Untuk kamu calon investor dan investor aktif, cek beberapa saham unggulan berikut ini agar investasi saham kamu semakin meningkat. Apa saja ya saham unggulannya?

Apakah kamu tahu apa itu saham blue chip? Bagi para investor saham, tentu nama saham blue chip tidaklah asing.

Banyak analis saham yang merekomendasikan pembelian saham blue chip kepada calon investor baik untuk investasi jangka panjang atau jangka menengah, karena peluang untung yang jauh lebih besar.

Banyak yang mengartikan bahwa saham blue chip adalah saham-saham papan atas atau saham unggulan dalam pasar modal.

Dianggap paling aman dan menjanjikan keuntungan yang stabil, tidak heran kalau saham blue chip diburu oleh banyak investor, terutama mereka yang baru ingin bermain saham.

Sebelum kamu beli saham blue chip, mari simak informasi mengenai harga sahamnya melalui artikel finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Kenali Ciri-Ciri Saham Blue Chip!

Tidak jarang orang yang menyebutkan kalau saham blue chip ini sama dengan LQ45. Sekadar informasi, LQ45 ialah indeks pasar saham di BEI yang mencakup 45 perusahaan berfundamental cemerlang dan tentunya kapitalisasi pasar sangat besar.

Apakah saham blue chip ini adalah LQ45? Tidak sepenuhnya tepat karena faktanya memang saham-saham emiten bergengsi ini masuk indeks LQ45.

Namun, tidak semua saham dalam LQ45 adalah blue chip, karena bisa saja lembaga perdagangannya tengah ramai dan perusahaannya bagus sehingga masuk indeks LQ45. Sehingga jika diartikan secara umum, saham-saham blue chip adalah saham milik perusahaan yang sudah diakui secara nasional dan sudah cukup mapan, serta sehat dalam hal keuangannya.

Supaya bisa memilih dengan tepat, berikut ini adalah beberapa ciri saham blue chip:

 

#1 Perusahaan Lawas yang Leader di Sektornya dan Diakui

Lihat profil perusahaan. Jika perusahaannya sudah lama beroperasi dan memperoleh pengakuan baik secara nasional hingga global, bisa dipastikan kalau saham mereka adalah blue chip.

 

#2 Kapitalisasi Pasar Besar dan Sangat Likuid

Ciri saham yang sangat likuid adalah selalu masuk dalam daftar saham teraktif di pasar modal, karena memang ramai diperdagangkan di bursa, baik oleh investor perorangan maupun Lembaga.

Cek Segera Harga Saham Unggulan Indeks LQ45 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Indikator Saham dan Jenisnya, Belajar Bareng Yuk!]

 

#3 Rasio Hutang dan Aset Stabil

Contohnya bisa dilihat dari saham-saham blue chip di sektor perbankan yang memiliki DER (Debt-to-Equity Ratio) tidak lebih dari 15%. Tentu jika saham perusahaan memiliki DER yang sangat tinggi, bisa dipastikan risiko usahanya semakin besar terutama jika menghadapi masalah likuiditas yang berat.

Bukan hanya DER, saham blue chip juga memiliki perbandingan ROE (Return On Equity) dan ROA (Return On Assets) yang tinggi.

 

Daftar Harga Saham Blue Chip Terbaik

Berikut ini adalah 10 rekomendasi saham blue chip terbaik di Indonesia sesuai dengan sektor masing-masing.

 

#1 BBCA – Bank BCA (Sektor Bank)

Berstatus sebagai salah satu bank terbaik di Tanah Air, jaringan ATM BCA bisa dibilang paling luas sehingga tak heran kalau jumlah nasabahnya menyentuh jutaan orang.

Pada 30 April 2019 tahun lalu, BCA membagikan total dividen tunai untuk tahun 2018 yang bernilai total Rp8,3 triliun. Dengan status fundamentalnya yang begitu solid, BBCA jelas menjadi salah satu saham blue chip idaman banyak investor. Penutupan harga saham BCA hari Selasa (17/3) adalah Rp25.600 per lembarnya

 

#2 BBRI – Bank BRI (Sektor Bank)

Didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada 16 Desember 1895, bank yang pada 2020 ini berusia 125 tahun itu memiliki 93.849.800 lembar saham di BRI.

Ketika pembagian dividen tunai tahun 2018 pada tanggal 13 Juni 2019, BRI menggelontorkan dana lebih dari Rp16,1 triliun kepada para pemegang saham. Penutupan harga saham BRI hari Selasa (17/3) adalah Rp3.260 per lembarnya.

 

#3 ASII – PT Astra International Tbk (Sektor Manufaktur)

Berdiri pada tahun 1957 oleh William Soerjadjaja dan dua rekannya, kini Astra sudah menjelma menjadi perusahaan multinasional diversifikasi dengan sekitar 58 anak perusahaan. 

Jika sesuai dengan jadwal, Astra telah membagikan dividen tunai saham ASII tahun lalu kepada para investor mereka pada 30 Oktober 2019. Sebelumnya pada 24 Mei 2019, Astra sudah membagikan dividen tunai sebesar Rp6,23 triliun dari laba bersih tahun 2018.

Penutupan harga saham ASII hari Selasa ini (14/3) adalah Rp4.270 per lembarnya.

Cek Segera Harga Saham Unggulan Indeks LQ45 02 - Finansialku

[Baca Juga: Masih Awam, Gimana Sih Cara Main Saham Untuk Pemula?]

 

#4 JSMR – Jasa Marga (Persero) Tbk (Sektor Infrastruktur)

Sebagai market leader, saham JSMR jelas sangat likuid dan begitu menarik perhatian investor. Di lantai BEI, JSMR memiliki volume 1.533.300 lembar saham dengan harga penutupan pada Selasa (17/3) adalah Rp3.210 per lembar saham.

Jasa Marga tercatat terakhir kali melakukan pembagian dividen tunai pada 11 Mei 2018 sebesar Rp440 miliaran berdasarkan laba bersih 2017.

 

#5 PGAS – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (Sektor Energi)

Perusahaan milik pemerintah lainnya yang tercatat memiliki blue chip adalah PT Perusahaan Gas Negara alias PGN. PGN yang kini sudah memiliki jalur pipa transmisi gas bumi sepanjang lebih dari 2.160 km di seluruh Indonesia ini telah membagikan dividen tunai pada 28 Mei 2019.

Berdasarkan laba bersih tahun 2019, dividen tunai milik PGAS menyentuh angka Rp1,3 triliun. Harga penutupan pada Selasa (17/3) adalah Rp855 per lembar saham.

 

#6 UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk (Sektor Manufaktur)

Hampir seluruh produk kebutuhan sehari-hari merupakan keluaran Unilever. Hingga saat ini, perusahaan yang memiliki ribuan distributor di seluruh Indonesia itu memiliki total 795.700 lembar saham di BEI.

Diketahui dividen tunai UNVR dibagikan terakhir kali pada 18 Juni 2019 sebesar Rp5,9 triliun sesuai laba tahun 2018. Harga penutupan pada Selasa (17/3) adalah Rp6.500 per lembar saham.

Cek Segera Harga Saham Unggulan Indeks LQ45 03 - Finansialku

[Baca Juga: FAQ Dividen Saham]

 

#7 TLKM – PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk (Sektor Infrastuktur)

Di pasar modal, volume TLKM adalah 34.082.000 lembar saham. Sebagai perusahaan yang begitu solid, Telkom juga tercatat sebagai pemegang saham mayoritas terhadap 13 anak perusahaan termasuk Telkomsel.

Apalagi dalam pembagian dividen tunai pada 27 Juni 2019 kemarin, TLKM membagikan lebih dari Rp16,2 triliun untuk seluruh pemilik saham. Harga penutupan pada Selasa (17/3) adalah Rp2.940 per lembar saham.

 

#8 INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Sektor Manufaktur)

Melalui saham INDF, Indofood melantai di pasar modal dengan total volume 3.454.800 lembar saham.  Dalam sesi pembagian dividen tunai terakhir pada 8 Juli 2019, saham INDF menggelontorkan Rp1,5 triliun dari laba bersih tahun 2018 kepada seluruh investornya. Harga penutupan pada Selasa (17/3) adalah Rp6.125 per lembar saham.

Cek Segera Harga Saham Unggulan Indeks LQ45 04 - Finansialku

[Baca Juga: Geraldine Weiss, Investor Wanita Blue Chip Handal]

 

Yuk, Mulai Berinvestasi

Bagaimana? Sudah tertarik untuk beli saham blue chip? Jika kamu sudah memiliki penghasilan sendiri dan ada anggaran untuk investasi saham, tidak ada salahnya lho kalau mau beli saham blue chip di atas.

Tapi, jangan lupa catat tujuan keuangan kamu ya, agar keuangan kamu tertata dengan baik. Kamu bisa menggunakan aplikasi Finansialku untuk membantu kamu mencatat keuangan dan konsultasi dengan pakar keuangan. Download aplikasinya di sini.

playstore icon
appstore icon

 

Nah itu dia daftar harga saham unggulan indeks LQ45 terbaik di Indonesia. Semoga artikel ini bisa menambah referensi kamu untuk giat berinvestasi ya. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Arai Amelia. 10 Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia Tahun 2020. Folderbisnis.com – http://bit.ly/2QhDAeH

 

Sumber Gambar:

  • Saham Unggulan 1 – http://bit.ly/2Uc6oGB
  • Saham Unggulan 2 – http://bit.ly/2w2WUFH
  • Saham Unggulan 3 – http://bit.ly/3b16MhW
  • Saham Unggulan 4 – http://bit.ly/3daiwke