Sudahkah Anda ketahui hal-hal penting seputar asuransi jiwa berikut ini? Hal penting apa saja? Mari simak bersama dalam artikel berikut ini.

Ketahui selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini. 

Artikel ini dipersembahkan oleh Ayosemarang.com

 

Asuransi Jiwa

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan produk keuangan asuransi jiwa.

Asuransi jiwa adalah salah satu layanan asuransi yang digunakan untuk perlindungan terhadap dampak kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang atau keluarga, karena adanya kematian anggota keluarga (tertanggung) yang sebelumnya merupakan tulang punggung bagi keluarga tersebut.

Berkenaan dengan masa pandemi Covid-19 ini, menurut riset Lifepal.co.id sebelumnya, tercatat bahwa pemulihan pendapatan premi bruto asuransi jiwa pada Juni 2020 telah melebihi nilai pendapatan di Juni 2019.

Penting Untuk Tahu Hal Seputar Asuransi Jiwa, Anda Wajib Baca! 02 Finansialku

[Baca Juga: Cara Memilih Asuransi Jiwa Terbaik Untuk Orang Tua]

 

Sehingga terlihat kesadaran masyarakat Indonesia yang meningkat untuk memiliki asuransi jiwa dan melindungi keluarga mereka dari risiko finansial.

Dengan mempersiapkan uang pertanggungan bagi keluarga jika mereka harus ditinggalkan atau sang tertanggung sudah tidak produktif lagi.

Untuk itu, mari kita simak hal-hal penting yang perlu diketahui dalam perhitungan asuransi jiwa yang tepat guna.

 

Penting Untuk Tahu, Hal Perhitungan Asuransi Jiwa

Hal asuransi jiwa, penting bagi kita untuk mengetahui semua yang perlu kita ketahui. Agar apa yang kita lakukan pada produk keuangan ini tidak membuat kita bingung sendiri.

 

#1 Apa itu Uang Pertanggungan 

Di dalam asuransi jiwa, ada satu hal yang sangat perlu diperhatikan yaitu UP atau uang Pertanggungan.

UP adalah jumlah uang yang harus dibayarkan perusahaan asuransi jika pemegang polis mengajukan klaim atas risiko yang dijamin dalam program asuransi.

Uang pertanggungan setiap perusahaan jumlahnya berbeda-beda, biasanya semakin besar premi yang dibayar maka uang pertanggungan yang dapat diterima juga semakin besar.

Umumnya, perusahaan asuransi di Indonesia memberikan uang pertanggungan antara puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Besar kecilnya uang pertanggungan ini selain dipengaruhi besar premi, usia, serta faktor lain yang berkaitan dengan risiko kesehatan.

Tentu, semakin lama tenor yang dipilih semakin besar uang pertanggungan yang bisa dimiliki.

Namun, banyak pemegang polis yang terjebak dengan angka pertanggungan ini. Pasalnya mereka menghitung nilai pertanggungan tersebut untuk kehidupan saat ini.

Padahal 20 atau 30 tahun mendatang nilai, 200 atau 500 juta rupiah mungkin terasa sangat kecil karena kebutuhan bertambah, namun pendapatan nol.

 

#2 Bagaimana Metode Perhitungan uang Pertanggungan

Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa saat ini kita melihat uang 200 juta rupiah sangat besar, namun dimasa 20 atau 30 tahun yang akan datang, uang senilai itu akan kecil.

Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengetahui berapa uang pertanggungan yang dibutuhkan nantinya oleh tanggungan, dalam hal ini keluarga Anda.

Ada dua metode yang bisa dilakukan untuk memperhitungkan besarnya uang pertanggungan.

 

Nilai Hidup Manusia atau Human Live Value (HLV)

Sesuai namanya, metode ini melihat Anda sebagai manusia yang memiliki “nilai ekonomi”, lantaran dapat bekerja dan menghasilkan nilai (uang) dalam jumlah tertentu.

HLV dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

UP = E X (((1+R)^ N)-1)/R

Di mana,

E = Pengeluaran / Penghasilan bulanan X 12
R = Inflasi Tahunan (Persen)
N = Waktu Pertanggungan (Tahun)
UP = Uang Pertanggungan

 

Income Based Value (IBV)

Metode ini dilakukan dengan menghitung besarnya uang pertanggungan dengan memperhitungkan besarnya bunga atau return.

Apabila uang pertanggungan yang akan diterima disimpan dalam produk investasi.

IBV dapat dihitung dengan rumus berikut ini:

IBV = Penghasilan/Pengeluaran : Suku bunga deposito per bulan

 

#3 Contoh Perhitungan Uang Pertanggungan 

Ibu Nerissa memiliki penghasilan sebesar 10 juta rupiah per bulan, dengan asumsi suku bunga deposito adalah 6% per tahun atau 0,5% per bulan dan inflasi tahunan 3%.

Berapakah UP Ibu Nerissa apabila dihitung dengan metode Human Live Value (HLV) dan Income Based Value (IBV).

 

Dengan metode Human Live Value

UP= E X (((1+R)^ N)-1)/R

UP= Rp 10.000.000 X 12 bulan (((1+ 3%)^20)-1) / 3%

UP= 3,2 miliar rupiah

Angka 20 tahun yang tercantum dalam rumus perhitungan ini adalah perkiraan waktu terkait kecukupan UP untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Ibu Nerissa sepeninggal beliau.

Patut dicatat, perhitungan HLV tidak mengikutsertakan nilai asumsi deposito atau pertumbuhan dana investasi.

 

Dengan metode Income Based Value

ILV= Rp 10.000.000 : 0,5% = 2 miliar rupiah.

 

Punya Asuransi Jiwa Bagi Keluarga Anda?

Nah itu dia yang perlu kita ketahui seputar asuransi jiwa dan penghitungannya. Jadi kini Anda sudah mengetahui hal penting tersebut.

Namun apakah Anda sudah benar-benar memiliki asuransi jiwa bagi kepentingan keluarga Anda?

Bila ternyata Anda masih ragu memiliki asuransi jiwa karena ada pertanyaan lain yang masih belum Anda mengerti mengenai asuransi jiwa, Finansialku punya audio book yang bisa membantu Anda.

Silakan klik tautan yang kami sediakan di bawah ini.

banner -asuransi jiwa

 

Apa pendapat Sobat Finansialku tentang artikel di atas? Anda juga bisa berdiskusi lewat kolom komentar di bawah ini ya.

Bagikan informasi ini seluas-luasnya, agar saudara dan sahabat Anda juga tahu apa yang Anda baru saja ketahui.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Finansialku.com dengan Ayosemarang.com, isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Ayosemarang.com

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Penting Untuk Tahu Hal Seputar Asuransi Jiwa, Anda Wajib Baca! 01 Finansialku – http://bit.ly/3r33UIO
  • Penting Untuk Tahu Hal Seputar Asuransi Jiwa, Anda Wajib Baca! 02 Finansialku – http://bit.ly/3qXfh53