Dalam dunia properti, yield adalah keuntungan nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti pada saat itu.

Anda pernah mendengar istilah ‘yield’? Ya, mungkin istilah tersebut pernah Anda dengar dalam dunia investasi secara keseluruhan.

Namun, apa Anda tahu apa arti dari yield dalam dunia properti? Agar Anda tahu dan lebih mengerti lagi, yuk simak artikel Finansialku berikut ini.

 

Yield Dalam Properti

Ada banyak istilah properti yang bisa dibilang cukup sulit, namun Anda tetap harus mengerti istilah-istilah tersebut karena memiliki makna yang penting. Jika Anda salah mengartikannya, bisa jadi Anda mendapat kerugian dalam bertransaksi.

Salah satu istilah dalam properti yang ingin kita bahas adalah yield. Istilah ini sebenarnya bukan istilah khusus properti. Anda mungkin pernah mendengarnya dalam dunia investasi secara keseluruhan.

Singkatnya, yield adalah keuntungan. Namun kali ini, yang akan dibahas adalah Yield dalam istilah properti. Seperti apa pengertian dari istilah yield dalam bidang properti? Simak artikel berikut.

 

Definisi Yield Adalah

Dalam dunia properti, yield adalah keuntungan nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti pada saat itu.

Misalnya, harga properti Rp100 juta sementara harga sewa Rp5 juta per tahun, maka yield properti tersebut adalah 5%. Cara menghitungnya adalah keuntungan dibagi harga properti. Jadi Rp5 juta dibagi Rp100 juta.

Umumnya besaran yield akan menjadi patokan potensi sebuah properti yang disewakan.

Meski Banyak Hambatan Saat Investasi Properti, Tapi Ada Juga Jalan Keluarnya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bingung Ini Dia 5 Bisnis Properti Modal Minim yang Lagi Ngetrend!]

 

Sebagai pedoman investasi, berikut ini kisaran yield per tahun untuk beberapa produk properti:

  • Tanah Kosong (0,5% – 2%)
  • Rumah Sewa (3% – 5%)
  • Rumah Kos (5% – 7%)
  • Ruko dan Rukan (6% – 9%)
  • Apartemen (7% – 10%)
  • Kios dan Toko (5% – 10%)
  • Ruang Perkantoran (7% – 10%)

 

Jika Anda ingin berinvestasi rumah sewa, pilihlah lokasi yang setidaknya memberikan yield minimal 5%. Terkadang, ada lokasi-lokasi yang hanya memberikan yield sebesar 2-3%.

Perhitungan ini tentu saja akan menjadi pertimbangan Anda untuk berinvestasi rumah sewa.

Berbeda dengan rumah, berinvestasi apartemen berlaku hukum high risk, high return. Risiko yang didapatkan tinggi, namun yield-nya pun tinggi. Besarannya untuk apartemen sekitar 7-10%.

Begitu pula dengan gedung perkantoran. Menyewakan gedung perkantoran memiliki yield yang sangat tinggi, layaknya apartemen, yaitu 7-10%

 

Contoh Ilustrasi Yield

Untuk lebih mengerti lagi tentang yield, simak ilustrasi berikut ini.

Bu Dewi membeli sebuah rumah di kawasan Depok, Jawa Barat dengan harga Rp1 miliar, lalu ia menyewakan rumah tersebut seharga Rp50 juta per tahunnya. Artinya, yield atau keuntungan yang didapat Bu Dewi adalah sebesar 5%.

Seperti Apa Jual Rumah Lewat Agen Properti Apakah Menguntungkan 01 - Finansialku

 [Baca Juga: Catatan Penting Para Pengelola Investasi Bisnis Properti]

 

Kemudian Bu Dewi kembali membeli sebuah apartemen di kawasan Tebet, Jakarta Selatan dan menyewakannya dengan harga Rp100 juta per tahun. Maka yield yang didapatkan Bu Dewi adalah sebesar 10%.

Harga properti yang sama dapat menghasilkan yield yang berbeda-beda, tergantung lokasi dan jenis properti tersebut.

Seperti apartemen di kawasan Tebet, Jakarta Selatan lebih tinggi dibandingkan yield rumah di kawasan Depok, Jawa Barat.

 

Investasi di Properti yang Tepat

Jika yield yang didapat dari apartemen memiliki nilai yang tinggi, mungkin kemudian Anda akan bertanya, mengapa orang-orang tidak berinvestasi di apartemen saja?

Ada beberapa alasan lain yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih properti untuk Anda investasikan selain yield. Apa sajakah hal tersebut?

 

#1 Risiko

Bersamaan dengan yield yang tinggi melekat pula risiko yang tinggi. Apartemen contohnya. Ketika kamar mandi rumah Anda mampet, Anda dapat memanggil tukang untuk membereskannya, tak lama kemudian Anda bisa nyaman kembali.

Ketika keluarga Anda bertambah dan memerlukan kamar lebih, Anda dapat membuat renovasi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Rumah akan lebih fleksibel untuk direnovasi. Lain halnya dengan apartemen.

Menambah kamar mandi atau merombak denah hampir tidak bisa dilakukan. Sekalipun bisa, biaya yang harus dikeluarkan akan jauh lebih mahal dibanding merenovasi rumah tapak.

Bahkan untuk memasukkan perabotan atau furniture mempunyai konsekuensi biaya yang lebih tinggi pula. Belum lagi, dalam melakukannya, mungkin Anda akan mendapat complain dari penghuni apartemen yang lainnya.

Tidak semua orang merasa nyaman dengan tambahan kerumitan dan tambahan biaya seperti demikian.

Hal berikutnya yang masih termasuk kelompok risiko adalah keberlangsungan properti tersebut mempertahankan tingkat pendapatan (sewa) terkait dengan keuangan fisik, fungsi, dan ekonomi.

Mempertahankan gerusan nila akibat keusangan fisik, fungsi, dan ekonomi pada apartemen dan ruko akan relatif lebih suit dibanding pada rumah.

Mungkin Anda menginginkan ruko Anda tetap bersih, tapi jika unit ruko di kanan kiri depan belakang Anda tidak melakukan usaha yang sama, apa yang Anda lakukan akan tetap sulit mempertahankannya.

Dalam hal ini, apartemen dan ruko banyak melibatkan keputusan kolektif seluruh penghuni dan ini tidak mudah.

 

#2 Preferensi

Meskipun ada risikonya, namun preferensi orang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, risiko yang dicontohkan untuk apartemen di atas mungkin bukanlah sesuatu yang mengganggunya.

Ia mungkin akan berpikir, “Toh, belum tentu akan mampet, toh belum tentu akan ada yang retak, toh belum tentu perlu direnovasi” sehingga orang tersebut berani mengambil risiko dan tetap memilih apartemen sebagai lahan investasi.

Jika memilih apartemen, Anda akan mempunyai ekspektasi yield yang tinggi, yakni 10%. Namun mungkin sebagian dari Anda merasa lebih baik berinvestasi rumah saja walaupun ekspektasi yield-nya hanya 5%.

Manapun pilihan Anda, hal-hal di atas harus Anda pertimbangkan dalam memilih properti untuk berinvestasi.

 

Berinvestasi Properti

Besaran yield yang diperoleh dapat membantu Anda dalam melakukan investasi properti. Pilihlah properti yang tepat di kawasan yang tepat pula agar bisa mencapai keuntungan yang maksimal.

Namun demikian, tingginya besaran ini tidak melulu dijadikan patokan tunggal dalam melakukan investasi properti. Meskipun investasi apartemen terlihat lebih menggiurkan, saat ini masyarakat Indonesia masih lebih menyukai rumah tapak.

Belum lagi dibalik yield yang tinggi, apartemen memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding rumah.

Oleh karena itu, pertimbangkan pula jenis properti dan lokasinya sebelum memutuskan untuk mempercayakan uang Anda dalam investasi properti.

Ingin membeli rumah pertama Anda? Tenang, Anda bisa memulainya dengan membaca ebook dari Finansialku di bawah ini. Selamat membaca..

Bagaimana CARA AMPUH Membeli Rumah Pertama?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

ebook rumah pertama

Download Ebook Sekarang

 

Selamat! Kini Anda sudah mengerti apa arti dari istilah Yield.

Mungkin banyak teman-temanmu yang hendak berinvestasi properti tanpa mengenal istilah ini.

Yuk, jadi pahlawan bagi mereka dengan membagikan artikel informatif ini kepada mereka. Cukup dengan klik salah satu tombol media sosial di bawah ini dan tada! Anda telah melakukan satu kebaikan.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 30 Agustus 2019. Kamus Properti: Apa Itu Yield?. Rumahsukasuka.co.id – http://bit.ly/2lWzdcC
  • Kartika Ratnasari. 16 Juli 2019. Apa Itu Yield? Kamu yang Mau Menyewakan Properti Wajib Mengerti Nih!. Rumah123.com – http://bit.ly/2mpboug
  • Heru Narwanto. 15 September 2014. Yield. Housingestate.id – http://bit.ly/2m1IP5I

 

Sumber Gambar:

  • Istilah Keuangan – http://bit.ly/2lX85KG