Kesulitan mencari bahan bakar minyak di daerah terpencil menjadi salah satu masalah bagi warga sekitar. Dari permasalahan ini ExxonMobil akan menggandeng para mitra dalam mendirikan SPBU Mini.

Agar lebih jelas, Mari simak penjelasannya berikut ini. selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

SPBU Mini ExxonMobil

Bisnis dalam bidang distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia semakin menarik bagi beberapa perusahaan migas.

Tidak dipungkiri jika masyarakat sangat membutuhkan bahan bakar minyak dalam melangsungkan kehidupannya. Apalagi, daerah terpencil di Indonesia masih sangat minim dengan fasilitas SPBU.

Bahkan penjual bensin eceran di pinggir jalan pun sering jadi penolong saat di tengah perjalanan bahan bakar menipis dan lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih jauh.

Keberadaan penjual eceran bensin di pedesaan ini juga sangat membantu warga setempat. Hal ini menjadi peluang bagi perusahaan migas untuk melakukan inovasi baru.

Sebelumnya Shell dan BP AKR telah lebih dulu terjun ke dunia bisnis ritel distribusi BBM di Indonesia. Kini ExxonMobil yang bekerjasama dengan PT Indomobil Prima Energi, mulai menggarap bisnis ini.

ExxonMobil menawarkan kerjasama dengan membuat stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), hanya saja pihaknya menawarkan kemitraan dengan SPBU mini.

Sulit Cari BBM di Pelosok, ExxonMobil Luncurkan SPBU Mini di 40 Titik 02 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Bisnis Waralaba? Ketahui Dulu Franchise Pasif Dalam Sistem Bisnis Franchise]

 

ExxonMobil memulai garapannya dalam pilot project SPBU mini pada akhir 2018. SPBU mini ini didirikan di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh SPBU komersil.

Kini SPBU mini miliki ExxonMobil telah tersebar di 40 titik di sekitar Purwakarta, Karawang, Cikarang, dan Pandeglang.

Direktur PT Indomobil Prima Energi, Willianto Husada mengatakan jika pihaknya ingin proyek ini dinikmati oleh UMKM di daerah.

Biaya investasi yang ditawarkan SPBU mini ExxonMobil pun relatif terjangkau, yaitu sekitar Rp65 juta hingga Rp85 juta.

Erwin Halim selaku Konsultan Waralaba dan Kemitraan dari Proverb Consulting berpendapat SPBU mini ExxonMobil menyasar pasar menengah ke bawah seperti daerah di pinggiran kota.

Ia pun menjelaskan jika bisnis ini sebuah peluang yang bagus meskipun ada beberapa daerah yang masih menjual bensin eceran, tapi masyarakat cenderung memilih SPBU mini ExxonMobil karena kualitasnya yang terpercaya.

Namun yang sering menjadi kendala dalam SPBU mini adalah pemilihan lokasi. Biasanya calon mitra hanya memanfaatkan lahan yang ada tanpa menyesuaikan dengan target marketnya. Maka dari itu perlu ketelitian dalam memilih lokasi.

 

Ketentuan Mitra SPBU Mini ExxonMobil

Fasilitas yang akan didapatkan oleh mitra yakni konstruksi, instalasi listrik dan perizinan. Biaya tersebut akan disesuaikan dengan lokasi dan luas lahan. Willianto mengatakan:

“Untuk lahan harus disiapkan oleh mitra sendiri sama perizinan lokal dengan masyarakat sekitar juga diurus oleh mitra. Lalu sekitar 1/3 sisi depan dari lahan tersebut harus dicor untuk akses keluar-masuk kendaraan.”

 

Untuk deposit pasokan BBM dan suku cadang, calon mitra harus menyiapkan dana sebesar Rp40 juta. Biaya ini sifatnya refundable, jika kerjasama telah selesai maka biaya tersebut bisa dikembalikan.

Total modal yang harus disiapkan oleh para mitra berkisar Rp110 juta hingga Rp140 juta, biaya ini diluar lahan yang harus mitra siapkan.

Dari modal tersebut, para mitra akan mendapatkan satu tangki BBM, satu bengkel mini dan gerai penjualan oli, sistem dan pemeliharaan, peralatan keamanan, buku panduan, pelatihan karyawan hingga seragam.

Satu tangki untuk SPBU mini ini memiliki kapasitas 3.500 liter BBM. Dalam sehari tiap SPBU mini ExxonMobil dapat menjual lebih dari 100 liter BBM.

Jenis BBM yang dijual di SPBU mini ini adalah Ron 92 dengan merek Mobil 92R yang memiliki harga jual sekitar Rp9.800/liter.

BBM dengan kadar RON 90 sendiri setara dengan Pertalite milik PT Pertamina (Persero). Di atasnya, Pertamina memiliki Pertamax dengan RON 92 dan Pertamax Turbo dengan RON 98.

Sistem kemitraan yang diberikan ExxonMobil bebas franchise fee untuk 3 tahun pertama. Luas lahan yang harus dimiliki calon mitra sebesar 200 meter persegi.

Hal ini karena sudah ada standar keamanan yang ditetapkan oleh kementerian dan Indonesian Petroleum Association (IPA). Willianto mengatakan:

“Sistem kemitraan ini kami pakai skema bagi hasil antara perusahaan dan mitra. dari yang sudah berjalan, ROI-nya (Return Of Investment) kurang dari 2 tahun.”

 

Lebih lanjut, Erwin menilai sistem bagi hasil yang diterapkan pun dapat meminimalisasi risiko bagi mitra. Calon mitra akan terjamin dari segi pasokan BBM, sparepart dan kebutuhan SPBU lainnya.

Apakah Anda memiliki bisnis? Atau tertarik untuk memulai bisnis? Untuk membantu Anda, ada baiknya Anda membaca ebook dari Finansialku di bawah ini terlebih dahulu, dan tentunya GRATIS, selamat membaca..

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca berita di atas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Elisabeth Adventa. Jadi Juragan SPBU Mini ExxonMobil. Tabloid Kontan
  • Rio. 10 Juli 2019. Garap SPBU Mini, ExxonMobil Tawarkan Kemitraan Mulai Rp100 Juta. Batam.tribunnews.com – http://bit.ly/2XDWNwN

 

Sumber Gambar:

  • ExxonMobil 1 – http://bit.ly/2JvY9RG
  • ExxonMobil 2 – http://bit.ly/2Jvr2NW