Ayo mengenal lebih dalam saham syariah melalui pembahasan berikut ini!

Finansialku akan membahasnya secara lengkap disini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Saham Syariah

Mau investasi tapi takut mekanisme dan prinsipnya bertentangan dengan agama Islam. Ini memang menjadi salah satu pertimbangan tersendiri bagi para calon investor yang taat dengan ajaran agama.

Namun, sebetulnya jika ditelaah lebih dalam, ada banyak saham yang sudah terdaftar sebagai investasi saham syariah yang sudah terjamin bebas riba dan tentu saja menjalankan syariat Islam.

Bisa dibilang, produk investasi yang ditawarkan sudah dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan prinsip syariah, selain itu berbagai varian pilihan investasi saham pun tergolong cukup banyak.

Ada yang bilang kalau investasi saham itu sangat menguntungkan dan lebih baik dari pada investasi emas karena investor saham itu sedang sedang berkontribusi untuk menggerakkan ekonomi negara, disamping keuntungan dari return-nya yang juga tergolong besar.

Melalui investasi saham, para investor saham seyogyannya sedang menolong para pengusaha yang sedang membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnis mereka.

Terbaru dari Ajaib Aplikasi Trading Saham Online dengan Analisis Komprehensif 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para Entrepreneur, Kenali 5 Kriteria Memilih Bisnis Waralaba Murah]

 

Sudah tentu jika investasi saham itu akan membuat para pengusaha untuk dapat merangkul tenaga kerja yang lebih besar lagi jumlahnya dengan tujuan agar rencana pengembangan usaha mereka dapat berjalan dengan lebih optimal.

Alhasil, secara tidak langsung jumlah penduduk yang memiliki penghasilan akan semakin bertambah dan tentu saja tingkat konsumsi rumah tangga akan semakin berfungsi untuk menggerakkan perekonomian.

Dengan kata lain, para investor saham sedang berkontribusi untuk memajukan dunia usaha dalam negeri.

 

Mengenal Saham Syariah & Landasan Hukum Di Tanah Air

Saham syariah menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal.

Prinsip-prinsip syariah yang dimaksud di sini telah disepakati OJK bersama MUI. Berangkat dari kesepakatan tersebut, maka lahirlah Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-208/BL/2012 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Selain itu, keberadaan pasar modal atau investasi saham secara khusus telah diteliti oleh Dewan Syariah Nasional MUI.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, DSN MUI membuat kesimpulan berupa fatwa tentang hukum pasar modal di Indonesia.

Para investor saham syariah dapat mengeceknya dalam Fatwa DSN No. 40.

 

Ketentuan Umum Investasi Saham Syariah

Berikut ini berbagai ketentuan umum sebuah saham tergolong ke dalam Saham Syariah, antara lain:

 

#1 Emiten Dilarang Melakukan Kegiatan Usaha Yang Tidak Sesuai Prinsip Syariah

Beberapa kegiatan yang dilarang antara lain:

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
  • Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa.
  • Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.
  • Jasa keuangan bank berbasis bunga.
  • Jasa keuangan perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
  • Jasa keuangan asuransi konvensional.
  • Produksi barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi).
  • Produksi barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) menurut Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).
  • Produksi barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat.
  • Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

 

#2 Emiten Atau Perusahaan Harus Memenuhi Rasio-Rasio Keuangan

Beberapa rasio tersebut adalah sebagai berikut:

  • Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45 persen.
  • Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10 persen.

 

Produk Saham Syariah di Indonesia

Lantas, apa saja produk saham syariah yang ada di Indonesia?

Berikut ini daftarnya!

 

#1 Sukuk Investasi Saham Syariah

Sukuk Investasi Saham Syariah juga dikenal sebagai obligasi syariah atau sukuk retail.

Sukuk ini berupa sertifikat atau bukti kepemilikan bersama atas aset tertentu dengan sistem bagi hasil.

Sukuk Investasi Saham Syariah berbeda dengan obligasi konvensional dimana obligasi konvensional dikenal sebagai surat utang atau pinjaman yang berbunga.

Namanya juga syariah, maka penggunaan dana sukuk ini juga harus berdasarkan dan digunakan untuk kegiatan usaha yang halal.

Berdasarkan penerbitnya, sukuk terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Sukuk negara:

Sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Undang-undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

  • Sukuk Korporasi:

Sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan, baik perusahaan swasta maupun Badan Umum Milik Negara (BUMN), berdasarkan peraturan OJK No. 18/POJK.04/2005 tentang penerbitan dan persyaratan sukuk.

 

#2 Reksa Dana Syariah

Modal kecil bukan masalah untuk tidak berinvestasi karena Reksa Dana Syariah bisa dijadikan alternatif investasi.

Para investor juga tidak perlu memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasinya jika memilih jenis investasi Reksa Dana Syariah ini, karena Manajer Investasi akan menolong dalam melakukan perhitungan yang diperlukan.

Perbedaan Manajer Investasi dengan Reksa Dana Konvensional, Manajer Investasi pada Reksa Dana Syariah tidak secara bebas untuk membeli segala macam saham.

Oleh sebab itu, para Manajer Investasi dalam Reksa Dana Syariah akan lebih selektif dalam melakukan pemilihan saham yang sesuai dengan syariat Islam.

Obligasi Syariah vs Saham Syariah. Lebih Bagus Mana 00 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Kisah Inspirasi Usaha Para Pengusaha Sukses di Indonesia. 5 Diantaranya Usia 20 an – 30 an]

 

#3 Exchange Trade Fund (ETF) Syariah

Exchange Trade Fund (ETF) Syariah adalah reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan saham yang menjadi isi portofolionya adalah saham yang termasuk saham syariah.

Bagi para investor yang tidak mengabaikan imbal hasil yang akan diperoleh, Exchange Trade Fund (ETF) Syariah bisa jadi pilihan

Namun kelemahannya, para investor belum mempunyai banyak pilihan untuk bisa memilih ETF Syariah ini karena jika dihitung jumlah ETF Syariah yang diperdagangkan di pasar modal maka dapat dikatakan jumlahnya terlalu sedikit jika dibandingkan dengan ETF pada umum.

Dilansir dari laman lifepal, Pinnacle Enhanced Sharia ETF (XPES:IJ) dan Premier ETF JII Syariah (XIJI:IJ) adalah daftar ETF syariah yang diperdagangkan di pasar modal.

 

#4 Efek Beragun Aset (EBA) Syariah

Efek Beragun Aset (EBA) Syariah merupakan sebuah efek yang dikeluarkan melalui kontrak investasi kolektif EBA Syariah.

Portofolio Efek Beragun Aset (EBA) Syariah mencakup aset keuangan berbentuk tagihan, yang muncul dari surat berharga komersial, tagihan di kemudian hari, dan jual beli aset fisik atau nyata oleh lembaga keuangan.

Sifat dari Efek Beragun Aset (EBA) Syariah ini dijamin oleh pemerintah, kemudian sarana peningkatan arus kas dan aset keuangan yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah.

Berikut ini adalah ketentuan dalam melakukan penawaran umum Efek Beragun Aset (EBA) Syariah:

  • Para investor perlu mengetahui ketentuan umum dalam hal pengajuan pernyataan pendaftaran, peraturan pernyataan pendaftaran penawaran umum Efek Beragun Aset (EBA), dan ketentuan tentang penawaran umum lainnya.
  • Memasukkan ketentuan ke dalam KIK-EBA (Kontrak Investasi Kolektif – Efek Beragun Aset) Syariah.

 

Keuntungan Investasi di Saham Syariah

Setiap investasi tentu ada untung ruginya, tergantung sang investor mengelola risiko yang akan dihadapi.

Setidaknya ada 4 keuntungan yang menanti para investor saham syariah, antara lain sebagai berikut.

 

#1 Berinvestasi Sesuai Ajaran Agama Alias Syariat Islam

Namanya juga saham syariah, tentu semua saham yang tercatat dalam saham syariah telah dijamin halal oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI, sehingga para investor tidak perlu ragu lagi untuk melakukan investasi.

 

#2 Ada Saham-Saham Yang Likuid Dan Masuk Indeks LQ45

Para investor kawakan tentu mengetahui yang namanya Indeks LQ45.

Indeks LQ45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu

  • Termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir.
  • Termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler dalam 12 bulan terakhir.
  • Telah tercatat di bursa efek indonesia selama minimal 3 bulan
  • Memiliki kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, dan nilai transaksi yang tinggi; serta
  • Mengalami penambahan bobot free float menjadi 100% yang sebelumnya hanya 60% dalam porsi penilaian.

 

Indeks LQ45 dihitung setiap enam bulan oleh Divisi Riset Bursa Efek Indonesia.

Ternyata, saham Indeks LQ45 itu masuk dalam kategori saham syariah dimana jenis saham ini termasuk likuid atau aktif diperdagangkan.

Gaji 2 Juta Beli Saham Bisa Banget! Ini Caranya! 05 - Finansialku

 [Baca Juga: Hati-hati! Begini Menggunakan Kartu Kredit untuk Modal Bisnis Dengan Aman]

 

#3 Terdapat Saham Blue Chip

Selain likuid, ada juga saham syariah yang masuk sebagai saham dengan kapitalisasi pasar besar atau tergolong blue chip.

Tentu para investor handal tahu bahwa saham blue chip itu dikenal sebagai saham yang minim dengan risiko akan turunnya harga yang dalam, artinya saham tersebut dinilai lebih aman.

 

#4 Capital Gain atau Pembagian Dividen Menanti

Sebagai investor saham syariah, keuntungan yang didapat seperti capital gain dan juga pembagian dividen juga adalah bagian keuntungan yang masuk ke kantong para investor.

Ambil saham-saham yang setiap tahunnya membagikan keuntungan berupa dividen kepada para investornya.

Dapatkan juga capital gain dari penjualan saham yang sudah sesuai dengan target tujuan keuangan Anda ya.

 

Langkah Berinvestasi Saham Syariah

Tertarik mau investasi saham syariah?

Investasi di saham syariah ternyata tidak berbeda jauh dengan berinvestasi saham pada umumnya.

Biasanya, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan sebagai berikut.

 

#1 Wajib Memiliki Rekening Efek atau Rekening Saham

Bagi para investor saham, perlu memiliki rekening efek atau rekening saham untuk menyalurkan dana investasi dimana pembuatan rekeningnya hanya dapat dilakukan di perusahaan sekuritas.

Tidak perlu datang ke perusahaannya, Anda bisa saja melakukan pendaftaran secara online melalui berbagai perusahaan sekuritas seperti di bawah ini:

  • Mandiri Sekuritas
  • BNI Sekuritas
  • MNC Sekuritas
  • BCA Sekuritas
  • IndoPremier
  • Samuel Sekuritas Indonesia
  • Valbury Sekuritas Indonesia

 

Jika proses registrasi telah berhasil dilakukan, Anda akan diberikan akun Rekening Dana Nasabah atau RDN, Single Investor Identification (SID), dan Sub Rekening Efek (SRE).

Rekening Dana Nasabah yang diterima tidak hanya digunakan untuk investasi saham, tetapi juga untuk investasi reksa dana, obligasi, dan ETF.

 

#2 Cek Indeks Saham Syariah Untuk Mengetahui Daftar Saham

Jika akun sudah terdaftar, makan investor dapat melakukan deposit awal berupa investasi saham syariah.

Lantas, bagaimana kita mengetahui berbagai saham yang ingin dibeli?

Caranya adalah dengan mengecek informasi yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang berbagai saham syariah yang terdaftar.

Berikut ini merupakan indeks-indeks saham syariah, antara lain:

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) diperkenalkan pada 12 Mei 2011 dimana seluruh saham yang tercatat di ISSI juga masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK. Dalam daftar tersebut, ada 406 saham yang masuk indeks.

 

Jakarta Islamic Index (JII)

Sementara indeks ini diperkenalkan pada 3 Juli 2000. Saham-saham yang masuk Jakarta Islamic Index (JII) merupakan 30 saham yang terbilang likuid.

 

Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index)

Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index) diperkenalkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Mei 2018. Jumlah saham yang terdapat di indeks ini mencapai 70 saham dan merupakan saham yang paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Gaji 2 Juta Beli Saham Bisa Banget! Ini Caranya! 03 - Finansialku

[Baca Juga: Strategi Paling Ampuh untuk Para Pebisnis Menang Persaingan Dari Sun Tzu Art of War, Filsuf Tiongkok]

 

#3 Lakukan Analisis Fundamental & Teknikal Sebelum Membeli Saham Syariah

Analisis fundamental dan teknikal adalah salah satu strategi jitu dalam berinvestasi yang kemudian. Website IDX menyediakan Ringkasan Performa Perusahaan yang biasanya menolong para investor untuk menilai setiap perusahaan yang akan mereka danai.

Perusahaan yang layak untuk menjadi incaran biasanya adalah saham yang tergolong memiliki kapitalisasi pasar atau market capitalization yang besar karena saham yang demikian merupakan saham yang tidak mudah digoyang, misalnya seperti saham yang tergolong blue chip.

Lakukan juga pengecekan pergerakan harga saham melalui chart dengan memanfaatkan chart yang tersedia di RTI Infokom atau website investing.

 

#4 Perluas Wawasan Ilmu Berinvestasi Saham

Ada banyak cara untuk memperdalam ilmu berinvestasi seperti mengikuti seminar baik offline maupun online, membaca buku atau memiliki group dan mentor yang dapat memberikan berbagai pencerahan dalam berinvestasi.

Ada banyak buku yang bisa dibaca dan digali tentang berinvestasi seperti buku The Intelligent Investor dan Security Analysis karya Benjamin Graham, Common Stocks and Uncommon Profits karya Philip Fisher, hingga Business Adventures: Twelve Classic Tales from the World of Wall Street karya John Brooks.

Selain itu, E-Book Gratis Panduan Berinvestasi dari Finansialku juga akan sangat menolong:

GRATISS!! Download Sekarang Panduan Belajar Investasi Bagi Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook

 

Daftar Saham Syariah Rekomendasi

Mau tahu beberapa saham syariah yang patut dilirik? Simak beberapa rekomendasi saham syariah yang dilansir dari lifepal berikut ini.

 

#1 Unilever Indonesia (UNVR)

Dari segi harga per lembar, saham Unilever Indonesia (UNVR) memang sangat mahal. Saham ini per lembarnya Rp 45 ribuan.

Namun, harganya yang mahal tersebut mencerminkan kalau saham ini begitu berharga. Sebab, banyak orang yang berminat memilikinya.

Pergerakan harga sahamnya pun cenderung naik. Ingat, makin tinggi permintaan, makin mahal harganya.

Setiap tahunnya, revenue yang dihasilkan UNVR terus naik. Begitu juga dengan profitnya dari tahun ke tahun.

Sementara kapitalisasi pasarnya sudah tembus Rp 346 triliun. Sudah termasuk kategori blue chip (saham berkapitalisasi pasar lebih dari Rp 10 triliun).

Gaji 2 Juta Beli Saham Bisa Banget! Ini Caranya! 04 - Finansialku

[Baca Juga:  Kata-kata Bijak Peter Drucker yang Dapat Mengubah Bisnis sekaligus Mengubah Dunia]

 

#2 Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Saham perusahaan yang dikenal dengan produk mi instannya ini dijual dengan harga Rp 9.000 per lembarnya. Saham ini direkomendasikan karena revenue dan profitnya yang tiap tahun terus naik.

Dari sisi kapitalisasi pasar, saham ICBP terbilang blue chip. Sebab saham ini memiliki kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 107,29 triliun.

 

#3 Telekomunikasi Indonesia (TLKM)

Berikutnya adalah saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Saham ini dijual dengan harga Rp 3.800 an per lembarnya. Tiap tahunnya revenue dan profit yang dicetak saham ini terus meningkat.

Kalau kapitalisasi pasarnya sendiri, saham TLKM sudah termasuk blue chip. Sebab, saham ini memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp 383 triliun.

 

#4 Trim Syariah Saham

Reksa dana ini dikelola oleh PT Trimegah Asset Management. Dalam lima tahun terakhir, imbal balik TRIM Syariah Saham mencapai hingga 26,40 persen dan sekitar 6,22 persen per tahun.

Asset Under Management (AUM) atau dana kelolaan Trim Syariah Saham pada Februari 2020 adalah Rp 63,064 miliar.

 

#5 Sucorinvest Sharia Equity Fund

Reksa dana saham syariah ini dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management. Sucorindo Sharia Equity Fund menginvestasikan 25 persen dari Net Asset Value (NAV) pada saham dengan kapitalisasi kecil-menengah namun memiliki pertumbuhan bisnis yang baik.

Pada Januari 2020, AUM Sucorinvest Sharia Equity Fund adalah sebesar Rp 187, 276 miliar.

 

 

 

Para investor saham syariah, sudah mulai memutuskan saham mana yang akan dipilih?

Berikan tanggapan dan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini!

Bingung mau investasi dimana dan bagaimana cara mengatur keuangan pribadi? Konsultasi Gratis saja dengan Perencana Keuangan Finansialku sekarang juga!

Anda juga dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan!

 

Sumber Referensi:

  • Edison Sutan Kayo. 18 Oktober 2015. Saham Syariah Sektor Perdagangan Jasa Investasi. Sahamok.com – https://bit.ly/3hquffD
  • Gita Amanda. 21 November 2019. Apakah Saham Syariah Benar Sesuai Syariah? Republika.co.id – https://bit.ly/3jsRAiu
  • MNC Sekuritas. Mengenal Saham Syariah dalam Pasar Modal Indonesia. Mncsekuritas.id – https://bit.ly/3jvuzLN
  • Tokopedia. 1 Juni 2020. Daftar Saham Syariah Terbaru Tahun 2020. Tokopedia.com – https://bit.ly/39j8tHO
  • Edu Saham. 3 April 2019. Daftar Saham Syariah Yang Terdaftar Di Issi (Semua Perusahaan). Edusaham.com – https://bit.ly/2ZPaOat
  • Shanti Putri. 28 Februari 2020. Daftar Saham Syariah Terbaru dalam ISSI – Februari 2020. Ajaib.co.id – https://bit.ly/32LyeiK
  • Boby. 1 Juli 2020. Investasi Saham Syariah, Dijamin Untung Tanpa Riba. Lifepal.co.id – https://bit.ly/2CXRej4