Menerawang Prospek Obligasi Global Dengan Nominal Rupiah Milik Jasa Marga

Jasa marga mengeluarkan obligasi global berdenominasi rupiah atau Komodo Bond.

Surat utang ini diprediksi mendapat peringkat Baa3 dari Moody’s dan BB+ dari S&P (perusahaan pemeringkat saham dan obligasi).

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Menerawang Obligasi Global Milik Jasa Marga

Kupon obligasi global berdenominasi rupiah ini ditawarkan 7,875 persen dengan tenor tiga tahun. Hal ini mengacu kepada kabar PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang telah memulai proses bookbuilding obligasi global berdenominasi rupiah atau biasa disebut Komodo Bond.

Obligasi atau surat utang milik Jasa Marga ini diprediksi mendapat peringkat Baa3 dari Moody’s dan BB+ dari S&P. Pembayaran mengenai surat utang ini tetap dilakukan dengan dolar Amerika Serikat (AS) meskipun berdenominasi rupiah.

Seperti dilansir Kontan.co.id, Direktur Utama JSMR, Dessy Arryani dan Direktur Keuangan JSMR Donny Arsal, saat dikonfirmasi sayangnya tidak menanggapi panggilan telepon maupun pesan singkat dari wartawan Kontan.co.id.

Namun, pada kesempatan sebelumnya, Donny pernah menyebutkan target emisi Obligasi Global berdenominasi rupiah ini sebesar US$200 juta hingga US$300 juta, atau sekitar Rp4 triliun.

Kemudian, perolehan dana dari obligasi global itu akan digunakan untuk modal atau disebut capital ecpenditure (capex). Dalam aksi korporasi ini, Deutsche Bank, HSBC, Mandiri Sekuritas dan Standard Chartered bertindak sebagai joint bookrunners.

JSMR juga akan mengalokasikan dana obligasi untuk kebutuhan akuisisi dan modal kerja. Jasa Marga membutuhkan dana sekitar Rp17 triliun setiap tahun untuk capex.

 

Prospek Kupon Komodo Bond

Kepala Riset OSO Sekuritas Riska Afriani menilai, kupon yang ditawarkan oleh JSMR tergolong wajar. Hal ini disimpulkan dari penyematan rating, serta perbandingan kupon Komodo Bond dengan kebanyakan kupon Surat Utang Negara (SUN).

Riska berpendapat, peringkat utang ini didasarkan pada rasio utang perusahaan. Seperti diketahui JSMR membutuhkan banyak pembiayaan untuk ekspansi jalan tol.

Jadi, rasio utang memang cukup tinggi. Serta, peringkat BB+ dari S&P memang belum menyentuh level investment gradeRating tersebut masih berada pada level non-investment grade speculative.

Menerawang Prospek Obligasi Global Dengan Nominal Rupiah Milik Jasa Marga 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Ketahui Dulu Sebelum Anda Berinvestasi]

 

Sementara itu, Moody’s sebelumnya mengatakan, peringkat utang Baa3 yang disematkan untuk JSMR memiliki outlook positif. Peringkat ini masih mungkin untuk dinaikkan.

Asalkan, JSMR bisa menjaga konsistensi kualitas kreditnya. Hal ini karena JSMR merupakan pemain utama dalam bisnis infrastruktur jalan tol di Indonesia.

Namun, Moody’s juga bisa menurunkan rating tersebut jika perbandingan antara arus kas atau funds from operations (FFO) dengan utangnya berada di bawah 3,5 persen, serta interest coverage ratio (ICR) turun di bawah 1,3 kali hingga 1,4 kali.

Ungkap Kepala Riset OSO itu, Kamis (30/11/17):

“Untuk Baa3, kupon 7 persen itu masih wajar. Kalau dilihat, kupon SUN pun berkisar 5 persen.”

 

Kepala Riset Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan berpendapat, meski kuponnya cukup tinggi, fundamental JSMR yang bagus membuat JSMR punya kemampuan untuk membayar kupon obligasinya.

Penerbitan obligasi global berdenominasi rupiah ini juga didukung dari pergerakan rupiah yang masih kuat.

Alfred menilai fluktuasi rupiah terhadap dolar AS di 2017 ini masih cukup bagus.

“Belum ada kekhawatiran kalau pelemahan rupiah bisa memberatkan pembayaran obligasi oleh JSMR.”

 

Alfred mengatakan, cukup sulit untuk mengharapkan adanya permintaan yang tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) terhadap obligasi ini. Pasalnya, di akhir tahun, pelaku pasar cenderung tak terlalu agresif berinvestasi. Hanya saja, Alfred maupun Riska masih optimistis obligasi ini akan diserap pasar dengan baik.

Kebutuhan pendanaan Jasa Marga yang besar akan membuat capex perusahaan membengkak. Maka dari itu, penerbitan surat utang ini bukan tanpa risiko. Karenanya, likuiditas perusahaan bisa semakin ketat.

Meski demikian, Alfred menilai penerbitan obligasi global JSMR masih didukung oleh kondisi pasar yang prospektif. Sehingga, walaupun akan ada kenaikan suku bunga The Fed, penerbitan obligasi global bagi negara emerging market dinilai masih cukup positif.

 

Berikan tanggapan Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Nisa Dwiresya Putri. Sabtu, 02 Desember 2017. Menakar Prospek Komodo Bond Jasa Marga. Kontan.co.id – https://goo.gl/KsEjmY

 

Sumber Gambar:

  • Obligasi Global Jasa Marga – https://goo.gl/fu6K9x
  • Komodo Bond Jasa Marga – https://goo.gl/L5bgmi

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

By |2017-12-29T09:59:46+00:00December 10th, 2017|Categories: Berita, Obligasi|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Dendy Agustiyan
Dendy Agustiyan, S.I.Kom. Seorang digital marketer yang terus belajar untuk mengembangkan kemampuannya. Memiliki latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia. Dengan pengalaman sebagai online marketing dan tele marketing.

Leave A Comment