Memasuki usia 30-an, banyak orang mulai mengevaluasi kembali arah hidup dan keuangan mereka. Namun, di tengah kenaikan biaya hidup, perubahan karier, hingga tekanan sosial untuk “mapan”, wajar jika kondisi finansial setiap orang berbeda.

Alih-alih membandingkan diri dengan orang lain, lebih bijak jika Anda memahami milestone finansial di usia 30-an sebagai panduan, bukan tekanan. Artikel ini akan membantu Anda melihat gambaran besar mengenai target keuangan yang ideal serta strategi membangun stabilitas finansial secara realistis.

 

8 Kondisi Keuangan yang Harusnya Sudah Dicapai saat Berusia Kepala 3

Saat seseorang menginjak usia 30-an, ada beberapa hal yang harus disesuaikan dalam mengelola keuangan. Pada usia 30, seseorang seharusnya lebih siap dan mengelola keuangan dengan benar. Beberapa kondisi keuangan yang harusnya sudah Anda capai.

 

#1 Punya Penghasilan Aktif dan Pendapatan dari Hasil Investasi

Kondisi keuangan pertama yang harus Anda capai adalah, Anda sudah memiliki penghasilan aktif (karena Anda bekerja) dan penghasilan investasi. Rata-rata orang Indonesia memang sudah mencapai fase ini, meskipun penghasilan investasinya belum besar. Ada beberapa orang yang bahkan sudah bisa mulai mendapatkan penghasilan pasif, karena mereka memiliki bisnis sampingan (waralaba, bisnis online dan lain sebagainya). Sebagai informasi kondisi keuangan #1 ini adalah fase 1 dalam perjalanan menuju kebebasan keuangan (financial freedom) menurut J.D Roth.

[Baca Juga: 6 Tahapan Seseorang untuk Mencapai Kebebasan Keuangan]

 

#2 Mampu Mengelola Cashflow dengan Lebih Baik & Tahu Prioritas

Pada saat seseorang berusia 30 an, orang tersebut juga seharusnya sudah bijak dalam mengelola arus kas (cash flow) keluarga. Setidaknya mereka sudah mengetahui mana yang harusnya menjadi kebutuhan (needs), mana yang keinginan (wants) dan tahu menyusun prioritas. Bukan berarti Anda tidak boleh menikmati hasil kerja keras Anda, tetapi Anda perlu mengetahui kemana uang Anda harus dibelanjakan, karena hidup tidak hanya sekarang. Dan jika Anda sudah berkeluarga, Anda juga perlu memikirkan keluarga Anda. Contoh yang paling sederhana adalah, Anda memprioritaskan penghasilan Anda untuk menabung dan berinvestasi.

Cara Mengelola Keuangan Keluarga Versi 2.0 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Prioritaskan Penghasilan Anda untuk Menabung dan Berinvestasi]

 

#3 Memiliki Dana Darurat Sesuai dengan Kebutuhan

Kondisi keuangan ketiga adalah memiliki dana darurat (emergency funds) sesuai dengan kebutuhan. Misal jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak, setidaknya memiliki dana darurat sebesar 12 x pengeluaran bulanan. Jangan gunakan kartu kredit untuk 100% dana darurat Anda. Dana darurat ini bertujuan untuk mengantisipasi kondisi-kondisi yang gawat dan sebagai dana talangan.

 

#4 Setidaknya Utang Konsumtif Mulai Berkurang (Bahkan Lunas)

Sebisa mungkin pada usia 30 an, Anda sudah mengurangi (atau bahkan melunasi) utang-utang konsumtif, seperti kartu kredit, KTA, KKB. Tujuannya adalah uang untuk cicilan bulanan dijadikan satu untuk diinvestasikan dan memenuhi tujuan-tujuan keuangan jangka menengah dan panjang. Contoh Anda perlu menyiapkan biaya kuliah anak, pergi beribadah, biaya untuk nanti pensiun dan lain sebagainya.

[Baca juga: Perbedaan Utang Produktif dan Utang Konsumtif]

 

Pada titik ini, kita berbicara mengenai bebas utang konsumtif. Jika Anda memiliki utang produktif, misal kredit kendaraan untuk membeli mobil yang disewakan, KPR untuk membeli rumah (biar bisa disewakan) sah-sah saja. Usaha Anda tersebut adalah jalan yang tepat untuk membangun penghasilan pasif (passive income).

 

#5 Mulai Mencicil Rumah

Kondisi keuangan kelima, Anda sudah harus mulai mencicil rumah. Setidaknya Anda mulai mencicil rumah pertama Anda, sesuai dengan kemampuan. Jika Anda membeli rumah pertama, pertimbangkan mengenai kemampuan finansial Anda, kebutuhan dan jarak ke sekolah serta tempat kerja. Kesampingkan dahulu pertimbangan jika ada tamu atau saudara yang menginap. Anda dapat memanfaatkan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), agar Anda dapat segera mewujudkan impian memiliki rumah pertama.

[Baca Juga: Keuntungan Membeli Rumah dengan KPR]

 

#6 Memiliki Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Kondisi keuangan ke 6 yang harus Anda miliki adalah asuransi jiwa dan kesehatan. Terlebih jika Anda sudah memiliki tanggungan (istri dan anak-anak), maka Anda wajib memiliki asuransi jiwa. Asuransi jiwa dan kesehatan memiliki fungsi yang berbeda, meskipun beberapa perusahaan asuransi menawarkan dalam satu paket. Perhitungkan jumlah uang pertanggungan asuransi jiwa yang Anda butuhkan dan pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.

[Baca Juga: Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan]

 

#7 Memiliki Rencana Keuangan dan Berinvestasi Sesuai Tujuan Keuangan

Satu hal yang perlu dan wajib Anda miliki saat Anda sudah berusia 3 adalah renana keuangan (financial plan). Kesalahan orang-orang zaman dahulu adalah mereka tidak memiliki rencana yang matang untuk masa depan keuangan mereka. Misal menyiapakan biaya kuliah anak, biaya pensiun dan lain sebagainya. Anda sebagai orang-orang yang berusia 30-an, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Segera miliki rencana keuangan (financial plan), atur keuangan Anda agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan keuangan Anda.

[Baca Juga: Berinvestasi Sesuai dengan Tujuan Keuangan]

 

Selain itu Anda juga perlu berinvestasi setidaknya untuk dapat menyiapkan kebutuhan-kebutuhan keuangan jangka panjang. Salah satu cara pikir (mindset) yang salah mengenai investasi adalah Takut Rugi atau Menghindari Risiko Rugi. Padahal ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperkecil (bukan menghilangkan) risiko. Beberapa diantaranya adalah memiliki rencana keuangan dan mempelajari sungguh-sungguh cara mengoptimalkan investasi tersebut.

 

#8 Menyiapkan Dana Hari Tua

Terakhir Anda juga harus sudah memikirkan strategi untuk membiayai pensiun Anda. Setidaknya Anda memiliki gambaran, apa yang harus Anda siapkan sejak usia 30-an agar pensiun Anda aman dan sejahtera secara keuangan. Jadi pada saat pensiun, Anda dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai .

 

Milestone Finansial di Usia 30-an

Usia 30-an sering disebut sebagai fase transisi menuju kematangan finansial. Pada tahap ini, Anda biasanya sudah memiliki penghasilan tetap dan mulai memikirkan stabilitas jangka panjang.

Namun perlu dipahami, milestone finansial di usia 30-an bukanlah standar kaku, melainkan indikator perkembangan.

Berikut gambaran milestone yang realistis:

#1 Memiliki Aset Produktif

Tidak harus rumah mewah, tetapi minimal sudah mulai memiliki aset seperti investasi rutin, bisnis sampingan, atau properti pertama.

#2 Arus Kas Positif Secara Konsisten

Penghasilan lebih besar dari pengeluaran, dan surplusnya dialokasikan untuk investasi atau tujuan jangka panjang.

#3 Bebas dari Utang Konsumtif

Fokus pada pengurangan cicilan yang tidak produktif agar ruang finansial semakin longgar.

#4 Mulai Fokus pada Wealth Building

Usia 20-an adalah fase eksplorasi, sedangkan usia 30-an adalah fase akselerasi. Di fase ini, keputusan finansial harus lebih terukur.

Yang terpenting bukan seberapa besar pencapaian Anda, tetapi apakah arah keuangan Anda sudah jelas dan terencana.

 

Strategi Membangun Stabilitas Keuangan di Awal Karier dan Usia 30-an

Bagi sebagian orang, usia 30-an masih termasuk fase awal karier, terutama jika mengalami career switch atau membangun usaha sendiri.

Berikut beberapa strategi membangun stabilitas keuangan secara bertahap:

#1 Prioritaskan Dana Darurat dan Proteksi

Sebelum agresif berinvestasi, pastikan pondasi finansial aman.

#2 Terapkan Sistem Alokasi Otomatis

Gunakan metode pembagian penghasilan (misalnya 50/30/20 atau model lain yang sesuai kondisi Anda) agar konsisten menabung dan berinvestasi.

#3 Hindari Lifestyle Inflation

Kenaikan gaji sering diikuti kenaikan gaya hidup. Kontrol peningkatan pengeluaran agar pertumbuhan aset tetap optimal.

#4 Diversifikasi Sumber Penghasilan

Tidak hanya mengandalkan satu sumber income. Bangun penghasilan tambahan melalui investasi atau skill baru.

#5 Miliki Rencana Keuangan Tertulis

Tanpa rencana, sulit mengukur progres. Dengan rencana yang jelas, Anda bisa memantau pencapaian setiap tahun.

Stabilitas finansial bukan dicapai dalam satu malam. Dibutuhkan konsistensi, disiplin, dan evaluasi berkala.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Belum Sesuai dengan Kondisi di Atas?

Jangan kecewa atau berkecil hati jika Anda masih ada satu atau beberapa kondisi keuangan yang belum Anda capai. Anda masih memiliki waktu dan kesempatan untuk melakukan perubahan. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda mau segera memulai? Apa yang akan Anda lakukan dalam waktu dekat ini? Jika Anda masih bingung darimana harus memulai, buat jadwal konsultasi melalui Whatsapp 0851 5897 1311 atau klik banner di bawah untuk informasi lebih lanjut mengenai konsultasi keuangan!

konsul - PERENCANAAN KEUANGAN Q3 23

Apakah Anda sudah mencapai beberapa kondisi keuangan di atas? Poin mana yang menjadi poin paling berat menurut Anda?