Bagaimana pengaruh musim terhadap harga komoditas? Dengan memahami pengaruh musiman ini diharapkan trader bisa menganalisa performa komoditas andalannya dengan lebih tepat.

Komoditas sangat dipengaruhi oleh supply dan demand. Supply terkait dengan produksi komoditas dan demand terkait dengan konsumsinya.

Secara berkala, supply demand dipengaruhi oleh pola musiman apalagi jika komoditas tersebut dihasilkan di negara dengan 4 musim.

Sebagai trader komoditas tentunya tidak boleh ketinggalan mengenai update fluktuasi harga dan penyebab fluktuasi tersebut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Pengaruh Pola Musiman

Secara umum harga komoditas berfluktuasi dengan mengacu pada pola-pola harga tahunan.

Pola tersebut yaitu siklus pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun, besaran jumlah pajak, bahkan juga terpengaruh oleh hari-hari Besar seperti di Amerika.

Dengan mengamati pola musiman diharapkan trader bisa memperkaya wawasan dan analisanya terkait komoditas yang hendak ia transaksikan. Sehingga trader dapat mengukur dan mempersiapkan diri terhadap peluang dan risikonya.

Contohnya ketika di bulan-bulan tertentu biasanya bullish maka trader bisa mempersiapkan posisi buy. Dengan mengetahui pola kebiasaan ini menghindari trader membeli di akhir musim ketika harga siap untuk turun.

Menganalisa harga komoditas dapat dicapai dengan berbagai metode. Memahami pola musiman merupakan salah satu caranya meskipun tidak selalu terjadi sesuai pola-pola sebelumnya namun cukup memberikan gambaran.

Analisa pola musiman bisa dikombinasikan dengan berbagai metode analisa lainnya untuk konfirmasi misalnya analisa teknikal seperti laporan komposisi pasar ataupun analisa fundamental.

Pelajari Komoditas Ekspor dan Impor Indonesia yang Ada Dalam Investasi 0 Finansialku

[Baca Juga: Mayoritas Trader Komoditas Merugi! Mitos atau Fakta?]

 

Pola musiman yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya bisa dijadikan peringatan bisa saja terjadi di tahun ini. Analisa pola musiman juga tidak sempurna.

Misalnya pada pertengahan Bulan Oktober biasanya panen jagung rendah bisa saja di tahun ini justru jumlah panen stabil hingga Desember. Justru pelemahan jumlah panen sudah terjadi di September, hal ini bisa saja terjadi.

Sederhananya, pola musiman adalah alat bantu untuk mengetahui kebiasaan harga di masa lalu. Meski begitu bukan berarti pola ini terjadi di waktu dan kondisi yang sama di tahun-tahun berikutnya.

Berikut ini beberapa pola musiman di berbagai komoditas dari komoditas keras hingga lunak:

 

#1 Komoditas Energi

Dalam hal produksi, komoditas energi tidak terpengaruh oleh musim seperti pada komoditas agrikultur. Justru komoditas energi terpengaruh oleh musim konsumsinya alias puncak-puncak tingginya penggunaan energi.

Biasanya harga minyak mentah cenderung naik di bulan Februari hingga Maret. Hal ini disebabkan kilang minyak menyiapkan tingginya permintaan di musim panas.

Sebab di musim panas kebiasaan masyarakat cenderung bepergian dan menggunakan pendingin ruangan yang membutuhkan ekstra energi. Selain minyak bumi, gas alam juga sama-sama bullish karena momen musim panas ini.

Komoditas vs Saham. Mana yang Cuannya Lebih “Greget” 01 - Finansialku

[Baca Juga: Para Investor, Inilah Asal Usul Harga Komoditas Berjangka]

 

Musim ini bisa dijadikan peluang untuk membuka posisi buy pada komoditas energi.

Meskipun analisa pola musiman ini hanyalah sebagian faktor pendukung, sehingga perlu konfirmasi dengan analisa lainnya. Belum tentu sejarah pola musiman ini berulang kembali di masa mendatang.

 

#2 Logam Mulia

Pola musiman pada emas cukup sulit diprediksi. Jika melihat data sejarah harga emas dalam 15 tahun ke belakang, harga emas secara konsisten naik di bulan Februari dan mencapai puncaknya di bulan Maret.

Namun jika data harga ini ditarik hingga 30 tahun ke belakang, pola musiman ini tidak konsisten. Justru jika melihat data 30 tahun tersebut, harga emas cenderung turun dari Januari hingga pertengahan bahkan akhir Juli.

Emas cukup sulit diterka pola musimannya karena investor membeli emas hanya ketika ia merasa takut dengan penurunan nilai uang.

 

#3 Jagung

Pola musiman pada jagung unik karena terbagi dalam 3 periode berulang. Pertama, mulai dari akhir musim semi hingga pertengahan musim panas.

Kedua, pertengahan musim panas hingga waktu panen dan terakhir berkaitan dengan periode selesai panen.

Harga jagung turun dari pertengahan musim panas hingga waktu panen tiba. Namun harga mencapai puncak pada bulan Juli. Masa panen meningkatkan ketersediaan jagung sehingga harganya tertekan ke titik terendah.

 

#4 Kedelai

Harga terendah kedelai biasanya terjadi mulai bulan Juli hingga Agustus. Harga penutupan di akhir bulan Juli biasanya lebih rendah di minggu-minggu sebelumnya.

Sama halnya di bulan Agustus, penutupan harga lebih rendah dari penutupan bulan Juli. Harga kedelai di bulan Januari lebih tinggi dibandingkan Desember.

Namun biasanya kenaikan ini tidak berlangsung lama dan berakhir di Februari. Pola musiman ini tidak hanya berlaku pada kacang kedelai namun juga pada minyak kedelai.

 

#5 Gandum

Trader posisi buy biasanya memperoleh hasil maksimal dari periode bulan Oktober atau November karena rendahnya hasil panen di bulan ini membuat harga naik.

Sedangkan dari musim dingin hingga panas menjelang masa panen, harga menurun.

Kecenderungan lainnya harga naik saat musim gugur atau awal musim dingin. Pola musiman pada gandum cukup mudah diikuti dan berulang dalam beberapa tahun terakhir ini.

 

#6 Kakao

Produsen kakao terbesar dunia adalah Brazil, sehingga cuaca di Brazil sangat berpengaruh pada keberlangsungan harga kakao.

Biasanya permintaan naik di akhir musim gugur dan permulaan musim dingin sehingga mendorong harga juga ikut naik.

Seiring menurunnya permintaan, harga kakao menurun di Januari. Meski demikian pola musiman ini tidak terlalu sesuai pada komoditas kakao.

 

#7 Kopi

Harga kopi umumnya naik dari bulan Januari hingga Juni karena adanya embun beku di bulan Mei hingga awal Agustus di Brazil.

Meski demikian pola ini tidak terlalu kuat karena selain Brazil ada banyak produsen besar kopi dunia seperti Meksiko.

Selain itu perlu diperhatikan pula kenaikan harga kopi di musim dingin di AS sebab pada musim ini konsumsi masyarakat terhadap kopi meningkat.

 

#8 Kapas

Pola musiman pada kapas lebih didorong oleh masalah pengiriman terkait masa kedaluwarsa kontrak futures di bulan Desember, Maret, Mei, Juli dan Oktober. November harga cenderung naik namun kembali turun di Januari.

 

#9 Gula

Harga gula mencapai puncak di bulan November karena faktor supply demand.

Produksi di bulan ini masih terbatas karena perkebunan di Eropa masih belum mencapai pasar. Meski demikian demand di Northern Hemisphere mencapai puncaknya di musim gugur sehingga harganya naik.

 

Kesimpulan: Gunakan Juga Analisa Lain Sebagai Konfirmasi

Analisa pola musiman ini berlaku pada sebagian komoditas. meskipun secara statistik tidak terjadi tepat secara rutin namun bisa memberikan gambaran harga di masa depan bagi trader.

Seperti yang kita ketahui, pasar komoditas bersifat kompleks dan banyak faktor yang bisa mempengaruhi terbentuknya harga. Selain menyimak pola musiman sebaiknya trader menggunakan juga analisa lain sebagai konfirmasi.

Oh iya, Anda juga harus merencanakan keuangan Anda dengan lebih baik tentunya, Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Bagaimana tanggapan Anda setelah membaca artikel di atas? Bagikan pendapat Anda pada kolom komentar di bawah.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Harga Komoditas – http://bit.ly/2L7ws4m