Bagaimana cara hitung dan pelaporan PPh Pasal 23 (Pajak Penghasilan Pasal 23)? Berapa tarifnya? PPh Pasal 23 perlu Anda ketahui untuk menjadi warga Negara yang taat pajak.

Untuk memahami secara detailnya, Finansialku akan membahas mengenai PPh 23. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

PPh Pasal 23 (Pajak Penghasilan Pasal 23)

PPh Pasal 23 menurut Dirjen Pajak adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan atas modal, penyerahan jasa atau hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.

Pada umumnya, PPh Pasal 23 ini terjadi akibat adanya transaksi antara dua pihak, dimana pihak pemberi penghasilan atau pembeli atau penerima jasa akan memotong dan melaporkan PPh Pasal 23 tersebut kepada kantor pajak.

Selain itu juga, PPh Pasal 23 yang telah dipotong oleh pihak pemotong harus disertai dengan bukti potong dan untuk pelaporannya yang harus melaporkannya adalah pihak yang memotong PPh 23 tersebut.

PPh Pasal 23 (Pajak Penghasilan Pasal 23) Tarif, Cara Hitung dan Pelaporannya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Jenis-Jenis Pasal PPh dan Kegunaannya]

 

Jika di artikel-artikel sebelumnya kita telah membahas lengkap mengenai PPh Pasal 23 tentang tarif yang berlaku, maka disini mari kita bahas tarif PPh 23 secara garis besar dan sedikit membahas mengenai perhitungannya.

Tarif PPh Pasal 23:

  1. 15% = untuk dividen, royalti, bunga, hadiah dan penghargaan
  2. 2% = untuk objek pajak lainnya
  3. 100% = atau dua kali lipat tarif standar jika wajib pajak tidak memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), sehingga menjadi 30% untuk dividen, royalti dan lainnya serta tarif 4% untuk wajib pajak lainnya. Jumlah transaksi yang akan dikenakan adalah jumlah bruto sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

 

Untuk pembebasan pajak PPh Pasal 23, wajib pajak harus dalam keadaan telah mengalami kerugian fiskal atau memiliki hak atas kompensasi kerugian pajak, atau pajak penghasilan yang dibayar, atau akan dibayar lebih besar dari pajak penghasilan yang terhutang.

Mari bahas sedikit mengenai perhitungan PPh Pasal 23:

Apa Itu NPWP Pribadi dan Bagaimana Cara Membuat NPWP - Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu NPWP Pribadi dan Bagaimana Cara Membuat NPWP?]

 

Kasus 1

Pada tanggal 2 september 2016, PT “XXX” membayar royalti kepada Ibu Nani sebagai penulis buku sebesar Rp35.000.000. Diketahui juga bahwa Ibu Nani telah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

PPh Pasal 23 yang harus dipotong PT “XXX” = 15% x Rp35.000.000 = Rp5.250.000

Saat terutang: akhir bulan dilakukan pembayaran yaitu 30 September 2016

Saat Penyetoran: Paling lambat 10 Oktober 2016

Saat Pelaporan: Paling lambat 20 Oktober 2016

 

Kasus 2

Pada tanggal 2 Maret 2016, PT ”ABB” memberikan hadiah kepada PT “AAB” sebagai juara atas perlombaan yang diselenggarakan oleh PT “ABB” sebesar Rp100.000.000. Diketahui baik PT “ABB” maupun PT “ABB” keduanya telah memiliki NPWP.

PPh Pasal 23 yang harus dipotong = 15% x Rp100.000.000 = Rp15.000.000

Saat terutang: akhir bulan dilakukan pembayaran 31 Maret 2016

Saat Penyetoran: Paling lambat tgl 10 April 2016

Saat Pelaporan: Paling lambat tgl 20 April 2016

 

Kasus 3

Pada bulan April 2016 PT “ZZA” adalah perusahaan yang bergerak di bidang garment, untuk urusan perpajakannya dia menyewa PT “XYZ” sebagai konsultan pajaknya dengan fee sebesar Rp25.000.000 (sudah termasuk PPN), namun PT “XYZ” belum memiliki NPWP.

PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT “ZZA” = 200% x 2% x Rp25.000.000 = Rp1.000.000 (200% dikarenakan tidak memiliki NPWP PT “XYZ”-nya)

Saat Penyetoran: Paling lambat tgl 10 Mei 2016

Saat Pelaporan: Paling lambat tgl 20 Mei 2016

Mengenal Lebih Dekat e-Billing Pajak dan Cara Membuat e-Billing Pajak 02 - Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat e-Billing Pajak dan Cara Membuat e-Billing Pajak]

 

Berpartisipasi Menjadi Warga Negara Taat Pajak

Setelah Anda membaca penjelasan dari Finansialku tentang PPh Pasal 23, Anda sudah menjadi warga Negara taat pajak, sebagai langkah awal. Anda perlu maju melangkah ke depan, ke tahap selanjutnya untuk memulai mempraktikkan yaitu dengan cara membayar pajak.

Orang jujur akan membayar pajak. Mulailah dari diri Anda dengan melakukan perubahan.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan? Anda dapat menghubungi kami sebagai tim perencanaan keuangan dalam mengatur dan mengelola keuangan Anda.

Anda juga dapat mengakses artikel-artikel kami lainnya di www.finansialku.com Silakan beri komentar pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

pph
uu pph
pph 26
download espt pph 21
spt pph 21
spt pajak
download pph 23
spt masa pph 21 terbaru excel
spt 21
ssp e billing
cara bayar pajak e billing
spt on line
e spt pph pasal 21
spt pph
download spt tahunan
form pph 21 terbaru excel 2016
pph online
pph 21 online
pph 21 thr
efaktur online
uu pph no 36 tahun 2008
download pph 21
spt pasal 21
spt pph 23
form pph 21
form pph 23
download spt pph 21
pajak spt
pp 21 tahun 2016
spt masa pph pasal 21
faktur online
excel pph 21
pph ps 17
software pph 21
bayar pajak on line
pph 21 dan 23
form spt pph 23
psl 23
cara daftar spt tahunan online
ssp pph 21
pph 22 dan 23
pph 21 excel
pph services
ssp e
program pph 21
pembayaran ssp online
spt 23
uu pph 23
uu pph 21
jasa freight forwarding pph 23

Sumber Gambar:

  • Perhitungan Pajak – https://goo.gl/cwzLtw
  • Kalkulator – https://goo.gl/XbLQPb

 

Gratis Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com