Bagaimana PPh WNI yang Bekerja Di Luar Negeri? Bagaimana Cara Bayarnya?

Yuk ketahui bagaimana cara bayar PPh WNI yang bekerja di luar negeri! Faktanya, apakah mereka benar-benar membayar pajak?

Simak penjelasan tentang hal ini pada rubrik Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

PPh WNI yang Bekerja Di Luar Negeri

Pada dasarnya, Orang Pribadi Warga Negara Indonesia merupakan Subjek Pajak Dalam Negeri. Hal ini ditunjukkan dengan kewajiban pajak subjektif yang melekat kepadanya.

Namun, jika Warga Negara Indonesia ini bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, maka status subjek pajaknya berubah dari Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) menjadi Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN).

Bagaimana PPh WNI yang Bekerja Di Luar Negeri Bagaimana Cara Bayarnya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Sudah Tahu Manfaat Pajak dan Keuntungan Bayar Pajak? Orang Bijak Taat Pajak]

 

Orang Pribadi Warga Negara Indonesia dengan kondisi seperti itu dianggap tidak bertempat tinggal di Indonesia. Hal ini harus dibuktikan dengan salah satu dokumen pengenal resmi yang masih berlaku di luar negeri tersebut.

Status Subjek Pajak Orang Pribadi WNISumber Penghasilan dari Luar IndonesiaSumber Penghasilan dari Indonesia
Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN)Tidak dikenakan pajak penghasilan di IndonesiaDikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang perpajakan yang berlaku
Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN)Dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang perpajakan yang berlakuDikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang perpajakan yang berlaku

 

Pada tahun 2012, pemerintah telah mengeluarkan peraturannya terkait dengan perpajakan bagi Wajib Pajak yang memiliki pekerjaan di luar negeri yaitu Peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-2/PJ/2009 tentang perlakuan pajak penghasilan bagi pekerja Indonesia di luar negeri.

Dalam aturan tersebut diungkapkan bahwa Wajib Pajak Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, maka wajib pajak ini sudah berstatus wajib pajak luar negeri.

 


 

Ditegaskan dalam peraturan tersebut juga bahwa penghasilan yang diterima atau diperoleh pekerja itu sehubungan dengan pekerjaannya di luar negeri, tidak dikenakan PPh di Indonesia.

Para pekerja di luar negeri tidak dikenakan PPh di Indonesia jika memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. WNI bekerja di luar negeri
  2. Lebih dari 183 hari dalam 12 bulan.
  3. Memperoleh penghasilan hanya dari luar negeri saja.
  4. Telah dikenakan dan membayarkan pajak di luar negeri
  5. Tidak memperoleh penghasilan dari dalam negeri

 

Jika semua syarat di atas sudah dipenuhi oleh wajib pajak tersebut, selain tidak dikenakan PPh di Indonesia, kewajiban penyampaian SPT Tahunan pun tidak ada.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Berbeda jika wajib pajak luar negeri tersebut, selain mendapatkan penghasilan dari luar negeri masih mendapatkan penghasilan juga dari dalam negeri, maka wajib pajak tersebut masih dikenakan PPh di Indonesia dan masih harus melaporkan SPT Tahunannya.

Mari bahas sedikit mengenai PPh Wajib Pajak Luar Negeri:

 

Kasus 1

Andi adalah Warga Negara Indonesia. Dia bekerja di Singapura lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.

Penghasilannya hanya bersumber dari pekerjaannya di Singapura saja. Dari penghasilannya di Singapura, Andi juga sudah dikenakan dan dipotong pajak disana.

Sudah Tahu Manfaat Pajak dan Keuntungan Bayar Pajak Orang Bijak Taat Pajak 01 - Finansialku

[Baca Juga: Menelusuri Keberadaan Pengadilan Pajak di Indonesia]

 

Dari kasus tersebut, Andi sudah bukan lagi Wajib Pajak Dalam Negeri, dengan begitu Andi sudah tidak dikenakan pajak penghasilan lagi di Indonesia dan tidak lagi perlu melaporkan SPT Tahunannya.

 

Kasus 2

Nita adalah Warga Negara Indonesia. Dia bekerja di Perth selama tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.

Selain penghasilan di Perth, Nita juga masih mendapatkan penghasilan di Indonesia.

Konsultan Pajak Apa Saja Jasa, Layanan serta Bagaimana Perhitungan Tarifnya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Konsultan Pajak: Apa Saja Jasa, Layanan serta Bagaimana Perhitungan Tarifnya]

 

Dari kasus di atas:

  • Nita harus tetap membayarkan pajaknya di Indonesia, cara membayarnya sama dengan wajib pajak dalam negeri pada umumnya, namun perpajakan dia di luar negeri bisa sebagai pengurang bagi pajak Nita di Indonesia.
  • Nita harus melaporkan SPT Tahunannya di Indonesia, dan di dalamnya Nita juga harus melaporkan penghasilan yang didapatnya di luar negeri
  • SPT yang digunakan Nita dalam pelaporannya adalah formulir SPT 1770.

 


 

Ketahui dan Pahami PPh WNI yang Bekerja Di Luar Negeri

Berdasarkan dua kasus yaitu kasus Andi dan Nita, maka ada perbedaan perlakuan terhadap PPh dan pelaporan SPT Tahunan.

Jika Anda bekerja di luar negeri, maka Anda harus mengetahui ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagai subjek pajak.

Jangan sampai salah ya! Oleh sebab itu, perlu Anda pahami sejelas-jelasnya ketentuan dan aturan mainnya tentang perpajakan PPh di Indonesia bagi WNI yang bekerja di luar negeri.

 

Berikan tanggapan dan komentar Anda terhadap artikel ini pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • PPh WNI yang Bekerja Di Luar Negeri – https://goo.gl/qv6dHX
  • WNI yang Bekerja Di Luar Negeri – https://goo.gl/Z3ZaDm

 

Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

By | 2018-05-16T15:29:17+00:00 October 9th, 2017|Categories: Pajak, PPh|Tags: , , , , , |22 Comments

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

22 Comments

  1. tom 11 January 2018 at 08:00 - Reply

    Mohon Bantuanya dong.. Bagi Pekerja yang di Luar negeri.

    Para pekerja di luar negeri tidak dikenakan PPh di Indonesia jika memenuhi syarat sebagai berikut:

    WNI bekerja di luar negeri
    Lebih dari 183 hari dalam 12 bulan.
    Memperoleh penghasilan hanya dari luar negeri saja.
    Telah dikenakan dan membayarkan pajak di luar negeri
    Tidak memperoleh penghasilan dari dalam negeri

    untuk pembayaran pajak di laur ngeri seperti Working Permit dan Visa saja atau bagimana ya??

    Surat resmi bekerja di luar ngeri sepert iapa ya ? mohon pencerahannaya

    • Finansialku
      Finansialku 11 January 2018 at 08:31 - Reply

      Hi Pak Tom
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      Jika Bapak bekerja kantoran, maka tempat kerja Bapak akan melakukan pemotongan atau deduction dari penghasilan bulanan Bapak.
      Peraturan pelaporan dan pembayaran pajak, akan mengikuti peraturan yang berlaku di negara tersebut.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

      • tom 11 January 2018 at 09:52 - Reply

        Jadi dengan begitu, kita Menggunakan Working Permit Ataupun Visa Kerja Untuk Melakukan Non Aktif Npwp Kita itu bisa saja ya pak ?

        • Finansialku
          Finansialku 12 January 2018 at 16:39 - Reply

          Pak Tom
          Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
          Menjawab pertanyaan Anda:
          Kalau kerja sebagai WNI tetap harus melaporkan (kecuali pindah kewarganegaraan).
          Melaporkan berbeda dengan membayar Pak.
          Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  2. V. Kuncoro 18 January 2018 at 22:04 - Reply

    Tolong tanya, bagaimana kalau WNI tinggal di Indo dpt penghasilan dr LN yg diperoleh sebagai editor freelance

    • Finansialku
      Finansialku 2 February 2018 at 12:00 - Reply

      Hi Pak Kuncoro
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      Penghasilan dari luar negri diminta saja bukti potongnya dan dilaporkan dalam SPT pada penghasilan lain yand dikenakan pajak final dan/atau bersifat final, Bapa masukan besarnya penghasilan yang diperoleh serta pajak yang telah dipotong dari LN, sehingga hanya melaporkan saja tidak perlu membayarkan pajaknya lagi.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  3. Retno 4 February 2018 at 12:41 - Reply

    Mohon bantuan :
    Tolong tanya : Kami bekerja di luar negeri selama 20 tahunan dan masih bekerja sampai saat ini., di Indonesia kami punya rumah yang disewakan dan kami juga bayar pajak finalnya.

    Untuk laporan SPT nya harus pakai format apa ? Karena kami tidak ada penghasilan di Indonesia,kecuali hanya dari hasil menyewakan rumah tsb. Bisakah pakai format 1770SS ?

    Terima kasih.

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:40 - Reply

      Hi Bu Retno,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Dari kondisi tersebut diketahui bahwa Anda adalah Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN), sehingga tidak diwajibkan untuk memenuhi kewajiban perpajakan di Indonesia.
      Namun apabila menghendaki lapor, gunakanlah format 1770 karena 1770 SS hanya diperuntukkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang mendapatkan penghasilan kurang dari Rp60 juta setahun selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  4. Timotius 2 March 2018 at 01:44 - Reply

    Halo Finansialku,

    Mohon bantuan untuk SPLN dengan kasus berikut:
    – Jan-Feb (2 bulan) bekerja di Indonesia kemudian berhenti dan mendapatkan bukti potong 1721-A1.
    – Mar-Des (10 bulan) bekerja dan tinggal di Belanda, pajak penghasilan sudah dipotong di Belanda.

    Pertanyaan saya:
    1.Bagaimana cara pelaporan SPT-nya?
    2.Apakah bisa melaporkan penghasilan luar negeri sebagai “Penghasilan Lain Tidak Kena Pajak” ?
    3.Apakah bukti potong 1721-A1 masih bisa digunakan untuk melaporkan penghasilan dalam negeri ?

    Terima kasih.

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:40 - Reply

      Hi Pak Timotius,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Untuk pertanyaan 1 & 3: Bukti pemotongan tersebut dapat digunakan untuk melaporkan penghasilan.
      Sedangkan untuk pertanyaan nomor 2, karena Anda telah berada lebih dari 183 hari di luar negeri maka tidak perlu diperhitungkan dengan PPh di Indonesia.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  5. Armetra 12 March 2018 at 03:47 - Reply

    Dear Finansialku,

    Saya mau bertanya. Saya sudah bekerja hampir 5 tahun di Luar Negeri, bekerja di Uni Emirat Arab dimana negara ini free-tax salary (bebas pajak untuk gaji), tidak ada bukti potongan. Selama ini, saya tidak melaporkan SPT karena saya termasuk SPLN.

    Tetapi, di tahun 2017, saya mulai berinvestasi di saham dalam negeri (Bursa Efek Indonesia) dan Reksadana dalam negeri. Investasi saham tsb saya lakukan secara online, di negara tempat saya tinggal / residence (di Uni Emirat Arab). Dengan kondisi ini, saya masih SPLN, atau sudah SPDN?

    Apakah gaji saya (kerja di kantor engineering sekarang di Luar Negeri / Uni Emirat Arab) yg merupakan Penghasilan Luar Negeri tiba-tiba bakal dipotong pajak Indonesia juga? Atau penghasilan gaji luar negeri hanya wajib dicantumkan di SPT, tapi tidak perlu bayar pajak (alias termasuk penghasilan non-pajak)?

    Atau yang akan dipotong hanyalah penghasilan dari jual/beli saham (bukti potongan pajak untuk transaksi saham dari Sekuritas, saya punya, karena setiap jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia sudah otomatis dipotong pajak).

    Untuk pelaporan di SPT, saya perlu laporkan saham & reksadana saja, atau juga saya perlu memasukkan penghasilan / gaji kantor Luar Negeri sekarang (dimana gaji ini memang bebas pajak di negara tempat saya bekerja sekarang)?

    Mohon pencerahannya.
    Terimakasih.

    Salam,
    Armetra

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:43 - Reply

      Hi Pak Armetra,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Salah satu syarat subjektif Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) adalah berada/bertempat tinggal di Indonesia. Bila tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan tetap Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN).
      Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi sehubungan dengan pekerjaannya di luar Indonesia dan penghasilannya bersumber dari luar Indonesia, tidak dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia. Terhadap transaksi derivatif tersebut biasa dikenakan PPh Final. Walaupun SPLN tidak diwajibkan lapor SPT Tahunan, namun karena Anda memiliki penghasilan dari investasi di Indonesia, maka terhadap laporan pemotongan PPh Final tersebut bisa menggunakan formulir 1770.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  6. Vivi 12 March 2018 at 21:39 - Reply

    Selamat malam,
    Jika seorang seperti Andi (bekerja lebih 183hr) dan sewaktu – waktu pulang ke Indonesia, bagaimana pelaporan harta yang didapatkan dr penghasilan luar negeri di dalam SPT Tahunan? apalagi di saat pak Andi bekerja di Singapura, tidak melaporkan SPT Tahunan ataupun melaporkannya tetapi nihil?
    Mohon pencerahannya Pak. Terima kasih

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:45 - Reply

      Hi Bu Vivi,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi sehubungan dengan pekerjaannya di luar Indonesia dan penghasilannya bersumber dari luar Indonesia tidak dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia dan tidak wajib melakukan pelaporan.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  7. apmi 21 March 2018 at 13:36 - Reply

    Siang Pak..
    Jika WNI yang tadinya SPLN itu kembali ke indonesia dan menetap lebih dari 183 hari di Indonesia, otomatis dia menjadi SPDN kembali. Pertanyaannya : bagaimana dengan harta yang dihasilkan di luar negeri dan dibawa kembali ke Indonesia? Apakah dikenakan pajak di Indonesia lagi ?

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:46 - Reply

      Hi Pak/Bu Apmi,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Boleh dijelaskan tentang harta yang dibawa ke Indonesia? Terhadap penghasilan tidak dikenai PPh karena penghasilannya diperoleh dari luar Indonesia. Apabila sudah menjadi SPDN, laporkan saja harta/asetnya dalam SPT Tahunan.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  8. Feb 23 March 2018 at 01:38 - Reply

    Mau nanya, bila seperti kasus yg no 1, bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dalam setahun, penghasilan dari gaji pekerjaan di luar negeri, tapi mempunyai tabungan/deposito dengan bunga di indonesia, bagaimana seharusnya? Jika akan melaporkan SPT tahunan, form yang mana ?
    Terimakasih sebelumnya.

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:47 - Reply

      Hi Pak/Bu Feb,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Terhadap deposito biasa dikenakan PPh Final. Walaupun Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN) tidak diwajibkan lapor SPT Tahunan, namun karena Anda memiliki penghasilan dari investasi di Indonesia, maka terhadap laporan pemotongan PPh Final tersebut bisa menggunakan formulir 1770.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  9. Anton M 26 March 2018 at 14:06 - Reply

    Mohon Bantuannya, tentang definisi 12 bulan tersebut, jika saat ini saya masih bekerja di Indonesia dan saya mulai bekerja diluar negeri pada tengah Juli 2018 dan jika dihitung dari tengah juli ke akhir tahun maka 183 hari tidak akan terpenuhi.

    1. Apakah 12 bulan dihitung semenjak saya mulai bekerja diluar negeri ( tengah Juli 2018) sehingga 12 bulan yang dimaksud sampai dengan tengah juli tahun berikutnya 2019 ?

    2. Apakah untuk SPT 2018 saya tetap melaporkan SPT dari kantor yang sekarang ( sampai dengan tengah juli 2018 ) ?

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:48 - Reply

      Hi Pak Anton Muliawan,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Tahun pajak yang dimaksud dalam aturan perpajakan adalah tahun kalender, artinya dari tanggal 1 Januari s.d. 31 Desember. Untuk pertanyaan pertama, 12 bulan atau 183 hari dihitung dari (tengah) Juli 2018 s.d. Desember 2018. Dan untuk SPT Tahunan 2018 tetap dilaporkan untuk masa Januari 2018 s.d. (tengah) Juli 2018.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  10. Toni 6 April 2018 at 10:52 - Reply

    WNI yg bekerja di luar negeri harus tetap harus melapor walaupun tidak terkena pajak.

    Mohon pencerahannya buat folmulir SPT yang mana dan cara pengisian yang benar.

    Terima kasih

    • Miriam Fajria
      Miriam Fajria 16 May 2018 at 15:49 - Reply

      Hi Pak Toni,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.

      Menjawab pertanyaan Anda:
      Tidak wajib lapor SPT Tahunan, karena orang pribadi Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan telah menjadi subjek pajak luar negeri sejak meninggalkan Indonesia.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

Leave A Comment