Lima hari sudah sosok Sutopo Purwo meninggalkan Indonesia untuk selamanya. Meski telah tiada, Sutopo meninggalkan banyak decak kagum dari seluruh masyarakat Indonesia.

Berkat dedikasinya, Sutopo jadi perbincangan di luar negeri. Mari simak artikel berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Perjalanan Hidup Sutopo Purwo

Sutopo Purwo Nugroho lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 7 Oktober 1969. Sutopo mengenyam pendidikan SD, SMP, hingga SMA di Boyolali. Setelah lulus, Sutopo melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada jurusan Geografi.

Ia mengenyam pendidikan hingga S3 di bidang hidrologi di Institut Pertanian Bogor. Kariernya dimulai dengan bekerja di BPPT pada tahun 1994.

Lalu ia bekerja pada dibidang penyemaian awan, yang perlahan-lahan Sutopo diangkat menjadi Peneliti Senior Utama (IV/e). kemudian membantu BNPB pada Agustus 2010.

Berkat Pengabdiannya, Nama Sutopo Purwo Tetap Nyaring Terdengar 02 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Manfaat Bersepeda Bagi Tubuh, Baik Kesehatan Fisik Maupun Psikis]

 

Awalnya ia bekerja pada Direktur Pengurangan Risiko Bencana. Di bulan pertama bekerja, terjadi bencana-bencana yang menerjang Indonesia seperti banjir, gempa bumi, erupsi Gunung Merapi dan tsunami.

Ia menjadi Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat pada November 2018. Sejak saat itu nama Sutopo sudah tidak asing di telinga masyarakat luas.

Namanya semakin terkenal pada saat ada unggahan video ketika dirinya bertemu dengan penyanyi Raisa Andriana.

Sutopo merupakan penggemar berat dari Raisa dan ingin bertemu dengan penyanyi papan atas itu. Keinginannya pun terwujud, Sutopo bertemu dengan Raisa

 

Dedikasi Tinggi dari Sutopo Purwo

Belakangan kabar duka menyelimuti masyarakat Indonesia yang baru saja kehilangan pahlawan pemberi informasi dan penanggulangan terkait bencana yang ada Indonesia.

Pria yang kerap dijuluki ‘Bapak Bencana’ itu telah meninggal dunia karena penyakit kanker paru-paru yang dideritanya sejak lama.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit Guangzhou, China pada Minggu (7/7/2019) dini hari.

Berkat Pengabdiannya, Nama Sutopo Purwo Tetap Nyaring Terdengar 04 - Finansialku

[Baca Juga: Parah! Jangan Sepelekan Bahaya Merokok!! Hentikan Mulai Dari Sekarang!]

 

Sutopo meninggal pukul 02.00 waktu setempat. Kabar meninggalnya Sutopo itu disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB melalui Twitter resminya.

Sutopo meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya yaitu kanker paru-paru stadium 4b. Kanker paru-paru yang diderita Sutopo telah menyebar ke tulang dan organ tubuh lainnya.

Meski sedang mengidap penyakit kanker, Sutopo tidak pernah meninggalkan pekerjaan dan kewajibannya. Sutopo dikenal sebagai orang yang memiliki dedikasi tinggi dan pekerja keras.

Semasa hidupnya Sutopo dikenal sebagai yang aktif memberi informasi terkait terjadinya bencana di Indonesia.

Meski sedang sakit, Sutopo tetap menjalankan tugas dengan profesional dan tetap ingin mengabarkan serta menanggulangi bencana alam di Indonesia.

Dirinya terpaksa memakai selang infus dan bernafas dengan satu paru-paru dan masih menjalankan tugasnya menyampaikan rilis pers pada awak media.

Sutopo selalu menyampaikan informasi secara cepat dan akurat disaat terjadi bencana alam kepada media massa, baik televisi, elektronik maupun media cetak.

Dengan dedikasinya itu, Sutopo banyak diapresiasi oleh banyak pihak, bahkan jadi sorotan media luar negeri dan memasukkan Sutopo ke dalam empat sosok pemberani yang dilabeli The First Responders, yang dianugerahi penghargaan The Straits Times Asians of the Year 2018.

Di akhir artikel beritanya, The Straits Times mengutip ucapan Sutopo yang dikenal luas yakni, “makna hidup bukan ditentukan panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita bermanfaat bagi sesama selama hidup”.

Media Singapura The Straits Times dalam artikel “Indonesia’s famed disaster spokesman Sutopo Purwo Nugroho dies of cancer”.

Artikel tersebut menggambarkan betapa Sutopo adalah seorang yang pantang menyerah melalui sepenggal kisah kilas balik saat Gunung Agung di Bali meletus.

Tak mau kalah, media ternama AS, The New York Times, menyebut Sutopo sebagai sosok yang jujur dan terus terang, yang mengandalkan sains untuk menawarkan penjelasan berbasis fakta untuk bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.

Meskipun Sutopo Purwo telah tiada, ia banyak dikenang berbagai pihak, baik itu oleh masyarakat Indonesia dan luar negeri. Bahkan, Sutopo disebut sebagai pejuang kemanusiaan.

 

Kronologi Penyakit Kanker Paru-Paru Sutopo

Penyakit yang diderita Sutopo ini telah terjadi pada Desember 2017 lalu, beragam pengobatan pun telah dilakukan, dan terakhir Sutopo menjalani pengobatan di Guangzhou Modern Hospital, China.

Dalam unggahan instagramnya pada 16 Februari 2018 lalu, Sutopo menyebutkan jika dirinya menjadi perokok pasif yang menyebabkan kanker paru-paru bersarang di tubuhnya.

Berkat penyakit yang dideritanya, Sutopo kehilangan berat badannya sebanyak 20kg dan ia telah melakukan kemoterapi sebanyak delapan kali sebelum memutuskan berangkat ke Guangzhou.

Berkat Pengabdiannya, Nama Sutopo Purwo Tetap Nyaring Terdengar 03 - Finansialku

[Baca Juga: Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan]

 

Pada 22 Februari 2019, Sutopo mengakui tengah mengalami skoliosis pada tulang belakangnya yang mana setiap hari tulang belakangnya semakin bengkok.

Untuk menghindari patah tulang, Sutopo melakukan antisipasi dengan menggunakan korset setiap hari. Bengkok tulangnya akibat dorongan dari massa kanker yang menimbulkan nyeri dan sulit tidur.

Hampir setiap minggu Sutopo harus diambil cairan dari paru-parunya sebanyak 1 sampai 1,5 liter cairan.

Sutopo memutuskan berangkat ke Guangzhou sejak 15 Juni 2019 lalu dan sempat menjalani pengobatan selama satu bulan disana.

Dalam akun instagramnya Sutopo menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Kesehatan pun sangat berarti bagi setiap orang yang terkadang bagi mereka yang sehat selalu menyia-nyiakannya dan merasa menyesal ketika sehatnya hilang dan berganti dengan penyakit.

Seperti yang sudah diberitakan jika Sutopo pun menjalani pengobatan dari tahun 2017 dengan berbagai cara, mulai dari kemoterapi, CT Scan, PET Scan, Bone Scan, MRI, Rontgen dan lainnya.

Tentu semua rangkaian pengobatan itu memerlukan biaya yang lebih. Tapi terkadang biaya tidak menjadi masalah yang terpenting ada harapan untuk bisa sembuh dari penyakit yang di derita.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Siap Hadapi Musibah dengan Asuransi

Tidak ada yang tahu kapan musibah itu akan datang dan pergi, yang perlu kita lakukan hanya menjaga kesehatan dan memiliki pola hidup yang sehat.

Karena jika sudah jatuh sakit biaya yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit, bagi sebagian orang, mungkin jika dihadapkan pada kondisi kurang mengenakan seperti jatuh sakit akan sangat sulit mencari uang untuk pengobatan.

Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal seperti itu, alangkah lebih baiknya jika Anda mendaftarkan diri ke asuransi kesehatan atau asuransi jiwa.

Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang memberi jaminan keamanan secara finansial kepada pemegang polis, jika yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan (sakit atau kecelakaan).

Dengan asuransi kesehatan ini, memberikan manfaat seperti rawat jalan, rawat inap, dan akan meng-cover biaya-biaya seperti biaya rumah sakit, dokter, obat, infus dan biaya operasi.

Sedangkan Asuransi Jiwa, adalah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan meninggalnya seseorang.

Yang ditanggung adalah potensi kerugian finansial karena meninggalnya seseorang. Jika yang meninggal adalah kepala keluarga maka sumber pendapatan keluarga tersebut akan hilang.

Asuransi jiwa bisa membantu kliennya untuk menanggung kerugian tersebut seperti berapa besarnya pertanggungan yang dibutuhkan.

Jika Anda masih bingung apakah perlu asuransi jiwa, kesehatan dan penyakit kritis, Anda bisa tonton video dari channel Youtube Finansialku berikut ini:

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca artikel di atas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Camelia. 7 Juli 2019. 7 Potret Perjuangan Sutopo Purwo Melawan Kanker Paru yang Diderita. Liputan6.com – http://bit.ly/2Lj8z9g
  • Deutsche Welle. 9 Juli 2019. Media Internasional Beritakan Sutopo Purwo, Sorot Dedikasi Kerjanya. News.detik.com – http://bit.ly/2G84wIH
  • Admin. 7 Juli 2019. Riwayat Penyakit dan Pengobatan Sutopo Purwo Nugroho. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/2NLlZwR
  • Galuh Palupi. 7 Juli 2019. Biografi Sutopo Purwo Nugroho, Impian Bertemu Raisa & Menyalami Jokowi Terwujud Sebelum Meninggal. Style.tribunnews.com – http://bit.ly/32ndyuL

 

Sumber Gambar:

  • Sutopo Purwo 1 – http://bit.ly/2XJxUA0
  • Sutopo Purwo 2 – http://bit.ly/2G8gW37
  • Sutopo Purwo 3 – http://bit.ly/30rFoEr
  • Sutopo Purwo 4 – http://bit.ly/2JBWPLN