Obligasi Konversi adalah sesuatu yang wajib ketahui jika kamu yang ingin investasi. Temukan penjelasan lengkap mengenai obligasi konversi dalam artikel Finansialku berikut.

 

Obligasi Konversi Adalah

Obligasi Konversi merupakan salah satu jenis obligasi yang juga disebut sebagai convertive bond.

Untuk jenis Obligasi yang satu ini, terdapat opsi agar hutang dikonversikan menjadi saham.

Sebelumnya kamu juga perlu mengetahui bahwa obligasi konversi ini berupa fasilitas pinjaman yang bertujuan untuk membiayai sebuah proyek maupun operasi bisnis sebuah perusahaan.

Biasanya perusahaan modal ventura atau induk perusahaan lah yang menjadi kreditur obligasi konversi ini.

Untuk urusan konversi ini sendiri, bila tidak ada syarat tertentu yang telah terpenuhi, maka konversi hutang ke saham tidak akan terjadi.

Syarat tersebut pada dasarnya bisa dilihat dari dua segi, yaitu dari segi bisnis atau komersil, dan dari segi teknis seperti pembayaran dini, wanprestasi dan yang lainnya.

Gagal Bayar Obligasi - Finansialku

[Baca Juga: Obligasi Syariah vs Saham Syariah. Lebih Bagus Mana?]

 

Obligasi konversi sendiri adalah salah satu obligasi yang memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah, dan bahkan untuk harga saham yang beredar di pasaran sekalipun, obligasi konversi ini memiliki harga yang jauh lebih rendah.

Lalu bagaimana pemegang polis atau investor akan mendapat keuntungan?

Tentu pertanyaan ini akan sering muncul mengingat suku bunga yang ditawarkan cukup rendah, namun secara teknis pemegang polis diyakini telah menerima kompensasi.

Yang mana adalah sebuah kesempatan untuk mengonversikan obligasi yang ia miliki ke saham biasa, dengan harga yang lebih rendah jika dibandingkan dengan harga saham tersebut di pasar saham.

Sedangkan untuk pihak penerbit obligasi konversi sendiri, mereka akan diuntungkan karena bunga yang harus dibayar menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan obligasi lainnya.

Namun bukan berarti penerbit akan selalu diuntungkan ya…

Pasalnya, apabila sewaktu-waktu pemegang polis atau investor obligasi ini melakukan konversi surat hutang ke saham baru, maka penerbit obligasi akan mengalami yang namanya dilusi saham.

Kapan Waktu yang Tepat Memilih Antara Saham Atau Obligasi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pengertian dan Jenis Bunga Obligasi yang Belum Kamu Ketahui]

 

Dilusi saham sendiri adalah adanya penurunan persentase kepemilikan saham karena beberapa aksi korporasi, yang mana dalam kasus obligasi konversi aksi tersebut berupa right issue atau hak bagi pemegang polis untuk membeli saham baru dengan harga tertentu.

Jadi jika disimpulkan, keuntungan dari pemegang polis merupakan sebuah kerugian bagi penerbit obligasi konversi (seperti dilusi saham), dan sebaliknya keuntungan yang diperoleh penerbit konversi (suku bunga yang rendah) merupakan satu hal yang sedikit merugikan pemegang polis.

 

Beberapa Jenis Obligasi Konversi

Sebelumnya disebutkan bahwa obligasi konversi adalah salah satu jenis obligasi, yang artinya masih ada obligasi lain diluar konversi.

Nah… selain itu, untuk obligasi konversi sendiri ternyata masih terdapat beberapa jenis di dalamnya, sehingga peraturan yang berlaku juga akan berbeda-beda.

Berikut ini beberapa jenis obligasi konversi yang perlu kamu pahami. Tapi sebelum menyelam lebih dalam di artikel ini, Finansialku punya Ebook gratis untuk kamu yang ingin belajar saham.

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

#1 Obligasi Konversi Saham Preferen

Yang satu ini merupakan jenis obligasi konversi yang paling mirip dengan jenis obligasi biasa, dan juga kerap disebut sebagai convertible preferred stock.

Hal yang membedakannya dari obligasi lainnya terletak dalam struktur modalnya yang memiliki peringkat senioritas lebih rendah.

 

#2 Obligasi Wajib Konversi

Juga dikenal sebagai Mandatory Convertibles, adalah jenis obligasi dengan imbal hasil tinggi yang wajib untuk dikonversi menjadi saham biasa, namun berdasarkan harga pasar yang sedang berlaku saat proses konversi dilakukan.

Hal ini sesuai dengan syarat yang telah diatur menurut perjanjian pengeluaran obligasi konversi, yang mana syarat akan dilakukan disaat jatuh tempo pembayaran seluruhnya ataupun ketika debitur wajib membayar seluruh hutang.

Dalam segi waktu, obligasi wajib konversi tergolong obligasi jangka pendek. Jadi apabila kamu ingin berinvestasi jangka pendek, mungkin saja produk ini akan cocok.

 

#3 Obligasi Tukar

Obligasi tukar atau exchange convertibles adalah jenis obligasi dimana saham yang menjadi asset dasar dari sebuah obligasi merupakan saham dari perusahaan yang berbeda dari yang menerbitkan obligasi tersebut.

Jadi, kreditur akan memberikan pinjaman kepada pihak debitur.

Disini terdapat persyaratan yang mana opsi konversi akan dilaksanakan dengan tujuan bukan untuk mengkonversi piutangnya tetapi dengan dengan menukarkan obligasi konversi dengan saham milik para pemegang saham, dari pihak debitur yang bersangkutan.

 

#4 Obligasi Konversi Bersyarat

Sesuai dengan namanya, obligasi ini memiliki persyaratan, yang mana investor hanya dapat melakukan konversi surat hutang ke saham perusahaan apabila harga saham yang berlaku dipasar modal saat itu telah mencapai presentase angka tertentu, diatas harga konversi yang telah ditentukan.

Obligasi konversi bersyarat juga lebih dikenal sebagai contingent convertible atau co-co.

 

Berinvestasi di Obligasi Konversi

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan juga bahwa obligasi konversi merupakan jenis investasi yang cocok buat mereka yang mencari saham dengan nilai rendah, dan juga tetap aman karena risikonya lebih rendah.

 

 

Nah bagaimana dengan kamu? Apakah ini merupakan jenis investasi yang cocok buatmu? Komen di bawah ya…

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 09 Agustus 2019. Mengenal Jenis-jenis Obligasi Konversi. Saham.news – https://bit.ly/2ZrA5r9
  • Admin. 22 Maret 2019. Apa itu Obligasi Konversi. Corfina.id – https://bit.ly/3j1vuUk
  • Admin. 22 April 2002. Convertible Bond. Hukumonline.com – https://bit.ly/32e02w0