Ternyata ini cara perencanaan keuangan syariah yang benar menurut ahli dan manfaat perencanaan keuangan syariah!

Ketahui informasi selengkapnya di artikel Finansialku di bawah ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa Bedanya Perencanaan Keuangan Syariah dan Konvensional?

Sobat Finansialku, perencanaan keuangan, kita ketahui sebagai salah satu proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang.

Hal ini tentu harus dilakukan melalui sebuah sistem manajemen keuangan yang komprehensif, terintegrasi, terencana, dan terstruktur, sesuai dengan kebutuhan setiap pribadi atau keluarga.

Untuk Muslim, ada konsep khusus perencanaan keuangan yang disebut dengan perencanaan keuangan syariah.

Tujuan dari perencanaan keuangan syariah ini sebenarnya sama dengan perencanaan keuangan konvensional, yang membuatnya berbeda adalah metode dan praktiknya, di mana perencanaan keuangan syariah mengikuti kaidah dan prinsip syariah.

Diminati Masyarakat, Bagaimana Prospek Bank Syariah Kedepannya 02 Finansialku

[Baca Juga: Pahami Cara Rasulullah Kelola Keuangan, Dijamin Berkah]

 

Dalam Islam sendiri sebenarnya sudah ada tuntutan dan penjelasan terkait dengan proses perencanaan keuangan syariah ini.

Hal ini sudah disertai dengan contoh dari kisah nyata baik yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadist.

Salah satu contoh kisah nyata mengenai perencanaan keuangan syariah adalah saat Nabi Yusuf AS menafsirkan mimpi dari dari raja Mesir yang tertulis dalam Q.S Yusuf ayat 43-49.

Suatu hari, seorang raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina gemuk yang dimakan oleh tujuh sapi betina kurus, tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir gandum kering.

Ketika terbangun dari tidur, Raja diselimuti rasa penasaran, kemudian memanggil para penafsir mimpi untuk menguak makna mimpi tersebut.

Tapi hasilnya nihil. Para penafsir mimpi, semuanya dengan kompak mengatakan kalau itu hanya mimpi yang tidak berarti.

Raja tidak puas dengan jawaban tersebut. Beliau kemudian mencari orang lain yang mampu menafsirkan mimpi dengan baik.

Akhirnya, satu pelayan istana mengatakan kalau dia mengenal salah satu pemuda yang bisa menafsirkan mimpi.

Pelayan itu kemudian mengunjungi Nabi Yusuf AS yang masih dikurung dalam penjara, kemudian menjelaskan perihal mimpi sang raja tadi.

Nabi Yusuf AS yang mendengar cerita itu kemudian menafsirkan bahwa mimpi itu adalah peringatan dari Allah SWT agar masyarakat bercocok tanam selama tujuh tahun, dan masyarakat wajib menyimpan hasilnya dengan baik.

Nabi Yusuf AS juga meminta masyarakat untuk menggunakan hasil panennya sedikit demi sedikit dan tidak berlebihan.

Setelah itu semua berjalan, akan datang tujuh tahun musim paceklik yang penuh penderitaan.

Saat itu, persediaan pangan akan banyak terkuras untuk kebutuhan pangan pada masa tersebut.

Tapi setelah masa paceklik berakhir, akan muncul hujan dengan volume yang cukup banyak.

Pahami Dulu Kerugian Investasi Syariah dan Cara Mengatasinya! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Sih Makna Kebebasan Finansial Islam? Simak di Sini!]

 

Ketika itu, mereka akan kembali bercocok tanam, memeras anggur, dan menikmati hasil panen dengan suka cita.

Dari cerita tersebut dapat kita tarik kesimpulan kalau bukan hal yang baik jika kita menghabiskan semua harta yang kita miliki saat ini.

Manusia harus bisa berikhtiar untuk mengelola dan menyimpan sebagian hartanya agar di kemudian hari dapat digunakan apabila terjadi masa-masa sulit dalam hidupnya.

Kisah di atas juga menekankan betapa pentingnya proses perencanaan keuangan yang komprehensif dan terstruktur dalam kehidupan kita.

Terlebih, Rasulullah SAW juga sering memberikan contoh bahwa dalam hidupnya semua serba teratur dan terencana. Ini dikatakan dalam salah satu hadist beliau yang berbunyi:

“Allah akan memberi rahmat bagi hamba-Nya yang mencari rezeki yang halal, dan menyedekahkan dengan kesengajaan, mendahulukan kebutuhan yang lebih penting, pada hari di mana ia dalam keadaan fakir dan memiliki hajat.” (Muttafaq’alaih).

 

Manfaat Perencanaan Keuangan Syariah

Jika kita bicara soal manfaat, maka salah satu manfaat perencanaan keuangan syariah yang pasti adalah mendekatkan dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Karena sejatinya, bentuk ketaqwaan bukan hanya dilakukan dari aktivitas ibadah saja, namun juga dalam bermuamalah.

Di mana salah satunya adalah dengan menggunakan produk-produk keuangan syariah.

Perihal ini sebenarnya sudah diingatkan dan dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al Hasyr ayat 18 yang berbunyi:

“Wahai orang-orang yang beriman dan melaksanakan apa yang disyariatkan oleh Allah untuk mereka, bertaqwalah kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dan hendaknya masing-masing jiwa memperhatikan apa yang telah disiapkannya dari amal saleh untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan..”

 

Menurut saya pribadi, melakukan perencanaan keuangan syariah juga memiliki manfaat sebagai jalan untuk mencari keberkahan dan ridho Allah SWT dari prosesnya.

Kita sendiri sudah mengetahui ilmunya bahkan mempraktikkannya, maka dengan proses perencanaan keuangan secara syariah, tidak hanya mengatasi masalah finansial yang terjadi selama kita hidup saja, tapi sebagai bekal untuk di akhirat nantinya.

Ini bisa jadi mungkin karena dari semua produk keuangan syariah, ada banyak aspek yang Insya Allah memberikan kita keberkahan.

Seperti misalnya prinsip kebermanfaatan untuk sesama pada produk investasi sukuk.

Dengan mengharapkan ridho Allah maka insyaallah segala ikhtiar kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dunia juga akan menjadi lebih mudah, terutama bagian merencanakan keuangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Kita bisa merasa tenang, karena kita tahu kalau kita sedang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi laranganNya, seperti contoh sederhananya melakukan jual beli tanpa riba sesuai dengan firman Allah pada QS. Al Baqarah ayat 275.  

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an

 

Prinsip Dalam Melakukan Perencanaan Keuangan Syariah

Sebelum saya membahas tentang langkah-langkah dalam melakukan perencanaan keuangan syariah, saya akan membahas empat prinsip utama dalam mengaplikasikan dan menerapkan kaidah syariah. Di antaranya adalah:

 

#1 Dari mana harta diperoleh

Proses perencanaan keuangan syariah dimulai dari bagaimana seseorang memperoleh harta untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Hal ini sesuai pada firman Allah SWT pada Q.S. AL-Baqarah ayat 168, yang memerintahkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal lagi baik.

Makanan yang dimaksud tentunya memiliki arti luas dan secara kontekstual bisa diartikan sebagai harta yang kita peroleh.

Oleh karena itu dalam proses perencanaan keuangan syariah sangat menekankan pada perolehan pendapatan yang halal.

Baik dari pendapatan bulanan maupun dari hasil investasi atau sumber lain yang diperoleh.

 

#2 Bagaimana harta dilindungi

Islam mengajarkan pentingnya menuaikan zakat, infaq, dan sedekah salah satunya adalah untuk mensucikan kekayaan yang dimiliki.

Salah satu yang paling sering dibahas adalah sedekah karena beberapa ulama sering mereferensikan sedekah sebagai ikhtiar untuk menolak bala dan memperlancar rezeki.

Selain berusaha mempraktikkan zakat, infaq, dan sedekah, usaha lain yang bisa dilakukan adalah memiliki proteksi syariah dengan prinsip ta’awun atau tolong menolong.

Yuk Ketahui Sejarah Investasi Syariah di Indonesia! - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Seharusnya Distribusi Kekayaan Dalam Islam?]

 

#3 Bagaimana harta dikelola

Pengelolaan harta dalam kaidah syariah dilakukan dengan prinsip prioritas. Mendahulukan kebutuhan primer daripada kebutuhan lainnya, sehingga bisa secara urut terpenuhi dari yang pokok dan wajib.

Di Finansialku hal ini juga tercermin dari piramida perencanaan keuangan, di mana seseorang harus memenuhi kebutuhannya urut mulai dari zona keamanan, kenyamanan, dan kemapanan keuangan.

Contoh paling mudah adalah memastikan keamanan keuangan terjamin mulai dari cashflow yang sehat, mengutamakan membayar hutang, dan tersedianya dana darurat sebelum kita memenuhi kebutuhan lain seperti dana liburan atau tabungan membeli rumah.

Pengelolaannya pun juga sebisa mungkin sesuai dengan kaidah syariah, misalkan seperti distribusi kekayaan, maka harus menggunakan hukum waris Islam sesuai yang sudah ditentukan pada Q.S. An-Nisa ayat 11-14.

 

#4 Kemana harta dihabiskan

Harus ke tempat yang halal dan bermanfaat bagi sesama. Salah satunya adalah penempatan investasi pada instrumen produk keuangan syariah yang sudah sesuai dengan fatwa dari DSN MUI.

Mulai dari menggunakan rekening bank syariah, deposito syariah, saham syariah, reksadana syariah, sukuk, KPR syariah, P2P Lending syariah, dan lain sebagainya. 

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 30-an, GRATIS!

12 Ebook Perencanaan Keuangan 30an

 

Langkah-Langkah Dalam Melakukan Perencanaan Keuangan Syariah

Setelah mengetahui empat prinsip ini, maka kini saat yang tepat untuk saya menjelaskan langkah-langkah yang bisa dilakukan secara terstruktur dan komprehensif, yaitu:

 

#1 Memperhatikan aspek syariah dalam segala kebutuhan

Misalnya dalam hal ini adalah pada saat menentukan tujuan keuangan harus sesuai dengan pada ketentuan Al-Quran dan Hadist.

Contohnya tujuan biaya persalinan untuk kelahiran anak, biasanya juga dianggarkan sekalian dengan biaya aqiqahnya.

Adapun ketentuannya adalah apabila anaknya laki-laki menyediakan dua kambing, apabila perempuan disediakan satu kambing. Begitu juga nanti dengan budget sunatan anak laki-laki.

Contoh lainnya adalah mendahulukan menabung untuk berangkat haji apabila mampu, sebelum mempunyai tujuan lainnya seperti jalan-jalan ke luar negeri yang budgetnya kurang lebih sama besar.

Fintech Syariah 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pandangan Islam Terhadap Investasi Syariah yang Sebenarnya]

 

#2 Mempertimbangkan aspek prioritas

Seperti yang tadi sudah disampaikan sebelumnya, bahwa aspek prioritas sangat dipentingkan agar kita mendahulukan kepentingan dan kebutuhan pokok daripada hajat lainnya.

Finansialku selalu memberikan edukasi terkait perencanaan keuangan sesuai dengan piramida perencanaan keuangan, agar prosesnya bisa berjalan dengan urut, terstruktur, dan komprehensif dan juga mempertimbangkan adanya resiko dalam kehidupan.

Selain itu, Finansialku juga menyediakan fitur konsultasi GRATIS bersama saya dan perencana keuangan lainnya lewat aplikasi Finansialku premium.

Hanya lewat aplikasi Finansialku premium, Anda bisa melakukan konsultasi bersama saya dan perencana keuangan lainnya di mana pun dan kapan pun semau Anda.

Bukan cuma itu, Anda juga tidak perlu mengantre dan mendaftar terlebih dahulu. Anda hanya perlu berlangganan aplikasi Finansialku premium dengan harga Rp 350 ribu untuk 365 hari atau 1 tahun penuh, dan bisa memanfaatkan semua fiturnya tanpa batas.

Untuk Anda yang membaca artikel ini juga ada potongan khusus Rp 50 ribu, hanya dengan memasukkan kode CUAN50 saat berlangganan.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera hubungi saya lewat aplikasi Finansialku, dan rencanakan keuangan secara syariah sekarang!

 

#3 Belajar dari berbagai sumber

Tak kenal maka ta’aruf.

Hal ini juga sangat berperan dalam langkah merencanakan keuangan secara syariah, karena beberapa produk syariah memang kurang familiar di masyarakat sehingga harus ada upaya dan ikhtiar khusus yaitu belajar untuk meningkatkan literasi dalam pemahaman produk-produk keuangan syariah.

Belajar bisa didapatkan dari mana saja, mulai dari internet seperti situs Finansialku, sosial media seperti instagram Finansialku, buku Make a Plan and Get Your Dream Comes True, serta webinar dan seminar yang diadakan oleh Finansialku.

 

#4 Menggunakan produk-produk keuangan syariah dengan niat mencari berkah

Setelah belajar dan paham, maka langkah terakhir adalah praktik, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Jangan sampai mempunyai produk hanya sekadar ikut-ikutan saja tanpa tahu manfaat dan kegunaannya, karena segala yang kita beli dan konsumsi akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

 

Terus Latihan

Dari semua langkah-langkah ini, sangat penting untuk kita terus praktek dan latihan.

Karena membahas perencanaan keuangan adalah perihal perubahan perilaku, sehingga akan makin mahir dan terbiasa apabila sering kita praktikkan.

Khususnya untuk perencanaan keuangan syariah, niatkan yang baik untuk mencari ridho Allah SWT di awal dan jalani segala prosesnya dengan bertahap, pelan-pelan sesuai kemampuan, dan istiqomah.

Semoga bisa memudahkan hidup kita dan masyarakat lainnya.

 

Itu dia pendapat saya mengenai manfaat perencanaan keuangan syariah dan langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam mempraktikkannya. Apakah Anda punya pertanyaan? Kalau ada, silakan tuliskan di kolom komentar.

Jika informasi di atas dirasa bermanfaat, Anda juga bisa membagikan artikel ini kepada keluarga atau teman-teman lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih!