Bagaimana prospek komoditas kakao di tahun 2019? Akankah kakao melanjutkan trend bullish-nya?

Tahukah kamu bahwa coklat yang kita konsumsi berbahan baku “biji kakao”. Pada tahun 2018 lalu, komoditas kakao mengalami kenaikan 24% yoy (dibandingkan tahun sebelumnya). Bagaimana dengan tahun 2019?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Profil Kakao

Tentunya Anda tidak asing lagi dengan si manis, coklat. Dalam keseharian, coklat dapat ditemukan dalam berbagai produk olahan seperti kue, coklat batangan, permen, minuman, dan sebagainya.

Apalagi menjelang hari Valentine atau dikenal dengan “Hari Kasih Sayang”, produk coklat makin banyak diminati di seluruh dunia. Berbagai produk olahan coklat diberikan kepada orang-orang terkasih sebagai ungkapan kasih sayang.

Tidak hanya rasa dan aroma yang nikmat, tetap coklat juga memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan serta mengandung kafein yang dapat membuat pikiran lebih rileks.

Coklat berasal dari bahan dasar kakao yang merupakan biji buah tanaman kakao (Theobroma cacao L). Biji kakao yang digunakan telah melalui proses fermentasi dan pengeringan sebelum diproses menjadi berbagai produk.

Prospek Kakao 02 Kakao 2 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Hubungan Inflasi dan Harga Komoditas?]

 

Negara Produsen Terbesar di Dunia

Berdasarkan Organisasi Kakao Internasional (ICCO) diperkirakan jumlah produksi biji kakao di tahun 2017-2018 mencapai 4.645.000 ton secara global.

Tanaman kakao ditemui di negara beriklim tropis. Beberapa negara produsen terbesar di dunia didominasi oleh negara di Afrika Barat seperti Ghana, Nigeria, Indonesia, Pantai Gading, Brazil, dan sebagainya.

Sebagian besar hasil kakao di Indonesia diekspor ke Eropa. Sedangkan Swiss merupakan negara dengan tingkat konsumsi cokelat tertinggi di dunia.

Berdasarkan data tahun 2017, tiap warga Swiss mengkonsumsi sekitar 8,8 kg coklat per tahun. Diperkirakan sejumlah 36% produk coklat yang dihasilkan di dunia berasal dari Eropa Barat.

 

Permintaan Kakao

Produk olahan kakao yaitu coklat merupakan makanan favorit masyarakat di seluruh dunia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, semua menyukai olahan coklat.

Swiss adalah negara yang mengkonsumsi coklat nomor 1 di dunia. Diikuti oleh Belanda yang warga negaranya mengkonsumsi kira-kira 5 kg coklat per tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir bahkan tingkat konsumsi coklat di negara berkembang juga meningkat misalnya di Tiongkok, India, dan Indonesia yang konsumsinya mencapai 0,5 kg per kapita.

Prospek Kakao 03 Kakao 3 - Finansialku

[Baca Juga: Investor WAJIB Menelusuri 3 Prospek Komoditas di 2019]

 

Hal ini menjadi indikasi prospek cerah dari peningkatan permintaan kakao dari negara berkembang di masa depan. Di tahun 2018 ini terjadi kenaikan impor produk coklat di Tiongkok sebesar 16% dan 2% di Indonesia.

Jumlah kakao yang digiling di Asia juga meningkat, yaitu sebesar 8,4% yoy. Peningkatan jumlah penduduk di negara berkembang mendorong semakin banyaknya masyarakat yang mencari kenikmatan dari camilan coklat.

Bahkan produk olahan coklat juga menggantikan makanan tradisional di India dan Tiongkok mengingat berkembangnya inovasi produk pangan.

Meski demikian permintaan di Eropa tetap tinggi walaupun pertumbuhan permintaannya tidak sepesat di Asia. Contohnya di Eropa Barat, jumlah kakao yang digiling meningkat sebesar 5% yoy.

Namun di Amerika Serikat jumlah impor kakao turun 23% yoy. Hal ini yang perlu diantisipasi karena mengurangi optimisme pasar kakao dunia.

 

Supply Kakao

Afrika merupakan benua penghasil kakao terbesar di dunia bahkan mencakup 70% supply kakao. Pada beberapa tahun terakhir, terjadi cuaca buruk pada perkebunan kakao di Afrika sehingga menurunkan hasil panen kakao.

Proses penanaman pohon kakao hingga panen membutuhkan waktu 3 tahun. Cukup lama bukan?

Selain faktor cuaca, hasil panen juga dapat terganggu oleh serangan penyakit tanaman, penuaan pohon kakao, dan tekanan geopolitik. Diperkirakan pertumbuhan produksi kakao dunia akan mengalami stagnansi.

Prospek Kakao 04 Kakao 4 - Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Logam di Bursa Komoditas]

 

Volatilitas Harga Kakao

Hingga pertengahan tahun 2018, kakao sempat mengalami kenaikan hingga 55%. Namun kenaikan harga ini menurun hingga tersisa kenaikan 24% pada penutupan tahun 2018.

Selain faktor internal, harga kakao global juga menjadi fluktuatif karena berbagai faktor eksternal. Harga kakao di Eropa menjadi tidak menentu karena terpengaruh kebijakan politik terhadap Brexit.

Hal ini menyebabkan GBP melemah terhadap EUR dan USD. Volatilitas terhadap GBP ini menghadirkan ketidakpastian sehingga mengakibatkan kenaikan harga kakao.

Prospek Kakao 05 Kakao 5 - Finansialku

[Baca Juga: Indeks-Indeks pada Bursa Komoditas]

 

Selain pengaruh berita politik Brexit, harga kakao juga dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral Amerika terkait kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga menyebabkan menguatnya USD.

Semakin menguatnya USD akan berbanding terbalik dengan harga kakao yang menjadi turun. Di samping faktor-faktor di atas, spekulasi juga berpengaruh terhadap volatilitas dan arah harga kakao.

Namun meski harga komoditas kakao fluktuatif, pengaruh ini tidak berdampak langsung pada konsumen retail. Sehingga tidak perlu khawatir bila hal ini akan membuat kenaikan harga pada segelas coklat atau kue favorit Anda.

Para produsen produk olahan coklat mengantisipasi fluktuasi harga melalui strategi lindung asset/hedging.

 

Kesimpulan

Sama seperti komoditas lainnya, pembentukan harga kakao diperoleh dari interaksi supply dan demand. Ketika supply tinggi, maka harga turun. Berlaku pula sebaliknya, saat supply rendah maka harga naik.

Dengan kondisi saat ini, diperkirakan produksi panen kakao akan mengalami stagnansi karena faktor cuaca, usia tanaman kakao, dan kebijakan geopolitik.

Sedangkan permintaan meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi coklat yang rutin pada berbagai perayaan tahunan serta inovasi pada produk pangan olahan coklat.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai prospek kakao di tahun 2019? Tuliskan pertanyaan dan tanggapan Anda pada kolom komentar.

Dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain di sekitar Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Casper Burgering. 23 November 2018. Cocoa Price Set to Increase. Insights.abnamro.nl – https://goo.gl/bmxsMk

 

Sumber Gambar:

  • Kakao 1 – https://goo.gl/67a8zw
  • Kakao 2 – https://goo.gl/aLX5V6
  • Kakao 3 – https://goo.gl/acN7Bq
  • Kakao 4 – https://goo.gl/xPHFTu
  • Kakao 5 – https://goo.gl/QBiC61