Jangan sampai kamu rugi dan menyesal! Begini konsep asuransi kesehatan dan contoh kasusnya yang harus kamu ketahui!

Selengkapnya, dapat diketahui di artikel Finansialku berikut ini.

 

Summary

  • Asuransi kesehatan ada untuk transfer risiko (mengalihkan risiko) yang harusnya kita tanggung ke perusahaan asuransi.
  • Di Indonesia, terdapat 2 jenis asuransi kesehatan konvensional, yaitu asuransi kesehatan tradisional dan asuransi kesehatan unit link.
  • Ada pula asuransi kesehatan syariah, di mana konsep asuransi ini bukanlah transfer risiko, melainkan berbagi risko.

 

Seberapa Penting Punya Asuransi Kesehatan?

Sobat Finansialku tentu tahu bahwa tidak ada jaminan kita akan selamanya hidup sehat. Ada kalanya imunitas tubuh kita menurun, kemudian akhirnya jatuh sakit.

Ketika kita sakit, bukan hanya masalah pekerjaan yang terbengkalai, atau badan yang lemas, tapi juga masalah dana yang harus kamu keluarkan sampai sembuh total.

Ini salah satu alasan kenapa kamu benar-benar memerlukan asuransi kesehatan, agar kamu nggak perlu mengurangi tabungan atau investasi yang sudah kamu kumpulkan dengan susah payah.

Agar kamu lebih mantap untuk memiliki asuransi kesehatan, ada baiknya kamu memahami konsep asuransi berikut ini!

 

Konsep Asuransi Kesehatan Konvensional

Di Indonesia, ada beberapa jenis produk asuransi kesehatan, salah satu di antaranya adalah asuransi kesehatan konvensional.

Konsep asuransi kesehatan konvensional adalah tentang transfer risiko antara peserta dengan perusahaan asuransi terkait.

Transfer risiko sendiri maksudnya adalah mengalihkan risiko yang seharusnya kita tanggung (dalam hal ini adalah uang) ke perusahaan asuransi jika kita jatuh sakit.

Jadi, dengan asuransi kesehatan, kita tidak perlu mengeluarkan uang, pun tidak perlu khawatir uang kita akan berkurang, karena asuransi kesehatan yang membayarkannya untuk kita.

 

Jenis Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan konvensional sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Asuransi Tradisional

Merupakan asuransi murni, atau asuransi yang hanya menawarkan manfaat pertanggungan kesehatan saja. Polisnya tidak termasuk dengan manfaat investasi.

Asuransi tradisional ini biasanya punya batas waktu tertentu, misalnya 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan lain-lain.

  • Asuransi Unit Link

Merupakan produk asuransi kesehatan yang tidak hanya menyediakan manfaat pertanggungan kesehatan saja, tapi juga manfaat investasi.

Sehingga, nantinya, bukan hanya untuk proteksi, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan lain yaitu manfaat investasi yang bisa didapatkan dalam kurun waktu tertentu.

Tapi, untuk diingat, jangan sampai kamu terfokus dengan keuntungan investasinya dan lupa dengan tujuan utamamu membeli asuransi kesehatan, ya!

[Baca Juga: Penting! Tentang Asuransi Unit Link yang Harus Diketahui]

 

Sistem Klaim Asuransi Kesehatan Konvensional

Pada asuransi kesehatan konvensional, ada dua jenis sistem klaim polis, yaitu cashless dan reimbursement.

Sistem klaim cashless ini memungkinkan pemegang polis untuk membayar tagihan rumah sakit dengan kartu keanggotaan, kemudian akan langsung dibayar oleh perusahaan asuransi.

Beberapa contoh produk asuransi kesehatan dengan sistem klaim cashless adalah:

  • Asuransi Kesehatan AXA Mandiri
  • Asuransi Kesehatan Lippo Asuransi Kesehatan
  • Asuransi Kesehatan Cigna
  • Asuransi Kesehatan BRI Life
  • Asuransi Kesehatan Chubb Life
  • Asuransi Kesehatan Astra
  • Asuransi Kesehatan Sinar Mas

 

Sistem klaim cashless ini memiliki keuntungan, di antaranya adalah:

  • Proses cepat, dan tidak perlu mengeluarkan uang terlebih dulu
  • Tidak perlu menyiapkan dokumen ketika klaim dan mendatangi perusahaan asuransi untuk mengajukan klaim.
  • Proses klaim hanya menggunakan kartu keanggotaan
  • Tagihan rumah sakit menyesuaikan.
Klaim Asuransi Kesehatan Konvensional

Ilustrasi Klaim Asuransi Kesehatan Konvensional
Sumber: Unsplash

 

Adapun, kekurangan dari sistem klaim cashless adalah:

  • Rekanan Rumah Sakit cenderung sedikit, mengingat tidak semua perusahaan menerima sistem klaim cashless.
  • Tidak bisa mengajukan double claim.

Ini biasanya terjadi pada pemegang polis yang memiliki asuransi kesehatan lebih dari 1 (asuransi pribadi dan asuransi kantor).

Ketika klaim menggunakan asuransi milik pribadi, maka kamu tidak bisa melakukan klaim lagi untuk biaya yang sama menggunakan asuransi dari kantor.

 

Sementara itu, asuransi kesehatan dengan sistem klaim reimbursement memungkinkan kita untuk terlebih dulu membayar tagihan rumah sakit, kemudian mengajukan ‘uang ganti’ kepada perusahaan asuransi, atau secara sederhana, bisa kita pahami sebagai sistem ‘talangi’.

Sebagaimana asuransi dengan sistem klaim cashless yang punya kekurangan dan kelebihan, asuransi dengan sistem klaim reimbursement pun sama.

Berikut kelebihannya:

  • Rekanan Rumah Sakit banyak
  • Harga premi yang lebih murah dibandingkan sistem klaim cashless

 

Kekurangannya adalah:

  • Harus mengeluarkan dana sebesar biaya pengobatan
  • Proses klaim cenderung memakan waktu lama
  • Penggantian biaya sesuai dengan plafon, bukan sesuai dengan biaya rumah sakit.

 

Besaran Klaim

Besaran klaim dari produk asuransi kesehatan konvensional terbagi atas dua jenis, yaitu inner limit dan as charge. Sebelum membandingkan keduanya, mari kita cari tahu terlebih dahulu pengertian kedua jenisnya.

  • Inner Limit

Memberikan tanggungan biaya perawatan dengan manfaat terpisah. Sederhana, untuk setiap tindakan yang diperlukan oleh pasien atau tertanggung.

Misalnya, biaya operasi, dibatasi sampai Rp 20 juta, biaya kamar per malam dibatasi sampai Rp 2 juta, dan lain-lain. Besarannya sendiri tentu bergantung pada jenis premi yang kita pilih.

  • As Charge

Berbeda dengan inner limit, as charge memberikan jumlah biaya perawatan sesuai dengan tagihan yang dibebankan kepada pasien, tidak peduli inner limit dari setiap tindakan yang dijalani oleh pasien.

Misalnya, inner limit untuk operasi adalah Rp 30 juta, tapi ternyata biaya operasi pasien mencapai Rp 50 juta. Maka, uang yang digantikan tetap Rp 50 juta.

 

Kalau kamu ingin mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai asuransi kesehatan secara khusus, kamu bisa membaca ebook ini.

GRATISSS, Yuk Download Sekarang!

ASURANSI KESEHATAN Bisa Menyelamatkan Hidup

1 Ebook Studi Kasus Asuransi

 

Konsep Asuransi Kesehatan Syariah

Setelah mengetahui konsep asuransi kesehatan konvensional, kini saatnya kita mencari tahu konsep asuransi syariah. Asuransi syariah, menurut fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Utama No. 21/DSN-MUI/X/2001, asuransi syariah adalah:

“Sebuah usaha saling menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau Tabarru.”

 

Berbeda dengan asuransi kesehatan konvensional, asuransi syariah mengedepankan berbagi risiko antar pesertanya.

Maksudnya, dari total kontribusi yang dibayarkan oleh peserta atau nasabahnya, sebagian dana tersebut akan dialokasikan untuk dana tolong menolong (tabarru’).

Allah SWT, dalam Q.S. Al-Maidah ayat 2 berfirman:

“….Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.”

 

Dana tabarru’ ini lah yang nantinya akan digunakan untuk menanggung tagihan rumah sakit para pesertanya.

[Baca Juga: Konsep Asuransi Syariah, Begini Hukumnya dalam Islam]

 

Tabarru sendiri didapatkan dari konstribusi masing-masing peserta atau nasabah dengan masing-masing besaran yang berbeda, tergantung polis yang dibelinya.

Dalam praktiknya, asuransi syariah ini berpegang pada Pedoman Umum Asuransi Syariah dalam fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001, di mana praktiknya terdiri dari dua akad, yaitu tabarru dan tijarah.

Di dalamnya, tertulis bahwa tabarru merupakan akad yang digunakan sebagai landasan tolong menolong. Sementara akad tijarah, digunakan untuk tujuan komersil seperti unsur tabungan dan investasi.

 

Beli Sendiri atau Cukup dari Kantor?

Pada umumnya, fasilitas dari kantor hanya bersifat pinjaman, yang berlaku selama kita bekerja di sana. Artinya, ketika kita mengundurkan diri atau di-PHK, maka artinya kita harus mengembalikan semua fasilitas tersebut ke kantor.

Selain itu, ada pula konsekuensi lain kalau kita hanya mengandalkan asuransi dari kantor, seperti:

  • Hilangnya perlindungan kesehatan setelah keluar dari kantor atau perusahaan tersebut.
  • Asuransi kesehatan hanya menerima peserta yang masih sehat dan tidak ada riwayat penyakit seperti darah tinggi, obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya.
  • Semakin tua usia kita, semakin mahal harga premi yang tersedia.

[Baca Juga: Apakah Difabel Bisa Memiliki Asuransi Kesehatan?]

 

Oleh karena itu, akan lebih baik kalau kita memiliki asuransi tambahan di luar asuransi dari kantor.

Masalahnya, dewasa ini, bukan hal yang mudah untuk menemukan produk asuransi kesehatan yang tepat dengan kondisi dan kebutuhan kita di tengah maraknya produk asuransi kesehatan yang tersebar di Indonesia.

Tapi tidak perlu bingung, kamu bisa minta bantuan pada perencana keuangan tersertifikasi yang siap membantu kamu untuk merekomendasikan produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.

Hubungi Perencana Keuangan Finansialku di menu Konsultasi Keuangan di aplikasi Finansialku atau lakukan booking jadwal konsultasi di konsultasi.finansialku.com.

 

Apakah kamu pertanyaan lain terkait konsep asuransi kesehatan? Kalau ada, jangan ragu untuk tuliskan di kolom komentar, ya!

Kamu juga bisa membagikan artikel ini kepada teman-teman dan saudaramu yang membutuhkan informasi tentang asuransi kesehatan lewat platform yang ada di samping. Terima kasih!

 

Editor: Ratna SH

Sumber Referensi:

  • Admin. 02 Februari 2022. Asuransi Kesehatan: Inner Limit vs As Charge, mana lebih baik? Pusatasuransi.com – https://bit.ly/3ggzgc3
  • Admin. 27 Januari 2020. ASURANSI KESEHATAN CASHLESS VS REIMBURSE, MANA YANG TERBAIK. Megainsurance.co.id – https://bit.ly/3HqMFu8
  • Syarif Maulana. 04 November 2020. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembayaran Asuransi Kesehatan Cashless dan Reimburse. Benefits.bankmandiri.co.id – https://bit.ly/3HrJ2nJ
  • Chicken. 10 Januari 2019. 3 Kekurangan Sistem Klaim Asuransi Cashless yang Perlu Diperhatikan. Seizurechicken.com – https://bit.ly/3oiDSTH