COVID-19 buat beberapa calon pengantin harus rela gagal menikah. Tapi tidak sedikit pula yang melawan hukum alam.

Informasi selengkapnya dapat dibaca di artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Enggan Gagal Menikah Gara-gara Covid-19, Beberapa Pasangan Hiraukan Imbauan

Datang tidak dijemput, pulang tidak diantar, bukan saja menjadi sebutan untuk Jelangkung. Tapi juga COVID-19.

Datang dengan lancang ke Indonesia, mewabahi ratusan orang setiap harinya, pandemi COVID-19 datang mengganggu ketenangan.

Salah satu yang diganggunya bukan cuma pernafasan, tapi merembet ke beberapa aspek kenegaraan seperti ekonomi yang melambat.

Tidak cukup hanya itu, COVID-19 juga berhasil menghancurkan rencana-rencana bahagia pasangan yang akan menikah di tengah paparannya.

Seluruh rencana yang telah disusun sejak beberapa bulan bahkan satu tahun ke belakang, harus mengalami krisis yang selama ini tidak terprediksi baik oleh pihak pengantin dan keluarga, bahkan vendor-vendor yang terlibat.

Gagal Menikah Akibat Corona_ Antara Nekat Atau Cari Aman 02

[Baca Juga: Tidak Ada Gejala, Aktor Detri Warmanto Positif Corona]

 

Bisa apa mereka akhirnya, selain menghela nafas dan mengalah, membiarkan COVID-19 mengubah seluruh skenario yang sudah dibangun.

Menuruti imbauan pemerintah dan pihak otoritas setempat demi terselamatkannya nyawa orang-orang yang terlibat.

Jangan pikir semua pengantin berpikiran hal yang sama. Karena nyatanya, ada beberapa pasangan yang memaksakan diri untuk menikah di tengah wabah pandemi ini.

Seperti yang terjadi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (22/03) kemarin.

Melansir laman megapolitan.kompas.com, Satpol PP Jakarta Barat menegur pasangan yang tetap menggelar resepsi pernikahan.

Hal ini pertama kali diketahui oleh salah satu anggotanya yang memberikan informasi soal warga yang bandel ini.

Setelah informasi dipastikan, Satpol PP dan aparat Kecamatan Palmerah lantas menuju TKP dan menegur sang punya hajat.

Bersama dengan teguran itu, kembali diberitahu soal imbauan yang sebelumnya sudah dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Tamo, selaku Kasatpol PP Jakarta Barat, mengatakan;

“Kan sudah ada Surat Edaran Gubernur No. 04 tahun 2020 tentang syarat yang harus dipenuhi apabila giat tersebut enggak bisa ditunda.”

 

Hal yang sama juga dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur. Wakil Wali Kota Samarinda, Barkati, tetap akan menggelar resepsi pernikahan putrinya.

“Acara pernikahan anak saya yang akan berlangsung resepsinya Minggu, 22 Maret 2020, sudah kami persiapkan dengan matang.”

 

Menampis semua hujatan yang tertuju pada Barkati, dia mengklaim kalau pihaknya sudah menyesuaikan mekanisme penerimaan tamu dengan kondisi Samarinda saat ini.

Dalam gedung tempat resepsi nanti, fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan saat pesta pernikahan telah disemprot cairan disinfektan, sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, wastafel cuci tangan juga disediakan bersama dengan disinfektan. Alat screening pengukur suhu tubuh juga disiapkan di pintu masuk tamu undangan.

“Hand sanitizer sepanjang jalan labirin, setiap area, meja konsumsi, area pelaminan, pintu keluar, dan mobile. Kami menugaskan petugas dan sarana medis, tim4 dokter, 4 tenaga kesehatan, ruang perawatan dan 1 ambulance sesuai dengan protap yang siaga selama acara berlangsung.”

 

Dia juga menambahkan kalau dia bertawakal dan menyerahkan semua pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Saya bertawakal dan menyerahkan semua kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, yang memberikan sakit, sehat, musibah, dan wabah. Begitu juga hanya Allah SWT yang bisa menghilangkannya.”

 

Tapi ucapannya itu kemudian berubah setelah sempat viral di beberapa media sosial.

Setelah menggelar rapat bersama keluarga besarnya, Barkati kemudian melunak dan setuju untuk menunda pesta pernikahan anaknya.

“Harap maklum. Ini murni tidak ada intervensi dari orang lain. kami menunda resepsi acara pernikahan anak kami. Maaf para undangan yang sudah tersebar. Jadi saya tegaskan ini bukan pembatalan, tetapi penundaan. Kan nanti ada waktu yang tepat.” 

 

Sementara itu, cerita lainnya datang dari Sisca Chsterine dan Christ Rendri, yang harus rela menunda pesta pernikahan yang seharusnya dilaksanakan Sabtu (21/03) lalu.

Setelah melewati upaya membujuk keluarga besar dan para vendor yang terlibat, pesta pernikahan yang mengundang 1.500 orang itu harus ditunda hingga Oktober.

“Karena rangkaian pernikahan dalam adat bisa berlangsung berjam-jam, orang-orang akan saling berinteraksi. Mereka juga akan sering makan bersama.”

 

Imbauan khusus tentang larangan menyelenggarakan acara yang mengundang banyak orang sebenarnya telah dilayangkan oleh petinggi kota-kota di Indonesia.

Tapi meski begitu, beberapa pasangan telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk melunasi segala bayaran terkait pesta resepsi impian.

Perbedaan Sebelum dan Sesudah Menikah Dalam Mengelola Keuangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Akhirnya! Obat Corona Ditemukan, Jokowi Gercep Pesan Jutaan!]

 

Untuk mengatasi hal itu, Kementerian Agama Indonesia akhirnya mengeluarkan peraturan baru soal pasangan yang tidak bisa menunda pernikahan, seperti:

  • Jumlah peserta akad tidak lebih dari 10 orang
  • Calon pengantin dan anggota keluarga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun atau larutan pembersih tangan dan memakai masker untuk mencegah corona
  • Petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki harus menggunakan sarung tangan dan masker saat melakukan ijab kabul.
  • Tempat prosesi resepsi harus di tempat terbuka atau ruangan berventilasi baik.
  • Pengunjung dalam ruangan dibatasi maksimal 10 orang.
  • Calon pengantin, keluarga, dan undangan harus mencuci tangan dengan sabun atau larutan pencuci tangan.

 

Pesta pernikahan adalah salah satu perayaan sakral. Persiapannya harus dilakukan dari jauh-jauh hari.

Meski kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti, pesta pernikahan memang seharusnya dipersiapkan dengan matang.

Makanya, adalah hal yang sangat mustahil kalau kita melakukan persiapan pernikahan dalam beberapa hari saja.

Tapi ketika alam terkena musibah, kita tentu tidak bisa berbuat apa-apa, selain berpasrah kalau rencana tidak perlu mengalami perubahan.

Kalau nyatanya harus begitu, kenapa kita tidak menunda sejenak dan memberikan waktu pada alam menemukan keseimbangan dengan sendirinya, sementara kita berikhtiar dan menyerahkan segala keputusan pada Sang Pemilik Alam?

Apabila memang keadaan tidak bisa diajak berkompromi, Finansialku mohon untuk sesuaikan acara tersebut dengan kebijakan yang berlaku.

Hal ini bukan hanya demi Sobat Finansialku dan keluarga, tapi juga untuk semua orang yang terlibat.

 

COVID-19 memang menjadi virus yang mengancam jiwa miliaran manusia di dunia. Meski demikian, virus akan sulit menyerang orang yang sehat dan memiliki imunitas tinggi.

Sobat Finansialku bisa mengikuti tips-tips berikut untuk menjaga tubuh terserang virus.

 

Apakah Sobat Finansialku punya cerita lainnya seputar tema ini? Sobat Finansialku bisa ceritakan pada kami melalui kolom komentar di bawah ini, ya! Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rosseno. Aji. 20 Maret 2020. Nikah di Tengah Corona, Kemenag Beri Syarat Ini. Nasional.tempo.co – https://bit.ly/2UoEU0w
  • Jimmy Ramadhan Azhari. 23 Maret 2020. Tetap Digelar di Tengah Pandemi Corona, Resepsi Pernikahan Dekat SMAN 78 Jakarta Dibubarkan. Megapolitan.kompas.com – https://bit.ly/39f3Lcq
  • Admin. 22 Maret 2020. Karena Corona Warga Dianjurkan di Rumah, Wakil Wali Kota Malah Gelar Pesta Nikah. Selasar.co – https://bit.ly/2wuaQZp
  • Agritama Prasetyanto. 23 Maret 2020. Calon Pengantin Jakarta Tunda Nikah Demi Cegah Penularan Virus Corona. Kumparan.com – https://bit.ly/2vMNHBe
  • Admin. 22 Maret 2020. Cegah Corona, Wawalkot Samarinda Tunda Resepsi Nikah Anaknya. News.detik.com – https://bit.ly/3ad5e4j
  • Admin. 21 Maret 2020. Pandemi Corona, Wawalkot Samarinda Nekat Gelar Resepsi Nikah Anaknya. News.detik.com – https://bit.ly/2vMNY7e

 

Sumber Gambar:

  • Gagal Menikah 01 – https://bit.ly/2QHb7zc
  • Gagal Menikah 02 – https://bit.ly/39d63cj