Artikel ini dibuat sebagai pengantar mengenai topik investasi yang seringkali membingungkan. Semoga artikel ini dapat membantu para Pembaca untuk menambah wawasan.

Pada artikel ini penulis ingin berbagi informasi mengenai produk-produk investasi yang umum dijual dipasar.  Ingat pada artikel sebelumnya, Banyak penulis buku, agen penjual produk investasi yang mengatakan high risk high return dan low risk low return. Penulis mengklasifikasikan 4 jenis keterkaitan antara pendapatan (return) dan risiko (risk), seperti gambar berikut:

risiko-dan-return

Mengenal Aset dan Liabilitas

Produk-produk investasi dapat digolongkan ke dalam aset investasi. Difinisi aset menurut Robert T. Kiyosaki (dalam buku Rich Dad Poor Dad) adalah “segala sesuatu yang dapat memasukan uang ke dompet Anda.” Apakah ada kata (terminologi) untuk menjelaskan “segala sesuatu yang dapat mengeluarkan uang dari dompet Anda?” Tentu saja ada, terminologinya disebut dengan Liabilitas atau kewajiban. Kedua definisi di atas sangat sederhana tapi sering salah dimengerti.

Investasi adalah Rencana bukan Produk - Robert T. Kiyosaki Guide to Investing - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca juga :3 Alasan, Anak Muda Zaman Sekarang Harus Mulai Belajar Investasi]

 

Coba kita bahas: Menurut Anda, apakah rumah dapat disebut aset atau liabilitas?

Menurut saya rumah adalah sebuah …

  1. Aset
  2. Liabilitas atau kewajiban
  3. Tergantung

Mengenai jawaban pertanyaan di atas penulis berpendapat; nomor 3 tergantung. Mengapa Tergantung? Tergantung sama apa? Menurut definisi aset dan liabilitas versi Robert T. Kiyosaki rumah dapat dikatakan sebagai aset apabila rumah tersebut dapat mendatangkan uang ke dompet Anda (coba liat definisi di atas). Bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah dengan mengontrakan rumah. Rumah juga dapat menjadi liabilitas apabila rumah tersebut terus-menerus mengeluarkan uang dari dompet Anda. Maksudnya seperti apa? Gampang saja rumah yang memiliki kolam renang, akan menyebabkan biaya perawatan yang sangat tinggi.

Penulis tidak menyebutkan rumah yang tergolong aset itu bagus, atau rumah yang tergolong kewajiban itu jelek. Bagus atau jelek itu juga tergantung, tergantung pada tujuan Anda dan strategi Anda. Mungkin saja rumah yang saat ini terbilang liabilitas (Cuma mengeluarkan uang dari dompet), tetapi rumah tersebut dapat menghasilkan keuntungan, ketika rumah tersebut dijual. Tetap saja, kalau bisa rumah Anda menghasilkan pendapatan kenapa tidak?

 

Mengenal Aset Riil dan Aset Kertas

Pada artikel terdahulu, penulis telah sedikit menyinggung pembagian jenis aset secara umum, yaitu aset nyata (real asset) dan aset kertas (paper asset). Aset nyata umumnya terdiri dari benda-benda investasi yang ada wujud fisiknya, seperti ruko (rumah toko), rukan (rumah kantor), tanah, logam emas dan lain-lain. Aset kertas adalah aset yang dibungkus dalam sebuah kertas, seperti saham, reksadana dan lain-lain.

 Aset Real dan Aset Kertas

Asset apa yang sudah Anda miliki? Pernah Anda miliki? Yang akan Anda miliki? Kembali ke topik utama produk investasi apa yang cocok untuk Anda? Kalau Anda tanya pada agen-agen penjual Anda akan diminta menjawab beberapa pertanyaan mengenai tingkat risiko Anda. Biasanya daftar pertanyaan tersebut didefinisikan sebagai investor risk profilling.

Penulis merekomendasikan sebelum Anda berinvestasi Anda perlu memahami produk apa yang Anda akan investasikan? Untuk mengeceknya cukup mudah, coba ikut langkah berikut ini:

  1. Saya akan berinvestasi pada produk …………………………………………………………………
  2. Cara kerja produk itu adalah …………………………………………………………………………….
  3. Cara mendapatkan keuntungan dari investasi itu adalah ……………………………………..
  4. Risiko dari investasi itu adalah ………………………………………………………………………..

(pada poin 2 coba jelaskan lebih dari 1000 kata). Jumlah kata memiliki pengaruh dengan tingkat pengenalan Anda terhadap produk.

  • Penjelasan kurang dari 500 kata        = Anda belum kenal produk investasinya.
  • 500 – 1000                                          = Anda cukup mengenal produk investasinya.
  • >1000                                                  = Anda mengenal produk investasinya.

Semoga artikel ini mulai membuka pemikiran Anda mengena investasi. Penulis menekankan pada orang bukan alat. Jangan salahkan alat atas kegagalan investasi Anda. Apabila Anda pernah mencoba berinvestasi, jangan cari-cari kesalahan (menyalahkan kondisi pasar, agen penjual, teman, software dan lain-lain). Akui bahwa diri Anda belum mengenal dan menguasai investasi itu dengan baik. Keluar dari pemikiran Anda, rehat sejenak dan kemudian  mulai lagi dengan semangat baru, tentunya dengan pengenalan atas produk investasi dan penguasaan produk. Salah satu penulis terkenal bernama Dr. Alexander Elder memiliki alat yang bernama 3M sebelum Anda berinvestasi. Penulis akan mencoba membahas pada artikel berikutnya.