Bagaimana analisis Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai pengaruh virus corona (COVID-19) terhadap ekonomi global?

Selengkapnya ada di artikel rangkuman video Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Analisis Menteri Keuangan Sri Mulyani Soal Pengaruh Corona Terhadap Ekonomi Global

Rabu (18/03) kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan konferensi pers secara daring menyoal pengaruh virus corona terhadap ekonomi global.

Dalam live yang dilakukan melalui platform youtube, dikatakan bahwa AMF sudah pernah melakukan proyeksi bahwa ekonomi global masih bisa tumbuh di atas 3 persen.

“Ekonomi global masih bisa tumbuh di atas 3 persen bahkan akan lebih baik dari tahun lalu.” Katanya dalam video tersebut.

Kata Sri Mulyani Soal Pengaruh Corona Terhadap Ekonomi Global 02

[Baca Juga: 5 Tantangan Ekonomi 2020 Selain Resesi dan Perang Dunia 3]

 

Namun, apabila outbreak dan pandemik ini menyebar lebih lama dan intensif di semua kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara, maka proyeksi ekonomi dunia 2020 adalah 1,5 persen.

“Ini adalah penurunan yang drastis. Kalau kita lihat performance dunia, ini adalah  terlemah dibandingkan semenjak terjadi krisis global 2008-2009.”

 

Si Mulyani mengatakan, proyeksi ini tentunya masih akan dipengaruhi oleh seberapa cepat dilakukan pengendalian pada outbreak virus ini.

Selain itu, hal ini juga dipengaruhi dengan seberapa besar kemampuan aspek perekonomian dari masing-masing negara tentang langkah untuk meminimalisasi dampaknya.

“Jadi masalah kesehatannya bisa dikuasai, kemudian dampak ekonomi bisa diminimalisasi, ini sangat tergantung.”

 

Sri Mulyani juga menegaskan kalau fenomena yang terjadi hari ini berbeda dengan krisis ekonomi global di tahun 2008-2009.

“Kalau tahun itu, yang sakit adalah sektor keuangan yang merempet ke sektor korporasi. Jadi neraca keuangan masing-masing korporasi adalah yang sakit, sehingga menimbulkan krisis. Kalau yang ini yang sakit adalah manusianya, kemudian menimbulkan stir-over kepada perekonomiannya.”

 

Maka dengan demikian, kalau dilihat, persoalan ini menyangkut pada persoalan manusia dan transmisi yang begitu cepat. Hal ini yang kemudian menciptakan risiko yang sangat besar kepada keseluruhan perekonomian Indonesia.

Jumlah persebaran dan eskalasi yang pesat di luar negara China nyatanya lebih besar.

Sebagaimana kita ketahui berita di Italia dan negara-negara Eropa lainnya seperti Inggris dan AS.

Padahal, selama ini, kita pikir persebaran hanya berkutat di negara-negara Asia seperti Korea Selatan, Singapura, Jepang, termasuk Indonesia.

Penyebaran COVID-19 ini, dikatakan Sri Mulyani tentu menunjukkan terdapat penurunan yang sangat drastis dalam kegiatan ekonomi.

“Karena cara untuk meng-contain dari penyebaran ini dengan melakukan isolasi. Artinya masyarakat akan menurunkan aktivitas kegiatan mereka sehari-hari dan akan pasti memberikan dampak.”

 

Dampak ini sendiri akan terlihat pada sektor demand yaitu jumlah konsumsi pada barang yang menurun, dan dampak suplai dari sisi production distraction (penurunan produksi) yang terjadi.

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala Karyawan

Mockup Ebook Karyawan

Download Ebook Sekarang

 

Dengan risiko tersebut, OECD (Organisation for Economic Co-Operation Development) tadinya dikatakan Sri Mulyani menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan global akan turun sebesar 0,5 persen, menjadi 2,4 persen.

Dengan catatan, penyebaran COVID-19 di Tiongkok berlangsung dalam triwulan pertama dan penyebaran tidak melebar ke negara-negara lain.

“Kalau penyebarannya semakin besar, tadi saya sampaikan, maka pertumbuhan ekonomi akan direvisi melambat hanya menjadi 1,5 persen.”

 

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, forecaster EOCD berasumsi Indonesia akan mengalami penurunan sebesar 4,8 persen di tahun 2020 dan 5,1 persen untuk 2021.

Dampak COVID-19 ke perekonomian Indonesia dimulai dari distraksi corona di Tiongkok yang kemudian menyebar secara global, hingga merembes ke Indonesia.

Distraksi ini masuk ke Indonesia melalui jalur pariwisata, perdagangan, hingga rantai pasokan yang tersendat.

Karena berdasarkan data yang disampaikan Sri Mulyani, 27 persen pasar impor dari non migas Indonesia adalah Tiongkok.

Kata-kata Bijak Belajar dari Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia dan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia 01 - Finansialku

[Baca Juga: Perdagangan Sesi I Hari Ini, IHSG Tinggalkan Level 4.000]

 

Pun 16,7 pangsa pasar dari ekspor kita adalah Tiongkok. Selama dua minggu terakhir, hal ini yang menjadi perhatian.

“Jadi, apa yang kana terjadi di Tiongkok? Apakah mereka mampu mengendalikan, apakah mereka akan recover? Itu akan sangat menentukan kita dari sisi ekspor, impor, dan pariwisata.”

 

Sementara saat ini, COVID-19 bukan hanya mewabahi Tiongkok, melainkan juga negara-negara di Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.

Sehingga inilah yang kemudian akan mempengaruhi berbagai jalur yang bersinggungan dengan perekonomian Indonesia.

Selain itu, bentuk-bentuk pencegahan dalam negeri seperti self-isolation, work from home, atau self-quarantine, tentu juga akan mempengaruhi banyak sisi.

“Dari sisi sosial ekonomi yaitu kegiatan masyarakat sehari-hari, maupun dari kegiatan ekonomi dari sisi consumption.”

 

Artikel di atas merupakan rangkuman dari keseluruhan video yang diunggah di kanal youtube resmi Finansialku.

Sobat Finansialku bisa menyaksikan selengkapnya di bawah ini

 

Sobat Finansialku, tahukah Anda bahwa ada begitu banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk bertahan hidup selama pandemi ini? Benar! Mereka membutuhkan uluran tangan Anda…

Anda bisa memberikan sedikit harta Anda kepada mereka dengan menekan tombol di bawah ini. Donasi bersama Finansialku!

Finansialku Bangun Empati Di Tengah Pandemi(1)

KLIK DI SINI UNTUK DONASI

 

Percayalah, donasi yang Anda berikan bisa menyelamatkan hidup masyarakat yang terkena dampak COVID-19. Terima kasih untuk Sobat Finansialku!

 

Sementara kita melakukan social distancing sebagai upaya menekan penularan COVID-19 di Indonesia, jangan lengah, dan terus lakukan pencatatan keuangan anggaran di aplikasi Finansialku, ya! Agar anggaran kita tetap aman selama melakukan kegiatan di rumah.

Aplikasi Finansialku dapat didownload dengan mudah melalui Google Play Store dan Apple Apps Store secara gratis! Yuk, download sekarang, dan kita capai Finansial impian kita bersama-sama!

 

Sumber Gambar:

  • Menteri Keuangan 01 – https://bit.ly/3b6ID9E
  • Menteri Keuangan 02 – https://bit.ly/2wnC3Nl