IHSG sekarang sedang berada di titik tertingginya. Pada posisi sekarang, susah untuk mencari saham bagus yang masih murah. Kalaupun ada saham yang murah, bisa jadi karena kinerjanya memang tidak bagus.

Namun begitu, ternyata pasar saham masih menawarkan sebuah saham yang masih murah yang boleh dipertimbangkan. Saham apa itu? Mari kita bahas.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Mengenal Saham RANC Lebih Dekat

Peluang untuk berinvestasi saham memang selalu ada. Pada titik tertinggi IHSG pun, ternyata pasar masih menawarkan sebuah saham yang patut untuk dipertimbangkan. Saham yang dimaksud adalah PT Supra Boga Lestari (RANC).

Kode RANC, diambil dari merek usaha Ranch Market. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1997 dan memulai usahanya di tahun 1998 dengan membuka supermarket pertamanya dengan nama “Ranch Market”.

saham RANC Ranch Market

[Baca Juga: IHSG Menembus All Time High, Apa itu IHSG dan Bagaimana Prospek Investasinya?]

 

Pada awalnya, merek ini merupakan lisensi dari Ranch Market USA. Seiring berjalannya waktu, RANC menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat Indonesia.

Pada tahun 2010 perusahaan memutuskan perjanjian lisensi tersebut dan membeli Merek Ranch Market untuk digunakan sebagai merek supermarket perusahaan di Indonesia.

Bagi yang belum familiar dengan nama Ranch Market, ini adalah supermarket dengan target pasar menengah ke atas (segment premium).

 

Segmen Pasar RANC

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia lebih familiar dengan Carrefour, Giant, atau Hypermart ketika mau berbelanja barang kebutuhan. Namun, bagi segmen masyarakat menengah ke atas, Ranch Market merupakan pilihan utama bagi mereka.

Mengapa? Karena Ranch Market memiliki diferensiasi produk dibandingkan dengan Carrefour, Giant, atau Hypermart.

Diferensiasi tersebut antara lain, Ranch Market menjual produk-produk yang unik dan sulit didapat di supermarket lain, seperti misalkan makanan impor dan fresh products.

Saham RANC Ranch Market

[Baca Juga: Inilah Indeks SRI KEHATI yang berisikan Emiten Ramah Lingkungan]

 

Perusahaan menyadari bahwa peta kompetisi antara supermarket dan minimarket yang sudah ada saat ini menawarkan produk yang kurang lebih sama, namun berusaha memenangkan pasar dengan cara perang harga, atau dengan klaim bahwa mereka menawarkan harga paling murah.

Perusahaan melihat bahwa ada potensi segmen yang belum digarap oleh ketiga merek tersebut, yaitu segment menengah ke atas.

Segmen ini merupakan segmen konsumen yang tidak price sensitive, namun lebih menginginkan produk-produk unik yang sulit didapat di supermarket lain. Oleh karena itu, RANC lebih memilih untuk bermain di level segmen konsumen dengan tingkat pendapatan menengah ke atas.

Mengenal-Peter-Lynch-Manajer-Investasi-8

[Baca Juga: 30 Nasihat Investasi Dari Peter Lynch, Salah Satu Manajer Investasi Tersukses di Amerika]

 

Usaha RANC bukan hanya Ranch Market.

Perusahaan menyadari bahwa jika hanya menargetkan segmen kelas premium, maka potensi untuk bertumbuh mungkin agak terbatas. Oleh karena itu, untuk mengembangkan pangsa pasar baru, pada tahun 2007 perusahaan membentuk konsep supermarket lain dengan nama “Farmers Market”.

Farmers Market dikembangkan dengan konsep supermarket yang lebih luas, serta juga menjual produk lokal. Jadi, tidak hanya produk impor saja seperti Ranch Market. Farmers Market ini lebih ditujukan untuk segmen kelas menengah.

Jadi, RANC ini memiliki dua brand supermarket, yaitu Ranch Market dan Farmers Market.

Ranch Market merupakan supermarket untuk segmen kelas premium yang lebih banyak menjual produk-produk impor, sedangkan Farmers Market merupakan supermarket yang ditujukan untuk pangsa pasar kelas menengah dengan juga menjual produk-produk lokal.

Masing-masing brand (Ranch Market dan Farmers Market) memiliki keunikan tersendiri dalam hal pemilihan produk, maupun promosi untuk kedua brand tersebut.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Rekam Jejak Saham RANC

RANC baru melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012 di harga perdana Rp 500.

Sejak RANC melakukan pencatatan saham Perdana (IPO), RANC terus melakukan ekspansi, sehingga jumlah outlet Ranch Market maupun Farmers Market saat ini (34 outlet) sudah 2x lipat dibandingkan saat pertama kali IPO (17 outlet).

Untuk lebih jelasnya, kita bisa melihat pertumbuhan jumlah outlet Ranch Market dan Farmers Market di bawah ini:

Jumlah Outlet201220132014201520162017
Ranch Market101111111314
Farmers Market71114151720
TOTAL172225263034

 

Jumlah outlet yang terus meningkat ini terlihat dari jumlah arus kas dari investasi (investing cash flow) yang negatif.

Setelah mendapatkan Rp149,8 miliar dari IPO di tahun 2012, perusahaan terus-menerus melakukan ekspansi dengan menambah jumlah outlet Ranch Market dan Farmers Market (termasuk investasi di e-commerce ke Supermarket.com pada tahun 2016).

Jika kita perhatikan secara lebih detail, ada hal menarik yang dapat kita lihat dari laporan arus kas RANC.

Di tahun 2013, ketika perusahaan mengeluarkan Rp114,9 miliar untuk investasi, arus kas dari operasinya “hanya” mampu menghasilkan Rp51,4 miliar, meskipun perusahaan melakukan aktivitas pendanaan (pinjaman) sebesar Rp13,6 miliar, namun secara keseluruhan jumlah kas tetap berkurang Rp49,9 miliar.

Demikian pula di tahun 2014, dimana perusahaan kembali mengeluarkan Rp122,3 miliar untuk investasi, dan kembali arus kas dari operasionalnya “hanya” mampu menghasilkan Rp100,2 miliar, sehingga perusahaan melakukan aktivitas pendanaan (pinjaman) sebesar Rp42,2 miliar.

Meskipun secara keseluruhan laporan arus kas positif, namun kenaikan jumlah kas lebih disebabkan pinjaman tersebut, bukan dari aktivitas operasionalnya.

Enterprise-Value-Saham-1

[Baca Juga: Mengenal Enterprise Value, Sebuah Metode Valuasi Mahal Murahnya Sebuah Saham]

 

Kita bisa mengatakan bahwa arus kas RANC di tahun 2013 dan 2014 tadi lebih banyak ditopang oleh pinjaman, bukan karena kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional.

Dengan kata lain, jumlah kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi belum mampu untuk menutupi pengeluaran perusahaan untuk melakukan investasi (termasuk penambahan jumlah outlet).

Nah hal yang mulai menarik adalah sejak tahun 2015 – pertengahan 2017 ini, arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional telah mampu untuk menutupi jumlah kas yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan investasi. Bahkan sejak tahun 2016, kelebihan jumlah kas dari aktivitas operasional ini juga mampu untuk membayar jumlah pinjaman.

Perhatikan! Sejak tahun 2015 arus kas dari aktivitas pendanaan (financing cash flow) menunjukkan angka negatif. Artinya, perusahaan memanfaatkan kelebihan kas dari aktivitas operasional tersebut untuk membayar pinjaman.

Dalam Miliar Rupiah20122013201420152016Q2 2017
Operating Cash Flow31,751,4100,259,196,5109,9
Investing Cash Flow-38,5-114,9-122,3-27,9-35,3-14,7
Financing Cash Flow108,813,642,2-29,0-48,1-12,4
Kenaikan / Penurunan Kas102,0-49,920,12,213,182,8

 

Apa artinya? Dalam bahasa bisnis, kita bisa mengatakan bahwa sejak 2016 perusahaan telah mencapai yang namanya economies of scale. Di mana ketika perusahaan masih terus berekspansi, namun kebutuhan dananya mampu ditutupi dari arus kas operasional, tanpa harus melakukan pinjaman dari bank (bahkan bisa untuk membayar pinjaman tersebut).

Yang paling jelas terlihat di tahun 2017 (Q2) ini, di mana perusahaan menghasilkan kas sebesar Rp111,3 miliar, sudah dipotong pembayaran kepada supplier, gaji karyawan dan pembayaran lain sebagainya.

langkah-langkah-memulai-investasi-saham

[Baca Juga: Langkah-Langkah Memulai Investasi Saham Yang Perlu Dipersiapkan Investor Pemula]

 

Jumlah ini jauh melebihi kebutuhan investasi perusahaan sebesar Rp14,7 miliar, dan juga membayar jumlah pinjaman sebesar Rp12,4 miliar. Sehingga perusahaan mencatat kenaikan kas yang cukup signifikan sebesar Rp82,8 miliar.

Setelah kita melihat arus kas RANC, bagaimana dengan profitabilitas RANC? Jika kita melihat dalam jangka pendek (2016 vs 2017) memang rata-rata emiten perusahaan retail mencatat penurunan laba bersih, tidak terkecuali RANC. Namun, jika kita melihat dalam perspektif jangka panjang, RANC mencatat rata-rata pertumbuhan laba bersih 9,1%.

Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kompetitornya seperti HERO dan MPPA. Untuk lebih jelasnya, Anda kembali bisa melihat table berikut ini.

Dalam Miliar Rupiah20122013201420152016Q2 2017
RANC223635(17)4137
HERO30367144(144)121143
MPPA22044555418338(340)

 

Harga Saham RANC Sekarang

Terlepas dari kinerja RANC yang cukup baik, baik dari segi arus kas dan juga profitabilitasnya, harga sahamnya ketika artikel ini ditulis terjun bebas dari 550-an ketika di awal tahun 2017 menjadi di bawah 300-an saat ini, atau sudah terdiskon sekitar 45%.

Lalu, apakah bisa dibilang saham RANC ini termasuk saham undervalued?

 

Jika kita melihat dari valuasinya, pada harga 296, perusahaan mencatatkan PBV 1,1 atau sebenarnya tidak murah-murah amat.

Namun, jika kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, RANC ini lebih banyak dihargai pada PBV 1,7x – 2,7x. Jadi dengan PBV 1.1 tersebut, bisa dikatakan harganya masih cukup murah.

Hanya saja, RANC ini termasuk saham yang kurang likuid, dimana transaksi per harinya saat ini rata-rata di bawah Rp100 juta, bahkan dalam waktu-waktu tertentu hanya beberapa juta rupiah saja per harinya. Jadi, memang RANC ini tidak disarankan untuk trading.

Namun, jika Anda berencana untuk mencari saham dengan fundamental bagus dan bisa membuat Anda berinvestasi dengan tenang setidaknya dalam waktu 1 tahun ke depan, RANC ini bisa menjadi salah satu perusahaan yang patut untuk Anda pertimbangkan.

Saya sendiri saat ini masih menjadikan RANC ini sebagai salah satu watchlist dulu, karena pertimbangan likuiditas. Namun, ketika volume transaksi RANC ini mulai meningkat, mungkin itu saat kita baru mulai masuk ke RANC ini.

 

Bagaimana dengan Anda? Tertarikkah Anda untuk berinvestasi di saham RANC?

Silahkan comment atau share ke pembaca lainnya ya. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Ranch Market – https://goo.gl/xvdAp1
  • Ranch Market Interior – https://goo.gl/EMsjNQ
  • Ranch Market Logo – https://goo.gl/PXvn3C
  • RANC Chart – https://goo.gl/VAgZLz

 

Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg