Sebagai keluarga muslim, yuk terapkan perencanaan keuangan keluarga syariah agar hidup penuh berkah. Bagaimana caranya? Simak artikel ini.

Sebagai seorang muslim, sebaiknya segala macam aspek kehidupan yang dijalankan sesuai dengan ajaran dan syariat Islam, termasuk cara mengatur keuangan.

Islam telah menetapkan ajaran-ajaran bagaimana cara seseorang mengatur persoalan finansial. Tujuan dari penetapan ini adalah agar umat muslim tidak salah dalam melakukan perhitungan akan kehidupan finansialnya yang merugikan dan membuat hidup sejahtera.

Nah, cari tahu yuk, konsep perencanaan keuangan keluarga secara syariah dan simak tipsnya melalui TTS berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Masalah dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga

Sering sekali mendengar dari beberapa orang yang telah berkeluarga memiliki masalah soal pengelolaan keuangan. Ada yang masih berdebat bahwa semua uang harus dipegang suami, ada juga yang memiliki prinsip bahwa semua uang harus dipegang istri.

Tak jarang kalimat keluhan muncul dari sang istri karena ditanya oleh pasangan uang keluarga tinggal berapa. Merasa sensitif karena seolah ditanya “Uangnya habis kemana? Tanggal segini udah minta lagi.”.

Atau ada juga istri yang kepengen semua uang yang masuk rekening suami, harus dipindahkan ke istri.

Lain cerita dengan istri yang ikut bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Pada akhirnya uang bulanan dari suami tidak rutin. Ketika istri minta akan dikasih, sebaliknya istri nggak minta, suami tidak memberi.

Seiring berjalannya waktu, jabatan naik diikuti dengan naiknya penghasilan, anak lahir, biaya sekolah muncul, harga-harga naik, akhirnya masalah pun mulai timbul.

Meskipun istri berpenghasilan, uang istri sepenuhnya menjadi hak milik istri, karena baik kebutuhan keluarga maupun nafkah (uang jajan istri) merupakan tanggung jawab suami.

Yuk, Terapkan Konsep Perencanaan Keuangan Keluarga Syariah! 02

[Baca Juga: Mengetahui Pilar Keuangan Syariah dan Prinsip Dasar Keuangan Syariah]

 

Di agama Islam, bagi istri, dalam hal memenuhi, atau berkontribusi dalam kebutuhan keluarga sifatnya sedekah.

Permasalahan lain muncul soal ‘ngasih jatah’ ke orang tua atau mertua. Masih sering ditemui seorang suami diam-diam tanpa sepengetahuan istri memberi sejumlah uang kepada orang tuanya, karena merasa nggak enak dengan istri, ataupun sebaliknya. Hal ini memunculkan rasa saling curiga.

Jumlah memberi ini bisa menjadi masalah. Istri ingin memberi dengan jumlah sama baik ke orang tua maupun mertua, sedangkan suami tidak sepakat, karena kebutuhan keduanya berbeda.

Dalam keluarga, entah keduanya atau salah satu bekerja, pasti menyisakan perselisihan dalam pengelolaan keuangan, seperti contoh yang saya sebutkan di atas.

Selain menyepakati pola pengelolaan keuangan dalam keluarga untuk menghindari perselisihan percik-percik kecil rumah tangga, suami dan istri sebagai satu kesatuan tim menyadari hak dan kewajiban masing-masing.

Mereka harus menyelaraskan pos-pos dan tujuan keuangan, untuk menghindari dan mencegah terjadinya perceraian.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012 mengatakan fakta bahwa angka perceraian di Indonesia terus meningkat.

Terjadi 346.480 kasus, gugat talak cerai, 2013 terjadi 324.247 kasus, 2014 terjadi 344.237 kasus, dan 2015 terjadi 347.256 kasus, yang sebagian besar didominasi oleh masalah ekonomi.

Tentunya kita tidak ingin termasuk di dalamnya, bukan? Nah, agar masalah seputar pengaturan keuangan keluarga diatas tidak menjadi hal besar dalam keluarga Anda, Finansialku akan menjabarkan bagaimana konsep perencanaan keuangan dari agama Islam serta tipsnya.

Namun sebelum itu, yuk mainkan dulu Teka Teki Silang (TTS)-nya dengan klik tombol di bawah ini:

Yuk! Main TTS Di Sini!

 

Konsep Syariat Dalam Keluarga

Penting untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran dalam rumah tangga agar semua berjalan secara seimbang. Bagi keluarga muslim, penting pula mengatur keuangan secara syariah.

Praktisi keuangan syariah, Murniati Mukhlisin, menuturkan mengatur keuangan secara Islam berbeda dalam niat.

Sebelum bekerja untuk mencari nafkah perlu diniatkan kalau tujuan mencari uang adalah ibadah bukan semata-mata mengumpulkan harta.

Selain itu, pentingnya pengaturan soal zakat dari keuangan yang dikeluarkan. Zakat diatur setelah membayar utang jika ada. Ada beberapa zakat yang perlu dibayar termasuk zakat dari penghasilan Anda. Zakat haruslah dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan.

Selain masalah sumber harta, dalam Islam juga dianjurkan untuk mengelola dengan sebaik-baiknya rezeki yang kita miliki.

 

Manajemen Keuangan dalam Keluarga

Manajemen keuangan merupakan suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.

Maksud dari masing-masing fungsi manajemen keuangan tersebut adalah perencanaan keuangan, penganggaran keuangan, pengelolaan keuangan, pencarian keuangan, penyimpanan keuangan, pengendalian keuangan, pemeriksaan keuangan.

Keputusan dalam manajemen keuangan dapat berupa:

  1. Keputusan investasi,
  2. Keputusan pembelanjaan dan pembiayaan,
  3. Keputusan manajemen aktiva.

 

Tanggung jawab seorang manajer keuangan dapat berupa perencanaan keuangan, keputusan besar dalam investasi dan pembiayaan, pengoordinasian dan pengendalian serta interaksi dengan pasar modal.

Dapat disimpulkan, manajemen keuangan merupakan salah satu bidang manajemen fungsional dalam suatu perusahaan, yang mempelajari tentang penggunaan dana, memperoleh dana dan pembagian hasil operasi perusahaan. Dalam hal ini perusahaan diidentikkan dengan keluarga.

Manajemen keuangan keluarga adalah mengelola atau mengatur keuangan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.

Manajemen keuangan merupakan serangkaian tugas dalam memaksimalkan pendapatan dan meminimalkan biaya, serta memastikan ketersediaan dana untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran rumah tangga, kondisi darurat, tabungan maupun kesempatan untuk investasi.

Yuk, Terapkan Konsep Perencanaan Keuangan Keluarga Syariah! 01

[Baca Juga: Kenali Mekanisme Keuangan Syariah Berbasis Bagi Hasil]

 

Dalam sebuah keluarga bisa jadi terdapat beberapa manajer didalamnya selayaknya pada perusahaan misalnya suami sebagai top manager, istri sebagai middle manager yang seringkali merangkap sebagai lower manager. Mungkin pula anak yang telah dewasa ditunjuk oleh orang tuanya sebagai lower manager.

Top manager, yaitu manajer tertinggi dalam keluarga yang memimpin seluruh kegiatan para anggota keluarga di luar keluarganya.

Sebagian wewenangnya dilimpahkan kepada manajer tengah, yaitu istri misalnya untuk mengurus urusan keluarga, dan istri terkadang melimpahkan sebagian wewenangnya kepada anaknya dalam melaksanakan kerja.

Untuk menentukan manajer keuangan ini disesuaikan dengan kemampuan antar anggota keluarga. Siapa yang memiliki ilmu lebih baik, apakah suami atau istri, mereka yang dipilih untuk menjadi manajer keuangan keluarga.

Rumah tangga adalah tanggung jawab berdua, suami dan istri sebagai berkolaborasi untuk sebuah keberhasilan tujuan di dalamnya.

Tipe pengelolaan keuangan yang Anda pilih, baiknya dikomunikasikan dengan baik, untuk tercapainya tujuan keuangan dan menghindari permasalahan yang saya singgung di awal artikel. Selain kesepakatan, perlu juga kedisiplinan dan komitmen masing-masing pihak.

 

Ebook Mommy & Money: Panduan Cara Mengatur Keuangan IBU RUMAH TANGGA

Download Sekarang, GRATISSS!!!

7 Ebook Mom and Money

 

Tips Dalam Perencanaan Keuangan Keluarga Syariah

Setelah ada kesepakatan terkait siapa manajer keuangan keluarga dan pola pengaturan keuangannya, Anda dapat mengimplementasikan tips perencanaan keuangan dibawah ini:

 

#1 Membuat Prioritas

Hal pertama dalam mengelola keuangan keluarga dimulai dari memahami apa saja kebutuhan keluarga mulai dari tabungan, tagihan rumah, listrik, telepon, biaya servis, kesehatan, dan sebagainya.

Tiap keluarga tentu punya komponen pengeluaran yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat penghasilan dan juga jenis kebutuhan dan pengeluaran rutin lainnya. Maka ada baiknya untuk memahami profil keuangan keluargamu dan buat anggaran yang rutin setiap bulannya.

Penting bagi manajer keuangan untuk melakukan review terhadap anggaran yang sudah dibuat dan lebih baik jika perencanaan itu dicatat. Tujuannya agar keuangan dapat terencana, jelas, terpantau, dan dapat dilakukan evaluasi terhadapnya.

Kamu bisa melakukan pencatatan keuangan dengan Aplikasi Finansialku yang bisa kalian unduh gratis di Play Store maupun App Store.

Tentu, keluarga yang baik adalah yang menerapkan proses keuangan secara rinci, detail, dan dapat dievaluasi masing-masing pemasukan dan pengeluarannya.

Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

Download Aplikasi Finansialku

 

#2 Alokasikan untuk Zakat

Membayar zakat termasuk salah satu rukun Islam. Idealnya pengeluaran untuk zakat sudah disiapkan dalam daftar pengeluaran rutin.

Selain zakat, infaq dan sedekah juga dianjurkan karena sedekah merupakan salah satu cara untuk menyucikan harta. Dalam islam 2,5% dari rezeki yang diterima terdapat hak orang lain didalamnya.

Oleh sebab itu sisihkan dari pendapatan yang diterima minimal 2,5% untuk membantu orang-orang yang membutuhkan baik diberikan secara langsung atau pun lewat badan penyalur sedekah.

Hal yang tak kalah penting dalam mengelola keuangan adalah disiplin dan konsisten. Percuma saja kamu punya pengetahuan cara mengatur keuangan keluarga tapi kamu tak disiplin dan konsisten dalam menerapkannya.

Pisahkan antara keinginan dan kebutuhan. Lalu bedakan pula antara keperluan rumah tangga dan biaya sekolah anak.

Dari situ bisa menganalisa dan mengetahui kebutuhan mana yang sudah melampaui batas atau perlu ‘disumbang’. Hal tersebut bisa kamu jadikan pembelajaran untuk bulan-bulan berikutnya.

 

#3 Hemat dan Sederhana

Sebelum berbicara mengenai mengelola keuangan keluarga, tentunya para keluarga muslim harus memahami terlebih dahulu bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk dapat hidup sederhana.

Dapat kita ketahui bahwa Rasulullah dan para sahabatnya meninggal dalam keadaan tidak meninggalkan warisan yang banyak atau harta yang berlimpah. Mereka adalah para bangsawan kaya, memiliki jabatan tinggi di masyarakat namun tidak bermewah-mewah semasa hidupnya.

Hidup sederhana bukan berarti miskin dan tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Hidup dengan sederhana berarti kita membatasi diri untuk tidak hidup berlebihan, bergelimang harta dan kebahagiaan dunia.

Yuk, Terapkan Konsep Perencanaan Keuangan Keluarga Syariah! 03

[Baca Juga: Sudah Lakukan Perencanaan Keuangan Syariah yang Benar?]

 

Apalagi jika dengan kelebihan harta yang dimiliki tersebut membuat manusia tidak mau berbagi dengan manusia yang lainnya.

Secara umum, semakin banyak dan besar harta yang dimilikinya maka semakin tinggi pula dana sosial atau pemberian hartanya kepada umat, semakin besar pula tanggung jawab yang dipikul untuk memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.

Untuk itu, Rasulullah dan ajaran islam memberikan perintah untuk dapat hidup sederhana dan juga tidak berlebih-lebihan.

 

Itulah konsep dan tips perencanaan keuangan keluarga syariah yang bisa diterapkan dalam kehidupan berkeluarga.

Sobat Finansialku, sayangnya masih banyak keluarga muslim yang tidak mengerti tentang hal ini.

Mari kita sama-sama membagikan informasi bermanfaat ini kepada sesama keluarga muslim agar keluarga bisa semakin sejahtera.

 

 

Sumber Referensi:

  • Ila Abdulrahman. 7 September 2017. Pola Pengelolaan Keuangan Keluarga, Semua Uang Milik Istri? Detik.com – https://bit.ly/3mlbaxj

 

Sumber Gambar:

  • Islamic Financing – https://bit.ly/3miK3my, https://bit.ly/348id6m, https://bit.ly/2W9gjy6, https://bit.ly/3qRC3fT