Bukan hanya menyerang kesehatan, Corona COVID-19 juga berimbas pada pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Sudah lebih dari sebulan sejak Indonesia mengumumkan kasus pertama virus Corona di negeri ini.

Lalu, bagaimana kabar pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang? Yuk, simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Fakta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini

Sampai awal April ini, imbas Corona belum selesai. Per tanggal 13 April 2020, tercatat 4.557 orang positif virus Corona, 380 orang sembuh, dan 399 orang meninggal dunia.

Begitu masif-nya dampak Corona sampai bisa melumpuhkan segala aspek kehidupan manusia di dunia ini. Gara-gara Corona, semuanya tak lagi sama. Salah satunya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan turun ke 2,3%. Bahkan yang paling buruk bisa negatif 0,4%.

Kondisi ini mengakibatkan penurunan kegiatan ekonomi dan menekan lembaga keuangan. Walaupun hal tersebut baru prediksi, fakta-fakta yang terjadi sudah terlihat.

GRATISSS Download!!! Ebook Perencanaan Keuangan Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

Fakta Pertumbuhan Ekonomi #1 Sektor Pariwisata Mengalami Kelesuan

Sektor pariwisata berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, pariwisata merupakan sumber penghasil devisa kedua setelah devisa hasil ekspor kelapa sawit.

Namun, saat ini, sektor pariwisata mengalami kelesuan. Para pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, mulai berkurang. Hal ini menyebabkan sumber devisa yang didapatkan turun.

BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara turun 7,62% pada Januari 2020 dibandingkan Desember 2019.

Sementara, wisatawan Nusantara turun 3,1% pada periode yang sama. Jumlah ini pun terus turun terutama sejak diumumkannya kasus Corona pertama di Indonesia pada awal Maret lalu.

Agen wisata terancam bangkrut. Para pekerja yang mendapatkan penghasilan dari sektor pariwisata pun tidak mendapat penghasilan, bahkan diberhentikan.

Corona Belum Usai Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini 01 - Finansialku

[Baca Juga: Gara-gara Corona, Sejumlah Mall di Bandung Ini Sementara Tutup]

 

#2 Karyawan Terancam PHK

Karyawan dari berbagai jenis perusahaan ikut terkena imbasnya. Ada pekerjaan yang biasanya dikerjakan di kantor, kini harus dikerjakan di rumah.

Namun, ada juga karyawan atau pekerja yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya seperti biasa. Misalnya, para ojek online, pedagang kecil, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan kurangnya pembelian dari konsumen.

Pendapatan perusahaan pun berkurang. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian. Akibatnya, perusahaan harus mengurangi tenaga kerjanya. Angka pengangguran dan kemiskinan terlihat menjadi lebih tinggi.

Jika tidak di-PHK, karyawan terancam pengurangan gaji. Hal ini akan mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat.

 

#3 Indeks Bursa Saham Rontok

Kondisi tidak menentu dialami pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak mewabahnya virus Corona di Indonesia, banyak saham emiten berguguran, termasuk perusahaan-perusahaan yang masuk kategori blue chip. Hal ini menyebabkan para investor takut berinvestasi

Corona Belum Usai Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini 02 - Finansialku

[Baca Juga: Tak Hanya Rusak Kesehatan, Corona Buat Krisis Ekonomi Global]

 

#4 Nilai Tukar Rupiah Jatuh

Pada 23 Maret lalu, harga jual dolar Amerika Serikat di lima bank besar menembus Rp 17 ribu. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate atau JISDOR menempatkan nilai rupiah di posisi 16.608 per dolar Amerika.

Berdasarkan Bloomberg, pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di Asia. Angka itu juga merupakan yang terendah sejak krisis pada Juli 1998.

 

#5 Kenaikan Harga Barang

Kenaikan harga mulai terasa. Apalagi di lingkup pangan. Harga pangan naik imbas badai Corona.

Hal ini berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti minyak goreng, beras, bawang bombay, hingga empon-empon (jahe, kunyit, serai, dan sebagainya).

Hal ini lantaran masyarakat melakukan penimbunan. Ditambah lagi dampak panic buying masyarakat. Akibatnya, stok di pasaran menjadi sedikit dan langka. Jikalau ada stok, harganya bisa beberapa kali lipat dibanding biasanya.

 

#6 Penurunan Ekspor dan Impor

Penurunan pertumbuhan ekonomi global, khususnya negara-negara tujuan ekspor dan pelemahan harga-harga komoditas akan memberikan tekanan pada ekspor Indonesia. 

Sebagai contoh, negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Negara-negara tersebut telah menjadi pusat pandemi yang telah melampaui kasus yang terjadi di Tiongkok. 

Penurunan ekspor akan diikuti dengan penurunan impor. Ini merupakan hal yang pasti, sehingga pengaruh net-ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi domestik tahun ini relatif kecil.

Tidak seperti tahun lalu yang memberikan kontribusi -0,5% terhadap PDB.

Corona Belum Usai Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini 03 - Finansialku

[Baca Juga: Gagal Menikah Akibat Corona: Antara Nekat Atau Cari Aman]

 

Atur Keuangan Anda, Hadapi Kemerosotan Pertumbuhan Ekonomi

Kemerosotan ini tampaknya belum akan berhenti. Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Belum lagi wilayah yang terkena kasus virus ini semakin luas. Saat ini, kasus dan korban corona terus berjatuhan di berbagai daerah.

 

Untuk itu, Anda perlu waspada dengan kondisi yang lebih. Hematlah dalam segala sesuatu. Pasalnya, harga-harga mulai melonjak. Semua serba mahal.

Nah, agar Anda tidak panik menghadapi krisis ini, simak video mengenai cara hindari kecemasan finansial akibat wabah virus di bawah ini.

 

Untuk itu, Anda perlu mengatur ulang keuangan Anda. Dalam kondisi seperti ini, penting bagi Anda untuk mengelola keuangan hanya untuk hal-hal penting saja.

Untuk menghemat, Anda pun dapat membeli bahan pangan lokal di pasar yang harganya lebih murah. Intinya, tunda kesenangan sesaat demi keselamatan dan kesehatan Anda.

Nah, bagi Anda yang ingin mengelola keuangan lebih baik lagi, aplikasi Finansialku hadir untuk membantu. Anda dapat menggunakan fitur cashflow dan anggaran supaya pengeluaran Anda terkendali.

Yuk, unduh aplikasinya lewat link di bawah ini.

playstore icon
appstore icon

 

Itu dia kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai imbas dari wabah COVID-19. Miris, ya?

Jangan lupa untuk share artikel ini supaya rekan atau kerabat Anda membuka mata terhadap kondisi Indonesia saat ini.

 

Sumber Referensi:

  • Alin Agustina. 28 Maret 2020. Dampak Pandemi Covid-19 Pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Sukabumiupdates.com – https://bit.ly/39tPNDU
  • Pingit Aria. 26 maret 2020. Ekonomi Indonesia Dalam Skenario Terburuk Akibat Virus Corona. Katadata.co.id – https://bit.ly/2UIQ0O4
  • Damang Sugianto. 29 Maret 2020. Begini Virus Corona Lumpuhkan Ekonomi RI. Finance.detik.com – https://bit.ly/39x52M4

 

Sumber Gambar:

  • Ekonomi 1 – https://bit.ly/2UvtbyA
  • Ekonomi 2 – https://bit.ly/3dJByOk
  • Ekonomi 3 – https://bit.ly/3bEsCrT