Kejahatan perbankan membobol ATM (Automated Teller Machine) dengan menggunakan teknik skimming kian marak terjadi. Nasabah desak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk segera atasi modus kejahatan ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Masyarakat Tuntut OJK dan BI untuk Atasi Skimming

Seiring dengan maraknya kasus pembobolan sejumlah rekening dengan modus skimming baru-baru ini, para nasabah mendesak agar Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil kebijakan yang tegas.

OJK yang merupakan pemegang regulasi sistem perbankan, dan BI yang bertanggung jawab atas sistem pembayaran perbankan dianggap harus segera ambil tindakan untuk mengatasi masalah perlindungan nasabah.

Tuntutan ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Ecky Awal Mucharam.

Seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Ecky mengimbau OJK dan BI sebagai otoritas perbankan untuk segera mengambil tindakan terkait keamanan nasabah perbankan, agar dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi perbankan:

“OJK dan BI harus memperbaiki dan mendorong perbankan melakukan audit secara menyeluruh dan mendalam.”

 

Ecky yang merupakan salah satu politisi dari kubu PKS mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam permasalah ini, salah satunya aspek teknologi informasi yang digunakan perbankan.

Menurutnya, OJK dan BI selaku regulator harus memperhatikan kelemahan sistem keamanan teknologi informasi, baik dalam konteks sistem simpanan atau dana pihak ketiga (DPK).

OJK-dan-BI-Dituntut-Tindak-Skimming-3-Finansialku

[Baca Juga: Pelabuhan dan Bandara Indonesia Menjadi Sasaran Investor India]

 

Selain sitem keamanan, perlu dilihat pula prosedur manajemen dan mitigasi risiko dalam sistem DPK, maupun pembayaran yang selama ini berjalan.

Ecky memaparkan:

“Seperti apakah SOP (standard operating procedure) dan manajemen risiko terus diperbaharui dan disempurnakan mengikuti perkembangan yang ada.”

 

Ia berpendapat bahwa edukasi dan sosialisasi keamanan perbankan juga harus digalakan, bukan hanya bagi nasabah, tapi juga bagi karyawan bank dan vendor yang terkait:

“Jika ada kelemahan dan pelanggaran harus diperbaiki dan pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi.”

 

Sebelumnya, Bank Indonesia mengaku sudah memanggil pimpinan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk untuk meminta penjelasan terkait banyak kasus pencurian data di kartu debit (skimming), khususnya yang terjadi di Kediri, Jawa Timur.

Dalam kesempatan berbeda, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan BRI telah menjamin akan menuntaskan kasus dugaan skimming tersebut.

Bila terbukti modus yang digunakan adalah skimming, BRI akan mengganti keseluruhan dana nasabah yang hilang.

OJK-dan-BI-Dituntut-Tindak-Skimming-2-Finansialku

[Baca Juga: Masyarakat Indonesia di Tengah Ancaman Investasi Bodong]

 

BI meminta komitmen BRI untuk menuntaskan kasus penyadapan data tersebut, dan meningkatkan keamanan dalam sistem pembayaran untuk perlindungan konsumen.

Kasus skimming yang belakangan marak diperbincangkan terjadi pada nasabah Simpedes yang menggunakan kartu debit dengan ketentuan saldo di bawah Rp5 juta.

Kartu debit dengan saldo tersebut masih diperbolehkan menggunakan magnetic stripe.

Dalam perkembangannya, BRI berjanji akan mempercepat pergantian kartu debit yang masih menggunakan magnetic stripe dengan teknologi chip.

 

Modus Pelaku Kejahatan Skimming

  1. Pelaku mencari target mesin ATM yang ingin dipasangi skimmer. Kriteria yang dicari adalah mesin ATM yang tidak ada penjagaan keamanan, sepi dan tidak ada pengawasan kamera CCTV.
  2. Pelaku memulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang alat skimmer pada mulut mesin ATM.
  3. Melalui alat skimmer tersebut para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong. Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, di mana pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya. Atau bila pelaku sudah menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari mana pun. Umumnya data dikirimkan via SMS.

 

Berikut 5 Cara Menghindari Kejahatan Skimming

  1. Hindari ATM yang sepi. Pasalnya, butuh waktu untuk memasangkan alat kejahatan skimming pada sebuah mesin ATM. Dan secara logika, pelaku kejahatan ini akan beroperasi di ATM yang sepi. Karena mereka lebih leluasa memasangkan alat tersebut.
  2. Hindari menggunakan ATM di tempat yang redup pencahayaan. Pelaku mudah memasang alat skimming di tempat pengawasan yang lemah. Ini akan berpengaruh pada jelas atau tidaknya kamera CCTV di dalam sebuah ATM.
  3. Selalu periksa saldo rekening secara teratur. Jika merasa ada penarikan uang yang aneh segera melapor ke pihak bank.
  4. Hindari terlalu sering mengakses akun bank pribadi karena akan semakin rentan dibobol.
  5. Diharapkan untuk menggunakan dua jenis autentikasi saat mendaftarkan akun di bank dan pada setiap transaksi agar lebih aman.

 

Untuk saran, tanggapan atau pertanyaan, Anda dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Lavinda. 20 Maret 2018. Marak Skimming, OJK dan BI Didesak Lindungi Nasabah. Cnnindonesia.com – https://goo.gl/FKVsz3

 

Sumber Gambar:

  • Skimming – https://goo.gl/GSWmej
  • BRI – https://goo.gl/Kq5vNA
  • OJK dan BI – https://goo.gl/xjyVhs

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
OJK dan BI Dituntut untuk Tegas Tangani Skimming
Article Name
OJK dan BI Dituntut untuk Tegas Tangani Skimming
Description
Kejahatan perbankan membobol ATM (Automated Teller Machine) dengan menggunakan teknik skimming kian marak terjadi. Nasabah desak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk segera atasi modus kejahatan ini.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo