Pemerintah berpotensi meraup pendapatan besar dari diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan soal pajak e-commerce. Selain pemasukan pajak, data transaksi juga jadi modal pemerintah untuk memantau kepatuhan pajak tersebut.

Mari simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Pemerintah Meraup Pendapatan dari Pajak e-Commerce

Pemerintah berpotensi akan mendulang penerimaan dari pajak e-commerce setelah diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan per 1 April 2019 mendatang.

Hal ini menyambut upaya Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) yang mewajibkan pebisnis e-commerce untuk memungut, menyetorkan dan melaporkan data transaksi perdagangan.

Seperti diketahui marketplace seperti e-commerce menyimpan banyak data transaksi. Tak hanya bagi marketplace, namun juga pedagang online, penyedia jasa termasuk jasa pengiriman.

Data-data transaksi itu akan menjadi dasar pemerintah menguji dan memantau kepatuhan wajib pajak untuk membayar kewajibannya.

Potensi Pemerintah Meraup Pendapatan Besar dari Pajak e-Commerce 02 e-commerce 2 - Finansialku

[Baca Juga: E-Commerce Wajib Setor Pajak, Asosiasi Pelaku Desak Menkeu Tunda Pungut Pajak]

 

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Yoga Hestu Saksama mengatakan usaha tersebut untuk meningkatkan kepatuhan pelaku e-commerce untuk membayar pajak serta untuk prinsip keadilan. Yakni soal perlakuan sama antara pelaku usaha konvensional dan online.

Hingga saat ini kantor pajak belum membuka besar potensi penerimaan dari peraturan baru tersebut. Pasalnya, belum ada data resmi nilai transaksi dari perdagangan online di Indonesia.

Namun, dikutip dari data Statista, potensi transaksi e-commerce 2018 sekitar US$7,86 miliar atau setara hampir Rp110,4 triliun. adapun riset Google-Temasek nilainya bisa lebih besar, sekitar US$12,2 miliar.

 

Misalnya, nilai transaksi marketplace ini dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan tarif pajak penghasilan final sebesar 0,5 persen dari omzet, nilai pajak yang bisa didulang Rp552 miliar hingga Rp854 miliar.

Angka ini diperoleh selain menghitung penerimaan dari pajak pertambahan nilai 10 persen dan pajak penghasilan badan sebanyak 25 persen dari pengusaha non UMKM.

Mengingat proyeksi nilai transaksi e-commerce terus meningkat, hasil pajak diperkirakan akan terus menggelembung. Namun, pelaku usaha e-commerce masih ragu akan ketetapan ini.

Selain belum diketahuinya tatacara pelaporan, pekerjaan mereka bertambah untuk memungut, menyetor pajak, serta melaporkan transaksi para pedagang di marketplace.

Selain pelaku perdagangan online, perusahaan logistik juga akan semakin repot. Pasalnya banyak juga pengiriman dari para pebisnis diluar e-commerce, antar konsumen, antar pebisnis. Direktur Utama JNE, Feriadi mengungkapkan:

“ini menambah beban kami.”

 

Proyeksi Nilai Penjualan e-Commerce di Indonesia

Dilansir dari data yang dimuat oleh Kontan, pendapatan dari 5 sektor perdagangan diprediksi akan meningkat. Lima sektor ini adalah, Fashion, Elektronik, Mainan dan Hobi, Furnitur dan Peralatan, serta Makanan dan barang perawatan pribadi.

Prediksi peroleh pada 2019 dari sektor Fashion akan di dulang sebanyak US$2,7 juta, elektronik dengan US$3,2 juta, mainan dan hobi sebesar US$1,8 juta, Furnitur dan Peralatan sebesar US$2,01 juta, serta Makanan dan Barang Perawatan pribadi sebesar US$1,8 juta.

Jika dikalkulasikan, proyeksi nilai penjualan pada 2019 diprediksi mencapai US$11,4 juta.

Perolehan ini juga akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya, seperti 2020 mendatang diprediksi proyeksi nilai penjualan akan mencapai total US$13,1 juta bahkan pada 2023 akan mencapai US$16,3 juta.

Berbicara mengenai sektor penjualan di tahun 2019 yang akan meningkat dan adanya ketentuan pajak yang berlaku, apakah Anda sudah membayar wajib pajak? Tentunya sebagai warga negara yang baik Anda sudah membayarnya bukan?

Dengan adanya Pajak yang berlaku maka pengeluaran Anda akan bertambah, Anda perlu merencanakan keuangan Anda dengan lebih matang lagi, meskipun pengeluaran bertambah tentunya kondisi keuangan Anda bisa tetap stabil jika direncanakan dan dikelola dengan baik.

Anda dapat dengan mudah menggunakan Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dan mengelola keuangan Anda. Aplikasi Finansialku dapat Anda download di Google Play Store atau melalui link di bawah ini.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Selain itu, Andapun tentunya memerlukan referensi untuk menambah pengetahuan dan kemampuan Anda dalam mengatur keuangan terutama dalam mengelola keuangan Pribadi dan Bisnis, Anda dapat membaca ebook berikut secara Gratis untuk lebih memahami hal tersebut.

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

 

Apa pendapat Anda setelah membaca berita mengenai potensi pendapatan pemerintah dari pajak e-commerce? Berikan tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini.

Bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Alvinta Prima, Ratih Aji. 14 Januari 2019. Dulang Data & Penerimaan Transaksi E-Commerce. Koran Kontan

 

Sumber Gambar:

  • E-Commerce – https://goo.gl/t12Nwg
  • E-Commerce 2 – https://goo.gl/oRW7Hh