Banyak orang yang mengartikan bahwa hibah adalah hadiah. Padahal, keduanya berbeda.

Nah, ketahui yuk pengertian hibah yang sebenarnya dalam artikel ini. Jangan sampai Anda keliru, ya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa Itu Hibah?

Secara umum, hibah artinya pemberian sesuatu kepada orang lain secara cuma-cuma. Artinya, sang pemberi tak menuntut apapun dari pihak penerima.

Hal ini pun sesuai seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, bahwa hibah merupakan pemberian sukarela dengan mengalihkan hak atas sesuatu kepada orang lain.

Sesuatu yang dihibahkan dapat berupa barang-barang bergerak dan barang-barang tidak bergerak, seperti tanah dan properti. Harta tersebut dihibahkan kepada pihak lain ketika pemberi hibah masih hidup.

Harta yang dihibahkan juga bisa diberikan kepada lembaga, misalnya lembaga pendidikan.

Namun, arti hibah itu sendiri memiliki makna dan aturan tersendiri tergantung cara pandangnya. Hibah tentunya berbeda menurut pandangan Islam maupun aturan negara.

 

#1 Hibah Menurut Islam

Terkait hibah, Islam memiliki pemahaman yang serupa dengan asumsi masyarakat umum selama ini. Maklum, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah muslim terbanyak. Hal ini kerap kali membentuk kultur dan pemikiran masyarakat.

Menurut Islam, hibah merupakan pemberian secara sukarela kepada orang lain. Tak ada tujuan tertentu. Hibah murni karena ingin memberikan harta pada penerima hibah. Hibah pun dapat diberikan kepada orang lain yang bukan saudara kandung atau suami/istri.  

Jangan Keliru dengan Hibah, Ini Pengertian Hibah yang Sebenarnya! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Hitung dan Tata Cara Pembagian Warisan Menurut Islam]

 

Ada pula rukun atau syarat hibah, yang ketentuannya seperti berikut ini:

  • Kehadiran pemberi hibah
  • Kehadiran penerima hibah
  • Barang yang dihibahkan jelas terlihat, dapat berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak
  • Akad hibah, yaitu serah terima barang hibah antara pemberi dan penerima secara nyata dan ikhlas

 

#2 Hibah Menurut Aturan Negara

Jika dilihat dari sudut pandang pemerintahan, hibah justru dapat dipermasalahkan. Apalagi, jika wujud pemberian berupa uang dengan jumlah yang banyak atau barang yang sangat bernilai.

Oleh karena itu, hibah harus disertai dengan bukti-bukti ketetapan hukum yang berlaku secara perdata. Tujuannya supaya tidak digugat oleh pihak ketiga termasuk oleh orang-orang yang termasuk ahli waris di kemudian hari.

Untuk menghindari hal tersebut, negara memiliki aturan soal hibah, yaitu:

  • Hibah berupa tanah dan bangunan harus disertai dengan akta dari pejabat pembuat akta tanah (PPAT), yaitu berupa akta hibah.
  • Hibah tanah tidak dikenai PPh jika diberikan dari orang tua kepada anak kandung.
  • Hibah tanah dikenai PPh sebesar 2,5% dari harga tanah berdasarkan nilai pasar (jika dilakukan antar-saudara kandung).
  • Hibah berupa harta atau barang bergerak harus dilakukan dengan akta notaris.
  • Hibah diberikan saat pemberi hibah masih hidup.
  • Hibah yang diberikan saat pemberi sudah meninggal dunia disebut wasiat. Wasiat dapat dibuktikan dengan surat yang diakui secara perdata.
  • Hibah harus diberikan pada penerima yang sudah ada atau sudah lahir, tidak bisa diberikan kepada penerima yang belum lahir.
  • Pemberian hibah bersifat final dan tidak bisa ditarik kembali.

Jangan Keliru dengan Hibah, Ini Pengertian Hibah yang Sebenarnya! 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Prinsip Kepemimpinan Dalam Islam yang Bisa Kamu Tiru]

 

Negara pun memiliki aturan pembebanan pajak bagi orang yang memberi dan menerima hibah, yaitu:

  • Orang pribadi yang menerima harta hibah dari saudara kandung.
  • Orang pribadi yang memiliki kekayaan lebih dari Rp500 juta.
  • Orang pribadi yang memiliki hasil penjualan lebih dari Rp2,5 miliar per tahun.
  • Badan keagamaan yang bertujuan mencari keuntungan.
  • Badan pendidikan yang mencari keuntungan.

 

Bedakan Hibah dengan Hadiah dan Wasiat

Sekilas, hibah mirip seperti hadiah. Namun, jangan salah, ada perbedaan di antara keduanya.

Hadiah merupakan pemberian yang tujuannya adalah meraih simpati dan rasa suka pihak yang diberi kepada pihak yang memberi.

Berbeda dengan hibah dimana tujuannya adalah memberi manfaat kepada pihak yang diberi tanpa ada tujuan tertentu. Tidak ada kewajiban bagi penerima hibah untuk mengembalikan harta hibah. Pihak pemberi juga tak boleh meminta kembali harta hibahnya.

Terkadang, banyak orang yang keliru juga dengan wasiat. Padahal, keduanya berbeda jauh. Hibah diberikan ketika pemberi yang masih hidup, sedangkan wasiat diberikan pada saat pemberi sudah meninggal dunia dalam bentuk harta warisan.

Jangan Keliru dengan Hibah, Ini Pengertian Hibah yang Sebenarnya! 03 - Finansialku

[Baca juga: Wajib Tahu! Ini Dia 5 Hukum Pernikahan Dalam Islam]

 

Hibah Wujud Kedermawanan

Ditinjau dari sudut pandang agama Islam maupun negara, pengertian hibah dapat dikatakan masih sejalan. Hibah adalah sebagai wujud kedermawanan. Hal ini karena memberikan sesuatu secara cuma-cuma tidak semudah itu. Butuh keikhlasan yang kuat.

Jika Anda berniat untuk menghibahkan harta Anda, ketahuilah bahwa hibah merupakan transaksi kebajikan. Tak ada larangan seseorang memberikan hibah kepada orang lain, asalkan didasari atas rasa sukarela atau keikhlasan.

Untuk Anda yang masih bingung dan ingin berkonsultasi, perencana keuangan Finansialku dapat membantu Anda. Caranya pun cukup dengan mengunduh aplikasi Finansialku. Anda dapat mengunduhnya di sini.

playstore icon
appstore icon

 

Itu dia pengertian hibah yang sebenarnya. Jadi, jangan keliru lagi ya. Jangan lupa untuk share artikel ini supaya rekan atau kerabat Anda juga tidak keliru memahami hibah.

 

Sumber Referensi:

  • Dzulfikar. 28 Juni 2019. Pengertian Hibah Menurut Islam dan Negara. Lifepal.co.id – https://bit.ly/2IxNEf8
  • Admin. Beda Hadiah Dengan Hibah. Pengusahamuslim.com – https://bit.ly/3cKsQyO
  • Admin. 21 December 2019. Pahami Hibah dan Contoh Membuat Surat Hibah yang Benar. Rumah.com – https://bit.ly/2xhtHH3

 

Sumber Gambar:

  • Hibah 1 https://bit.ly/2TA93Li
  • Hibah 2 https://bit.ly/2PZnkif
  • Hibah 3 https://bit.ly/2TymtHk