Pendidikan dapat dikatakan bekal atau warisan dari orang tua untuk anak-anaknya. Seperti yang Kita semua ketahui dana pendidikan di Indonesia dapat dikatakan cukup mahal. Kenaikan harga pendidikan (tuition fee) dapat melebihi 10% per tahun. Kali ini Finansialku akan mencoba mendiskusikan dana pendidikan untuk anak.

college-fund

 

Dana Pendidikan sebagai Warisan

Judul di atas sedikit rada aneh, dana pendidikan kok dijadikan warisan? Ada satu hal yang penting, pasti pernah dengar kalau mau membantu seseorang lebih baik beri kailnya supaya orang tersebut dapat memancing ikannya sendiri.

Seorang anak yang dibekali pendidikan cukup dapat hidup mandiri, baik dengan berwiraswasta (menjadi entrepreneur) atau berkarir di perusahaan. Orang tua yang meninggalkan pendidikan untuk anak, dapat diibaratkan seperti seseorang yang memberi kail pada anak. Anak dapat memancig dan mendapatkan ikan sendiri. Sebaliknya orang tua yang hanya meninggalkan harta, tanpa pendidikan, ibarat anak diberi ikan saja tanpa kail. Anak tersebut suatu saat akan kehabisan ikannya dan tidak bisa memancing kembali.

Penulis melihat sebuah tayangan di televisi swasta yang menceritakan kisah seorang ibu beranak delapan. Ibu tersebut ditinggal oleh suaminya, karena sakit yang cukup keras. Salah satu permintaan sang suami adalah anak-anak harus selesai pendidikannya (baca: wisuda S1). Ibu tersebut berusaha keras untuk mendapatkan dana pendidikan untuk ke 8 anaknya. Apakah bisa?  Bisa, dengan cara sebagai pembantu rumah tangga (mencuci baju di 4 keluarga, berjualan kue-kue dan membuka warung di depan rumah). Semangat, tekad dan kerja keras akhirnya berhasil juga 7 dari ke 8 anaknya berhasil lulus S1 dan 6 dari 7 anak tersebut saat ini sudah mencapai gelar S2. Beberapa diantara anaknya sudah sukses dalam dunia kerja.

pilih-tabungan-pendidikan-atau-asuransi-pendidikan-untuk-biaya-pendidikan-anak-2-finansialku

[Baca juga : 10 Checklist Sebelum Investasi  ]

 

Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan

Tahapan-tahapan dalam mempersiapkan dana pendidikan adalah:

  1. Lakukan perhitungan kebutuhan dana pendidikan saat ini, contoh: uang pangkal, uang SPP, biaya pendukung, uang sumbangan masuk kuliah dan biaya ekstra kulikuler. Persiapkan untuk SD, SMP, SMA dan pendidikan sarjana S1, S2.
  2. Lakukan perhitungan dana yang harus diinvestasikan setiap periodenya. Dalam melakukan perhitungan buat asumsi-asumsi yang feasible. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi keuangan yang ada atau konsultasi ke perencana keuangan independen.
  3. Cari produk-produk investasi (bedakan produk investasi dengan produk proteksi / asuransi). Konsultasikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda saat ini. Investasi yang Anda pilih boleh investasi asset real atau investasi asset portofolio. Sebelum berinvestasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Lebih detilnya dapat dibaca di:

Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Silakan download ebook-nya, GRATIS!!!

Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup

Download Sekarang

 

Kesimpulan:

  1. Pendidikan adalah sebuah bekal atau warisan untuk anak.
  2. Biaya pendidikan yang mahal dapat direncanakan dan di persiapkan. Tentu saja Siapapun bisa melakukan perencanaan dana pendidikan.

Jangan lupa baca artikel-artikel Finansialku:

finansialkuMembeli Mobil Pertama, Mobil LCGCBaca
finansialkuAsuransi Perlu Ga Perlu?Baca
finansialkuTrick Mengamankan Online PasswordBaca
finansialkuStrategi Investasi untuk Pribadi dan KeluargaBaca
finansialkuHati-Hati dengan Uang PalsuBaca