persiapan pensiun di umur 30 tahun.

Kalaupun hasilnya di bawah 10%, di saat pensiun nanti masih bisa menikmati penghasilan bulanan belasan juta rupiah per bulan.

Oh iya, jika Anda tertarik untuk berinvestasi Reksadana, Anda bisa membaca ebook Panduan Berinvestasi Reksadana untuk Pemula dari Finansialku di bawah ini. Selamat membaca calon investor sukses!

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Setelah membaca artikel di atas, semoga Anda semakin semangat dalam menyiapkan dana pensiun sejak dini ya.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Ferrika Sari. Agr Bekal Tak Habis di Tengah Jalan. Tabloid Kontan

 

Sumber Gambar:

  • Menyiapkan Dana Pensiun – http://bit.ly/2Z1GqL2