Kadung masuk pasar saham padahal belum terlalu paham, beli saham pakai utang, gimana cara melunasinya?

Informasi selengkapnya bisa diketahui di artikel Finansialku di bawah ini.

 

Sponsored Article

Logo Pegadaian

 

Terlanjur Beli Saham Pakai Utang, Bagaimana Cara Melunasinya?

Awal tahun lalu, investor lama berbondong-bondong ‘menyombongkan’ portofolio mereka yang akhirnya mulai merangkak membaik setelah satu tahun penuh dihantui mimpi buruk akibat pandemi.

Ini kemudian mengundang perhatian banyak orang yang awalnya sama sekali tidak tertarik pada saham, mulai menjajal pasar saham dengan asumsi mereka juga akan mendapatkan keuntungan yang sama atau bahkan jauh lebih banyak dari investor lain.

Sebenarnya sah-sah saja kalau misalnya para investor pemula ini sudah membekali dirinya dengan ilmu dan wawasan, serta memiliki kondisi keuangan yang baik sebelum benar-benar menyeburkan diri ke dunia saham.

Sayangnya, hampir semua investor baru ini tidak mengindahkan dua hal dasar di atas dan asal masuk ke dunia saham.

Bukan cuma itu, kebanyakan dari mereka juga menggunakan uang ‘panas’ untuk melakukan investasi, mulai dari uang hasil berutang sampai uang milik orang lain.

Kasus ini sempat ramai dibicarakan di media sosial, tentang bagaimana pentingnya untuk tidak termakan penyakit FOMO (Fear of Missing Out) dan membuat rugi diri sendiri.

“Saya habis pinjam online 10 aplikasi dapat Rp 170 juta. Saya haka (Hajar kanan) Antam tadi langsung 500 lot. Tolong kak.”

“Lho, kalau KAEF ARB tidak ada yang beli, gimana ya pak? Karena saya beli saham KAEF menggunakan uang arisan dan uang titipan ibu-ibu PKK. Sekarang di portofolio sudah minus hampir 25 persen. Sebaiknya gimana ya pak solusinya? Bingung juga mau jawab apa kalau ditanya pak,”

 

Melansir laman cnnindonesia.com, kutipan di atas adalah salah dua kasus yang sempat ramai dibicarakan di jagat tanah air, di mana orang-orang salah kaprah soal investasi serta saham.

Kita tentu sudah sering belajar dan diwejangi untuk tidak melakukan investasi menggunakan uang ‘panas’, termasuk utang, uang titipan orang lain, atau pun uang kita sendiri, tapi yang kira-kira akan terpakai dalam waktu dekat.

 

Solusinya Gimana?

Sepertinya tidak akan ada habisnya kalau kita membahas kasus beli saham pakai utang.

Sekarang, mari kita fokuskan pembahasan ini pada satu solusi yang mungkin saja belum terpikirkan oleh para investor yang butuh dana cair cepat dengan proses yang aman, selain berutang dan membuat investor terjebak di fase gali lubang tutup lubang.

Solusi yang akan Finansialku berikan kali ini mungkin saja bisa menjadi solusi yang paling cocok dan aman untuk mayoritas investor yang terjebak pada keadaan serba salah.

Solusi ini datang dari Pegadaian dengan produk terbaru mereka yaitu Gadai Efek.

Gadai Efek sendiri merupakan salah satu program gadai yang memungkinkan nasabah untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman dengan menggadaikan efek (surat berharga) milik mereka tanpa khawatir kehilangan kepemilikan atas efek tersebut.

Gadai efek ini bisa dimanfaatkan untuk investor yang masih belum tega menjual efek mereka karena kerugian yang terlalu tinggi, tapi membutuhkan dana likuid dalam waktu yang cepat.

Terlanjur Beli Saham Pakai Utang, Gimana Cara Lunasinya 01

[Baca Juga: Bangkrut Saat Pandemi, Tetap Survive dengan Gadai Efek Pegadaian!]

 

Adapun surat berharga yang bisa diterima adalah saham dan obligasi, di mana saham yang bisa diterima adalah saham LQ45, sementara obligasi hanya surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah saja.

Tidak ada batasan untuk minimum lot yang digadaikan, sementara jumlah dana yang bisa didapatkan adalah Rp 1.000.000 hingga Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) bagi nasabah individu.

Selain nasabah individu, nasabah korporasi juga bisa mendapatkan dana hingga Rp 20.000.000.000, dengan jangka waktu pinjaman baik untuk individu ataupun korporasi maksimal 90 hari dan bisa diperpanjang atau dilunasi sewaktu-waktu.

Penentuan uang pinjaman yang diberikan sangat beragam, tergantung pada haircut dari saham tersebut, di mana semakin kecil haircut, maka semakin besar nilai yang yang dipinjamkan.

Besaran haircut dari efek yang digadaikan sendiri dibatasi maksimal lebih kecil dan sama dengan 30 persen.

Nah, bunga atau sewa modal gadai efek ini sendiri besarannya adalah 0,625 persen selama 15 hari pertama, selanjutnya diberlakukan bunga harian sebesar 0,0416 persen.

Sementara itu, nasabah juga diberikan biaya administrasi sebesar 0,25 persen dari uang pinjaman atau pengajuan untuk 90 hari.

Kemudian, nasabah juga dikenakan biaya mutasi efek sebesar Rp 49.500 per jenis efek (Jika mekanisme penyimpanan efek menggunakan Kustodian Bank).

Terlanjur Beli Saham Pakai Utang, Gimana Cara Lunasinya 02

[Baca Juga: Gadai Efek Pegadaian: Tanya Jawab Hal-hal Penting yang Sering Ditanyakan!]

 

Nasabah biasanya akan menerima uang pinjaman antara 45,5 persen hingga 58,5 persen dari total valuasi saham.

Jadi, jika nasabah memiliki saham sebesar Rp 100 juta, maka nilai pinjaman saham yang didapatkan oleh nasabah adalah sekitar Rp45,5 juta hingga 58,5 juta.

Sementara itu, total biaya yang harus dilunasi adalah jumlah uang pinjaman ditambah dengan sewa modal yang sudah berjalan.

Misalnya, hasil pinjaman yang didapatkan oleh nasabah adalah Rp 58,5 juta, dengan asumsi bunga sebesar 1,25 persen untuk waktu pinjaman selama 1 bulan.

Maka, yang harus dibayarkan adalah:

= Rp 58,5 juta x 1,25 persen = Rp 731.250 (Tujuh ratus dua ribu rupiah)

= Rp 58,5 juta + Rp 731.250 = Rp 59.231.250

 

Syarat Administrasi

Adapun, jika Anda tertarik untuk memanfaatkan produk Gadai Efek ini, Anda bisa mendaftarkan diri lewat aplikasi Pegadaian Digital yang bisa diunduh lewat Google Play Store atau Apple Apps Store.

Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi langsung gerai Pegadaian terdekat dan mengisi formulir di sana.

Adapun persyaratan yang harus dilengkapi adalah:

  • Fotocopy KTP calon pemohon
  • Fotocopy KTP calon pemohon
  • Fotocopy Statement of Portfolio Account dari Perusahaan Efek atau Sekuritas
  • Memiliki saham yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Pegadaian.
  • Dokumen kelengkapan lain yang dipersyaratkan (individu/institusi).

 

Sementara itu, proses pencairan dana pinjaman dari Gadai Efek Pegadaian ini juga hanya memakan waktu 1-3 hari semenjak dokumen diterima dan dinyatakan lengkap, dan jaminan telah diterima oleh kustodian yang ditunjuk oleh Pegadaian.

Jadi, produk Gadai Efek sangat cocok untuk dijadikan pertimbangkan buat investor yang kelilit utang dan membutuhkan dana likuid yang cepat dan aman, tanpa harus khawatir mengalami kerugian.

Baca juga Cara Mengajukan Gadai Efek (Saham dan Obligasi) di Pegadaian Digital

 

Nah itu dia salah satu tips yang bisa dipertimbangkan buat investor yang terlanjur beli saham pakai utang dan membutuhkan dana cair dalam kurun waktu yang sangat cepat. Apakah ada di antara Sobat Finansialku yang punya pertanyaan mengenai Gadai Efek ini? Kalau ada, yuk, tuliskan di kolom komentar!

Jangan lupa juga untuk bagikan informasi ini kepada teman-teman investor pemula lainnya lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini, ya. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 18 Januari 2021. Viral Beli Saham Pakai Utang. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/37ivlaG

 

Sumber Gambar:

  • Gadai Efek – https://bit.ly/3jVCGSA, https://bit.ly/3djLkcl, https://bit.ly/3ptmold