Bagaimana rumus Return on Assets (RAO) menurut ahli?  Yuk, ketahui rumus ROA dan contoh perhitungannya. Di sini, di Finansialku!

Silakan disimak!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Penjelasan Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA) atau tingkat pengembalian aset merupakan indikator yang mengukur seberapa baik suatu perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

ROA termasuk dalam salah satu rasio profit. Jadi, semakin tinggi nilai ROA suatu perusahaan, berarti perusahaan tersebut semakin baik kinerja nya dalam menghasilkan laba bersih.

Biasanya ROA ini digunakan sebagai salah satu bagian dalam analisis fundamental.

Oleh karena itu, ROA ini sering digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi.

Para-Investor,-Behavioral-Finance-Pengaruhi-Keputusan-Investasi-3-Saham-Finansialku

[Baca Juga: Yuk! Kenalan dengan Investasi]

 

ROA ini juga erat hubungannya dengan Return on Investment (ROI) atau imbal hasil investasi dari perusahaan.

Hal ini dikarenakan sumber daya terbesar dari perusahaan adalah aset yang dimilikinya.

Jadi pengukuran terhadap aset tersebut bisa dilihat dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau profit.

Dalam kata lain, itulah hasil dari investasi perusahaan.

 

Definisi Return on Asset (ROA) Menurut Para Ahli

Ada beberapa pandangan definisi ROA dari para ahli. Berikut beberapa definisi ROA dari para ahli.

 

#1 Menurut Kasmir (2014)

Menurut Kasmir (2014), ROA adalah rasio keuangan yang menunjukkan imbal hasil atas penggunaan aktiva perusahaan.

 

#2 Menurut Tandelilin (2010)

Menurut Tandelilin (2010), ROA adalah suatu rasio yang menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan semua aset (aktiva) yang dimilikinya untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak.

 

#3 Menurut Fahmi (2014)

Menurut Fahmi (2014), ROA adalah suatu alat yang digunakan untuk menilai sejauh mana modal investasi yang ditanamkan mampu menghasilkan laba yang sesuai dengan harapan investasi.

 

#4 Menurut Sawir (2005)

Menurut Sawir (2005), ROA adalah rasio keuangan yang digunakan sebagai alat analisis untuk mengukur kinerja manajemen perusahaan dalam mendapatkan laba secara menyeluruh.

Semakin tinggi (besar) nilai ROA suatu perusahaan, semakin baik efektif perusahaan dalam menggunakan aset.

 

#5 Menurut Home & Wachowicz (2005)

Menurut Home & Wachowicz (2005), ROA adalah alat ukur untuk menilai tingkat efektivitas suatu perusahaan dalam menghasilkan laba bersih melalui aset (aktiva) yang tersedia.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Kegunaan Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA) memiliki kegunaannya tersendiri bagi berbagai pihak. Kegunaan ROA adalah sebagai berikut.

 

#1 Mencari Tahu Profitabilitas dan Efisiensi Perusahaan

Bisa dikatakan bahwa satu-satunya tujuan dari aset perusahaan adalah menghasilkan pendapatan serta keuntungan atau laba bagi perusahaan.

ROA ini berguna baik bagi para manajer perusahaan, investor, maupun analis untuk memberi gambaran tentang efisiensi manajemen perusahaan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan pendapatan (profitabilitas).

ROA yang tinggi maka mengindikasikan perusahaan tersebut memiliki profitabilitas yang tinggi.

Selain itu, ROA yang tinggi juga mengindikasikan perusahaan tersebut lebih efisien.  

 

#2 Membandingkan Performa Perusahaan dengan Perusahaan Saingan

Bagus atau buruknya kinerja manajemen suatu perusahaan bisa diukur dengan melihat ROA dan membandingkannya dengan perusahaan lain.

Biasanya penggunaan ROA berlaku untuk membandingkan perusahaan-perusahaan berbeda namun menjalankan kegiatan bisnisnya di sub sektor yang sama ya.

Contohnya, jika membandingkan ROA dari PT Adaro Energy, Tbk (ADRO) dan PT Bumi Resources, Tbk (BUMI) yang keduanya sama-sama melakukan kegiatan pertambangan batu bara.

Kenapa harus dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di industri yang sama?

Karena jika industri nya berbeda, maka akan menggunakan aset yang berbeda juga dalam menjalankan operasional nya.

Aktiva vs Pasiva Jangan Salah, Kenali Perbedaannya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Cara MUDAH Belajar Analisa Harga Wajar Saham Buat Pemula!]

 

Rumus Return on Assets (ROA)

Return on Asset (ROA) dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan total asetnya.  Berikut formula, rumus Return on Assets.

Return on Asset  = (Laba Bersih : Total Asset) x 100 %

 

Laba bersih yang dimaksud adalah laba setelah pajak (earnings after tax).

Kalau dalam laporan keuangan sering disebut sebagai laba tahun berjalan (profit for the period).

Laba bersih dapat Anda temukan di laporan keuangan yang bagian laporan laba rugi (income statements).

Laporan laba rugi adalah total pendapatan (total revenue) dikurangi total pengeluaran (expenses).

Sedangkan total aset (aktiva) yang dimaksud adalah semua harta yang dimiliki oleh perusahaan.

Baik harta yang berasal dari modal sendiri (equity) atau pun modal dari eksternal perusahaan seperti utang (debt).

Pada laporan keuangan, total aset dapat Anda temukan pada bagian neraca keuangan (balance sheet).

Dalam neraca keuangan, aset adalah liabilitas ditambah ekuitas

ROA ditampilkan dalam bentuk persentase (%). Semakin besar persentase ROA nya maka suatu perusahaan semakin produktif dan efisien.

Begitu juga sebaliknya, persentase ROA yang kecil maka perusahaan tersebut kurang produktif dan efisien.

 

Contoh Perhitungan dari Rumus Return on Assets (ROA)

Agar lebih memahami perhitungan ROA, maka kali ini rubrik Finansialku akan berbagi contoh perhitungan ROA. Berikut contoh perhitungan ROA.

 

Contoh 1:

Data diambil dari laporan keuangan salah satu perusahaan terbuka di Indonesia. Kali ini rubrik Finansialku menggunakan Mayora Indah, Tbk (MYOR) sebagai contoh.

Pada tahun 2019, Mayora Indah memiliki total aset sebesar 19037,9 miliar rupiah dengan laba bersih sebesar 1987,8 miliar. Berikut perhitungan ROA nya.

 

ROA = (Laba bersih / total aset) x 100%

ROA = (1987,8 miliar rupiah / 19037,9 miliar rupiah) X 100%

ROA = 10,44%

 

Contoh 2:

Ada 2 perusahaan yang sejenis yaitu perusahaan A dan perusahaan B.

Perusahaan A memiliki total aset sebesar 400 juta rupiah dan menghasilkan laba bersih sebesar 60 juta rupiah.

Sedangkan perusahaan B memiliki total aset sebesar 300 juta rupiah dan menghasilkan laba bersih sebesar 50 juta rupiah.

Mana perusahaan yang lebih efisien dan menguntungkan?

Kalau dilihat dari laba bersihnya, perusahaan A tampak lebih menguntungkan karena memiliki laba bersih yang lebih besar.

Tapi, apakah benar perusahaan A lebih menguntungkan? Yuk, kita hitung ROA nya. Begini perhitungan ROA nya.

 

  • ROA Perusahaan A

ROA = Laba bersih / total aset

ROA = (60.000.000 / 400.000.000) x 100%

ROA = 15%

 

  • ROA Perusahaan B

ROA = (Laba bersih / total aset) x 100%

ROA = (50.000.000 / 300.000.000) x 100%

ROA =16,67%

 

Ternyata dari ROA nya, perusahaan B lebih efisien jika dibandingkan perusahaan A.

ROA yang terhitung untuk perusahaan A hanya sebesar 15% sedangkan ROA untuk perusahaan B mencapai 16,67%.

Berdasarkan perhitungan ROA nya, perusahaan B juga lebih menguntungkan dibandingkan perusahaan A walaupun total aset perusahaan B lebih kecil.

Begitu juga sebaliknya, meskipun perusahaan A memiliki aset yang lebih besar, tapi kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan perusahaan B.

Jadi, tidak semua perusahaan yang memiliki aset yang besar, menghasilkan keuntungan yang lebih besar juga ya (secara persentase).


 

Mengetahui Perusahaan yang Lebih Efisien

Sekarang Anda sudah lebih mengerti dan paham tentang ROA suatu perusahaan, bukan?

ROA merupakan salah satu rasio profitabilitas. Perhitungannya adalah dengan membandingkan laba bersih dengan total aset suatu perusahaan.

Semakin tinggi ROA nya maka semakin efisien perusahaan tersebut.

Begitu juga sebaliknya, ROA yang rendah maka perusahaan tersebut dapat dikatakan kurang efisien.

Anda juga dapat menggunakan ROA ini untuk membandingkan perusahaan-perusahaan berbeda yang menjalankan bisnis yang sama.

Jadi, coba ketahui dulu ROA suatu perusahaan sebelum Anda memilih salah satunya ya.

 

Jadi, apakah Anda sudah menghitung ROA suatu perusahaan? Yuk, coba hitung ROA suatu perusahaan agar lebih paham.

Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda juga di kolom komentar ya.

Anda juga dapat membagikan artikel ini ke rekan-rekan Anda yang membutuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Azzahra Rahmah. 21 Desember 2019. Rumus ROA (Return On Asset) dan Contoh Soal Perhitungan ROA. Rumus.co.id – https://bit.ly/3kzpnqX
  • Admin. 19 Desember 2019. Ini Rumus ROA yang Mengukur Seberapa Baik Perusahaan Mengoperasikan Bisnisnya. Lifepal.co.id – https://bit.ly/3fPdZn4
  • Tim Edusaham. 4 April 2019. Pengertian Return On Asset (ROA): Rumus, Fungsi, Dan Contoh Soal. Edusaham.com – https://bit.ly/3kAScDq
  • El Heze. Cara Mencari ROA di Laporan Keuangan. Sahamgain.com – https://bit.ly/3gJdbl4