Apakah kamu sedang mencari contoh puisi kemerdekaan untuk caption postingan kemerdekaan di sosial media atau tampil di perayaan kemerdekaan?

 

20 Contoh Puisi Kemerdekaan yang Membakar Semangat

HUT RI selalu kita jadikan momen yang tepat untuk mengenang kembali besarnya jasa para pahlawan, karena mereka rela berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan bangsa.

Biasanya para seniman sastra menuangkan rasa terima kasihnya melalui puisi. Karya tersebut pun mereka tulis sepenuh hati agar dapat membangkitkan nasionalisme dan kecintaan pada tanah air pada diri kita semua. 

Apakah kamu saat ini sedang mencari puisi kemerdekaan terbaik untuk kamu bacakan? atau kamu sedang mencari caption untuk postingan kemerdekaan kamu? Jika demikian, Kamu bisa lihat 20 contoh puisi kemerdekaan ini!

 

#1 Merdeka Dalam Pandemi (Oleh Firoh)

Agustus menyapa

Hari kemerdekaan akan tiba

Hari kemenangan indonesia

Hari berkibar x bendera

Hidup Negri ku.. hidup negri ku…

Tanah air ku Indonesia

Hari kemerdekaan indonesia tahun 2021

Sangat berbeda dari tahun sebelum

Saat kedatangan tamu (virus corona)

Kami semua tak bisa merayakan

Bersama,

Indonesia ku..

Tetap kibarkan benderamu

Tegakkan tiangmu ikat benderamu

Kibarkan.. kibarkan..

Angkat tangan mu, berikan hormat mu,

Indonesiaku merdeka.. merdeka.. dan tetap merdeka 17 Agustus 1945

 

#2 Bela Negara (oleh Dilla Hardina Agustiani)

Kobar semangat terus membara

Menyulut asa tuk bela negara

Berkorban jiwa serta raga

Usir penjajah dari tanah air kita

Ratusan nyawa pahlawan telah melayang

Mereka dengan gagah berani berperang

Menebas ketidakadilan walau penuh rintang

Agar tak ada lagi rakyat yang terkekang

17 Agustus kita telah merdeka

Perjuangan para pahlawan tak sia-sia

Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela

Demi melihat generasinya hidup damai sentosa

 

#3 Pahlawananku (oleh Riza Hidayat)

Pahlawanku..

Bagaimana ku bisa

Membalas jasa-jasamu

Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang

Haruskah aku mandi berlumuran darah

Haruskah aku tertembak peluru penjajah

Aku tak tahu cara untuk membalas jasamu

Engkau relakan nyawamu

Demi suatu kemerdekaan yang mungkin

Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri

Pahlawanku.. engkaulah bunga bangsa

 

#4 Hari Itu, Bangsaku Bahagia (oleh Asty Kusumadewi)

Indonesia adalah negara kaya

Negara penuh budaya

Negara yang selalu jaya

Di setiap generasinya

Namun, ada kisah nyata dibalik itu semua

Penjajahan di mana-mana

Perjuangan melawan penjajah durjana

Dengan semangat juang 45

Pertumpahan darah di tanah air

Saksi bisu perjuangan bangsa

Dengan satu keinginannya

Tekad kuat untuk Merdeka!

Merdeka, Merdeka, Merdeka!

Hari Itu Bangsaku Bahagia

17 Agustus 1945

Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara

 

#5 Diponegoro (oleh Chairil Anwar)

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar, lawan banyaknya seratus kali

Padang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

 

#6 Saya Indonesia, Saya Pancasila (Oleh Asty Kusumadewi)

Merdeka harga mati!

Merdeka harga mati!

Merdeka harga mati!

Seruan panglima kepada anggotanya

Masih ingat bung Tomo dengan semangatnya

I Gusti Ngurah Rai dengan Puputan Margarana

Palagan Ambarawa dengan tumpah darahnya

Bekerjasama untuk tanah air kita Merdeka dari para penjajah durjana

17 Agustus 1945

Proklamasi dibacakan

Riuh tangis haru dikumandangkan

Jatuhnya Jepang dan merdekanya Negara Indonesia

Rumusan Pancasila tersusun secara nyata

Bukti jadi dasar Negara Indonesia

Lambang negara Bhineka Tunggal Ika

Saya Indonesia, Saya Pancasila

[Baca Juga: Kumpulan Ucapan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77]

 

#7 Indonesia Sudah Merdeka (oleh Asty Kusumadewi)

Penjajah melawan Indonesia

Peperangan di belahan penjuru Nusantara

Bambu runcing senjata utama

Memperjuangkan Indonesia merdeka

Konon katanya, sepotong roti lebih berharga

Soedirman jadi korbannya

Pengkhianat bangsa tunduk menggadaikan harga dirinya

Bersyukur, Jenderal dilindungi oleh Yang Maha Esa

Indonesia sudah merdeka

Kapten Pattimura dengan pedangnya

Jenderal Soedirman dengan tandunya

Pangeran Diponegoro dengan gerilyanya

Melawan penjajah sebegitu kuatnya

Ucapkan syukur kepada Tuhan kita

Dengan segala upaya

Dengan pertumpahan darahnya

Indonesia, sudah.. Merdeka!!

 

#8 Musium Perjuangan (oleh Kuntowijoyo)

Susunan batu yang bulat bentuknya

berdiri kukuh menjaga senapan tua

peluru menggeletak di atas meja

menanti putusan pengunjungnya.

Aku tahu sudah, di dalamnya

tersimpan darah dan air mata kekasih

Aku tahu sudah, di bawahnya

terkubur kenangan dan impian

Aku tahu sudah, suatu kali

ibu-ibu direnggut cintanya

dan tak pernah kembali

Bukalah tutupnya

senapan akan kembali berbunyi

meneriakkan semboyan

Merdeka atau Mati.

Ingatlah, sesudah sebuah perang

selalu pertempuran yang baru

melawan dirimu.

 

#9 17 Agustus (oleh A.J Anwar)

Orang jahat selalu lebih kukuh dalam niat busuknya

Tak perlu banyak orang untuk merusak sebuah negara

Cukup beberapa koruptor untuk

Menyikat ludes uang rakyat

Beberapa pejabat bebal menggagalkan pembangunan

Beberapa politisi memecah belah rakyat

Beberapa provokator licik untuk memicu kerusuhan

Beberapa orang fanatik membenturkan agama

Beberapa tangan terselubung merawat prasangka

Beberapa preman meresahkan masyarakat

Cukup “setitik nila merusakkan susu sebelanga”

Dan bahwa jumlah mereka melimpah, tak pernah cuma seberapa, maka negara hanya punya peluang terbuang

Dan Selamat Hari Kemerdekaan

Saudara sebangsa

Selamat Hari Kemerdekaan

Mari berbaris membelanya!

 

#10 Mengenang (oleh Yuliani Megantari)

Muak jadi budak

Mereka maju dengan penuh yakin

Menentang benteng besi bersama

Sembilan obor telah menancap di sudut- sudut bumi

Bumi yang telah basah

Ketika mereka bergegas

Di pintu pagi yang cemas

Aku hanya dapat menanti kabar dari langit dan bumi

Dentang jam berbunyi detik demi detik

Mereka telah pergi

Kembali pada cahaya, yang menjadi air

Mengalir pada muara yang tak pernah berbatas

Kembali pada api, tanah pijakan ibu pertiwi

Terbang ke atas langit tak berlapis yang menyatu bersama udara

Merongga dalam kekekalan

Bumi telah mencatat nama mereka

Pada sebuah puisi yang kurangkai ini

Dan terkenang menjadi dongeng anak negeri

 

#11 Merdeka Indonesiaku (oleh Rodiyah Allahuan)

Hari ini… tujuh belas Agustus

Indonesia memperingati hari lahirnya

Gema merdeka dikumandangkan

Dari segala penjuru negeri ini

77 tahun silam …

Indonesia dijajah oleh kaum penjajah

Banyak darah ditumpahkan, nyawa dikorbankan

Demi untuk satu kata MERDEKA

Kini… Indonesia telah merdeka

Rakyat dapat tersenyum bangga

Sang saka merah putih berkibar sempurna

Mengudara di angkasa raya

Jayalah Negeriku

Makmurlah bangsaku

Kau tetap Indonesiaku

MERDEKA..MERDEKA..MERDEKA

#12 Di Bawah Kibaran Merah Putih Aku tersimpuh (oleh M. Taufiq)

Di bawah kibaran merah putih

bayangnya berdansa dengan pasir yang kupijak

menekuk, meliuk, menggelora

Aku tersimpuh

di bawah naungan merah putih

yang enggan turun, enggan layu

setelah lama badai menghujamnya

Mencari pijakan, aku harus bangkit

menepis debu yang menggelayutiku

menebalkan lagi tapak kakiku

ini waktuku berdiri!

Tak lagi aku lengah, takkan

ini tanah bukan tanah tanpa darah

ia terhampar bukan tanpa tangis

terserak cecer tiap partikel mesiu di sana

Jika pada patahan waktu yang lalu

aku bersembunyi, berkarung

pada lipatan detik ini, aku bukanlah kemarin

aku adalah detik ini, aku akan menjadi esok

Aku terhuyung

memegang erat tiang merah putih

aku memanjat asa, memupuk tekad

Indonesia, pegang genggam beraniku!

 

#13 Pahlawan yang Hilang (Oleh Anonymous)

Di mana lagi kau kutemukan keberanianmu

Di mana lagi kan kutemukan pekik teriak semangatmu

Di mana lagi ku temukan sosok sepertimu

Wahai pahlawan

Beribu hari telah kulalui

Jutaan hari telah kuhitung dengan jemari

Namun tak mampu juga kutemukan

Sosok pahlawan sejati

Kumeniti jalanan penuh duri dan ranjau

Menyusuri gurun pasir yang kering kerontang

Dimanakah kan kutemui lagi

Sosok sepertimu wahai pahlawanku

 

#14 Untukmu Pahlawanku (Oleh Anonymous)

Cucuran keringat di tubuhmu

Darah yang mengalir dalam ragamu

Tak patahkan semangat juangmu

Untuk meraih harapan, kemerdekaan

Tekadmu yang membara

Dengan gagah tegap kau berdiri

Tak pedulikan rasa sakit

Demi sang bumi pertiwi ini

Namun…

Kini perjuanganmu itu seperti tak berarti

Tangisan sedih rakyat kecil menjadi-jadi

Korupsipun seperti sudah menjadi tradisi.

 

#15 Kau Melebur Di Sana (Oleh Anonymous)

Kau melebur di sana

di permulaan musim gerhana

yang terselubung aroma darah

dan tanah yang berembun air mata

kau melebur di sana

kala sang surya mengelupaskan kulit kami

hingga kawanan peluhmu yang siaga

menghalau kepulan debu

yang mengepung dari negeri asing

kau melebur di sana

saat air bah berlarian

memanjati hamparan tanah usang

dengan jeritan malang

serta busung lapar

kau melebur di sana

saat air mata telah mengguruh menjadi telaga

hingga timba yang kau ayunkan

menandaskan kepingan dahaga

yang merintih di setiap gigir luka kami

 

#16 Apa Kata Bung Hatta (oleh Hati Nurahayu)

Banyak kata untuk negeri

Terjujur dari jiwa yang murni

Indonesia ada selalu di hati

Terucap pesan yang terpatri

Persatuan satu harus miliki

Jangan pudar karena dari para pembenci

Memecah belah negeri

Karena ingin kita dikuliti

Jatuh bangunnya negeri

Ingatlah selalu tertanam di diri

Bersatu padu selalu ada di jiwa kami

Penjajah pemecah belah takut kekuatan ini

 

#17 Tanyaku Sederhana (oleh Muhammad Sifak Almurtadho)

Aku adalah seribu tahun lalu

Mencoba melawan semua kalah dan luka untuk kubawa pergi

Merenggut semua kalimat asa untuk merdeka

Angkasa surya menopang semua deru ombak derita

Ringkus habis semuanya!

Tanpa ada orang yang tersisa

Semua tulisan-tulisan dari penyair terkenal ini

Adalah bukti nyata

Kalau dulu negara ini menelan jutaan jiwa

Sampai merdeka!

Saat ini, negara ini dijajah mati oleh pribumi sendiri

Bukannya benar pertanyaanku?

Sudahi semua pertikaian ini, atau merdeka dua kali?

Ringkus peristiwa!

Kita merdeka karena kita berbeda!

 

#18 Hari merdeka (oleh Irham Wahyu S)

Sorak gempita

Di hari Jumat, 17 Agustus 1945

Merdeka..

Merdeka..

Merdeka..

Teriak rakyat di penjuru Indonesia

Alhamdulillah…

Syukur…

Jawaban doa dari pejuang selama berabad-abad…

Bebas…

Tak terkekang…

Bangkit…

Geliat roda kehidupan bangsa…

Gelorakan jiwa…

Sucikan nurani…

Tebalkan tekad…

Untuk Negeri tercinta…

Terarah…

Terukur…

Lagu pembangunan

Demi kejayaan Indonesia

 

#19 Kemerdekaan ini (oleh Reyhandi)

Kemerdekaan ini adalah usaha

Usaha tanpa menyerah para pahlawan

Kemerdekaan ini adalah keringat

Yang setia mencucur ruah hingga habis

Kemerdekaan ini adalah lelah

Lelah yang setia menghantui

Kemerdekaan ini adalah darah

Karena berjuta ton darah raib untuk kemerdekaan, tergadai

Kemerdekaan ini adalah nyawa

Karena di indonesia ini beratus ratus tahun silam nyawa melayang

Semuanya untuk indonesia

Semuanya untuk senyum anak indonesia

Semuanya untuk masa depan indonesia yang lebih cerah.

 

#20 Untukmu Pahlawan Indonesiaku (oleh Anonymous)

Demi negeri

Engkau korbankan waktumu

Demi bangsa

Rela kau taruhkan nyawamu

Maut menghadang di depan

Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu

Tak segelintir rasa takut

Semangat membara di jiwamu

Taklukkan mereka penghalang negri

Hari-hari mu di warnai

Pembunuhan dan pembantaian

Dan dihiasi Bunga-bunga api

Mengalir sungai darah di sekitarmu

Bahkan tak jarang mata air darah itu yang muncul dari tubuhmu

Namun, tak dapat runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu

Kaki telanjang yang tak beralas

Pakaian dengan seribu wangian

Basah di badan kering pun di badan

Yang kini menghantarkan Indonesia

Ke dalam istana kemerdekaan.

 

Rayakan HUT Kemerdekaan RI dengan Penuh Semangat

Mari kita bersama-sama merayakan kemerdekaan RI dengan penuh semangat. Semoga puisi kemerdekaan yang kamu bacakan pun bisa membuat kita lebih menghargai jasa para pahlawan.

Tak lupa, tetaplah memiliki semangat seperti para pahlawan yang telah memerjuangkan kemerdekaan, termasuk semangat menuju kemerdekaan keuangan, ya.

Mari kita mulai dengan mengatur keuangan bulanan kita supaya lebih teratur. Caranya, kamu bisa ikuti setiap penjelasan dalam ebook berikut ini. Yuk, download sekarang dan langsung terapkan.

Banner Iklan Ebook Cara Mengatur Keuangan dengan Mudah - PC
Banner Iklan Ebook Cara Mengatur Keuangan dengan Mudah - HP

 

Sebarkan ungkapan kebahagiaan dengan puisi kemerdekaan di hari kemerdekaan ini. Bagikan isi artikel informatif di atas untuk menambah inspirasi ketika bertemu sanak saudara dan teman di hari yang bersejarah ini. Merdeka! 

 

Editor: Ratna Sri H.

Sumber Referensi:

  • Nurul Fitriana Fauziah. 3 Agustus 2022. 40 Puisi pembakar semangat kemerdekaan menyentuh dan inspiratif. Brillio.net – https://bit.ly/3Q8f1xD