Mau pinjam uang lewat P2P tapi masih takut dengan risikonya? Jangan khawatir inilah tips aman pinjam uang lewat P2P!

Memang betul karena dilakukan sesama awam, pinjaman online ini agak menyeramkan. Tapi jangan khawatir, ada tips agar Anda bisa pinjam uang dengan lebih aman, simak penjelasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Yuk Mengenal P2P Lending

Pertama-tama, instrumen yang satu ini mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Peer to peer (P2P) lending memang tergolong baru dan belum dikenal banyak investor maupun debitur. Namun dewasa ini banyak start-up yang mengembangkan platform P2P ini.

Adapun beberapa definisi dari peer to peer (P2P) lending adalah sebagai berikut:

  1. Menurut Koinworks, peer to peer (P2P) lending adalah kegiatan pinjam meminjam antar perseorangan. Praktisi ini sudah lama berjalan dalam bentuk yang berbeda, seringkali dalam bentuk perjanjian informal.
  2. Koinworks juga beranggapan bahwa peer to peer (P2P) lending merupakan praktik atau metode memberikan pinjaman uang kepada individu atau bisnis dan juga sebaliknya, mengajukan pinjaman kepada pemberi pinjaman, yang menghubungkan antara pemberi pinjaman dengan peminjam atau investor secara online.
  3. Centra usaha juga memiliki anggapan serupa, dimana definisi peer to peer (P2P) lending versi mereka adalah perusahaan yang menjadi wadah bertemunya investor atau pemberi pinjaman dengan calon peminjam (borrower).

 

Apakah Cocok Investasi P2P untuk Ibu Rumah Tangga Berikut Penjelasannya 02 P2P Lending - Finansialku

[Baca Juga: Baca Ini Sebelum Investasi di Website Peer to Peer Lending Indonesia]

 

Dengan demikian, merangkum seluruh definisi yang ada, bisa dibilang peer to peer (P2P) lending merupakan konsep finansial yang menggunakan bantuan teknologi informasi untuk menghadirkan layanan pinjam meminjam uang dengan mudah dimana penyedia hanya menyediakan sarana yang memungkinkan pendana dan peminjam untuk melakukan proses pinjam meminjam secara online.

Pinjaman uang ini memang semakin marak belakangan ini, mengingat pinjaman uang online ini tidak butuh proses yang lama untuk mencairkan uangnya, melainkan hanya butuh waktu yang singkat dan dana langsung cair.

Seperti apa sistem pinjam meminjam yang terjadi pada peer to peer (P2P) lending?

 

Sistem Peer to Peer (P2P) Lending

Dapat disimpulkan bahwa peer to peer (P2P) lending memiliki 2 fungsi utama, yakni:

  • sebagai wadah untuk bertransaksi baik jika Anda ingin meminjam sejumlah dana untuk mengembangkan bisnis, dan
  • sarana bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan meminjamkan sejumlah dana dan berperan sebagai investor.

 

Skema kerja Peer to Peer Lending dapat dilihat pada skema P2P di bawah ini:

Apakah Cocok Investasi P2P untuk Ibu Rumah Tangga Berikut Penjelasannya 03 - Finansialku

Skema kerja Peer to Peer Lending

 

Berdasarkan skema tersebut, maka ada 2 pihak yang berpartisipasi dalam aktivitas pinjam meminjam online ini, yaitu peminjam dan pendana.

 

#1 Skema pendana (investor)

Apabila Anda memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda dalam konsep peer to peer (P2P) lending, maka Anda akan berperan sebagai pihak pendana.

Sebagai pendana, Anda akan diberikan akses untuk menelusuri data pengajuan pinjaman yang tersedia, termasuk informasi terkait pengajuan pinjaman seperti riwayat keuangan peminjam, tujuan peminjaman, pendapatan peminjam, dan lain sebagainya.

Jika Anda menemui pengajuan pinjaman yang sesuai dan setuju untuk menginvestasikan dana, maka investasi langsung terjadi saat Anda melakukan deposit sesuai tujuan investasi Anda.

Uang yang diinvestasikan akan kembali kepada Anda setiap bulan berupa angsuran yang komponennya adalah pokok utang disertai bunga yang telah disepakati sebelumnya.

 

#2 Skema Peminjam (debitur)

Apabila Anda adalah peminjam, maka Anda perlu mengunggah seluruh dokumen yang disyaratkan untuk mengajukan pinjaman uang online seperti laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu dan identitas diri serta alasan peminjaman uang.

Status peminjaman Anda bisa saja ditolak dan diterima, jika ditolak maka Anda diminta memperbaiki segala hal yang menyebabkan penolakan tersebut dan jika diterima maka suku bunga pinjaman akan ditentukan dan pengajuan Anda akan diunggah ke marketplace.

Marketplace merupakan sarana dimana pendana dapat melihat seluruh pengajuan pinjaman yang tersedia.

Begini Tips Aman Pinjam Uang Lewat P2P! Jangan Salah 02 Peminjaman - Finansialku

[Baca Juga: Keuntungan Investasi Peer to Peer Lending yang Cocok Bagi Anda]

 

Dalam peer to peer (P2P) lending, terdapat perjanjian tertulis terkait sejumlah dana yang dipinjam dari para pendana dan kewajiban peminjam untuk mengembalikan dana tersebut.

Karena merupakan sebuah perjanjian tertulis, baik pihak pendana dan peminjam wajib memberikan informasi yang terperinci terkait dengan bisnis tersebut sesuai kesepakatan.

 

Kelebihan dan Kekurangan Investasi P2P

Sebelum memutuskan untuk menjadikan P2P lending pilihan investasi Anda, sebaiknya Anda mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut ini:

Peer to Peer (P2P) LendingSebagai PeminjamSebagai Pendana
Kelebihan
  • Dengan riwayat kredit yang baik, Anda bisa memperoleh pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dari pinjaman jenis lainnya.
  • Tidak adanya ketentuan jumlah pinjaman minimum.
  • Syaratnya lebih fleksibel dibandingkan bank, sehingga kerap dijadikan alternatif saat pinjaman ke bank ditolak
  • Tidak adanya ketentuan jumlah pinjaman minimum sehingga Anda bisa berinvestasi dengan nilai yang kecil.
  • Imbal hasilnya cukup menarik, Anda bisa memperoleh hingga 20% keuntungan mulai dari modal Rp3 juta.
  • Keuntungan bisa mulai dirasakan mulai dari seminggu pertama sejak dana diinvestasikan.
  • Anda sudah turut berpartisipasi dalam membantu usaha kerakyatan yang digeluti pengusaha UMKM di pedesaan
Kekurangan
  • Ada kemungkinan suku bunga lebih tinggi dari pinjaman bank, terlebih jika riwayat kredit Anda buruk.
  • Umumnya terdapat sejumlah biaya yang ditetapkan oleh platform setiap Anda mengajukan pinjaman.
  • Karena konsepnya masih baru, umumnya belum ada perlindungan yang jelas layaknya pinjaman bank.
  • Masih belum lengkapnya regulasi P2P lending di Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga belum ada perlindungan konsumen.
  • Umumnya investor yang akan menanggung kerugian apabila kreditur gagal bayar atau menunggak.
  • Adanya risiko kebangkrutan platform pengelola P2P lending.
  • Investasi tidak dapat ditarik atau dicairkan di tengah jalan, berbeda dengan bank atau investasi logam mulia yang likuid.

 

Menilik kelebihan dan kekurangan tersebut, Finansialku menyimpulkan bahwa investasi P2P masih dinilai belum aman bagi para debitur. Jadi harus bagaimana?

 

Tips Aman Pinjam Uang lewat P2P Lending

Mau pinjam uang di P2P setelah membaca penjelasan tadi, tapi masih ragu dengan keamanannya? Jangan khawatir, berikut 5 tips aman pinjam uang lewat P2P.

 

#1 Pastikan Perusahaan Terdaftar di OJK

Meski sudah ratusan platform yang bergelut dalam P2P lending ini, namun nyatanya hanya beberapa saja yang sudah mendaftarkan diri di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut, M. Ihsanuddin, Plt. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank 2 OJK, mayoritas fintech yang sudah terdaftar itu berdomisili di Jabodetabek, yakni sebanyak 34 perusahaan. Sedangkan sisanya, 1 di Surabaya dan 1 di Ternate.

Adapun status modalnya adalah 21 perusahaan dari investor lokal dan 15 merupakan penanaman modal asing.

Nah, untuk menghindari kemungkinan terburuk OJK menyarankan Anda untuk hanya melakukan transaksi atau pinjam meminjam pada perusahaan pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK.

Dengan demikian, Anda bisa mengajukan laporan ke OJK apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

#2 Mengajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan

Banyak orang mengambil utang tanpa memikirkan konsekuensinya.

Salah satu persepsi yang salah akan kredit atau pinjaman adalah bahwa uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan tanpa harus dikembalikan.

Sayangnya, banyak orang yang masih gagal paham. Akhirnya hal ini menjadi kesalahan fatal bagi mayoritas debitur, yakni tidak memikirkan kemampuan membayar tagihan. Akibatnya ya terjerat utang berkepanjangan.

Untuk menghindari kondisi tersebut, OJK sangat menganjurkan bagi Anda yang ingin meminjam uang di fintech agar pinjaman yang diajukan sesuai dengan kebutuhan.

OJK pun memberikan patokan maksimal sebesar 30% dari penghasilan yang didapat. Tujuannya, tentu agar memudahkan Anda dalam membayar tagihan setiap bulannya.

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Saat Anda menerapkan sistem pinjam hanya sesuai kemampuan finansial, maka secara tidak langsung Anda belajar untuk menjadi debitur yang bertanggung jawab.

Hal ini juga akan memberi dampak baik bagi Anda, karena akan membuat Anda tampak bertanggung jawab di mata bank. Dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda untuk memperoleh kredit ke depannya.

Selain itu, Anda juga akan meminimalisasi risiko utang yang semakin menumpuk. Ingatlah tidak peduli sebanyak apapun pinjaman yang bisa Anda peroleh, pinjamlah hanya jika Anda yakin bisa membayarnya.

 

#3 Kenali Syarat dan Ketentuannya dengan Jelas

Seperti Anda ketahui, P2P lending menganut skema peer to peer, sehingga tidak melibatkan bank atau lembaga keuangan lainnya. Oleh karena itu, syarat dan ketentuan di setiap platform-nya pun mungkin berbeda.

Sebagai contoh adalah suku bunganya, denda pinjamannya, platform pinjamannya, dan sebagainya.

Saat Anda ingin mengajukan pinjaman (tidak peduli jenis pinjaman apapun), Anda sebaiknya mengenali seluruh syarat dan ketentuan pinjaman tersebut dengan jelas.

Dengan demikian, Anda tidak akan menanggung risiko kerugian atau merasa dirugikan.

 

#4 Lunasi Tepat Jumlah dan Tepat Waktu

Apakah Anda selalu membayar penuh tagihan atau utang-utang Anda? Atau Anda terbiasa melakukan pembayaran minimum?

Perlu Anda ketahui, pinjaman biasanya dikenai bunga keterlambatan yang cenderung tinggi sehingga sangat berbahaya bagi keuangan dan riwayat kredit Anda. Dengan demikian selalu bertransaksi sesuai kemampuan Anda, dan lunasi tagihan secara penuh setiap bulannya.

Kesalahan kedua yang paling utama dalam kredit atau utang adalah terlambat atau lupa bayar. Hal ini bukan hanya mempengaruhi jumlah utang Anda, namun juga mempengaruhi riwayat kredit (credit score) Anda.

Misalkan jika Anda terlambat melunasi tagihan kartu kredit, maka Anda akan menanggung beberapa konsekuensi berikut:

  1. Semakin menumpuknya utang atau kredit.
  2. Munculnya biaya tambahan berupa denda atau bunga yang membesar akibat telat bayar.
  3. Mempengaruhi riwayat kredit dalam jangka panjang yang akan mempersulit Anda saat membutuhkan kredit di masa depan.

 

Dengan demikian, selalu catatlah batas pembayaran utang dan lunasi tepat waktu. Anda bisa menghemat banyak dan menghindari jeratan utang dengan cara sederhana ini.

 

#5 Hindari Gali Lubang Tutup Lubang

Pernahkah Anda mendengar kasus penyalahgunaan dana Umroh oleh pemilik First Travel (PT First Anugerah Karya), Andika Surrachman dan Anniesa Hasibuan?

Dengan penawaran paket-paket promosi paket Umroh murah, First Travel berhasil menggaet banyak calon jemaah kemudian melakukan penipuan dengan Skema Ponzi (Ponzi Scheme).

Ponzi Scheme adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan pada investor dari uang mereka sendiri, atau uang yang dibayarkan investor berikutnya.

Keuntungan bukan dari perolehan individu atau organisasi yang menjalankan usaha. Dengan kata lain, skema ini menggunakan sistem gali tutup lubang dengan menjanjikan keberangkatan pada jemaah Haji.

Nah, sistem gali lubang tutup lubang ini pun berbahaya saat diaplikasikan pada pelunasan utang. Sebagai contoh Anda mengajukan pinjaman lain untuk melunasi pinjaman yang tertunggak saat ini. Anda kemudian mencari pinjaman selanjutnya, dan begitu terus tanpa akhir.

Hal ini akan menjadi siklus tanpa henti dan malah berpotensi menyebabkan utang lebih banyak, terutama saat Anda tidak cermat saat memilih utang selanjutnya (bisa saja dengan suku bunga yang jauh lebih tinggi).

Jadi, saat mengajukan pinjaman ingatlah untuk melunasinya dengan kemampuan finansial Anda alih-alih pakai sistem gali lubang tutup lubang.

 

Kesimpulan

Anda kini sudah mengenal apa itu P2P lending beserta skema pinjam meminjamnya. Sebagai debitur, Anda siap mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan dengan berbekal informasi ini.

Namun, jangan lupa untuk mengaplikasikan 5 tips aman pinjam uang lewat P2P di atas ya!

Jika Anda masih ragu, Anda bisa merencanakan, mengelola dan mengatasi berbagai masalah keuangan dengan menggunakan Aplikasi Finansialku, Anda dapat download dengan mudah melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai tips aman pinjam uang lewat P2P lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Walter Pinem. 4 Oktober 2016. INVESTASI: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Peer to peer Lending (P2P Lending). Koinworks.com – https://goo.gl/SkRvBE
  • Admin. Education Center: Peer to Peer. Koinworks.com – https://goo.gl/5t3oRY
  • Aulia. Mei 2018. Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer Lending untuk Investasi. Yukmapan.com – https://goo.gl/1nCqhk
  • Erlangga Djumena. 5 Maret 2018. Baru 36 Fintech yang Terdaftar di OJK, Ini Daftarnya. kompas.com – https://goo.gl/yQCA78

 

Sumber Gambar:

  • Peer to Peer Lending – https://goo.gl/W58hFf
  • Peminjaman – https://goo.gl/famcWa