Apa saja yang harus diperhatikan saat memilih asuransi jiwa? Pastikan Anda memilih asuransi jiwa yang benar-benar tepat dengan kebutuhan keluarga Anda?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure
 

 

Pertimbangan Saat Memilih Asuransi Jiwa

Salah satu pondasi dalam perencanaan keuangan adalah adanya manajemen risiko atau proteksi. Salah satu asset yang harus penting yang harus diberi proteksi adalah jiwa Anda dan pasangan, selaku tulang punggung keluarga.

Rahasia Memilih dan Membeli Asuransi Jiwa yang Tepat untuk Keluarga Anda

[Baca Juga: 4 Alasan, Mengapa Kita Memerlukan Asuransi Jiwa]

 

Kesadaran masyarakat Indonesia tentang keuangan, semakin hari semakin maju. Saat ini sudah makin banyak orang yang menyadari pentingnya asuransi jiwa. Walaupun masih banyak orang yang membeli asuransi jiwa dengan tujuan, bukan untuk proteksi. Idealnya dalam memilih asuransi jiwa, perhatikan faktor-faktor berikut ini

 

#1 Saat Memilih Asuransi Jiwa Sesuaikan dengan Kebutuhan Anda

Hal pertama yang harus diperhatikan, saat Anda memilih asuransi jiwa adalah kebutuhan Anda. Misal, Anda menyesuaikan jumlah uang pertanggungan dengan kebutuhan. Sesuaikan jenis asuransinya, misal asuransi jiwa tradisional atau asuransi jiwa unitlink. Jika Anda membeli asuransi tambahan (rider asuransi), Anda perlu memilih rider yang benar-benar dibutuhkan. Setelah itu pertimbangkan juga apakah perlu mengambil tambahan critical illness.

[Baca Juga: Mengenal Produk Asuransi Tambahan – Rider Asuransi Jiwa]

 

#2 Saat Memilih Asuransi Jiwa Sesuaikan dengan Anggaran

Pada saat memilih asuransi jiwa, sesuaikan dengan budget atau anggaran Anda. Biasanya para perencana keuangan, menganggarkan 10% – 20%. Sebenarnya angka tersebut bukan angka mutlak. Menurut kami, pilih asuransi jiwa dengan premi terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan. Misal setelah melakukan perhitungan, Anda membutuhkan uang pertanggungan sebesar Rp 400.000.000.

[Baca Juga: Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa]

 

Setelah Anda mengetahui kebutuhan, baru Anda mencari penawaran dari perusahaan asuransi, misal:

  • Perusahaan asuransi A, menawarkan biaya asuransi (premi asuransi) Rp 600.000 per bulan.
  • Perusahaan asuransi B, menawarkan biaya asuransi (premi asuransi) Rp 450.000 per bulan.

Anda dapat mempertimbangkan penawaran dari perusahaan asuransi B. Ingat aturan pertama: Pilih asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

#3 Pastikan Kredibilitas Perusahaan Asuransi

Selain kedua pertimbangan di atas, Anda juga perlu mempertimbangkan kredibelitas perusahaan asuransi jiwa. Ada banyak cara untuk mengetahui kredibelitas perusahaan asuransi jiwa. Anda dapat diskusi atau tanya kepada teman, tetangga atau keluarga mengenai pengalaman klaim di perusahaan asuransi jiwa. Anda juga dapat mengunjungi website perusahaan, kantor cabang atau berdiskusi dengan agen asuransi.

[Baca Juga: Berdiskusi dengan Agen Asuransi Jiwa]

 

Jika Anda masih ragu, Anda dapat mengecek RBC (risk based capital). RBC adalah salah satu indikator, untuk menilai kesehatan perusahaan asuransi jiwa. Angka ideal RBC, sebuah perusahaan asuransi jiwa adalah di atas 120%.

 

#4. Perhatikan Juga Pelayanan  

Pertimbangan keempat saat Anda memilih asuransi jiwa adalah pelayanan. Seseorang yang membeli asuransi jiwa, tentu ingin pelayanan yang ramah, cepat, tepat dan akurat. Anda perlu mengetahui apakah perusahaan asuransi jiwa yang Anda pilih, memiliki fitur klaim dengan internet, berapa lama klaim akan diproses, bagaimana prosedur klaim dan lain sebagainya. Ada beberapa asuransi jiwa yang membukan layanan call center hingga 24 jam. Artinya perusahaan asuransi jiwa tersebut selalu siap membantu nasabahnya.

[Baca Juga: 5 Produk Asuransi yang Sebaiknya Anda Miliki]

 

#5 Belilah Asuransi Jiwa Saat Anda Sehat

Terkait dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, pastikan Anda membeli produk asuransi ini, pada saat Anda sehat. Tidak ada perusahaan swasta ataupun BPJS kesehatan yang mau menerima pasien yang sudah sakit. Ketika Anda membeli asuransi jiwa, produk tersebut baru akan aktif setelah 3 – 6 bulan. Jadi misal hari ini Pak Ronald membeli asuransi jiwa, besok tiba-tiba harus masuk rumah sakit karena penyakit keras (critical illness). Nah belum tentu klaim asuransinya dapat diterima oleh perusahaan asuransi.

[Baca Juga: Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan]

 

Jangan Membeli Asuransi Jiwa, karena Kenal dengan yang Jual

Ingat saat membeli produk asuransi jiwa, pastikan niat Anda adalah untuk memberikan proteksi. Salah satu fungsi utama asuransi jiwa adalah sebagai pengganti pendapatan (income replacement), jika terjadi sesuatu dengan tulang punggung keluarga. Karena fungsinya yang sangat penting, pastikan Anda membeli bukan karena premi yang murah, tetapi karena kebutuhan. Beli asuransi jiwa yang tepat, dengan harga yang sesuai dan jumlah uang pertanggungan yang tepat.

 

Sudahkah Anda memiliki asuransi jiwa untuk Anda dan pasangan? Selain 5 hal di atas, apa pertimbangan Anda saat memilih asuransi jiwa?

 

Sumber Gambar:

Happy Family – http://goo.gl/21ZXMB

 

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)