Apa benar mayoritas trader komoditas merugi?

Saat memulai perjalanan sebagai trader komoditas, baik komoditas fisik, berjangka, maupun kontrak opsi, tentunya trader berharap bisa mencapai profit konsisten bahkan trading for living alias hidup sejahtera dari hasil keuntungan transaksi komoditas.

Sayangnya hanya sejumlah kecil trader dan manajer keuangan saja yang bisa mencapainya. Mengapa hal ini terjadi? Apakah di dunia ini benar-benar ada yang bisa profit konsisten dari instrumen komoditas?

Mungkinkah trader pemula menyusul kesuksesan para profesional trader tersebut?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Penyebab Trader Merugi

Menghasilkan profit dari transaksi komoditas terlihat begitu mudah dan sangat menggiurkan. Namun sensasinya berbeda begitu sudah menjalankan transaksi sendiri.

Hal yang mulanya terlihat mudah, ternyata begitu spesifik dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Berikut ini beberapa penyebab utama yang membuat trader merugi:

 

#1 Kurang Edukasi dan Minim Pengalaman

Sekilas trading terlihat sangat sederhana dan profit rasanya begitu mudah diperoleh.

Bahkan terkadang trader pemula bisa sangat bersemangat 45 dan super optimis untuk memulai trading dengan uang sungguhan, sayangnya hanya dengan modal baca buku, baca artikel, belajar dari video atau baru selesai mengikuti pelatihan/workshop beberapa bulan.

Terlebih lagi, bagi trader yang benar-benar belum pernah melakukan transaksi, adakalanya membutuhkan usaha lebih untuk mempelajari program trading yang digunakan.

Jangan sampai mengalami kerugian yang disebabkan oleh technical error, seperti salah klik, salah order, dan sebagainya.

Selain itu, penting juga memahami simbol-simbol komoditas (kode ticker), besaran margin (untuk kontrak berjangka), dan besaran kontrak yang hendak dibeli.

 

#2 Manajemen Keuangan dan Mengelola Risiko

Kontrak berjangka memungkinkan trader membeli suatu barang melebihi modal yang sebenarnya dimiliki melalui fasilitas margin.

Peluangnya memang bisa memperoleh profit yang lebih besar dengan modal yang lebih besar. Namun, di sisi lain risikonya juga makin besar. Disarankan jangan membeli kontrak terlalu banyak.

Selain kemampuan manajemen keuangan, trader profesional juga perlu mampu mengelola risiko dengan baik.

Gunakanlah cutloss tiap transaksi yang Anda beli kira-kira 2-5%.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki modal US$10.000, maka batasi risiko Anda hanya sebesar US$500 per transaksi.

Mayoritas Trader Komoditas Merugi! Mitos atau Fakta 02 - Finansialku

[Baca Juga: Investor WAJIB Menelusuri 3 Prospek Komoditas di 2019]

 

#3 Trading Plan (Rencana Trading)

Layaknya sebuah bisnis yang sangat penting, trading juga memerlukan perencanaan sebelum memulainya.

Rencana trading meliputi komoditas apa yang hendak dibeli, berapa banyak, beli di harga atau jual di harga berapa, serta strategi beli dan jual.

Supaya lebih jelas, trading plan ini ditulis secara spesifik dan selalu dievaluasi.

Trading plan menjaga trader agar tidak bertransaksi di luar strategi yang sesuai dan tidak melakukan transaksi di luar perencanaan.

Dengan demikian, trading menjadi lebih disiplin dan dapat meminimalisasi kerugian.

 

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Tokoh Trader Komoditas Sukses

Karena kita sering mendengar kisah getir trader komoditas, sering kali timbul pertanyaan, “Apakah ada ya yang sukses dengan trading komoditas?”

Kabar baiknya, “Ada dan banyak lho!”

Supaya kita menjadi semakin semangat belajar dan berlatih keahlian trading komoditas, berikut ini beberapa tokoh trader dunia yang terbukti sukses di instrumen komoditas:

 

#1 John Arnold

Ia dikenal dari transaksi fenomenalnya pada komoditas gas alam.

Awalnya, beliau memulai karier pada Enron di tahun 1995 dan memperoleh US$750 juta di tahun 2001.

Pada tahun 2002, ia mendirikan Centaurus Energy dengan uangnya pribadi sebesar US$8 juta yang kemudian dikembangkannya hingga menjadi miliaran USD.

Di tahun 2006, diketahui bahwa ia menghasilkan return sebesar 317% bagi para investornya. Bahkan, di kala krisis ekonomi dunia tahun 2008, Arnold berhasil menggandakan uangnya dengan mengambil posisi short pada gas alam.

 

#2 Paul Tudor Jones

Jones dikenal sebagai trader “pemberani”. Ia memulai perjalanan kariernya dengan menjadi juru ketik pada tahun 1976 sebelum akhirnya ia menjadi broker di E.F Hutton.

Setelah dinasihati kerabatnya, kemudian ia bekerja sebagai trader di Eli Tullis dan fokus pada komoditas kapas.

Dengan performanya yang cemerlang, ia dijuluki sebagai trader yang tangguh dan pada tahun 1980 ia mendirikan Tudor Investment Corporation yang fokus pada berbagai instrumen pasar uang dan komoditas.

Ketahui Strategi-strategi Dasar Trading Komoditas 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Strategi-strategi Dasar Trading Komoditas]

 

Lalu ia kembali dikenal publik melalui prediksinya terhadap “Black Monday” di tahun 1987. Dengan prediksi tersebut, ia berhasil menggandakan uang perusahaannya menjadi 3x lipat dengan posisi short.

Perusahaannya menjadi pemimpin industri keuangan dunia dan Jones masuk dalam daftar deretan orang terkaya dunia.

 

#3 Jim Rogers

Namanya sering berkaitan dengan tokoh sukses dari dunia Forex, yaitu George Soros. Rogers menjadi co-founder dari Quantum Fund.

Pada tahun 1998, Rogers memulai trading indeks komoditas dengan uangnya pribadi sebesar US$200 juta dan memperoleh profit 165%.

Selanjutnya pada tahun 2007, ia meramalkan bahwa harga komoditas agrikultur akan meningkat drastis. Hal ini terbukti pada tahun 2012.

Hingga saat ini, beliau dikenal sebagai penulis buku trading dan narasumber program berita keuangan seperti CNBC, Fox, dan lain-lain.

 

Langkah Sukses

Trading for living menjadi impian bagi semua trader. Namun hanya sebagian kecil trader yang dapat mencapainya.

Apa kunci kesuksesan golongan minoritas tersebut?

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

#1 Sediakan Uang Biaya Hidup

Sangatlah manusiawi, jika trader pemula sangat bersemangat dan penuh optimisme untuk bisa menghasilkan profit konsisten dan menggunakannya untuk biaya hidup.

Bahkan banyak yang membayangkan bisa dengan mudah menghasilkan profit puluhan persen tiap harinya. Harus dikatakan bahwa sebenarnya hal ini tidak realistis.

Trading yang baik membutuhkan momentum. Sedangkan, momentum itu tidak datang tiap hari secara berturut-turut. Jika memang demikian, bukankah semua orang saat ini sudah kaya raya menjadi trader?

Sebelum memutuskan menjadi full time trader, baiknya Anda menyiapkan biaya hidup untuk 2 tahun minimal. Hal ini untuk melindungi kestabilan keuangan Anda dan keluarga sehingga Anda juga dapat trading lebih tenang dan objektif.

Jangan lupa bahwa trading adalah seni, bukanlah ilmu pasti yang dapat dipastikan.

Gunakanlah modal yang cukup untuk menghasilkan profit bulanan sesuai dengan kebutuhan hidup Anda. Misalnya, sebulan Anda sekeluarga butuh Rp10 juta. Dengan asumsi profit 10% per bulan, maka modal yang dibutuhkan Rp100.000.000.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal (Modal Nyaris Nol Rupiah) 02 Finansialku

[Baca Juga: Darimana Sumber Keuntungan Broker Komoditas?]

 

Sebaiknya, Anda menguji strategi trading Anda setidaknya 1 tahun sebelum memutuskan hendak trading for living (TFL).

Jika dalam 1 tahun hasilnya sesuai harapan, modalnya cukup dan tersedia tabungan biaya hidup, maka Anda dapat memantapkan diri untuk TFL.

Namun jika tidak, trading santai sambil tetap menjalankan pekerjaan utama Anda itu juga keren lho!

Percayalah, hal baik akan datang di waktu yang tepat.

 

#2 Gunakan Trading Plan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, trading plan atau rencana trading membantu Anda menghindari kesalahan dalam trading.

Sebelum membuat trading plan, tentunya Anda sudah menemukan strategi teruji untuk menghasilkan profit konsisten.

Gunakanlah strategi tersebut dan evaluasi kinerjanya. Lakukan evaluasi trading dengan membuat jurnal trading yang berisi hasil trading secara rinci. Misalnya, atas dasar apa Anda mengambil posisi tersebut, mengapa exit, apa hal yang berbeda dari trading plan, dan seterusnya.

Dengan demikian, Anda tidak perlu mengulang kesalahan yang sama di transaksi berikutnya.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Siapkah Anda menyusul golongan trader minoritas tersebut yang dapat profit konsisten dari instrumen komoditas?

Jika mereka bisa, tentu kita semua juga bisa! Semangat!!!

 

Sumber Gambar:

  • Trader Komoditas Merugi – https://bit.ly/2UlTzfH
  • Trader Komoditas – https://bit.ly/2U13pi1