5 Jenis Sertifikat Rumah : AJB, HGB, SHM, Girik dan SHSRS

Apakah Anda mengetahui ternyata ada 5 jenis sertifikat rumah yaitu HGB, AJB, SHM, Girik dan SHSRS? Apa perbedaan masing-masing sertifikat tersebut?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Sertifikat Tanah dan Undang-Undang Agraria

Apakah Anda dalam waktu dekat ini ingin membeli sebuah rumah atau properti? Anda wajib mengerti jenis sertifikat rumah yang ingin Anda beli. Sertifikasi tersebut memiliki tujuan utama agar, kita sebagai warga negara tertib dalam administrasi. Informasi mengenai jenis sertifikasi rumah dan peraturan terkait agraria diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

5 Jenis Sertifikat Rumah  AJB, HGB, SHM, Girik dan SHSRS - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Apakah Saya Sudah Siap Membeli Rumah Sendiri?]

 

Agraria menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti:
1. urusan pertanian atau tanah pertanian;
2. urusan pemilikan tanah

 

Menurut Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, terdapat delapan jenis hak-hak atas tanah, antara lain:
1. hak milik, dibuktikan dengan sertifikat hak milik
2. hak guna usaha, dibuktikan dengan sertifikat hak guna usaha
3. hak guna-bangunan, dibuktikan dengan sertifikat hak guna bangunan
4. hak pakai
5. hak sewa
6. hak membuka tanah
7. hak memungut-hasil hutan
8. hak-hak lain

 

5+ Jenis Sertifikat Rumah dan Properti

Dalam artikel kali ini Finansialku akan membahas lima jenis sertifikat rumah dan properti yang paling umum. Sertifikat tersebut terdiri dari

  1. Sertifikat Hak Milik (SHM)
  2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
  3. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)
  4. Tanah Girik atau Petok
  5. Akta Jual Beli (AJB)
  6. Plus tambahan: Acte van Eigendom

 

Oke langsung saja kita bahas satu persatu kelima jenis sertifikat rumah tersebut.

 

Sertifikat Hak Milik (SHM)

Hak milik adalah jenis kepemilikan rumah yang paling kuat dan penuh serta dapat dialihkan (dijual, dihibah atau diwariskan) secara turun temurun. Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah sertifikat atas kepemilikan penuh hak lahan dan/atau tanah yang dimiliki pemegang sertifikat tersebut. SHM sering disebut sertifikat yang paling kuat karena pihak lain tidak akan campur tangan atas kepemilikan tanah atau lahan tersebut. Tanah dengan sertifikat SHM hanya boleh dimiliki oleh warga negara Indonesia (WNI). Jadi orang asing atau berkebangsaan selain Indonesia tidak dapat memiliki tanah bersetifikat SHM.

Jika terjadi suatu masalah dengan tanah yang bersetifikat SHM, maka pemilik (nama yang tercantum dalam SHM) adalah pihak yang dianggap sebagai pemilik sah berdasarkan hukum. Tentu saja jika melihat karakteristiknya, tanah dengan sertifikat SHM adalah tanah dengan nilai yang paling tinggi (mahal). Jadi jika Anda berinvestasi properti, tanah atau lahan dengan SHM tentu memiliki nilai yang bagus.

[Baca Juga: 8 Alasan Berinvestasi Properti]

 

Keuntungan tanah dengan sertifikat SHM adalah :

  1. Dapat diwariskan secara turun temurun.
  2. Sertifikat yang paling kuat dan penuh.
  3. Hak milik dapat diperjual belikan.
  4. Hak milik dapat dijadikan agunan untuk kredit.
  5. Tidak ada batas waktunya.

 

Tanah dengan status hak milik dapat hilang jika, terjadi salah satu kejadian berikut:

  1. Tanah jatuh kepada negara, karena: pencabutan hak, penyerahan dengan sukarela oleh pemilik, karena ditelantarkan, pewarisan tanpa wasiat kepada orang asing (tidak dimiliki oleh WNI).
  2. Tanah musnah

 

Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)

Jenis sertifikat yang ketiga adalah Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS). Pada prakteknya SHSRS berlaku pada kepemilikan seseorang atas rumah vertikal atau apartemen (rumah susun) yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama.

[Baca Juga:  Aturan Investasi Properti Menurut Dolf de Roos]

 

Karakteristik Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS) adalah:

  1. Hak milik atas satuan rumah susun bersifat perorangan dan terpisah.
  2. Pada sebuah bangunan apartemen atau rumah susun, tentu saja ada bagian seperti taman, lahan parkir yang menjadi kepemilikan bersama. Bagian bersama tersebut dikenal dengan istilah bagian bersama, tanah bersama atau benda bersama. Tentu saja bagian-bagian bersama terpisah dari kepemilikan suatu rumah susun. Istilah kerennya adalah strata title. Definisi strata title adalah sistem pembagian tanah dan bangunan dalam satuan unit.
  3. Jangka waktu strata title mengikuti status tanah tempat bangunan apartemen berdiri. Jika menggunakan status HGB, maka pada akhir masa haknya semua orang pemilik strata title harus bersama-sama memperpanjang HGB tanah.
  4. Jika status tanah SHM, berarti bangunan hanya boleh dimiiki oleh Warga Negara Indonesia.

 

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)

Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merupakan hak atas seseorang untuk mendirikan dan memunyai bangunan-bangunan diatas tanah  yang bukan miliknya sendiri. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dimiliki oleh pemerintah ataupun tanah yang dimiliki perseorangan atau badan hukum. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ini berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun.

Berdasarkan Peraturan Undang-Undang Pasal 36 ayat (1) UUPA, hak guna bangunan dapat dimilki oleh setiap WNI dan badan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.  

Adapun Keuntungan dan kerugian memiliki Sertifikat Hak Guna Banguna

  1. Keuntungan Membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
  • Tidak Membutuhkan Dana Besar
  • Peluang Usaha Lebih Terbuka. Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama.
  • Bisa dimiliki oleh Non WNI

     2. Kerugian membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan

  • Jangka Waktu Terbatas
  • Tidak Bebas

Tanah yang dikuasai langsung oleh pemerintah dapat menjadi hak guna bangunan berdasarkan penetapan pemerintah. Sedangkan tanah milik dapat menjadi HGB karena adanya perjanjian otentik antara pemilik tanah dengan pihak yang akan memperoleh HGB.

Sertifikat Hak Guna Banguan (HGB)  ini dinyatakan tidak berlaku lagi ketika:

  • jangka waktunya berakhir;
  • dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena ada syarat yang tidak dipenuhi;
  • dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;
  • dicabut untuk kepentingan umum;
  • ditelantarkan;
  • tanahnya musnah; atau
  • orang atau badan hukum yang mempunyai HGB namun tidak lagi memenuhi syarat, sehingga wajib melepaskan atau mengalihkan haknya kepada pihak lain. Jika tidak dilepaskan atau dialihkan maka HGB tersebut batal demi hukum atau gugur dengan sendirinya.

 

Girik atau Petok

Tanah dengan jenis surat Girik dan Petok sebenarnya bukan merupakan administrasi desa. Ingat girik atau petok bukan sertifikat kepemilikan tanah. Girik atau petok berfungsi untuk menunjukkan penguasaan atas lahan dan keperluan perpajakan. Di dalam surat girik atau petok terdapat nomor, luas tanah, dan pemilik hak karena jual-beli maupun waris. Umumnya surat girik dan petok harus disertai dengan Akta Jual Beli atau Surat Waris.

 

Acte van Eigendom

Acte van Eigendom, adalah bukti kepemilikan tanah sebelum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Sekarang ini bukti kepemilikan Acte van Eigendom dapat dikonversi menjadi SHM selambat-lambatnya 20 tahun semenjak diundangkannya undang-undang pokok agraria. Permasalahannya hingga saat ini masih terdapat banyak tanah-tanah dengan bukti kepemilikan Acte van Eigendom, maka PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dengan konversi masih berlaku.

[Baca Juga: Berinvestasi Properti dengan Utang?]

 

Selain Acte van Eigendom ada juga letter C, dan verponding Indonesia yang menunjukkan jenis kepemilikan. Jika Anda memiliki sertifikat tersebut maka sebaiknya Anda mengkonversi ke SHM.

 

Akta Jual Beli (AJB)

AJB bukan sertifikat rumah, melainkan perjanjian jual-beli dan salah satu bukti pengalihan hak atas tanah (akibat dari jual-beli). AJB dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah pagi pembuatnya (pacta sunt servanda), baik Hak Milik, Hak Guna Bangunan, maupun Girik. Bukti kepemilikan berupa AJB biasanya sangat rentan terjadinya penipuan AJB ganda.

AJB diatas tanah SHM yang belum dipecah

Sering terjadi kasus ini, jika Anda membeli tanah kavling, dan pemilik kavling tidak ingin terbebani biaya pemecahan sertifikat. Pemilik kavling akan menawarkan pembeli untuk mengurus pemecahan sertifikat. AJB tipe ini adalah yang paling aman dan perlu kepastian dari Kantor BPN bahwa SHM tanahnya adalah asli.

[Baca Juga: Jangan Asal-Asalan Berinvestasi Properti]

AJB diatas HGB

AJB tipe dua ini mirip seperti tipe pertama, hanya saja pembeli tidak akan memiliki hak milik tetapi hanya hak guna bangunan (HGB).

AJB diatas tanah Eigendom, Girik, atau Petok

Tanah Eigendom, Girik, atau Petok seharusnya segera dikonversi menjadi SHM. Sangat tidak disarankan melakukan AJB di atas tanah yang belum dikonversi menjadi SHM.

 

Ketahui Sertifikat dan Kejelasan Hukumnya

Sebelum membeli rumah, tanah atau properti pastikan Anda sudah mengecek dengan seksama izin dan sertifikat rumah. Setiap jenis sertifikat rumah, memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Pastikan Anda menggunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Apakah Anda pernah mengalami permasalahan dalam menentukan sertifikat rumah?

 

Sumber Gambar:

  • Buying Property – http://goo.gl/dI4KWz

 

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

By | 2017-11-08T10:59:31+00:00 May 6th, 2016|Categories: Properti, Real Asset|Tags: , , , , , , , |66 Comments

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

66 Comments

  1. Puri Orchard 23 November 2016 at 12:24 - Reply

    untuk sertifikat di indonesia dan di luar negeri apakah berbeda jenisnya, atau sama seperti di Indonesia?

    • Finansialku
      Finansialku 4 December 2016 at 19:11 - Reply

      Hi Puri, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Kami mohon maaf, karena kami belum mendapat kepastian mengenai legalitas tanah di luar negeri.
      Artikel yang kami tulis di atas, lebih menjelaskan status legalitas tanah di Indonesia.
      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  2. Novie Tri 13 December 2016 at 16:20 - Reply

    selamat siang finansialku saya mohon pencerahannya, rencana saya mau beli tanah kavling dari developer disuatu perumahan baru dan status tanah tersebut masih berupa girik, yang mau saya tanyakan apa saja yang saya perhatikan dalam pengurusan surat pada waktu saya tanda tangan AJB di hadapan notaris/PPAT . karena notaris/PPAT merupakan notaris/PPAT dari pihak developer. yang kedua dalam peningkatan status dari AJB ke SHM memerlukan waktu berapa lama karena saya dijanjikan kurang lebih 2 thun dari pihak Notaris/PPAT.terimaksih

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:36 - Reply

      Hi Ibu Novie, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Biasanya developer memberikan sertifikat HGB.
      Untuk tips membeli rumah atau tanah dari developer, silahkan baca di sini.
      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  3. Elsa 2 January 2017 at 22:12 - Reply

    selamat malam finasialku. saya mau bertanya, saya ada niat untuk membeli rumah second dr perorangan dikawasan perkampungan (bukan perumahan), ketika ditanya mengenai surat menyuratnya, si pemilik hanya memiliki surat girik dan AJB. Apakah surat ini cukup kuat untuk dijadikan dasar saya bertransaksi? Apa yang perlu saya cek agar transaksi saya aman dan legal? Sebelumnya terimakasih..

    • Finansialku
      Finansialku 3 January 2017 at 10:31 - Reply

      Hi Ibu Elsa, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Sebaiknya Ibu Elsa meminta pembeli untuk membuat sertifikat tanah SHM terlebih dahulu.
      Hal ini bertujuan agar Ibu Elsa tidak kerepotan mengurus setelahnya.
      Termasuk urusan pajak, pengecekan ahli waris (jika tanah waris) dan lain sebagainya.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  4. Dhy 18 January 2017 at 13:05 - Reply

    Comment…Halo
    finansialku,
    Senada dng bagian ahir artikel anda di atas ..the question is :
    apakah bisa berbekal ajb guna ditingkatkan menjadi shm dari tanah yg di beli sebelumnya berststus girik.

    • Finansialku
      Finansialku 19 January 2017 at 08:55 - Reply

      Hi Pak Dhy, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Seharusnya sebelum AJB, Bapak meminta penjual untuk konversi haknya ke kantor pertanahan setempat menjadi salah satu jenis hak yang ada dalam UUPA (Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, Hak Guna Usaha)
      Semoga jawaban kami dapat membantu.
      Terima kasih.

  5. indra 2 February 2017 at 17:55 - Reply

    hai.. saya mau menanyakan perbedaan rumah susun sama rumah yang 1 atap tapi berisikan beberapa keluarga

    • Finansialku
      Finansialku 3 February 2017 at 21:13 - Reply

      Hi Pak Indra, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Mohon maaf sementara kami belum memahami mengenai pertanyaan Bapak.
      Kami akan coba cari informasi mengenai hal tersebut.
      Terima kasih.

  6. Fendi Parulian 6 February 2017 at 12:48 - Reply

    Selamat siang Finansial !
    Saya membeli sebidang tanah sekitar tahun 1904 yang hanya mendapatkan AJB saja dari Bukit Sentul yang sekarang telah berubah nama menjadi Sentul City. Sampai beberapa tahun mereka belum dapat memberikan tanah yang saya beli untuk dibangun demikian pula SHGB belum saya terima. Sesuai dengan perjanjian bahwa akan ada kompensasinya namun tak pernah terwujud. Sementara AJB sudah lebih dari 20 tahun,tentu kalau sudah SHGB pastilah masa berlakunya telah melewati batas. Bagaimana caranya agar saya dapat mengurus SHGB menjadi SHM? Mohon penjelasannya dan terimakasih banyak sebelumnya.

    • Finansialku
      Finansialku 7 February 2017 at 16:26 - Reply

      Hi Pak Fendi terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, kami sarankan Bapak coba mengecek kembali akad dan perjanjian yang ada.
      Coba baca pada klausul mengenai dispute atau penyelesaian masalah.
      Mohon maaf kami tidak dapat menjawab secara langsung, karena harus melihat secara keseluruhan kasus Bapak.
      Terima kasih.

  7. Berly Tannyono Putra 6 February 2017 at 20:22 - Reply

    Terima kasih, sangat mencerahkan sekali. Saya ingin bertanya? apa bisa SHGB dikonversi menjadi SHM? kalau bisa bagaimana prosesnya?

    • Finansialku
      Finansialku 12 February 2017 at 08:21 - Reply

      Hi Pak Berly, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, kami pernah memiliki artikel yang relevan:
      Cara mengubah SGB menjadi SHM
      Semoga artikel dan jawaban kami dapat membantu Anda.

  8. Ani 16 February 2017 at 14:28 - Reply

    Kalau bli rumah hnya ada AJB bgaimana,,kerugianny apa?trimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 17 February 2017 at 15:44 - Reply

      Hi Ibu Ani, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.
      Menjawab pertanyaan Ibu, mengenai AJB.

      Justru paling ideal jika bisa langsung melalui AJB (akta jual beli), artinya :
      – pembayaran rumah sudah lunas (mungkin pembayaran kontan).
      – bangunan (rumah atau apartemen) sudah berdiri.

      Sejauh ini kami tidak menemukan adanya kerugian. Semoga jawaban kami dapat membantu. Terima kasih.

  9. Teresa 23 February 2017 at 16:21 - Reply

    Finansialku.com
    Saya berencana membeli sebidang tanah kavling di daerah Minahasa dan yg jadi pertanyaan saya, Apakah aman ketika membeli tanah pasini dgn surat yg dimiliki penjual hanya AJB serta surat2 dari kelurahan. Menurut keterangan penjual bahwa dia juga hanya membeli dari orang lain. Saat ini yg dipegang oleh penjual hanya AJB camat dan surat2 kelurahan tsb.
    Bagaimana saya bisa mengurus SHM tanpa ada girik yg asli?
    Terima kasih jawabannya

    • Finansialku
      Finansialku 24 February 2017 at 08:56 - Reply

      Hi Ibu Teresa, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Mohon maaf Bu, mengenai jual beli tanah ini sebaiknya ibu Teresa menghubungi atau berkonsultasi dengan notaris dan atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) di daerah Minahasa. Mereka tentu lebih jelas dan lebih berpengalaman dalam permasalahan jual beli tanah di daerah Minahasa.
      Biasanya SHM bisa diurus jika ada SHGB, IMB, KTP pemilik, KK, SPT PBB.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  10. usnia 23 February 2017 at 20:44 - Reply

    Hai finansialku мαυ nanya saya punya ajb Чªήğ bertuliskan PPATS(pejabat pembuat akta tanah sementara) apakah itu syah maksud saya ”apakah kuat atau msh bisa digugat oleh pihak tertentu..aneh aja kok sementara..mohon penjelasannya

    • Finansialku
      Finansialku 24 February 2017 at 08:38 - Reply

      Hi Bapak/Ibu Usnia terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.
      Menjawab pertanyaan dari Anda, mengenai PPATS = Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara.
      Begini, PPAT adalah orang yang berprofesi sebagai pejabat pembuat akta tanah.
      Dalam kondisi tertentu, memang dibutuhkan pejabat pembuat akta tanah sementara,
      kata sementara ini menerangkan pada status pejabat sementara
      bukan akta tanah sementara.

      Mengutip sumber hukumonline.com
      Di dalam Pasal 5 ayat (3) PP No. 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (“PP 37/1998”) jo. Pasal 2 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 1 Tahun 1998 tentang Pelimpahan Wewenang Pengangkatan dan Pemberhentian Camat Sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah, disebutkan bahwa Camat dapat diangkat menjadi PPAT oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional apabila dalam wilayah tersebut belum banyak terdapat PPAT atau formasi PPAT di wilayah Kabupaten atau Kotamadya tersebut belum tertutup. Pasal 5 ayat (3) huruf a PP 37/1998 menjelaskan bahwa Camat yang diangkat sebagai PPAT adalah PPAT Sementara.

  11. nama 24 March 2017 at 15:14 - Reply

    yg ke dua mana,yg SHGB !!

    • Finansialku
      Finansialku 28 March 2017 at 20:43 - Reply

      Hi Pak, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Mohon maaf atas ketidanyamanan, karena kesalahan teknis sehingga ada bagian materi yang tidak muncul di layar.
      Tim IT kami sudah melakukan perbaikan sehingga sekarang penjelasan SHGB dapat terbaca.
      Terima kasih atas masukannya.

  12. gunam 11 June 2017 at 16:35 - Reply

    apa yg dimaksud dgn surat SKJR?

    • Finansialku
      Finansialku 1 August 2017 at 17:17 - Reply

      Hi Pak Gunam terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, apakah yang dimasuk SKGR?
      SKRG kepanjangan dari Surat Keterangan Ganti Rugi. SKGR boleh dibilang bukti telah diberikannya ganti rugi atas peralihan jual beli bangunan dan pengalihan hak, yaitu atas rumah yang didirikan di atas tanah negara/tanah garapan. Peralihannya juga dilakukan dengan suatu perjanjian jual beli bangunan dan pengalihan hak. Anda dapat membuat SKGR di PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  13. andi neptunez 19 June 2017 at 07:50 - Reply

    tanya, istri sy pny warisan berupa 3 kontrakan dr alm ayahnya utk kakak perempuan dan dia sendiri(istri). kami sekeluarga bermaksud meminta 1 bagian(1 kontrakan) sj.. dan hampir 6 bulan lamanya byk kendala sana sini…kami mengurus akte hibah dr mendiang ortunya ke anaknya.. maksud hati ingin merubah akte hibah menjadi akte ahli waris hingga akte hak milik istri sy…tp kendala tdk sampe disitu… kami sempat menanyakan kepd kakak dr alm ayah istri sy apakh ada akte lain brupa sertifikat tanah girik, atau apalah utk melengkapi pengurusan akte ahli waris menjadi hak milik atas nama istri sy… tp kenyataan yg didpt mereka blg tdk ada akte girikny…aneh bukan? apa yg hrs kami lakukan skrg????

  14. hari 22 June 2017 at 13:25 - Reply

    Hai finansialku… saya mau beli rumah dari si A, si A tersebut beli dari developer Cash… sudah serah terima kunci, tp sertifikat HGB nya belum jadi, masih di developer…
    yang mau saya tanyakan, apa langkah2 yang harus saya lakukan untuk proses pembelian, biar nanti tidak salah…
    Terimah Kasih…

    • Finansialku
      Finansialku 25 July 2017 at 21:13 - Reply

      Hi Pak Hari, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, kami sarankan untuk konsultasi dengan Notaris.
      Dalam kasus yang umum, seharusnya HGB sudah ready jika A bayar cash dari developer.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  15. Abdul 30 June 2017 at 13:55 - Reply

    Apakah bapak menetima jasa pembuatan shm..?

    • Finansialku
      Finansialku 3 July 2017 at 09:44 - Reply

      Hi Pak Abdul, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Mohon maaf kami tidak menerima jasa pembuatan SHM.

  16. catur.s 21 July 2017 at 16:25 - Reply

    Comment…kalau mau beli rumah surat leter d,apa saja yg harus saya minta dari sipenjual,biar kedepanya ndak ada masalah.

    • Finansialku
      Finansialku 25 July 2017 at 20:08 - Reply

      Hi Pak Catur, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Mengutip dari sumber Omtanah.com:
      Sebelum tahun 1960 atau sebelum UUPA terbit, surat Petok D memiliki kekuatan yang setara dengan sertifikat kepemilikan tanah.
      Namun setelah Undang-Undang Pokok Agraria berlaku pada 24 Desember 1960, kekuatan pembuktian tersebut tidak lagi berlaku.
      Kini, surat Petok D hanya dianggap sebagai alat bukti pembayaran pajak tanah oleh sang pengguna tanah.
      Jadi, surat ini sangat lemah jika difungsikan sebagai surat kepemilikan atas tanah.

      Saran kami Anda konsultasikan dengan notaris mengenai sertifikat tersebut.
      Semoga penjelasan kami dapat bermanfaat.

  17. clara 1 August 2017 at 02:15 - Reply

    assalammualaikum kak saya ingin bertanya ??
    perbedaan SK camat dan SHM
    dan apa saja resikonya jika kita membeli rumah dengat surat SK CAMAT ??

    terimakasi kak
    wassalammualaikum…..

    • Finansialku
      Finansialku 1 August 2017 at 14:27 - Reply

      Hi Clara, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Clara, sebenarnya SK Camat bukan sertifikat yang sah.
      Kami sarankan Clara mengurus SHM terlebih dahulu.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  18. nyayu dessy arie shandy 5 August 2017 at 19:19 - Reply

    Sya beli prumahan lewat developer, ad IMB,ad srtifikat a.n nm sya,msh prlukah AJB?mksih…klu msh prlu AJB…mnta AJB ny kmn klu beli kredit lwat bank

    • Finansialku
      Finansialku 6 August 2017 at 22:05 - Reply

      Hi Ibu Dessy, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Bu AJB terjadi jika sudah selesai KPR dengan Bank.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  19. trilaksono 12 August 2017 at 15:37 - Reply

    selamat siang ,saya membeli tanah kavling secara kredit ,yang mana ada 7 kapling, sebentar lagi mau lunas ,dari pihak penjual akan disertifikatkan bersama2 secara massal.dari pihak penjual minta fotokopi ktp sama kk ,karena mndesak dan hp saya tdk bisa dihubngi, maka penjual menggunakan kk dan ktpnya sendiri.yg nanti sebagai syarat pembuatan akte jual beli dulu namun nama AJB atas nama penjual,katanya kalau pas sertifikat nanti yang tercantum nama saya,apa benar bisa begitu .terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 2 September 2017 at 22:50 - Reply

      Hi Pak Trilaksono, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Saya sarankan Bapak menghubungi notaris untuk informasi lebih detilnya.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  20. budi 23 August 2017 at 03:02 - Reply

    Hai finansialku, mau bertanya ni…terkait pembelian rumah dengan KPR… Apakah tahapan yg seharusnya dilakukan sampai kt mendapatkan SHM. Yg kedua saya krng paham dengan istilah roya..mohon penjelasan

    • Finansialku
      Finansialku 2 September 2017 at 22:08 - Reply

      Hi Pak Budi terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak,
      1. Silakan cek penjelasan kami : Tips membeli rumah dari developer
      2. Roya adalah : pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan telah hapus.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  21. Tuti 26 August 2017 at 13:14 - Reply

    Hai finansialku..
    Mohon pencerahanya,saya membeli sebidang tanah dengan kepemilikan dr penjualnya AJB saja,apakah AJB ini sudah cukup kuat…
    Dan apakah bisa AJB ini di Rubah menjadi SHM,atas nama sy
    Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 2 September 2017 at 21:50 - Reply

      Hi Tuti, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Ibu, status AJB bisa dirubah menjadi SHM.
      Anda dapat berkonsultasi dengan notaris untuk informasi lebih lanjut.

  22. fahmi 29 August 2017 at 10:12 - Reply

    Mw nanya.. Rumah orang tua saya blm memiliki SHM sebab itu rumah warisan dr kakek saya. Dan belum memiliki surat apa apa…langkah2 untuk pembuatan SHM gmn ya dngan kondisi blm memiliki surat apa2.. Trimaksih

    • Finansialku
      Finansialku 2 September 2017 at 21:21 - Reply

      Hi Pak Fahmi, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Kami sarankan Bapak hubungi Notaris dan/atau PPAT untuk membantu Bapak.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  23. maya 3 September 2017 at 13:57 - Reply

    saya kredit perumahan dg stts surat SHGB
    apa nanti bisa naik ke SHM jika sudah lunas,
    dan kira2 biaya brp,serta apa saja yg harus disiapkan utk pengajuan SHM?

    • Finansialku
      Finansialku 4 September 2017 at 11:42 - Reply

      Hi Ibu Maya, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Ibu Maya, kalau dari SHGB ada yang bisa ke SHM (tetapi tidak semua).
      Untuk informasi lebih jelas, saya sarankan Ibu konsultasi ke Notaris di wilayah / kota Anda.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  24. Marganing 29 September 2017 at 22:08 - Reply

    Pak says mo nnya
    Says mo beli rumah tapi Surat rmh Yg mo dijual tsbt Masih ajb.
    Apakah Surat ajbnya bs jdi SHM.
    Gmm Cr pengurusanya
    Mohon infonya mksh

    • Finansialku
      Finansialku 7 October 2017 at 01:53 - Reply

      Hi Pak/Bu Marganing
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      AJB = akta jual beli tanah –> prosesnya
      SHM = sertifikat hak milik –> jenis sertifikatnya
      Keduanya berbeda maksudnya bu.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  25. Nilufar 3 October 2017 at 07:52 - Reply

    Hallo finansialku..
    Mau tanya..
    Saya sama sekali ga paham tentang surat tanah.
    Saya ada niat mau beli tanah. Kata pemilik tanahnya suratnya sedang di urus untuk dijadikan sertifikat (tadinya AJB) karena sedang ada pemutihan. Dan diurus oleh orang balai desa (saya ga tau ini prosesnya melalu notaris/ngga). Apakah proses pemutihan surat tanah untuk jadi serifikat itu nanti hasil suratnya kuat?

    Dan jika saya membayar terlebih dahulu sejumlah uang untuk beli tanah itu agar sertifikatnya atas nama saya, bukti pembayaran apa yang harus saya miliki agar bukti itu kuat?
    Apakah kuitansi dengan materai saja cukup?

    Terimakasih sebelum dan sesudahnya
    Semoga paham dengan pertanyaan saya 😊

    • Finansialku
      Finansialku 7 October 2017 at 01:52 - Reply

      Hi Bu Niluafar
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      1. Kami sarankan Ibu konsultasi dengan notaris dan/atau PPAT untuk masalah pemutihan surat tanah.
      2. Bukti pembayaran dibayar saat AJB bu.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  26. Agatha 12 October 2017 at 10:28 - Reply

    Dear Finansialku,,

    Perkenankan saya menanyakan hal2 terkait biaya yg dibebankan Notaris atas akad KPR yg akan dilaksanakan dengan Bank berbasis syariah, (krn pengajuan KPR ke beberapa bank memiliki elemen dalam biaya notaris beda2). Diantaranya sbb :
    1. Apakah terdapat biaya akad Murabahah dari Notaris yg dibebankan ke pembeli?
    2. Apakah umum ada biaya atas aktivitas plotting data yg dilakukan Notaris?
    3. Apakah ada biaya peningkatan hak dari AJB ke sertifikat? karena yg saya pahami hanya peningkatan HGB ke SHM.
    4. Adakah biaya pendaftaran HT (Hak Tanggungan) diluar dari pada biaya SKMHT, APHT, dan PNBP?

    Semoga dapat dibantu penjelasannya untuk saya yg awam & baru dgn hal2 tsb.

    Terima kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 13 October 2017 at 08:01 - Reply

      Hi Bu Agatha
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      1. Tergantung bank dan produk yang ditawarkan bank.
      2. Tergantung bank dan produk yang ditawarkan bank.
      3. AJB hanya akta jual beli bukan sertifikat. Biayanya adalah biaja notaris.
      4. Biasanya ada Bu.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  27. Darwin Sijabat 28 October 2017 at 21:50 - Reply

    Selamat malam Finansialku.
    Saya mau bertanya
    Saya mau beli tanah hanya ada Sertifikat AJB?
    Hal apa yg harus saya lakukan ya?
    Kira2 kekuatan hukum AJB seperti apa yah?
    Penyebab Tanah AJB dijual apa yah?
    Terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 6 November 2017 at 22:11 - Reply

      Hi Pak Darwin
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      AJB itu bukan sertifikat Pak.
      Penyebabnya sesuai dengan tujuan penjual Pak.
      Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi call center BPJS Ketenagakerjaan di 1500-910
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  28. Aep Ermana 29 October 2017 at 16:17 - Reply

    Saya membeli rumah di sebuah perumahan di bogor melalui KPR BTN dg tenor 15 tahun.
    Setelah lunas, saya mendapat sertifikat rumah tersebut dari BTN.
    Tapi belakangan saya baru tahu kalo sertifikat tersebut bukan SHM tapi HGB.
    Bagamaina agar bisa menjadi SHM. Apa yg harus saya lakukan?

  29. Anton 30 October 2017 at 23:22 - Reply

    Ass,pak saya membeli sebidang tanah ,sy baru megang ajb,apakah sudah kuat atas kepemilikan tanah dan bangunan tersebut

    • Finansialku
      Finansialku 6 November 2017 at 22:10 - Reply

      Wassalamu’alaikum
      Hi Pak Anton
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      AJB bukan sertifikat rumah Pak, lebih kuat kalau Bapak pegang sertifikat.
      Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi call center BPJS Ketenagakerjaan di 1500-910
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  30. Ali arif 6 November 2017 at 10:44 - Reply

    Dear finansial ku
    Saya hendak kredit rumah bersubsidi dari developer yg bekerjasama dgn bank btn,dan kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat.tapi yg saya dpt SHGB.
    Apakah jika sudah lunas dapat di tingkatkan menjadi SHM.

    • Finansialku
      Finansialku 6 November 2017 at 22:08 - Reply

      Hi Pak Ali
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      Tergantung dengan akad atau kontrak awalnya Pak.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  31. Andika Yulianto 8 November 2017 at 20:54 - Reply

    Dear Finansialku ..
    Saya ingin mengajukan KPR namun status saya masih karyawan kontrak di perusahaan saya. Bagaimana bisa mengajukan hal tersebut ? Dan satu lagi, saya mencari rumah dengan status SHM pertanyaan saya bagaimana saya bisa mendapatkan rumah tersebut dengan ciciclan yang sesuai dengan penghasilan saya ?

    terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 9 November 2017 at 15:10 - Reply

      Kepada Pak Andika,
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku. Sebagai syarat KPR, Bank mengharuskan seseorang untuk bekerja minimal 2 tahun atau sudah menjadi karyawan tetap. Ada banyak faktor pertimbangan Bank dalam memproses pengajuan KPR seseorang, alangkah baiknya Bapak mendiskusikan hal tersebut dengan pihak Bank yang Bapak inginkan. Perihal rumah dengan SHM, Anda harus menanyakan pada pihak penjual rumah langsung.
      Semoga penjelasan kami bermanfaat.

  32. Nita 14 November 2017 at 22:01 - Reply

    Assalamualaikum wr wb
    Selamat malam..
    Sy mau nanya..
    Sy br sj beli tanah kavling..
    Sy adalah pembeli tangan k 2 dr SHM
    orang yg memiliki SJB pertama tlah meninggal dunia dn SJB nya ntah kemana gak ada yg tahu..anak”nya bilang katanya SJB itu dlu d gadaikan pada orang..
    Naahhh tanah itu sy beli lalu sm pihak DESA sy di uruskan SJB baru,,
    SJB yg lama di hapus dari pusat..
    Jd kalau seumpama yg pegang SJB lama menggugat katanya sudah ga bisa dn SJB itu g brlaku,,di sebabkan SJB lama sdah di hpus dr pusat..
    Yg sy tanyakan..apakah SJB sy aman..
    Atau bagaimana..
    Terimakasih.
    Wassalam

    • Finansialku
      Finansialku 15 November 2017 at 09:43 - Reply

      Hi Bu Nita
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      SJB – Surat Jual Beli itu bukan sertifikat.
      Yang paling penting adalah SHM – Sertifikat Hak Milik.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  33. Ika HR 1 December 2017 at 22:44 - Reply

    Selamat malam pak, apa yang dimaksud dengan surat akta notaris hak milik ? Mana yang lebih kuat kepemilikannya dengan sk camat ? Tolong dibantu pak, terima kasih sebelumnya.

    • Finansialku
      Finansialku 7 December 2017 at 19:45 - Reply

      Hi Bu Ika
      Terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda:
      Surat akta notaris hak milik lebih kuat Bu.
      Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi call center BPJS Ketenagakerjaan di 1500-910
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download