Akhir pekan ini pemerintah akan kembali menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) yakni Suku Tabungan seri teranyar ST003. Menariknya, ST003 akan dijamin pemerintah sepenuhnya. Imbal hasil SBN ini diprediksi diatas 8 persen.

Simak artikel berikut selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Potensi SBN baru ST003

Pemerintah akan menerbitkan instrumen ritel baru pada akhir pekan ini. Yakni Surat Berharga Negara (SBN) Sukuk Tabungan (ST) seri ST003. Instrumen ini sebagai kelanjutan setelah ST001 yang dirilis 2016 dan ST002 pada November 2018 lalu.

Beberapa poin potensi yang harus diketahui, pertama, modal investasi minimal ST003 terbilang rendah, yakni Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Kemudian ST003 merupakan instrumen syariah yang sesuai dengan ajaran islam. Jenis akadnya adalah wakalah dengan underlying asset berupa barang milik negara dan proyek pemerintah.

Potensi SBN Baru ST003 yang Dijamin Pemerintah Sepenuhnya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Penerbitan SBN Obligasi Ritel di Tahun 2019! Bersiap Untuk Investasi]

 

Ketiga, pajak atas kupon atau imbal hasil ST hanya 15 persen. Ini lebih kecil 5 persen dari pajak deposito sebesar 20 persen. Lalu, imbal hasilnya mengambang dengan imbalan minimal (floating with floor).

Imbal hasilnya disesuaikan setiap tiga bulan mengikuti pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) ditambah spread tetap. Bila bunga acuan naik, maka imbal hasilnya juga akan naik, begitupun sebaliknya.

Untungnya, imbal hasilnya tak akan lebih rendah dari imbal hasil pertama yang jadi patokan.

 

Analis Obligasi BNI Sekuritas, Ariawan menilai sistem kupon floating with floor menjadi daya tarik penting dari instrumen ini. Ia mengatakan:

“ini pasti akan menjadi sweetener bagi investor. Kupon bisa naik, kalau pun turun itu tidak akan lebih rendah dari kupon pertamanya.”

 

Namun, ada beberapa poin yang menjadi kekurangannya. Pertama, ST003 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Lalu, dana investor akan dikunci selama dua tahun, artinya investor perlu memegang hingga jatuh tempo 10 februari 2021.

Walau ada masa early redemption, tapi investor hanya dapat mencairkan separuh dari pokok investasinya.

Kemudian, instrumen ini hanya dapat dibeli secara online melalui pihak yang ditunjuk sebagai mitra distribusi (midis). Maka investor tak dapat membeli produk ini di kantor bank. Midis ST003 ini sama dengan ST002 ditambah mitra baru yakni Bank Syariah Mandiri (BSM).

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan masa penawaran berlangsung selama 20 hari sejak 1-20 Februari 2019.

Ia juga menambahkan terkait midis sektor bank syariah, baru BSM yang layak menjadi midis. Ia mengungkapkan:

“karena memang baru BSM yang siap secara sistem dan sudah lulus uji sistem di kami.”

 

Dwi juga menambahkan, besaran imbal hasil ST003 akan ditentukan Kamis, (31/1/2019) besok. Jika merujuk pada imbal hasil minimal ST002 yang ditawarkan November 2018 dan SBR005 pada Januari 2019 lalu, maka asumsinya imbal hasil ST003 ini juga tak kalah menarik.

Kupon perdana sekaligus floor ST002 adalah 8,3 persen dengan selisih 225 bps dari BI 7-Day Repo Rate yang waktu itu 5,75 persen. Lalu kupon minimal SBR005 adalah 8,25 persen ada selisih 215 bps dari bunga acuan BI pada level 6 persen.

 

17 Januari lalu, BI mempertahankan bunga acuannya pada posisi 6 persen. Jika pemerintah menetapkan spread diatas 200 bps, maka imbal hasil minimal ST003 akan lebih dari 8 persen. Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto mengatakan:

“mungkin besarannya tidak jauh dari SBR005.”

 

Handy melanjutkan, selain menarik dari angka imbal hasil, ST003 ini merupakan instrumen yang sepenuhnya dijamin oleh pemerintah. Dengan demikian dapat dikatakan ini merupakan SBN yang minim risiko. Ia mengatakan:

“kita bisa katakan ini zero credit risk.”

 

Sifatnya yang non-tradable atau tak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder memang dapat membuat investor terhindar dari fluktuasi pasar. Ariawan mengatakan, karena tak bisa diperdagangkan, maka Sukuk Tabungan tidak cocok untuk investor jangka pendek. Ariawan mengatakan:

“ST cocok untuk investor jangka panjang. Misalnya ada kebutuhan dana pada 2 tahun lagi, ya investasikan dananya sekarang untuk dua tahun ke depan. Pasti uang itu balik plus imbal hasil yang menarik.”

 

Pasang target Rp2 miliar

Pemerintah dikatakan menetapkan target penjualan ST003 sebesar Rp2 triliun. Meski diperkirakan sulit melampaui pencapaian seri-seri SBN ritel terdahulu, target tersebut masih berpeluang tercapai.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia Fikri C. Permana mengatakan, target indikatif sebesar Rp2 triliun sangat mungkin tercapai ketika masa penawaran ST003 berlangsung.

Dia juga menganggap target indikatif ST003 cukup realistis karena bisa saja pemerintah mempertimbangkan minat investor dari kalangan milenial yang terbilang tinggi.

Namun, minat tersebut tidak sejalan dengan volume pemesanan dari investor milenial yang ternyata masih rendah akibat faktor kemampuan finansial.

Strategi Investasi Deposito 2019 02 - Finansialku

[Baca Juga: SBN Sebagai Upaya Stabilisasi Rupiah]

 

Di samping itu, nilai target indikatif ST003 yang ditetapkan oleh pemerintah juga mempertimbangkan potensi kupon yang lebih rendah ketimbang ST002. Fikri mengatakan:

Spread ST003 kemungkinan masih akan di angka 215 bps.”

 

Kendati demikian, Head of Fixed Income Fund Manager Prospera Asset Management Eric Sutedja menyampaikan, bukan mustahil nilai penjualan ST003 termasuk SBN ritel lainnya di tahun ini akan sulit menyamai capaian seri-seri sebelumnya yang sudah terbit di tahun lalu.

Sebagai gambaran, dua SBN ritel terakhir di tahun lalu yakni SBR004 dan ST002 mampu terjual masing-masing sebesar Rp7,32 triliun dan Rp4,94 triliun.

Senada, Eric menganggap perebutan DPK antara pemerintah dan perbankan merupakan risiko dari makin beragamnya produk investasi.

Biar kedua belah pihak sama-sama untung, pemerintah diharapkan mengedukasi investor ritel bahwa ada berbagai macam mitra distribusi yang bisa dipilih untuk membeli SBN ritel.

Dengan begitu, volume penjualan SBN ritel tak melulu terkonsentrasi di bank-bank yang selama ini jadi mitra distribusi. Eric mengatakan:

“Penjualan SBN ritel lewat sekuritas, perusahaan fintech, atau agen penjual khusus harus lebih ditingkatkan.”

 

Berbicara mengenai investasi, apakah Anda sudah mengatur keuangan Anda dengan baik? Jika belum ayo atur keuangan Anda terlebih dahulu agar dapat berinvestasi dengan lebih tenang.

Anda dapat menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dan mengelola keuangan Anda. Aplikasi Finansialku dapat dengan mudah Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store. Selamat mencoba.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Selain itu, Anda dapat membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apa pandangan Anda setelah membaca berita tentang ST003? Berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Petrus Dabu. 28 Januari 2019. Jemput Berkah ST003. Tabloid Kontan.
  • Dimas Andi. 29 Januari 2019. ST003 Berpotensi laku tapi sulit menyamai penjualan SBN ritel tahun lalu. Kontan.co.id – https://goo.gl/EGs9St

 

Sumber Gambar:

  • Kenaikan Ekonomi – https://goo.gl/HU5MVo
  • Modal Investasi – https://goo.gl/mh9jwM