Yuk simak cara hitung dan tata cara pembagian warisan menurut Islam supaya tidak salah. Bagi muslim, tentunya harus kembali kepada aturan Al-Qur’an yang merupakan hukum yang paling adil.

Warisan merupakan hal yang penting. Tidak hanya untuk diri pribadi, tetapi juga untuk anak cucu Anda kelak. Namun, sering kali perihal warisan ini menimbulkan berbagai permasalahan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Tata Cara Pembagian

Pembagian warisan sering kali membingungkan. Banyak di antara kita yang berpikir keras bagaimana caranya supaya adil untuk beberapa pihak. Sebagai muslim, tentunya semua perkara kembali lagi pada Al-Qur’an.

Kitab suci Al-Qur’an seperti manual book bagi hidup seorang muslim. Semuanya ada aturannya dalam Al-Qur’an termasuk pembagian warisan.

Seperti yang dikutip dari buku berjudul “Pembagian Warisan Menurut Islam” oleh Muhammad Ali Ash-Shabuni, jumlah pembagian yang ditentukan Al-Qur’an ada 6 macam, yaitu:

 

#1 Setengah

Ada lima ahli waris yang berhak mendapatkan separuh dari harta waris peninggalan pewaris. Mereka adalah dari golongan laki-laki dan empat lainnya perempuan.

Kelima ahli waris ini adalah suami, anak perempuan, cucu perempuan keturunan anak laki-laki, saudara kandung perempuan, dan saudara perempuan seayah.

Cara Hitung dan Tata Cara Pembagian Warisan Menurut Islam 01 - Finansialku

[Baca Juga: Utang Juga Warisan Lho! Ahli Waris Harus Membayar Semua Utang Pewaris]

 

#2 Seperempat

Adapun pewaris yang berhak mendapatkan seperempat dari harta peninggalannya hanya ada dua yaitu suami dan istri.

 

#3 Seperdelapan

Ahli waris yang berhak memperoleh bagian warisan seperdelapan yaitu istri. Istri baik seorang maupun lebih akan mendapatkan seperdelapan dari harta peninggalan suaminya, bila suami mempunyai anak atau cucu, baik anak tersebut lahir dari rahimnya atau rahim istri yang lain.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa Ayat 12, “Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau/dan sesudah dibayar utang-utangmu.”

Cara Hitung dan Tata Cara Pembagian Warisan Menurut Islam 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Benar Warisan Tidak Kena Pungutan Pajak? Cari Tahu Kebenarannya!]

 

#4 Dua per Tiga

Ahli waris yang berhak mendapat bagian dua per tiga dari harta peninggalan pewaris ada empat dan semuanya terdiri dari wanita, yaitu:

  • Dua anak perempuan (kandung) atau lebih
  • Dua orang cucu perempuan keturunan anak laki-laki atau lebih
  • Dua orang saudara kandung perempuan atau lebih
  • Dua orang saudara perempuan seayah atau lebih

 

#5 Sepertiga

Adapun ahli waris yang berhak mendapat warisan sepertiga bagian. Hanya ada dua yaitu ibu dan dua saudara (baik laki-laki ataupun perempuan) yang seibu.

 

#6 Seperenam

Ahli waris yang berhak mendapat bagian seperenam, ada tujuh orang. Mereka adalah (1) ayah, (2) kakek asli (bapak dari ayah), (3) ibu, (4) cucu perempuan keturunan anak laki-laki, (5) saudara perempuan seayah, (6) nenek asli, (7) saudara laki-laki dan perempuan seibu.

 

Hak Waris Seseorang Bisa Gugur

Walaupun pembagian warisan dinilai adil, ada beberapa hal yang menyebabkan hak waris seseorang menjadi gugur, yaitu:

 

#1 Budak

Seseorang yang berstatus budak tidak mempunyai hak untuk mewarisi. Harta dari saudaranya pun tidak bisa. Sebab, segala sesuatu yang dimiliki budak, secara langsung menjadi milik tuannya.

 

#2 Pembunuhan

Apabila seorang ahli waris membunuh pewaris, maka ia tidak berhak mendapatkan warisan. Misalnya saja anak yang membunuh orangtuanya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Tidaklah seorang pembunuh berhak mewarisi harta orang yang dibunuhnya.”

Cara Hitung dan Tata Cara Pembagian Warisan Menurut Islam 03 - Finansialku

[Baca Juga: Dapat Tanah Warisan Jangan Bahagia Dulu! Cek Cara Menghitung BPHTB Hiba]

 

#3 Perbedaan Agama

Seorang muslim tidak dapat mewarisi atau pun diwarisi oleh orang non-muslim, apapun agamanya. Hal ini telah diterangkan Rasulullah SAW dalam sabdanya seperti yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, “Tidaklah berhak seorang muslim mewarisi orang kafir dan tidak pula orang kafir mewarisi muslim.”

 

Contoh Pembagian Warisan

Seperti yang dilansir situs nu.or.id, berikut ini contoh kasus pembagian warisan jika seorang laki-laki meninggal dunia meninggalkan keluarga:

  • Seorang istri
  • Seorang anak perempuan
  • Seorang ibu
  • Seorang paman

 

Harta yang ditinggalkan sebesar Rp48 juta dibagi 24 bagian sehingga masing-masing bagian sebesar Rp2.000.000. Maka pembagiannya berdasarkan aturan di atas seperti yang tertera berikut ini:

Cara Hitung dan Tata Cara Pembagian Warisan Menurut Islam 04 - Finansialku

 

Berikut adalah pembagiannya:

  • Istri: 3 x Rp2 juta = Rp6 juta
  • Anak perempuan: 12 x Rp2 juta = Rp24 juta
  • Ibu: 4 x Rp2 juta = Rp8 juta
  • Paman: 5 x Rp2 juta = Rp10 juta
  • Total: Rp24 juta (Habis terbagi)

 

Pembagian Warisan Menyangkut Nama Baik Keluarga

Pembagian warisan bukanlah perkara mudah. Namun, dengan aturan Al-Quran, semuanya memudahkan. Segala sesuatu yang dilakukan dengan mengacu pada Al-Quran akan terasa adil dan berkah.

Jika di dalam keluarga tidak ada yang bisa membagi, hendaknya menunjuk orang lain yang dipercaya dan menyepakati sistem pembagiannya.

 

Itu dia cara hitung dan tata cara pembagian warisan menurut Islam. Bagaimana menurut Anda? Akan lebih baik jika Anda dapat share artikel ini barangkali ada rekan atau kerabat yang membutuhkan informasi ini. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Lusiana Mustinda. 30 November 2019. Pembagian Harta Warisan Menurut Islam. Finance.detik.com – https://bit.ly/38ryaor
  • Dzulfikar. 15 Juni 2019. Pembagian Warisan di Indonesia dan Sistem Penerapannya. Lifepal.co.id – https://bit.ly/2uYw8xp

 

Sumber Gambar:

  • Warisan 1 – https://bit.ly/2Sow6bc
  • Warisan 2 – https://bit.ly/3bCgqc4
  • Warisan 3 – https://bit.ly/2OTMHS3
  • Warisan 4 Tabel – https://bit.ly/2uYw8xp