Pekerjaan bersistem freelance makin digemari jadi ladang penghasilan buat anak kekinian. Enggak percaya? Ini hasil surveinya!

Informasi selengkapnya dapat dibaca di artikel Finansialku di bawah ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Survei Soal Tren Freelance, Profesi Kegemaran Anak Kekinian

Siapa tidak tahu istilah freelance?

Istilah ini merujuk pada jenis pekerjaan yang tidak terikat dalam jangka panjang, dan membebaskan pelakunya untuk mengerjakan di mana saja dan kapan saja.

Selain itu, menjadi freelancer memungkinkan pekerjanya untuk mengerjakan satu atau beberapa proyek saja dalam sekali kontrak.

Setelah itu, tidak ada lagi ikatan yang terjadi antara pihak pemberi pekerjaan, dengan yang direkrut.

Bukan cuma itu, ada beberapa kelebihan lain, yang membuat profesi ini banyak digemari generasi kekinian.

Para Freelancer, Ini Cara Mudah Mendapatkan Uang! Lakukan Sekarang Juga 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Sukses Freelance Supaya Cepat Jadi Orang Kaya]

 

Fleksibilitas waktu dan lokasi kerja, serta kesempatan yang lebih luas dan merata, mungkin menjadi salah satu alasan kenapa generasi muda lebih suka bekerja secara freelance.

Siapa yang tidak penat, harus duduk dan bekerja di kantor selama delapan jam penuh dalam lima hari berturut-turut?

Selain itu, didukung dengan perkembangan teknologi yang cepat dan masif, membuat siapapun bisa mendapatkan kesempatan kerja sebagai freelance.

Tinggal mengetikkan kata freelance di kolom pencarian, ratusan pekerjaan menanti untuk dipilih!

Bukan cuma itu saja, kemudahan ini juga didukung dengan menjamurnya website penyambung antara pemberi kerja dan sumber daya manusia yang terpercaya.

Sehingga, kesulitan akses sebenarnya bukan lagi menjadi sebuah alasan yang cocok untuk dilontarkan di jaman serba mudah ini.

Lebih penting, tempat tinggal yang jauh dari perkotaan bukanlah menjadi penghalang. Artinya, pemerataan kesempatan kerja pun semakin membaik, ‘kan?

Besaran total penghasilan yang didapatkan setiap bulannya juga berada di kisaran yang beragam, berdasarkan  pengalaman dan portofolio dari setiap pekerja.

Semakin banyak pengalaman dan portofolio yang mendukung, semakin besar pula kesempatan kita untuk menjadi freelancer yang banyak diminati oleh pemberi kerja.

Ramuan Ajaib ini Bikin Para Freelance Punya Pola Pikir Orang Sukses 01 - Finansialku

[Baca Juga: Berikut ini, 6 Tips Berinvestasi Bagi Para Freelancer]

 

Hal ini juga diperkuat dengan sebuah survei yang dilakukan oleh PT Sribu Digital Kreatif (Sribu), perusahaan crowdsourcing di Indonesia.

Survei ini dilakukan pada Januari 2020 dan melibatkan lebih dari 200 freelancer di Indonesia (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB).

Dari 200 freelancer yang terlibat, 65% di antaranya berada di kelompok usia <30 tahun, dan 27% di antaranya berasal dari kelompok usia 30-40 tahun.

Berikut adalah hasil dan konklusi dari survei mengenai pekerjaan sebagai freelance oleh Sribu:

 

#1 Penghasilan di Atas UMR DKI

Dari survei tersebut, lebih dari 20 persen responden yang berpartisipasi mengatakan kalau mereka bisa menghasilkan lebih dari Rp 3.500.000 per bulannya.

Maka dapat diambil kesimpulan kalau bekerja sebagai freelancer tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan penghasilan di atas gaji rata-rata untuk pekerjaan yang sama.

 

#2 Waktu dan Lokasi Kerja Fleksibel, Bisa Menyalurkan Hobi

Adapun kesimpulan kedua kenapa banyak milenial memilih untuk bekerja sebagai freelance adalah karena waktu dan lokasi kerja yang fleksibel.

Bukan hanya itu, kesempatan dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang kreatif juga mendukung pernyataan di atas.

Kita sendiri menyadari kalau bekerja sebagai freelancer memungkinkan kita untuk tetap memenuhi tanggung jawab lainnya tanpa takut pekerjaan terganggu.

Karena hal ini, survei menyatakan kalau 95% dari total responden mengatakan kalau mereka akan terus menekuni pekerjaan ini sebagai ladang penghasilan utama.

Bahkan, 53% di antaranya juga berencana untuk menekuni pekerjaan ini sampai lima tahun atau lebih.

 

#3 Bisa Kerja Tanpa Ijazah

Berbeda dengan korporat atau perusahaan lain yang menjadikan kepemilikan ijazah sebagai syarat mutlak, pekerjaan ini tidak butuh itu.

Karena seyogyanya pemberi kerja hanya peduli pada kinerja dan kemampuan calon freelancer daripada level atau tingkat pendidikannya.

 

#4 Bekerja Kurang dari 20 Jam Per Minggu

Sebanyak 62 persen responden yang terlibat mengatakan kalau mereka mengalokasikan waktunya untuk bekerja <20 jam per minggunya.

Artinya, dalam satu hari, rata-rata mereka hanya bekerja sebanyak 2-3 jam sebagai seorang freelancer.

Dikatakan, kalau kebanyakan dari para responden yang terlibat, mereka baru bergabung dan menangani <3 pekerjaan setiap bulannya.

 

#5 Freelance Sebagai Pekerjaan Sampingan dan Utama

Dari hasil survei tersebut, dikatakan kalau jumlah responden yang menjadikan freelance sebagai profesi utama dan sampingan sama besarnya.

Responden yang menjadikan freelance sebagai pekerjaan utama, memiliki beberapa alasan seperti:

  • Keterbatasan kualifikasi pendidikan
  • Punya kewajiban lain
  • Keterbatasan fisik
  • Penghasilan yang besar.

 

Hal ini lagi-lagi, menyadarkan kita kalau profesi freelance bisa ditekuni sebagai pekerjaan utama.

Intinya, profesi freelance bukan hanya profesi yang hanya dilakukan di samping pekerjaan utama.

Meski begitu, ada beberapa jebakan finansial yang harus kita perhatikan dengan benar agar kerja keras kita tidak sia-sia.

Finansialku punya tips khusus Sobat Finansialku yang berprofesi sebagai freelancer, agar tetap bisa mengumpulkan pundi-pundi dan mencapai impian finansial, nih! Ini dia:

 

Apakah di antara Sobat Finansialku ada yang juga bekerja sebagai freelancer? Bagikan pengalamannya pada kita semua lewat kolom komentar di bawah, ya!

Bukan cuma itu, Sobat Finansialku juga bisa bagikan artikel ini pada rekan-rekan dan keluarga, agar informasinya tidak sia-sia!