Viral di Medsos Keraton Agung Sejagat yang konon katanya telah diakui dunia, ternyata Raja Keraton Agung Sejagat ditangkap polisi.

Sebenarnya apa itu Keraton Agung Sejagat dan seperti apa model penipuan yang mereka lakukan? Simak informasi selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kerajaan yang Geger di Media Sosial

Kerajaan Agung Sejagat mendadak ramai menjadi perbincangan netizen pasca viral di media sosial beberapa waktu belakangan ini.

Bagaimana tidak, di era digitalisasi dan big data ini, secara mendadak tiba-tiba saja muncul Kerajaan di Purworejo yang mengklaim diri mereka sebagai persekutuan tingkat internasional yang mampu memajukan dunia.

Awalnya, informasi terkait Keraton Agung Sejagat di Purworejo di-upload akun twitter @aritsantoso. Tweet ini mendadak ramai dibahas di media sosial dan mendapat berbagai reaksi dari netizen.

Kerajaan tersebut diketahui dipimpin oleh seorang Raja bernama Toto dan permaisuri bernama Fanni.

Keduanya dinobatkan sebagai Raja Keraton Agung Sejagat sejak Juli 2019. Pengukuhan tersebut dilakukan di Dataran Tinggi Dieng, tepat saat turun embun es, diikuti ritual dan doa bersama.

Namun kini satu persatu fakta kemunculan kelompok Keraton Agung Sejagat ini mulai terkuak.

Diketahui berdasarkan informasi terbaru, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat telah ditangkap polisi di Wates, Yogyakarta, pasca mendapat laporan dari warga sekitar.

Nipu Berkedok Kerajaan, Raja Keraton Agung Sejagat Ditangkap 02

[Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Fintech Ilegal Yang Mengancam Nasabah]

 

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat terbukti melakukan penarikan dana masyarakat dengan cara menyampaikan berbagai berita bohong terkait sejarah Kerajaan.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti mulai dari trisula, bendera, tombak, seragam, lembar perjanjian, buku tabungan, uang tunai Rp16.101.000, kartu anggota, softgun, dan dokumen yang dibuat sendiri.

Sang Raja, Sinuwun Toto Santosa Hadiningrat (42) dan Sang Ratu, Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) ternyata diketahui menggunakan identitas palsu.

Keduanya bukanlah warga Purworejo dan bahkan bukan suami istri. Mereka berdua diketahui memiliki KTP Jakarta dan ngekos di Yogyakarta.

Bahkan diketahui pula keduanya sempat selama 6 tahun tinggal di sebuah bedeng kayu ukuran 2×3, di pinggir rel Ancol, Jakarta.

Keduanya mengaku Keraton Agung Sejagat memiliki 450 anggota dan telah mendapatkan pengakuan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Keduanya juga diketahui membangun komplek bangunan keraton dan juga prasasti di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kehadiran Keraton Agung Sejagat diakui menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Desa Poggung.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan:

“Kepolisian telah bertindak cepat dan tegas untuk mencegah terjadinya korban yang lebih banyak.

 

Menurut kepolisian, para pengikut Keraton Agung Sejagat dijanjikan jabatan dengan gaji besar dalam bentuk dollar AS.

Jabatan yang mereka dapatkan disesuaikan dengan berapa jumlah uang yang mereka setorkan. Besarannya Rp3 juta hingga Rp30 juta.

Raja Keraton Agung Sejagat diduga meyakinkan para korbannya dengan cara menunjukkan dokumen kartu-kartu United Nations palsu dan menceritakan wangsit yang ia terima.

Nipu Berkedok Kerajaan, Raja Keraton Agung Sejagat Ditangkap 03

[Baca Juga: MeMiles, Investasi Bodong yang Seret Judika Hingga Ello]

 

Sehingga banyak orang percaya dan mau membayar iuran karena tergiur uang nominal besar yang akan diterima dan juga tergiur mendapat doa terbebas dari malapetaka seumur hidup.

Direktorat kriminal umum melakukan koordinasi dengan tiga orang pakar dari jajaran Universitas Diponegoro untuk mengkaji penipuan ini.

Forum keraton mengatakan, akibat kasus ini, nama baik keraton jadi tercoreng di mata masyarakat Indonesia.

 

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Praktis Investasi Reksa Dana Pertama

Ebook Reksa Dana Pertama Kamu

Download Ebook Sekarang

 

Ramai Dikunjungi Warga

Pasca penangkapan Sang Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat, warga beramai-ramai mengunjungi Desa Poggung karena penasaran.

Terpaksa, polisi memasang garis polisi di area Keraton Agung Sejagat karena memang lokasi tersebut harus bersih dari pengunjung selama proses penyidikan.

Dikutip dari Antara, garis polisi melintang dari pintu masuk atau gapura utama dan juga di pintu masuk ruang sidang. Selain itu garis polisi juga terlihat mengelilingi prasasti batu yang berada di bagian timur pendopo utama.

Pemasangan garis polisi ini diketahui sudah dilakukan sejak Selasa malam (14/01/2020) usai dilakukan penangkapan terhadap beberapa pengikut Keraton Agung Sejagat.

Lokasi Keraton Agung Sejagat itu memang mendadak ramai dikunjungi masyarakat sejak awal pekan. Berdasarkan informasi yang didapat dari buku tamu, per harinya Keraton Agung Sejagat dikunjungi hingga 500 pengunjung.

Beberapa pengunjung mengaku penasaran tempat ini pasca viral di medsos. Adanya pendopo, prasasti, dan kolam yang dianggap sakral menjadi wisata yang menarik bagi para wisatawan lokal.

Hingga kini, Keraton Agung Sejagat ramai dikunjungi warga lokal. Kerajaan mereka sudah ditutup dan tidak beroperasi lagi.

 

Jangan sampai tertipu investasi tidak jelas. Agar Anda bisa lebih mengerti tentang pengelolaan keuangan, yuk download Aplikasi Finansialku yang bisa membantu Anda mengedukasi dan menyediakan layanan keuangan.

Simak video kedok investasi bodong yang marak di Indonesia berikut ini.

 

Bagaimana tanggapan Anda mengenai berita di atas? Anda bisa mengungkapkannya dalam kolom komentar di bawah ini.

Anda bisa jadi agen informasi yang positif dengan membagikan artikel ini pada rekan-rekan Anda.

 

Sumber Referensi:

  • Michael Hangga Wismabrata. 16 Januari 2020. 7 Fakta Penting yang Perlu Anda Tahu tentang Keraton Agung Sejagat, Soal Wangsit hingga Bukan Pasutri. Regional.kompas.com – http://bit.ly/3agoZZm
  • Admin. 14 Januari 2020. Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Bukan Suami Istri, Polisi: Hanya Teman Wanita. Regional.kompas.com – http://bit.ly/2NpVE4T
  • Jauhari Wawan S. 15 Januari 2020. Kesaksian Eks Pengikut Keraton Agung Sejagat: Raja Suka Cerita Joyoboyo. News.detik.com – http://bit.ly/2tnRT95
  • Jimmy Ramadhan Azhari. 15 Januari 2020. Raja Keraton Agung Sejagat 6 Tahun Tinggal di Rumah Bedeng Ilegal di Pinggir Rel Ancol. Megapolitan.kompas.com – http://bit.ly/2Nw3GJm
  • Admin. 15 Januari 2020. Raja dan Ratu Ditangkap, Warga Ramai Datangi Keraton Agung. CnnIndonesia.com – http://bit.ly/2taT3oB
  • Ady Anugrahadi. 16 Januari 2020. Menguak Sosok Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Liputan6.com – http://bit.ly/2NwXrFn
  • Admin. 16 Januari 2020. Titah Nyeleneh ‘Raja-Ratu’ Keraton Agung Sejagat. News.detik.com – http://bit.ly/2u6Mvre

 

Sumber Gambar:

  • Keraton Agung Sejagat 01 – http://bit.ly/2Rqrmjs
  • Keraton Agung Sejagat 02 – http://bit.ly/2RkuBJo
  • Keraton Agung Sejagat 03 – http://bit.ly/2tZFecx