Seorang freelancer memiliki cara unik untuk mengatur keuangannya serta mempersiapkan masa pensiunnya.

Artikel ini akan membahas cara freelancer menyiapkan dana pensiun yang sangat mudah dan dapat Anda lakukan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Keuangan Seorang Freelancer

Menjadi seorang freelancer bukanlah hal yang mudah apalagi dalam urusan keuangan. Di balik jam kerjanya yang fleksibel dan aturan yang dibuat sendiri, pendapatan seorang freelancer sangat fluktuatif.

Menjadi freelancer berarti pendapatannya tergantung pada proyek yang dikerjakan.

Jika proyek sedang banyak, maka pendapatan yang diterima pun tinggi. Sebaliknya jika tidak ada proyek sama sekali, maka pendapatan saat itu adalah Rp0.

Patut Ditiru! Begini Cara Freelance Menyiapkan Dana Pensiun 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ingin Kerja Freelance? Pahami Sekarang Keuntungan dan Kerugian Freelance]

 

Pendapatan yang fluktuatif hanyalah sebuah masalah. Masalah yang lebih parah adalah keperluan yang stabil. Selain keperluan yang stabil, seorang freelancer juga membutuhkan dana untuk keperluan darurat.

Keperluan yang stabil, kebutuhan yang dapat datang tiba-tiba dengan pemasukan yang tidak stabil, tentu terdengar mengerikan. Salah satu cara untuk mengelola keuangan freelancer adalah dengan menabung.

 

Pentingnya Menabung untuk Seorang Freelancer

Menabung adalah salah satu kebiasaan keuangan yang sangat krusial untuk seorang freelancer.

Dengan menabung, seorang freelancer akan mampu memenuhi kebutuhannya serta membeli perlindungan atas kerugian yang mungkin terjadi.

15 Tips Menabung untuk Freelance 01 Finansialku

[Baca Juga: Para Freelance, WAJIB PAHAM Bagaimana Cara Mengatur Keuangan Tahun Ini]

 

Besaran tabungan untuk masing-masing freelancer pasti berbeda. Jumlah ini tergantung pada pendapatan yang diterima serta kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Secara kasar, 20% dari setiap pendapatan harus digunakan untuk tabungan. Namun, freelancer harus menabung dengan cara yang berbeda dengan lainnya. Rutinitas adalah kunci menabung untuk freelancer.

Daripada menunggu total pendapatan setiap bulan, freelancer sebaiknya menabung 20% dari setiap pendapatan yang diterimanya. Hal ini akan menghindari freelancer membelanjakan uangnya sebelum ditabung.

Tabungan ini akan berguna untuk banyak hal. Pertama adalah pemenuhan kebutuhan. Kedua, berguna sebagai dana darurat. Ketiga adalah dana untuk pensiun.

 

Cara Mempersiapkan Dana Pensiun

Selain menabung, freelancer juga dapat mempersiapkan dana pensiun dengan investasi. Instrumen investasi sangat beragam, berbeda dari risiko serta return yang didapatkan.

Semakin tinggi risikonya, semakin besar pula return-nya. Namun, investasi dengan risiko yang tinggi tidak cocok dengan kondisi keuangan freelancer yang fluktuatif.

Salah satu investasi yang tepat untuk freelancer adalah investasi di Reksadana.

Daftar Reksadana Juara 2017 - Finansialku

[Baca Juga: Panduan Investasi Reksa Dana Bagi Freelance yang Ingin Dapat Untung]

 

Reksadana

Reksadana merupakan sebuah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal atau investor untuk kemudian diinvestasikan oleh MI (Manajer Investasi), ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana merupakan instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), serta Manajer Investasi yang bertugas mengelola portofolio investasi juga terdaftar dan diawasi oleh OJK.

 

Jenis Reksadana

Secara umum, Reksadana dapat dibagi menjadi 4 jenis yang dibedakan berdasarkan jenis investasinya. 4 jenis Reksadana tersebut adalah:

  1. Reksadana Pasar Uang: jenis Reksadana yang investasinya ditempatkan 100% pada instrumen Pasar Uang, antara lain, obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  2. Reksadana Pendapatan Tetap: jenis Reksadana yang sebagian besar alokasi investasinya ditempatkan pada efek yang memberikan pendapatan tetap, seperti surat utang.
  3. Reksadana Campuran: jenis Reksadana yang investasinya ditempatkan pada beberapa efek sekaligus, mencakup Saham, surat utang dan Pasar Uang.
  4. Reksadana Saham: jenis Reksadana yang sebagian besar alokasi investasinya ditempatkan pada efek Saham.

 

Jangka Waktu Reksadana

Jangka waktu investasi Reksadana harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Anda harus menentukan berapa usia pensiun Anda dan jarak usia Anda sekarang dengan usia pensiun Anda.

Jarak ini yang akan menjadi jangka waktu investasi di Reksadana yang paling tepat. Untuk jangka waktu investasi pada Reksadana berbeda dan disesuaikan dengan jenisnya.

Ada yang kurang dari setahun, ada yang 1 hingga 3 tahun, ada yang 3 hingga 5 tahun, bahkan ada yang lebih dari 5 tahun. Jangka waktu yang beragam ini memberikan kesempatan untuk Anda memilih investasi Reksadana yang paling tepat.

Bila jangka waktu investasi Anda kurang dari setahun atau jangka waktu pendek, Anda dapat memilih Reksadana pasar uang yang hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito, sehingga risikonya pun lebih rendah, dan cenderung stabil.

Untuk jangka waktu 1 hingga 3 tahun, jenis Reksadana yang tepat adalah Reksadana Pendapatan Tetap.

Sementara itu, untuk jangka waktu yang lebih panjang yaitu 3 hingga 5 tahun, Anda dapat berinvestasi pada Reksadana Campuran.

Terakhir, bila Anda menginginkan investasi dengan jangka waktu panjang (lebih dari 5 tahun) maka Anda dapat berinvestasi di Reksadana Saham.

 

Keuntungan Berinvestasi di Reksadana

Investasi di Reksadana memiliki banyak keuntungan, terutama bagi freelancer, seperti:

  1. Aman. Seperti yang telah disebutkan di atas, Reksadana dikelola oleh Manajer Investasi. Selain itu, Reksadana juga diadministrasi oleh bank kustodian yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  2. Mudah. Dengan adanya Manajer Investasi yang membantu freelancer mengelola investasinya, mereka tidak memerlukan pengetahuan mendalam mengenai cara berinvestasi. Manajer Investasi ini juga yang akan bertanggung jawab mengelola portofolio investasi.
  3. Terjangkau. Salah satu yang menjadi daya tarik investasi Reksadana adalah modal awalnya yang tergolong sangat rendah. Di investasi lain, Anda membutuhkan modal yang sangat besar, di Reksadana hanya dengan Rp100 ribu, Anda sudah dapat mulai berinvestasi.
  4. Hasil investasi Reksadana tidak dipotong pajak
  5. Dapat dicairkan kapan saja. Karena freelancer memiliki keuangan yang tidak tetap, maka dibutuhkan pula akses yang mudah untuk aset yang dimiliki freelancer
    Dengan investasi Reksadana, dananya dapat dicairkan kapan saja. Anda hanya perlu mengajukan permintaan pencairan dana sebelum jam 1 siang, untuk dana yang akan dicairkan keesokan harinya.

 

Risiko Investasi Reksadana

Setiap investasi selain memiliki keuntungan pasti juga memiliki risiko. Salah satu risiko yang dihadapi oleh Reksadana adalah risiko penurunan nilai investasi (averaging down).

Sebagai contoh, awalnya Anda membeli saham Reksadana senilai Rp100 ribu untuk 100 lembar. Ini berarti untuk setiap lembar saham, Anda membayar Rp1.000.

Namun karena faktor internal maupun eksternal, saham tersebut turun dan dijual dengan harga Rp800 setiap lembarnya. Ini berarti nilai investasi Anda telah menurun.

Walaupun terdapat risiko penurunan nilai investasi, investasi Reksadana termasuk investasi dengan kemungkinan risiko yang sangat kecil. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir mengenai risiko minim pada Reksadana.

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi Reksadana? Tenang, Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, selamat membaca.

Free Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Lakukan Sejak Dini

Perencanaan keuangan untuk masa depan akan lebih efektif jika dimulai sejak dini. Selain dana yang terkumpul akan lebih banyak, Anda pun juga tidak akan terbebani dengan rencana tersebut.

 

Sudahkah Anda mulai menabung untuk dana pensiun? Apakah Anda seorang freelancer atau Anda mengenal seorang freelancer? Apa yang Anda atau orang tersebut lakukan untuk menghadapi masa tua?

Bagikan artikel ini agar lebih bermanfaat dan berikan komentar Anda di kolom bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Carolina Ratri. 20 Mei 2016. Begini Cara Seorang Freelancer Mempersiapkan Dana Pensiun. Carolinaratri.com – https://bit.ly/2LDsMr9

 

Sumber Gambar:

  • Freelancer 1 – http://bit.ly/2JIzx8L
  • Freelancer 2 – http://bit.ly/2VFNaN5