Para Entrepreneur, Kenali 5 Kriteria Memilih Bisnis Waralaba Murah

Apakah Anda berniat untuk membuka bisnis waralaba? Apakah Anda sudah tahu cara memilih bisnis waralaba murah yang berpotensi sukses?

Bisnis waralaba atau sering disebut franchise kini semakin menjamur di Indonesia, dan bervariasi dari yang mahal hingga yang terjangkau. Nah, disini Anda bisa cari tahu apa kriteria dalam memilih bisnis waralaba murah.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn Franchise

 

Salah Satu Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba Adalah Harga yang Terlalu Mahal

Sudah bukan rahasia umum bahwa bisnis waralaba terus menjamur di Indonesia. Alasannya tentu karena bisnis ini merupakan peluang usaha yang cukup praktis terutama bagi Anda para pebisnis pemula.

Namun, memulai bisnis yang newbie friendly ini juga bukan berarti anti gagal. Ada beberapa hal yang membuat bisnis waralaba juga bisa gagal, salah satunya adalah harganya yang terlalu mahal.

Seperti Anda ketahui, franchise fee atau royalty akan menjadi modal awal franchisee dalam memulai bisnis.

Jika modal atau investasi awalnya terlalu besar, maka jelas bahwa hal ini akan berdampak pada mundurnya waktu untuk balik modal milik franchisee.

Kenali Kriteria Memilih Waralaba 02 Entrepreneur 2 - Finansialku

[Baca Juga: Kalau Mau Sukses, Lakukan 5 Cara Jitu Ini! Sebelum Mulai Bisnis Waralaba]

 

Tidak percaya? Yuk lihat contoh berikut!

Bapak A ingin membeli waralaba McDonald’s, dengan besaran royalti waralaba sekitar Rp500 juta (US$45.000) untuk hak waralaba selama 20 tahun. Biaya ini belum termasuk biaya sewa atau beli lokasi.

Kedua adalah Anda juga harus menyetor franchise
setiap tahunnya, yang besarnya adalah 12,5% omsetnya ke pihak franchisor.

Bahkan, beberapa waralaba terkenal terkadang meminta biaya tambahan tertentu.

Misalnya saja Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp450 juta, sama seperti Dunkin Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp360-720 juta bergantung lokasinya.

 

Diestimasikan membeli waralaba McDonald’s membutuhkan investasi awal senilai Rp5 miliar. Jangan lupa semua itu belum termasuk biaya operasional seperti gaji karyawan, uang makan dan pajak.

Perlu diingat bahwa Break Even Point (BEP) = Modal awal : keuntungan. Sehingga semakin besar modal awalnya, semakin lama juga titik ini bisa tercapai.

Jadi jika Anda ingin sukses berbisnis waralaba, jangan gegabah memilih waralaba yang terkenal dan ternama tanpa mempertimbangkan franchise fee atau royaltynya, alih-alih untung Anda malah bisa buntung.

Jadi jelas bahwa Anda perlu merencanakan keuangan Anda jika ingin menjadi seorang franchisee yang sukses. Percuma memulai bisnis yang baik jika tidak diimbangi dengan sistem keuangan yang tepat.

Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal 01 - Finansialku

 [Baca Juga: Kalau Mau Sukses, Lakukan 5 Cara Jitu Ini! Sebelum Mulai Bisnis Waralaba]

 

Solusi kedua dalam mengatasi pembiayaan bisnis waralaba selain memanfaatkan jasa perencana atau konsultan keuangan adalah dengan memilih bisnis waralaba yang murah.

Dengan demikian Anda tidak perlu pusing memikirkan modal dan pembiayaannya.

Namun ternyata memilih bisnis waralaba murah juga bukan asal sembarang murah lho!

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

5 Kriteria Memilih Bisnis Waralaba Murah

Umumnya banyak pebisnis pemula yang akan memilih usaha waralaba ketimbang membangun bisnis sendiri dari nol. Alasannya, tentu karena usaha waralaba sudah terbukti bahwa bisnisnya akan berjalan.

Sehingga Anda tidak akan memulai bisnis dari nol. Dengan kata lain, Anda sudah memiliki arah yang dipandu dengan jelas.

Dengan bisnis waralaba, Anda sudah mengeliminasi banyak kerja keras yang harus dilakukan jika membangun bisnis sendiri.

 

Sebagai contohnya adalah menentukan teritori, membangun sistem, mencari supplier yang terjamin, mencari dan melatih tenaga kerja, dan masih banyak lagi.

Tapi biasanya kendala dalam membeli bisnis waralaba adalah harganya yang cukup mahal, sehingga banyak yang mencari jalan pintas dengan memilih bisnis waralaba murah.

Tetapi akankah semua bisnis waralaba murah bisa memberikan hasil yang optimal bagi Anda? Tentu tidak!

Oleh karena itulah, Anda perlu mempertimbangkan 5 kriteria berikut saat memilih bisnis waralaba murah:

Cara Membuat Franchise 02 Franchise 2 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Cepat Kaya dan Bebas Keuangan: Hancurkan 5 Mental Block Ini!]

 

#1 Mengevaluasi Fasilitas yang Diperoleh

Setiap membeli barang tentunya Anda berpikir apakah nilai barang tersebut sesuai dengan harga yang dibayarkan atau tidak. Konsep kriteria pertama ini serupa dengan hal itu.

Anda perlu mengevaluasi, apakah seluruh fasilitas yang Anda peroleh setara dengan nilai atau harga waralaba yang Anda bayarkan?

Caranya sederhana, Anda hanya perlu melakukan survey untuk mengetahui berapa harga umum fasilitas yang Anda peroleh, lalu bandingkan dengan franchise fee-nya.

 

Apabila harganya terpaut jauh (dengan kondisi franchise fee lebih mahal), maka Anda perlu melakukan pertimbangan lebih matang sebelum melakukan pembelian waralaba.

Namun apabila kondisinya franchise fee lebih murah, maka Anda juga perlu mempertanyakannya.

Jangan sampai Anda nanti tidak memperoleh fasilitas yang berkualitas dan lengkap, sehingga ujung-ujungnya harus membeli sendiri dan mengeluarkan biaya tambahan lebih besar dari yang direncanakan.

 

#2 Melihat dari Sisi Produk

Kriteria kedua dalam memilih bisnis waralaba murah adalah dari sisi produknya. Bisnis waralaba yang murah tidak selalu identik dengan harga bahan baku yang murah.

Namun jika bisnis yang Anda incar menawarkan harga bahan baku yang murahnya selangit, maka Anda harus berhati-hati. Kenapa? Tentunya karena waralaba adalah suatu bisnis yang mempertahankan kualitas.

Jika bahan baku yang murah ini mempengaruhi kualitasnya secara negatif, maka bahayanya adalah produk yang dijual nantinya bisa saja kurang baik kualitasnya.

Jadi, penting untuk tetap mempertahankan kualitas meski Anda mengincar harga waralaba yang murah. Dengan demikian Anda tetap bisa memuaskan konsumen dalam berbisnis waralaba.

Bisnis Waralaba Franchise Dapoer Roti Bakar Finansialku

[Baca Juga: Tidak Semua Bisnis Waralaba Mampu Mencetak Laba Lho, Kalau Mau Beli Bisnis Waralaba Pilih yang Seperti Ini]

 

#3 Menilai Pasarnya

Kriteria yang tidak kalah krusial adalah dari sisi pasar. Pasar umumnya terhubung dengan poin kedua, yakni produk.

Disinilah saatnya Anda menilai apakah produk yang ditawarkan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan dari pasar yang ditarget atau tidak.

Jangan biarkan harga yang murah membuat produk Anda “murahan” alias pasaran.

 

Sebagai contohnya, misalkan Anda sudah tahu dengan pasti bahwa bisnis yang sedang menjamur saat ini adalah kedai kopi.

Terlebih lagi kopi merupakan minuman yang sangat umum dan sudah diterima baik oleh masyarakat Indonesia.

Tapi meskipun kopi adalah minuman sejuta umat, Anda bisa mengakalinya dengan menjual kopi yang “tidak biasa”. Jika tidak, Anda harus mencari tempat jual dengan banyak orang kehausan.

Nah, jadi Anda harus tahu bagaimana keinginan pasar yang Anda tuju. Sehingga meskipun Anda menjual sesuatu yang umum, Anda bisa menjual perbedaan yang diminati oleh pasar yang Anda tuju ini.

 

#4 Menilai Harga Jualnya

Eits, jangan lupa bahwa segi harga juga menjadi salah satu daya tarik bisnis waralaba Anda. Mengingat bisnis waralaba sudah cukup lama beredar, Anda perlu melakukan riset pasar untuk menentukan harga.

Dengan demikian Anda bisa memasang harga yang pas agar tidak kalah dari para pesaing.

Namun satu hal yang tidak boleh Anda lupakan dalam bisnis waralaba adalah kemungkinan Anda harus membagi keuntungan. Umumnya keuntungan akan dibagi dalam proporsi tertentu, misalnya 50:50.

Mau Beli Waralaba Ini Dia 8 Jenis Franchise yang Perlu Anda Ketahui 01 - Finansialku

[Baca Juga: Tidak Semua Bisnis Waralaba Mampu Mencetak Laba Lho, Kalau Mau Beli Bisnis Waralaba Pilih yang Seperti Ini]

 

Jadi, Anda disini tidak bisa memasang harga jual yang terlalu murah tapi tidak boleh juga terlalu mahal.

Nah, kuncinya adalah dengan menentukan psikografi dari target pasar Anda. Jika Anda berencana membuka bisnis di kota besar, maka Anda akan dibandingkan dengan waralaba ternama di lingkungan kota tersebut.

Sedangkan jika membuka di tempat yang lebih terpencil, pastinya Anda harus memasang harga lebih rendah karena akan dibandingkan dengan kedai makan kecil disana.

Jadi, Anda harus pandai berhitung sehingga harga jual yang dipasang bisa menutupi pembagian keuntungan tapi tidak kalah dengan pesaing di pasaran.

 

#5 Melihat dari Sisi Sistemnya

Saat membeli sebuah bisnis waralaba, secara tidak langsung Anda telah membeli sebuah sistem bisnis karya sang franchisor.

Artinya, Anda hanya perlu mengikuti sistem tersebut dan secara otomatis bisnis akan berjalan dengan baik.

Sistem yang terbukti telah berjalan dengan baik tentunya juga meminimalisasi kesalahan dan error, sehingga Anda tidak perlu mengalami kerugian yang umumnya dialami para pebisnis pemula.

Nah, biasanya harga yang murah juga melambangkan sistem yang kurang baik. Namun ini “biasanya” lho, tidak semua bisnis waralaba murah artinya sistemnya buruk.

Membeli Franchise dengan Harga di Bawah 150 juta - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Cara Cepat Kaya dan Bebas Keuangan: Hancurkan 5 Mental Block Ini!]

 

Tapi meskipun terkendala keuangan, Anda harus ingat bahwa sistem ini sangat penting dalam keberlangsungan bisnis waralaba Anda. Dengan demikian, Anda tidak boleh meremehkan yang satu ini.

Artinya, Anda harus bisa memahami sistem waralaba yang Anda beli dengan baik, sehingga Anda bisa menemukan apa saja kelemahannya dan melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.

Disini Anda bisa memperbaiki sistemnya, selama Anda tahu batas perjanjian yang sudah ditandatangani. Jadi, manajemen sistem yang Anda terapkan bisa saja mengubah sistem “murahan” menjadi sistem yang sukses.

 

Jangan Asal Beli Bisnis Waralaba Murah

Mengapa bisnis waralaba memiliki peluang sukses lebih tinggi? Tentunya karena sistem waralaba memungkinkan adanya konsistensi dalam kualitas produk dan jasa bagi konsumen, tidak peduli dari mana mereka membelinya.

Siapa yang memiliki bisnisnya atau siapa pengelolanya bukanlah hal penting bagi konsumen, tetapi produk dan jasanyalah yang berpengaruh bagi customer experience.

Dengan demikian, Anda harus cerdas saat memilih bisnis waralaba murah. Sehingga customer experience ini tidak akan dipertaruhkan.

Bagaimana caranya? Tentunya dengan menilik kembali 5 kriteria di atas, sehingga Anda bisa memperoleh bisnis waralaba murah tapi tidak “murahan”.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai kriteria memilih bisnis waralaba murah? Tuliskan pertanyaan dan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah.

Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada saudara dan teman-teman Anda ya, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Om Nip-Nip. 18 Maret 2015. 5 “Kacamata” Penting dalam Memilih Usaha Waralaba Murah (Seri 1). Dokterbisnis.net- https://goo.gl/EruyCz
  • Om Nip-Nip. 24 Juni 2015. 5 “Kacamata” Penting dalam Memilih Usaha Waralaba Murah (Seri 2). Dokterbisnis.net – https://goo.gl/zmJQhp
  • Kang Yuda. 22 Mei 2016. Faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Usaha Waralaba / FranchiseIdeusahabisnis.com- https://goo.gl/SYgjxf
  • Admin. 17 Januari 2012. 6 Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba. Finance.detik.com – https://goo.gl/uCXbB4

 

Sumber Gambar:

  • Entrepreneur 1 – https://goo.gl/L2H56T
  • Entrepreneur 2 – https://goo.gl/Z9L21q

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment