Menjelang tahun baru kerbau logam, apa saja sih tradisi, pantangan dan kepercayaan dalam merayakan Imlek?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Tradisi, Pantangan & Kepercayaan Dalam Perayaan Imlek

Tahun Baru Imlek memang dipercaya sebagai hari pertama dalam tradisi masyarakat Tionghoa untuk memulai nasib serta keberuntungan di awal tahun.

Tak heran jika ada banyak tradisi, kepercayaan yang memberikan berbagai larangan dan juga pantangan di samping berbagai ritual yang harus dilakukan saat merayakan Tahun Baru Imlek.

Namun, percaya atau tidak, ini semua tergantung dari setiap kita menyikapinya.

Bagi masyarakat Tionghoa, larangan, pantangan dan ritual tersebut adalah tradisi serta kebiasaan untuk mendekatkan keberuntungan dan juga menghindari berbagai nasib buruk selama tahun berjalan.

Dilansir dari laman gpriority.co.id berikut ini beberapa larangan atau pantangan dalam merayakan tradisi Tahun Baru Imlek.

Tradisi, Pantangan, dan Kepercayaan Dalam Perayaan Imlek 02

[Baca Juga: Gunakan Kartu Kredit Untuk Rayakan Imlek 2021? Bijakkah?]

 

#1 Pantangan dalam Ucapan atau Kata-kata

Dalam tradisi Tionghoa, terutama saat menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek, ada pantangan yang tidak boleh diucapkan, diantara seperti kata-kata ini:

Mati, Miskin, Hilang, Rusak, Sakit, Mati, Hantu, Habis, Kalah dan kata-kata lainnya yang tidak baik atau yang mengandung arti negatif juga tidak boleh diucapkan.

Saat Tahun Baru Imlek, demi menyambut tahun baru yang penuh dengan kebahagiaan, kesuksesan dan tentu saja penuh dengan keberuntungan, sangat tidak dianjurkan untuk menjaga kata-kata negatif dan menggantinya dengan kata-kata yang maknanya positif.

 

#2 Anjuran Untuk Lebih Berhati-hati

Dalam merayakan Tahun Baru Imlek, anjuran untuk lebih berhati-hati juga menjadi salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa. Salah satunya adalah ketika sedang membawa barang-barang yang mudah pecah seperti piring atau gelas kaca.

Jika mereka tidak sengaja menjatuhkan dan memecahkan barang-barang pecah belah tersebut, mereka dan orang-orang yang ada di sekitarnya harus mengucapkan beberapa kata-kata keberuntungan untuk menutupinya.

 

#3 Tong Beras Tidak Boleh Kosong

Tradisi berikutnya yang dipercaya harus dilakukan saat Perayaan Tahun Baru Imlek adalah mengisi tong beras atau tempat menyimpan beras dan memastikan tidak dalam kondisi kosong. Hal ini dipercaya untuk menghindari terjadinya kelaparan sepanjang tahun.

Percaya tidak percaya, pastikan lumbung beras Anda di rumah tidak kosong ya menjelang Imlek.

 

#4 Pantangan Membuang Rezeki

Saat perayaan Imlek, kegiatan seperti menyiram air, menyapu dan juga membuang sampah tidak dianjurkan untuk dilakukan karena ini artinya membuang rezeki yang sudah dikumpulkan sebelumnya.

Mereka menganjurkan bahwa kegiatan bersih-bersih bisa dilakukan sehari sebelum perayaan Imlek berlangsung sehingga saat Tahun Baru Imlek, mereka tidak perlu melakukan kegiatan bersih-bersih yang menjadi simbol membuang rezeki.

 

#5 Pantangan Menagih atau Membayar Utang

Bagi para penagih dan pembayar utang, menurut tradisi Tionghoa, saat perayaan Imlek tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas ini karena akan mengurangi keberuntungan bahkan menghilangkan keberuntungan sama sekali.

Selain itu, sebagai simbol di mana harta tidak akan direbut oleh orang lain, tradisi Tionghoa menyebutkan bahwa jangan biarkan orang lain merogoh kocek Anda yang akan membuat rezeki Anda di tahun baru akan hilang.

 

#6 Pantangan Melayat Orang Meninggal Dunia

Perayaan Tahun Baru Imlek dipercaya sebagai membuka tahun dengan kebahagiaan, bukan dengan rasa kecewa, tangisan bahkan kesedihan.

Oleh sebab itu, sangat pantang bagi masyarakat Tionghoa untuk melayat orang yang meninggal saat Tahun Baru Imlek.

Selain itu, memotong rambut saat Tahun Baru Imlek juga tidak disarankan karena hal tersebut dikaitkan dengan sebuah pemakaman.

 

#7 Pantangan Tentang Makanan

Dalam tradisi Tionghoa, saat Imlek tidak dianjurkan untuk minum obat karena itu adalah sebuah pantangan.

Hal ini dipercaya bahwa akan menghindarkan kita dari berbagai penyakit.

Selain itu, menurut tradisi Tionghoa, makan bubur itu adalah sebuah pantangan, apalagi di Tahun Baru Imlek.

Mereka menganjurkan untuk makan nasi daripada bubur. Mengapa demikian?

Tahukah Anda bahwa pada zaman dahulu, bubur adalah makanan orang miskin.

Tradisi nenek moyang Tionghoa menyebutkan bahwa memakan nasi pada Tahun Baru Imlek akan membawa rezeki dan menghindari kemiskinan di sepanjang tahun baru.

 

#8 Pantangan Tentang Berkunjung

Anak perempuan yang sudah menikah tidak boleh mengunjungi rumah orang tuanya pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Kunjungan biasanya dilakukan pada hari kedua.

Hal ini dilakukan karena biasanya akan banyak kunjungan tamu di keluarga suami (rumah mertua), maka harus membantu untuk melayani tamu-tamu di rumah mertuanya.

 

banner -perencanaan keuangan usia 30an

 

Percaya Gak Percaya, Yang Penting Esensinya

Perayaan Imlek memang begitu kental dengan berbagai tradisi kepercayaan nenek moyang yang mungkin ada yang percaya, atau bahkan sebaliknya.

Terlepas dari percaya gak percaya, semuanya kembali lagi pada kepercayaan masing-masing dan kepada esensi dari perayaan Tahun Baru Imlek itu sendiri untuk memulai sesuatu yang baik di tahun baru.

 

Berikan tanggapan dan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini!

Anda dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan!

Perlu curhat dan konsultasi soal masalah keuangan pribadi atau keluarga? Konsultasikan dengan ahlinya Perencana Keuangan Finansialku yang siap membantu Anda memberikan berbagai solusi dan tips jitu dalam mengatur keuangan!

 

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 22 November 2020. 13 Pantangan Dalam Merayakan Tahun Baru Imlek. Gpriority.co.id – https://bit.ly/3tpaTy8

 

Sumber Gambar:

  • 01 – http://bit.ly/3cVcqGB
  • 02 – http://bit.ly/2NezLrM